Page 16 of 26 FirstFirst ... 678910111213141516171819202122232425 ... LastLast
Results 151 to 160 of 256

Thread: Mahabharata Arena

  1. #151
    Member Eddy Wijay's Avatar
    Join Date
    Sep 2008
    Posts
    763
    Rep Power
    0

    Re: Mahabharata Arena

    Setelah baca Mahabrata asli India dan mengikuti wayang atau komik Jawa ternyata karakter pemain utama seperti arjuna, drona dll mengalami perubahan. Pertanyaannya apakah ini tafsir atau ada unsur kesengajaan? Mungkin Bung Andriansyah dapat beri penjelasan. Thanks!

  2. #152
    Member Adiansyah's Avatar
    Join Date
    Apr 2009
    Posts
    69
    Rep Power
    5

    Re: Mahabharata Arena

    Quote Originally Posted by Eddy Wijay View Post
    Setelah baca Mahabrata asli India dan mengikuti wayang atau komik Jawa ternyata karakter pemain utama seperti arjuna, drona dll mengalami perubahan. Pertanyaannya apakah ini tafsir atau ada unsur kesengajaan? Mungkin Bung Andriansyah dapat beri penjelasan. Thanks!
    Perubahan yang terjadi dari versi asli mungkin interpretasi(nulisnya betul ga) Jawa saja yang berbeda, seperti yang bertolak belakang mengenai sifat Drona ini.

    Drona aslinya adalah brahmin yang baik, gagah, ahli strategi. Di Jawa digambarkan sebagai kakek2 bungkuk yang agak licik.

    Selain Drona yang juga bertolak belakang karakternya adalah Gandhari, ibu Kaurav. Gandhari di India sangat bijak, bahkan sering memperingati Dritarasthra suaminya sendiri agar obyektif dan tetap pada dharma. Di Jawa digambarkan sebagai karakter iri hati dan sering mempengaruhi suaminya untuk membela anak2 jahatnya.

    Yudhisthira, sang protagonis dalam versi Jawa seorang yang tidak pernah berdosa, tidak pernah membunuh, tidak pernah perang, selalu di garis belakang. Sementara aslinya Yudhisthira memang raja yang jujur adil berpegang pada kebenaran, tapi tetap terjun langsung ke medan perang, sampai luka2, panahnya juga membunuhi banyak lawan, ahli pertempuran menggunakan lembing (yang memakan korban Pamannya sendiri Shalya).

    Shalya di Jawa memiliki ajian klenik chandrabirawa yang memanggil demit yang jika ditusuk darahnya jadi demit lagi terus sampai ratusan. Hal konyol seperti ini tidak ada di India.

    Secara fisik para Pandava di Jawa digambarkan 4 kshatriya halus lembut kemayu yang kumisnya dicukur bersih kcuali 1 Bhima yang kasar. Sementara di India semuanya adalah kshatriya gagah dengan kumis melintang(kecuali dari dynasty matahari yang biasanya klimis seperti Raama), tegas dan gampang membunuh.

    Perbedaan lainnya adalah di Jawa kesaktian lebih digambarkan sebagai aji2an mistik, seperti Drona menguasai ajian danurweda. Padahal DanurVeda adalah bagian dari Kitab Veda yang berisi tentang ilmu militer, terutama memanah. Tentulah Drona sebagai guru menguasai.

    Selain itu Ghatotkatcha Jawa digambarkan memiliki pukulan sakti brajamusti(baca ra kosasih) yang bila tangannya bersinar memukul lawan kepalanya pecah. Padahal Vajra Mushti adalah sepasang senjata seperti knuckle duster (sekrup besi yang dipasang di jari2 kepalan tangan), dan penggunanya juga menggunakan ilmu beladiri jg bernama Vajra Mushti(bela diri kuno India dengan aspek serangan kombinasi dari kungfu, boxing, dan karate, dan aspek bantingan sperti jujutsu dan valetudo). Jadi bila seorang yg konon "otot kawat tulang besi" kayak Ghatotkatcha yang menggunakan pada tangan dan dipukulkan ke kepala, tentulah pecah, tidak ada yang aneh

    Sementara dari fashion, Kshatriya2 Indo Arya di India tersebut bertempur di atas kereta perang, berbaju zirah mewah, lengkap dengan stock perisai, pedang/gada, lembing, dan ratusan panah di keretanya , di Jawa lebih cenderung jalan kaki nyeker ga pake baju dengan celana tanggung..

