Page 1 of 26 1234567891011 ... LastLast
Results 1 to 10 of 256

Thread: Mahabharata Arena

  1. #1
    Beginner Sayeret Matkal's Avatar
    Join Date
    Apr 2008
    Posts
    80
    Rep Power
    5

    Mahabharata Arena

    permisi, para pemeluk agama hindu.
    hai para pengagum literatur mahabharata sedunia.

    ini adalah thread literatur mahabharata versi asli - bukan versi pewayangan. sekedar berbagi, meramaikan forum literatur, dan mencari teman yang lebih expert dengan mahabharata.

    sebagai wujud kekaguman pada mahabharata, akan saya mulai dari intrik-intrik yang tidak dipikirkan oleh awam. semoga sepi peminat, biar terhindar dari OOT yang bisa mengakibatkan dihapus oleh admin seperti pada thread polling AS-Israel serang Iran.

  2. #2
    Beginner Sayeret Matkal's Avatar
    Join Date
    Apr 2008
    Posts
    80
    Rep Power
    5

    Re: Mahabharata Arena

    KARNA alias RADHEYA – THE MIGHTIEST WARRIOR

    Pandangan umum melihat bahwa ARJUNA adalah yang paling sakti. Lebih sakti ARJUNA atau KARNA? Saya melihat ARJUNA adalah ksatria terbaik, sedangkan KARNA adalah ksatria tersakti. Let's see this step by step.

    KRISHNA sendiri khawatir jika kelak ARJUNA sampai berhadapan dengan KARNA. KRISHNA berkata bahwa KARNA hanya menggunakan 25% kesaktiannya, kemudian berkata bahwa sesungguhnya tak seorangpun didunia ini yang bisa membunuh KARNA.

    25% hilang karena body-armour diminta sang bathara INDRA yang menyamar menjadi pengemis. KARNA ikhlas menyerahkannya. 25% hilang karena berbagai kutukan, kutukan lupa ilmu, kereta terjerembab, mati tanpa senjata. KARNA bersedia menerima. 25% hilang karena ibunya (KUNTI) memintanya hanya sekali memakai panah Naga-sasra jika melawan ARJUNA. KARNA berjanji. Juga pusaka khusus sekali pakai (pasti kena & pasti mati) dari bathara INDRA sebagai kompensasi dimintanya body-armour, telah diserahkan ke DURYODHANA secara tak langsung untuk membunuh GHATOTKACHA.

    Apakah ini berarti kita harus mempercayai perkataan KRISHNA begitu saja dan berkesimpulan bahwa KARNA adalah ksatria terhebat se-Mahabharata? Tidak. Mari kita lihat dengan cara pandang dan analisis kita sendiri.

    Sebelum perang besar berlangsung. ARJUNA tidak kehilangan kesaktian apapun, sedangkan KARNA telah kehilangan body-armour dari sang surya yang membuatnya tak dapat mati. ARJUNA tidak mendapat kutukan, sedangkan KARNA sudah dibebani 3 kutukan yang belum terjadi.

    Ya,


    1. KARNA mengalahkan semua saudara ARJUNA tanpa membunuhnya
    2. ARJUNA tak bisa membunuh KARNA dengan fair
    3. ARJUNA bahkan tak sedikitpun membuat KARNA cedera selama peperangan.
    4. ARJUNA tak menemukan titik kelemahan (astras) KARNA
    5. ARJUNA lolos dua kali, saat matahari terbenam, dan penyelamatan oleh KRISHNA
    6. ARJUNA akhirnya membunuh KARNA dengan curang


    Semua bukti ini mendukung bahwa KARNA lebih sakti dari ARJUNA. Di Mahabharata, ARJUNA sering diilustrasikan sebagai ikan, sedangkan KARNA sebagai ikan paus, untuk melihat bahwa ikan kecil dapat mengalahkan ikan paus, tentu oleh petunjuk KRISHNA. Jadi, KARNA adalah superior se-Mahabharata. Tidak ada bukti lain bahwa ARJUNA seimbang dalam hal kesaktian (ability), Bhisma berkata demikian, dan Drona pun berkata demikian.

    KARNA, Son of the Sun. Superior, setia, loyal, malang. Saat lahir dihanyutkan ke sungai seperti Musa (as). KARNA, berada di sisi antagonis untuk menghancurkan kejahatan itu sendiri. KARNA, welas-asih kepada para pengemis, anak jalanan, dan orang-orang miskin, namun sombong terhadap musuh. KARNA, murid yang dikutuk oleh gurunya sendiri. Saat itu gurunya sedang tidur di paha KARNA, dan KARNA diam saja saat kakinya sendiri digigit kalajengking demi kenyamanan gurunya agar tidak terbangun. Karakter seperti ini hanya bisa ditemukan pada jiwa ksatria. KARNA, satu-satunya ksatria yang memperoleh kematian moksha langsung dari KRISHNA dalam peperangan.



