Results 1 to 3 of 3

Thread: Wajah Politik Muawiyah Bin Abu Sufyan


  1. #1
    Newbie
    Join Date
    Dec 2011
    Location
    Karawang
    Posts
    16
    Rep Power
    0

    Wajah Politik Muawiyah Bin Abu Sufyan

    Muawiyah bin Abu Sufyan adalah satu di antara ribuan sahabat Nabi Muhammad SAW yang paling kontroversial. Mengapa sosok Muawiyah ini menarik untuk dibahas? Paling tidak ada tiga alasan. Pertama, dalam bentangan sejarah Islam, Muawiyah bin Abu Sufyan merupakan tokoh yang lahir dari kedua orang yang ditokohkan juga: Abu Sufyan bin Harb dan Hindun binti Utbah. Ini yang membuat nama Muawiyah melejit dalam kajian sejarah Islam. Apalagi kedua orangtuanya terbilang tokoh yang begitu gigih memerangi Nabi saw sebelum keduanya masuk Islam pada peristiwa Fathu Makkah.

    Kedua, tak ada yang bisa mengelak, jasa Muawiyah bin Abu Sufyan bagi peradaban Islam begitu besar. Ia tak hanya mampu mengakhiri berbagai konflik yang terus bergelora antar kaum Muslimin di masanya, tapi juga berhasil menancapkan pondasi bangunan peradaban Islam. Dialah peletak dasar Daulah Umayah. Sebuah dinasti yang telah memberikan begitu besar jasanya bagi dunia Islam.


    Ketiga, ketika membincangkan sosok Muawiyah, kita akan menemukan perseteruan dua kelompok—sebagian dari kalangan Sunni dan Syiah—yang begitu tajam. Di satu pihak, mereka begitu mengagungkan Muawiyah, dan di satu sisi ada yang membencinya habis-habisan sembari melontarkan makian yang amat berlebihan. Ironisnya, kebencian sebagian kalangan terhadap Muawiyah benar-benar tak terbendung. Bahkan, pada sebagian buku sejarah yang menjadi rujukan anak-anak sekolah, kita menemukan betapa para penulis ikut terjebak untuk menjuluki Muawiyah dengan juluk-julukan yang amat jauh dari akhlak Islam. Mereka menyebut Muawiyah sebagai orang yang licik, culas, musang berbulu domba dan lainnya.


    Dalam buku Sejarah Kebudayaan Islam karangan Prof H Chatibul Umam dan Drs Abidin Nawawi , disebutkan, “Muawiyah bin Abu Sufyan sudah terkenal siasat dan tipu muslihatnya yang licik, dia adalah kepala angkatan perang yang mula-mula mengatur angkatan laut, dan ia pernah dijadikan sebagai amir “Al-Bahar”. Pada paragraf di halaman selanjutnya, penyusun buku ini menambahkan, “Muawiyah bin Abi Sufyan dalam membangun daulah Bani Umayyah menggunakan politik licik dan tipu daya, meskipun pekerjaan itu bertentangan dengan ajaran Islam. Ia tidak gentar melakukan kejahatan. Pembunuhan adalah cara biasa, asal maksud dan tujuannya tercapai.”


    Untuk menutup pemaparannya tentang sosok Muawiyah, penyusun buku tersebut menyimpulkan, “Jadi tidak salah kalau ada yang mengatakan bahwa siasat Muawiyah dalam mendirikan daulahnya dengan cara “tipu muslihat, ketajaman pedang dan siasat licik.” Demikian sebagian penggambaran tentang sosok Muawiyah.

    Terlepas dari segala perdebatan itu, khususnya tentang sosok Muawiyah bin Abi Sufyan, hal yang harus kita sepakati adalah para shahabat Nabi semuanya shalih, dan haram bagi kita mencaci maki mereka. Bahkan, banyak di antara mereka yang dipastikan masuk surga, sejak masih hidup. Misalnya, keempat khalifah Rasulullah saw yaitu Abu Bakar, Umar bin Khaththab, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib. Selain itu ada juga 10 shahabat yang dijanjikan surga.

    Dalam al-Qur’аn, Allah SWT menyanjung para shahabat Nabi tanpa terkecuali. Allah ridha kepada mereka dan mereka juga ridha kepada Allah. “Allah ridha terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon, maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dengan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya),” (QS al-Fath: 18).


    Nah, buku ini hadir untuk mendudukkan masalah sebenarnya. Bagaimana seharusnya kita menyikapi sahabat Nabi saw ini? Lalu, apa saja kiprah Muawiyah bagi Islam dan kaum Muslimin. Bagaimana peran politik pencatat wahyu di masa Nabi ini sebenarnya? Benarkah ia pemberontak atau mujahid?




    Judul : Wajah Politik Muawiyah bin Abi Sufyan
    Penulis : Hepi Andi Bastoni
    Penerbit : Pustaka al-Bustan
    Cetakan : Pertama, Oktober 2012
    Halaman : xxxv + 298
    Ukuran : 13,5 x 20,5 cm

    Sumber: Wajah Politik Muawiyah Bin Abu Sufyan: Sejarah Konflik Sunni - Syiah

  2. #2
    Contributor keizer's Avatar
    Join Date
    Feb 2012
    Location
    Bandung
    Posts
    2,578
    Rep Power
    5

    Re: Wajah Politik Muawiyah Bin Abu Sufyan

    kalau muawiyah yang ga gw suka sih waktu dia menipu ali mentah2 damai sambil mengangkat al qur an itu aja

  3. #3
    Member
    Join Date
    Mar 2014
    Posts
    564
    Rep Power
    1

    Re: Wajah Politik Muawiyah Bin Abu Sufyan

    Saya belum membaca buku tersebut, tapi dari sejarah yang saya kenal di bangku sekolah tokoh Abu Sufyan digambarkan sosok yang kejam. Istrinya, Hindun, adalah sosok yang keji memperlakukan jasad Hamzah, paman nabi. Ketika Mekah akhirnya ditaklukkan iapun akhirnya masuk Islam. Namun entahlah, apakah ia benar-benar ikhlas memeluk Islam atau karena terpaksa. Ketika Ali menjabat sebagai khalifah ada kubu Muawiyah yang terus merorongnya dan semakin gencar ketika Ali telah wafat. Husein anak Ali juga terbunuh oleh pasukan Muawiyah. Saya tidak tahu apakah motif Muawiyah hanya mempertanyakan kematian Utsman bin Affan atau ingin memperebutkan kekuasaan demi membalaskan kekalahan ayahnya. Di balik sejarah kelamnya permulaan Dinasti Ummayah, islam semakin tumbuh dan menyebar hingga ke Afrika Utara dan Eropa, serta pengetahuan juga tumbuh pesat.

Tags for this Thread

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  
©2008 - 2013 PT. Kompas Cyber Media. All Rights Reserved.

Content Relevant URLs by vBSEO 3.6.0