    Hal2 yang tidak sesuai dengan norma dan agama setempat di Jawa, seperti Draupadi dinikahi bersama 5 Pandava dihilangkan, diganti jadi istri Yudhisthir saja. Sementara di India, meskipun ditentang mertuanya, tetap saja Draupadi dinikahi bersama ke 5 Pandava.
    Tapi jangan salah, saya juga suka versi Indonesia, bahkan koleksi komik RA Kosasih lengkap...he3...

  3. #153
    Member
    Join Date
    Jan 2008
    Posts
    650
    Rep Power
    0

    Re: Mahabharata Arena

    Gimana versi India tentang Salya? kalau versi dalang jawa, beliau jadi penghianat kurawa karena ditipu, Ada aturan barang siapa waktu magrib berada di Astina, ia pihak astina dan sebaliknya. Siang menjelang sore Salya ingin pergi ke pendawa berpihak ke pandawa. ditengah jalan dikasih berita, anaknya (Banowati sakit, minta ditengok salya). Salya akhirnya pergi ke Korawa, di Korawa beliau diajak ngobrol berlama-lama, ternyata anaknya gak sakit, waktu sudah magrib, Salya masih di korawa, beliau harus di pihak Korawa.

  4. #154
    Member
    Join Date
    Jan 2008
    Posts
    650
    Rep Power
    0

    Re: Mahabharata Arena

    Drona versi jawa memang agak licik, tapi kelicikan menyingkirkan pendawa karena tidak ingin terjadi perang. Untuk apa, ngrebut hak kalau banyak korban? pada perundingan akhir, Drona tetap menyarankan agar Doryudana ngembaliin negara ke Pendawa. Tapi karna ngomporin perang karena, orang yang menghindari perang barata yudha adalah pembohong dan pengecut.

  5. #155
    Member Adiansyah's Avatar
    Join Date
    Apr 2009
    Posts
    69
    Rep Power
    5

    Re: Mahabharata Arena

    Quote Originally Posted by cubluk View Post
    Gimana versi India tentang Salya? kalau versi dalang jawa, beliau jadi penghianat kurawa karena ditipu, Ada aturan barang siapa waktu magrib berada di Astina, ia pihak astina dan sebaliknya. Siang menjelang sore Salya ingin pergi ke pendawa berpihak ke pandawa. ditengah jalan dikasih berita, anaknya (Banowati sakit, minta ditengok salya). Salya akhirnya pergi ke Korawa, di Korawa beliau diajak ngobrol berlama-lama, ternyata anaknya gak sakit, waktu sudah magrib, Salya masih di korawa, beliau harus di pihak Korawa.
    Iya mirip2 begitu, ditipu... Pasukan Shalya dijamu makanan dan hiburan di jalan. Setelah semua kenyang Shalya bilang pada wakil tuan rumah, bahwa dia akan mengabulkan permintaan apa saja sbg balas budi...Saat itulah Duryodhan muncul dari tendanya.

    Catatan bahwa aslinya Shalya bukan mertua Duryodhan. Shalya adalah uwa dari Nakul dan Shadev. Madri ibu si kembar adalah adik Shalya. Shalya yang paling ahli dalam mengendarai chariot supaya baik jalannya pun berjanji pada Pandava akan mengganggu konsentrasi Karna saat jadi kusirnya.
    Last edited by Adiansyah; 02-05-09 at 07:27 AM.

  6. #156
    Member Adiansyah's Avatar
    Join Date
    Apr 2009
    Posts
    69
    Rep Power
    5

    Re: Mahabharata Arena

    Quote Originally Posted by cubluk View Post
    Drona versi jawa memang agak licik, tapi kelicikan menyingkirkan pendawa karena tidak ingin terjadi perang. Untuk apa, ngrebut hak kalau banyak korban? pada perundingan akhir, Drona tetap menyarankan agar Doryudana ngembaliin negara ke Pendawa. Tapi karna ngomporin perang karena, orang yang menghindari perang barata yudha adalah pembohong dan pengecut.
    Karna dan Duryodhan memang jelas2 pengen perang. Drona jawa digambarkan agak silau dengan kemewahan hidup yg didapat dari Kaurava. Sementara Bhisma dan Drona India memihak Kaurava karena janji dan pengabdian terhadap Hastina. Orang paling nafsu perang dari pihak Pandava justru (anehnya) Shri (English, Sir) Krishna. Saat Pandava bahkan Bhima yang rada barbar berpikir damai dengan hanya meminta 5 desa, Krishna menjanjikan (mengompori) Draupadi, bahwa bumi akan menghisap darah dari mayat Kaurava yang bergeletakan.
    Last edited by Adiansyah; 02-05-09 at 07:29 AM.

