Perahu Kertas, sebuah buku karya teranyar Dee tapi sebenarnya karya lama yang teronggok cukup lama. So, ketika baca jadi ngrasa sebenarnya ini karya pertama atau karya kesekian ya? Jadi susah buat menilai ini metamorfosa seorang Dee dalam menulis atau sekedar buku kenangan yang direproduksi ulang, biar sedikit kekinian. Kenapa saya katakan kenangan, jawabannya tersirat kalau mencermati inti cerita dan gagasan Dee tentang cinta dan persahabatan di Novel ini. Konsep cinta yang rasa-rasa-nya sepertinya hanya CUrhat dan sangat terlihat merupakan "mimpi" Dee sendiri pada masa lampau. Jadi kaya versi lain rectorverso yang lumayan jelas tersirat mirip2 kehidupan nyata seorang Dee.(tak bermaksud bergaya intofainment). Jadilah NOvel ini kaya perahu kertas yang do'a-do'anya dikabulkan sang Neptunus....
Tapi, apapun yang menjadi alasan novel ini di repro dan diterbitkan penulisnya, cerita seorang KUgy dan Keenan memaknai hidup, keluarga, persahabatan, mimpi serta cinta-nya cukup menarik. INspiratif bagi mereka-mereka yang juga terngah terjebak dalam "pilihan-pilihan hati" yang sebenarnya bukan "hati yang memilih". Setiap plot dan alur cukup dibumbui Letupan-letupan yang cukup indah, ringan dan membuat pembaca sedikit terbawa dengan layaran "perahu kertas", meski jadi agak gimana karena secara pribadi saya menilai seperti (kebanyakan novel Indonesia) yang endingya lumayan mudah ditebak....
Huufffff.....



LinkBack URL
About LinkBacks




Reply With Quote


Bookmarks