
Originally Posted by
Ki Sunda
Kisah Mahabarata tidak mudah dipahami begitu saja, termasuk kisah Karna. Mengapa Karna memihak Kurawa dibandingkan Pandawa ? Hal ini mudah dimengerti. Pada masa kanak-kanak mereka, Karna sangat dihina oleh Pandawa, karena dia bukan golongan raja. Melainkan hanya anak sais kereta saja. Kurawa melihat kejadian demikin menjadi phak yang oportunistis, terutama melihat potensi Karna sebagai ahli panah terbaik. Dan akhirnya diberi kedudukan sebagai raja di Angga. Pemberian ini bukan tanpa parih, tetapi agar Karna dapat membunuh Arjuna. Karna dikutuk oleh Parasurama gurunya, karena karna telah menipu gurunya dengan mengaku bahwa dirinya adalah golongan Brahmana, padahal dia golongan Ksatria yang tentu saja tahan sakit. Kunti, bagaimana mungkin seorang ibu membuang anaknya demi status calon permaisuri ? Kunti menyesal karena Karna dapat mengalahka Arjuna, anak terkasihnya. Kisah Karna ini tidak cukup dipahami hanya dari konteks benar-salah, atau baik-buruk saja. Tetapi bagaimana sisi-sisi kemanusiaan ketika dihadapkan pada suatu peristiwa/kepentingan. Latar belakang budaya tentunya harus dipahami juga.
Bookmarks