Yang Laskar pelangi, emang cara berceritanya loncat-loncat, Lemb. tapi yang Sang Pemimpi, dan Edensor, cukup mengalir... dua buku ini kubaca tak sampai tiga jam non stop.Punya yang Laskar Pelanginya Yong... tapi kok malas ngelanjutin ke Edensor dan Sang Pemimpinya yak....? Mendingan baca Rara Mendut Trilogi nya YB Mangunwijaya
Rara Mendut, sebuah trilogi
Y.B. Mangunwijaya
![]()
Rara Mendut, budak rampasan yang menolak diperistri oleh Tumenggung Wiraguna demi cintanya kepada Pranacitra. Dibesarkan di kampung nelayan pantai utara Jawa, ia tumbuh menjadi gadis yang trengginas dan tak pernah ragu menyuarakan isi pikirannya. Sosoknya dianggap nyebal tatanan di lingkungan istana di mana perempuan diharuskan bersikap serba halus dan serba patuh. Tetapi ia tak gentar. Baginya, lebih baik menyambut ajal di ujung keris Sang Tumenggung daripada dipaksa melayani nafsu panglima tua itu.
Genduk Duku, sahabat Rara Mendut yang membantunya menerobos benteng Keraton Mataram dan melarikan diri dari kejaran Tumenggung Wiraguna. Setelah kematian Rara Mendut dan Pranacitra, Genduk Duku menjadi saksi perseteruan diam-diam antara Wiraguna dan Pangeran Aria Mataram, putra mahkota yang kelak bergelar Sunan Amangkurat I dan sesungguhnya juga jatuh hati kepada Rara Mendut - perempuan rampasan yang oleh ayahnya dihadiahkan kepada panglimanya yang berjasa.
Lusi Lindri, anak Genduk Duku dipilih menjadi anggota pasukan pengawal Sunan Amangkurat I oleh Ibu Suri. Lusi Lindri menjalani kehidupan penuh warna di balik dinding-dinding istana yang menyimpan ribuan rahasia dan intrik-intrik jahat. Sebagai istri perwira mata-mata Mataram, ia tahu banyak ... bahkan terlalu banyak ... Semakin lama nuraninya semakin terusik melihat kezaliman junjungannya. Tiada pilihan lain! Bulat sudah tekadnya, baginya lebih baik mati sebagai pemberontak penentang kezaliman daripada hidup nyaman bergelimang kemewahan.
Haikal, Arai dan Jimbron, merupakan tokoh2 utama dengan ketengilannya yg selalu lolos dalam setiap masalah yg dihadapi. Andrea (sang pengarang) mencuat dengan metafor scientificnya, ditengah novel-novel TeenLit yang membanjir.Saya sudah baca tuh, Hirata pengarang yang mahir menangkap detail dengan selera humor yang tinggi. tetapi juga kadang bombastis dan melangit. Tetapi saya suka metafor-metafor mutakhir yang berhasil diciptakannya dengan baik, menggusur metafor-metafor lama yang ketinggalan zaman itu.


LinkBack URL
About LinkBacks








Reply With Quote


Bookmarks