Ya embuhlah, mereka saling perang. Tapi kayaknya mereka semua temen cari duit, di tobong wayang wong pojok alun2 jaman dulu.
Ya embuhlah, mereka saling perang. Tapi kayaknya mereka semua temen cari duit, di tobong wayang wong pojok alun2 jaman dulu.
Masalahnya prinsip nya bukanlah menghabisi pemberontak agar negara tidak pecah, melainkan memecah suatu negara agar hancur 1 dynasty. Lihat lagi posting saya no 89..
Kalo jendral Bhisma dong, tidak terkalahkan paling lama, 10 hari. Politikus ya siapa lagi kalo bukan Krishna. Guru jg ok Drona, yg rela menerima anak musuhnya (Drishtadyumna) jadi murid karena jiwa gurunya. Wanita?
[/quote]
- Subhadra sih emang iklas dimadu karena yang belakangan dinikahi, tapi dedikasinya merawat anak sendiri + 5 anak Draupadi boleh lah. Mendekati sempurna dari wanita arya
- Draupadi msh ada keras dan ngaturnya ke suami, mulutnya tajam buat masalah (ngatain Karna kasta rendah di dpn umum, ngatain Duryodhan bapaknya buta anaknya buta pas kejebur kolam di Indraprastha)
- Sita dari Ramayana sempurna (versi Valmiki) tapi belum teruji di polygami. Versi Lanka jelas selingkuh, walau cuma ngobrol tapi seneng
- Kunti nyaris sempurna, rela dimadu, tanggung jwb sama anak, tapi masa lalu kelam pernah MBA, buang anak
- Madri tidak tanggung jawab sama anak, cm cinta suami smp ikut mati,
- Ghandari lebih obyektif, bakti sama suami, rela dimadu, tapi tidak berhasil mendidik anak
- Kyknya ga ada yg ok ya.. mending istri2 non arya kayak Hidimvi dan Ulupi, patuh sama suami, rela dimadu, tanggung jawab didik anak sampe gede langsung mengabdi ke bapaknya, smp rela mati, padahal jarang ditengok (Ghatotkatch dan Iravan)
Untuk pembahasan wanita-wanita...
yah gw sangat keberatan kalau wanita sempurna itu digambarkan mau dimadu... Huek
dari keseluruhan wanita yang digambarkan Adiansyah diatas... mungkin cuma Sita aja kali ya yang nasibnya beruntung... mengingat Rama dari dinasti solar aryan ini monogamous people.
This is not a black and white world; you can't afford to believe in your side
Hehehe, begitulah nasib wace (wayang cewek) di Bharatayuda. Rama ini monogamous? Eh mungkin emang iya yak, sejauh ingatanku memang tidak pernah diceritakan dia punya istri laen di Ramayana.
Tapi setuju, wanita sempurna bukanlah yang rela dimadu, itu mah bukan sempurna tapi kepepet aja kalee.
Hahaha... Thanks Anta!
yah para wace ini digambarkan begitu nrimo banget, ngga protes walau pun misoa ngga nengokin bertahun-tahun trus pulang-pulang cuma minta orgasme doang...
mungkin ini kali yaaa yang bikin gw jadi sebel sama dunia pewayangan... tapi kalo soal petualangan dan beberapa poin sih masih bolehlah dinikmatin...
This is not a black and white world; you can't afford to believe in your side
Untuk pembahasan wanita-wanita...
yah gw sangat keberatan kalau wanita sempurna itu digambarkan mau dimadu... Huek
dari keseluruhan wanita yang digambarkan Adiansyah diatas... mungkin cuma Sita aja kali ya yang nasibnya beruntung... mengingat Rama dari dinasti solar aryan ini monogamous people.[/quote]
Waduh maaf maaf mba Artemis, saya tidak bermaksud merendahkan wanita...cuma menanggapi tadi kata mas cubluk wanita ideal kyk Subhadra, rela dimadu...
itu cuma perbedaan prinsip, yang satu mengagungkan cinta, yg lain menyikapi populasi dunia. Tapi yang jarang nengok anak kyk Bheem & Arjon itu kurangajar namanya. Anaknya berkorban buat kepentingan mereka pula...
Lebih beruntung dari Sita ya Draupadi dong, dinikahi 5 orang warrior ganteng dan macho...he3...(becanda..sy setuju ini mah ngaco)
Wanita dlm Rmyn dan Mbhrt berperan kuat dan tidak direndahkan kok. Pertempuran besar yg terjadi sedikit banyak akibat sumbangsih mereka jg...
Gyahahahaha, pulang-pulang minta orgasmeJadi inget hukum wajib orgasmenya bung Tito tempo hari, wikikiki.
Tapi Artie, semua mitologi kuno, baik wayang, Sam Kok, ampe Dewa-dewi Yunani rata-rata emang kisah tokoh cewek kurang menonjol. Entah kenapa, mungkin emang dari jaman baheula begitu yah stereotipenya .. (membela wayang ceritanya, hehe)
Dalam kisah epic ini memang perempuan tidaklah sentral, tetapi sebetulnya banyak sekali kisah yang menunjukkan penghormatan yang tinggi terhadap perempuan, seperti kisah Pandava yang selalu hormat kepada ibunya. Sayang memang entah kenapa kisah perempuan sebagai istri kurang menonjol.
Ya-ya-ya... tentu saja dari sini kita belajar, mana yang bisa diambil sebagai pelajaran mana yang ngga boleh ditiru trus didialektikakan dan bukannya ditelen mentah-mentah kalo semua itu benar adanya...hiekkkk ntar ada Hitler seri kedua dong... kalo itu terjadi.
Ya, perempuan memang ada perannya sih... tapi karena kebanyakan penulis kisah-kisah epos ini adalah lelaki.... hehe... maka ya dilihat dari sudut pandang lelaki jugalah peran perempuan itu... Artie mengerti sekali (sampe nyengir lebar begini...)
Makanya aku saat ini lebih senang dengan dewa dewinya Mitologi Yunani... lebih kuat tokoh wanitanya... dan gw senang episode The Judgement of Paris... hehehe ketiga dewi ini jahil sekali pada Paris yang muda dan bego... hahahahahahaha
special for Anta... kenapa gw tulis "kata" itu karena gw yakin dirimu inget sama kata-kata abang gw tersayang di thread yang udah digembok itu![]()
This is not a black and white world; you can't afford to believe in your side
Waduh malah jadi ngelebar nih, wanita jaman ideal dulu kali. Kalau sekarang mungkin nggak jamannya ya. Ya mungkin wanita yang mau dimadu karena terpaksa saja, setuju saya. Monogami lebih baik, tapi kalau ada poligami, ya gak opo2 itu urusan masing2.
Saya pernah denger dalang nih: Waktu Ibunya Subali dituduh suaminya selingkuh, Ia diam saja, tanda mengakui perbuatannya, lalu resi gotama bilang kok diam kayak tugu, jadilah dewi Windradi sebuah tugu, tugu windradi lalu ditendang, sampai jatuh ke Alengka. Gotama lalu bilang: Negara jatuhnya tugu tadi akan hancur karena masalah cinta segitiga.
Gak tahu aku itu karangan dalang atau pengaruh Srilangka yang dihaluskan. Lha vetsi India ada gak cerita kayak gitu?
Bookmarks