Menurut data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa penyakit kardiovaskular akan menjadi penyebab terbanyak kasus kematian di seluruh dunia. Karena itu penting untuk dilakukan upaya pengobatan dan pencegahan penyakit ini, khususnya di Indonesia, demikian penuturan yang diungkapkan oleh Dr. Djoko Maryono, SP.PD, SP.JP - FIHA, FASE, kepada rileks.com usai media edukasi `Cegah peningkatan kasus stroke dan penyakit jantung dengan pengobatan yang tepat`.
Mengingat besarnya peranan trombosis dalam memicu timbulnya masalah kardiovaskular, maka upaya untuk mencegah terjadinya bekuan darah dalam pembuluh darah jantung atau otak (trombosis) sangat penting dalam menurunkan angka kematian akibat gangguan kardiovaskular, kata Dr. Djoko lebih lanjut.
Salah satu obat antitrombotik (pencegah trombosis) yang paling banyak digunakan yaitu asam asetil salisilat (ASA) atau biasa dikenal dengan nama aspirin.
Berdasarkan penelitian Women`s Health Study terhadap wanita usia 45 tahun ke atas yang tidak memiliki riwayat penyakit jantung koroner atau serebrovaskular (gangguan pembuluh darah, jantung dan otak), aspirin dosis rendah 100 mg selang sehari dapat menurunkan resiko stroke sebesar 24 %. Juga mengurangi resiko stroke non fatal, atau kematian akibat penyakit kardiovaskular pada wanita usia 65 tahun ke atas sebesar 26 %.
Dari data penelitian di atas, dapat dikatakan, bahwa aspirin dosis rendah dapat menurunkan resiko stroke dan gangguan kardiovaskular bagi mereka yang beresiko tinggi, termasuk wanita menopause.
"Dulu, ASA biasa dikenal sebagai obat analgetik (penghilang rasa nyeri ), antipretik (penghilang demam) dan anti inflamasi (penghilang radang). Kini, melalui berbagai penelitian yang telah dilakukan, khasiat aspirin menjadi bertambah banyak, tidak hanya mampu berfungsi sebagai perlindungan bagi jantung dan otak, ASA dosis rendah juga mampu menurunkan frekuensi serangan stroke,", kata Djoko.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan International Stroke Trial pada bulan Agustus 1997, menunjukkan bahwa untuk setiap 1 juta kematian stroke, 10.000 diantaranya dapat diselamatkan atau tetap dapat menjalani kehidupan normal tanpa bantuan apabila, dengan rekomendasi para dokter mereka, mulai meminum ASA tiap hari dalam jangka waktu 48 jam sebelum stroke.
Secara keseluruhan, jika dilihat dari sudut ekonomis, lanjut Dr. Djoko, aspirin dengan dosis rendah adalah pengobatan yang dapat ditolerir dengan baik, efektif dan murah yang dapat menurunkan resiko individu terhadap serangan jantung dan stroke berulang. Dan pengobatan dengan aspirin ini pun telah banyak disetujui dan direkomendasi oleh kalangan kedokteran sebagai standar perawatan bagi pasien yang bertahan dari ischaemic stroke.
"Semakin besar penggunaan aspirin (sesuai aturan), atau cukup minum 1 x sehari, dapat mencegah sebagian besar dari 20,5 juta kasus berulangnya stroke yang terjadi setiap tahun di seluruh dunia," pungkas Dr. Djoko
![]()


LinkBack URL
About LinkBacks




Reply With Quote



Bookmarks