
Originally Posted by
Adiansyah
Mata ditutup juga bisa berarti, udah suami buta, bukan menuntun tapi ikut2 menutup mata, bahkan atas kejahatan anak2nya...
Tapi Ghandari versi asli adalah wanita yang mengerti dharma. Karena mengetahui suaminya buta saat pertama dipertemukan, Gandhari memutuskan untuk tidak melihat matahari lagi, konon karena kesetiaanya, pengabdiannya pada suami. Jadi ia menutup mata di pagi hari sampai sore. (mungkin ada filosofinya jg mengingat Gandhari adalah pemuja Shivah yang taat).
Gandhari juga selalu mencintai Pandava, dan sering mengingatkan putra2nya. Sakit hati sebagai seorang ibu hanya ditanyakan kepada Bhima setelah perang, pertama kenapa Duryodhan dijatuhkan dng cara memukul paha (terlarang dlm peraturan). Kedua kenapa Bhima tega meminum darah Dushasana. Tidak ingin mengecewakan bibinya, Bhima memuji kehebatan Duryodhana sehingga ia tak sanggup jatuhkan dalam fair fight(pukul paha itu ide Krishna). Mengenai Dushasana dikatakan darahnya tidak pernah melewati giginya, ia hanya melaksanakan sumpah(padahal memang diminum, jantungnya dikeluarkan, tangannya dicabut paksa). Ia pun memeluk Bhima dengan tulus. Karena keluhurannya itu ucapannya dituruti Tuhan, seperti ketika ia mengutuk Krishna (yg katanya Tuhan jg) sebagai penyebab hancurnya bangsa Bharata, dan pertempuran seperti ini akan menghabisi bangsa Yadava, akhirnya kejadian.
Bookmarks