  7. #157
    Member mangkamil's Avatar
    Join Date
    Feb 2009
    Location
    Tambun Selatan
    Posts
    119
    Rep Power
    5

    Re: Mahabharata Arena

    terima kasih infonya ..ya ..saya sudah baca mahabarata susunan rajagopalachari... pertanyaan yang kemudian muncul adalah apakah rajagopalachari itu benar-benar menyadur aslinya tanpa tambahan apa pun dari mahabarata karya wiyasa? Ataukah bagaimana? Di India sendiri ada berapa versi atau tafsir tentang mahabarata? ???? Mengapa ada versi Jawanya? Kenapa Jawa melakukan perubahan itu? padahal mestinya mahabarata dianggap memiliki derajat tinggi di banding buku lainnya--saat masuk tentu jawa masih hindu?
    Rajagopalachari di buku Ramayana, menyibut ada versi Kamban, dan rajago juga memberikan penilaian terhadap versi Kamban lho.. Jangan2 di mahabarata juga ada versi2 lain...
    "Quidquid bene dictum est ab ullo, meum est"

  8. #158
    Member
    Join Date
    Jan 2008
    Posts
    650
    Rep Power
    0

    Re: Mahabharata Arena

    Ya banyak versi lah, disesuaikan dengan budaya setempat.

  9. #159
    Member Eddy Wijay's Avatar
    Join Date
    Sep 2008
    Posts
    763
    Rep Power
    0

    Re: Mahabharata Arena

    Versi Mahabrata maupun Ramayana relatif tidak jauh berbeda. Yang sangat jauh berbeda adalah tafsir akan ajaran dalam kedua epos tersebut. Hal ini sesuai dengan kelompok/ sekte yang mengembangkan ajarannya. Begitu juga di Jawa, tafsirnya jauh berubah hingga mertibah versinya sesuai dengan tradisi masyarakat tempo dulu. Kenapa Drupadi tidak digambarkan seperti di India yang dikawini oleh pandawa lima? Bukan berarti di India poliandri itu sudah menjadi tradisi saat itu. Itu hanya kecelakaan, salah ucap Dewi Kunti saat dilapori Arjuna ketika berhasil memenangkan Drupadi. Saat ini memang ada tradisi di masyarakat India yang melanjutkan tradisi poliandri tsb. Saya pikir itulah kesempurnaan ajaran Hindu di India saat itu,tak ada yang ditutupi. Pandangan Hidup menurut Hindu, tidak ada salah dan benar yang ada adalah pahala dan dosa. Itu adalah hukum sebab akibat, hukum Tuhan.
    Last edited by Eddy Wijay; 04-05-09 at 07:50 PM.

  10. #160
    Member
    Join Date
    Jan 2008
    Posts
    650
    Rep Power
    0

    Re: Mahabharata Arena

    Opini saya, Pandawa itu menjunjung tinggi HAM, Poliandry boleh, tukar istri boleh, Arimbi kalau mau digauli Bima dihajar dulu, waria juga dihargai. Sedangkan pihak Kurawa adalah kelompok tradisional, waktu Drupadi dikawini 5 orang, pihak Kurawa juga mempertanyakan, tapi pendawa cuek saja. Mungkin kelompok HAM yang sebebas-bebasnya dalam masalah sex, waktu dulu juga sudah ada, pendawa sebagai penganutnya.
    Untuk jawa islam ya karena yang baik itu pendawa, maka poliandri dibuang, pemenang sayembara Arjuna, tapi untuk Yudhistira kakaknya (budaya feodal). Budaya feodal gitu lebih cocok untuk Jawa Islam.
    Kunti di jawa tidak bersetubuh dengan dewa surya, mungkin aslinya bersetubuh dengan Pangeran cinta pertamanya.

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  

Content Relevant URLs by vBSEO 3.6.0