  3. #3
    Beginner Sayeret Matkal's Avatar
    Join Date
    Apr 2008
    Posts
    80
    Rep Power
    5

    Re: Mahabharata Arena

    LEGENDA DRONA: CINCIN DAN BOLA - KABBALAH

    Pada masa kanak-kanak para Pandava dan Kaurava, datanglah DRONA, sang guru terhormat yang mengajari ilmu mistik (sebenarnya ilmu alam, hanya saja belum terjamah akal manusia) fisika, atau ilmu materialisme tingkat tinggi. Kalau jaman sekarang mungkin lebih cocok disebut ilmu Kabbalah. Begini ceritanya dalam Mahabharata:

    DRONA datang dari hutan, melihat pandava dan kaurava berkumpul gaduh di sebuah lapangan, ternyata bola mereka terjatuh kedalam sumur dan tak ada yang dapat mengambilnya. DRONA tertawa geli melihat mereka tak dapat mengatasi masalahnya. Kemdian para pandava dan kaurava pun menantang DRONA dan menjanjikan hidup mewah di kerajaan jika ia berhasil mengambilkan bola tersebut.

    DRONA menerima dan berniat mengambil bola yang ada disumur, namun ia telebih dahulu membuang cincin keramatnya kedalam sumur, lalu merapalkan mantra. Dengan beberapa helai tanaman rumput jarum ia berhasil mengambil bola dari dalam sumur. Setelah itu barulah cincinnya itu diambilnya dari dalam sumur.

    Lantas kenapa harus membuang cincinnya terlebih dahulu? Sedangkan bola diambil dengan tanaman rumput jarum tidak ada hubungannya dengan cincin.

    Analoginya seperti ini, dia ingin Rp. 1000 (bola), maka ia membuang Rp 10.000 (cincin), hasilnya dia memperoleh Rp. 11.000 ditambah hadiah hidup layak. Mereka pun gembira dan membawa DRONA ke kerajaan. Setelah mendengar cerita itu, dilihat dari cara dan keberaniannya memberi contoh, BHISHMA segera sadar bahwa dia adalah sang DRONA seperti yang sudah diramalkan. BHISHMA (sang guru brata, guru mental keberanian) pun menjadikan DRONA sebagai guru ilmu duniawi dan seni perang hingga mereka dewasa.

    Ya,

    Memang ilmu ini tidak rasional tapi menarik. Jika digunakan untuk hal yang jahat, bisa diibaratkan seperti ini: memati-surikan ternak kesayangannya sendiri, lalu berteriak-teriak dikeramaian musuh sambil membabi buta membawa senjata: “siapa ini yang membunuh satu-satunya sapi kesayangan saya?” kamu ya? dor! kamu ya? dor! Padahal dirinya sendiri yang melakukannya sebagai modal spiritual menghancurkan para musuhnya. Setelah musuh hancur semua, sapi kesayangannya sudah pulih dan sehat lagi.

    Mungkin ada forumers yang berpikir lebih dalam daripada ini? Misalnya, melihat ilmu mistik Drona ini lalu menghubungkan tragedi WTC 9/11 siapa pelakunya? Selebihnya bukan tanggung jawab saya ya.

  4. #4
    Beginner Sayeret Matkal's Avatar
    Join Date
    Apr 2008
    Posts
    80
    Rep Power
    5

    Re: Mahabharata Arena

    UTTARA MENGADUNG PARIKSHIT - SVALBARD GLOBAL SEEDS VAULT

    SVALBARD GLOBAL SEEDS VAULT adalah sebuah kubah modern yang dibangun di Kutub Utara untuk membekukan benih-benih kehidupan bumi. Resmi difungsikan pada 26 Februari 2008. Disebut sebagai Kubah Kiamat (Doomsday Vault) berisi jutaan biji-bijian, gen, dna, golongan darah, nutrisi, dari seluruh entitas kehidupan di bumi.

    “Ini adalah ‘Bahtera Nuh’ untuk melindungi keragaman biologi generasi masa depan” ujar Perdana Menteri Norwegia, dalam upacara pembukaan. Dibangun atas prakarsa Global Crop Diversity Trust, lembaga yang didanai PBB untuk urusan pangan atau FAO (Food and Agriculture Organization), dan Biodiversity Internasional yang berbasis di Roma, Italia.

    Dalam literatur Mahabharata, tentu kita teringat dewi Uttara yang sedang mengandung Parikshit. Karena pari (padi) & seeds (bibit) adalah benih kehidupan, yang berada di rahim Uttara.

    Dikisahkan setelah perang Mahabharata selesai. ASHWATTHAMA masih menyimpan dendam rahasia atas kematian ayahnya sang DRONA. Pada detik-detik kematian DHURYODHANA, ASHWATTHAMA bersumpah melalui bisikan bahwa ia akan menghabisi seluruh Pandava sekeluarga dengan cara assasination.

    Pada suatu malam menjelang subuh dengan ilmu mengebor bumi sebagai jalan bawah tanah yang menembus ke belahan negeri seberang yaitu di kediaman para Pandava sekeluarga. Namun berkat keajaiban dari KRESNA, tak disangka assasiantion itu salah target. Mengakibatkan putera-putera pandava yang terbunuh.

    Keesokan hari setelah membaca berita itu, ASHWATTHAMA pun segera menyiapkan senjata pemusnah massal bernama Brahmashira untuk mengatasi para Pandava yang emosional karena keluarganya dibunuh dengan curang. ARJUNA pun menyiapkan senjata yang sama. Dipastikan kehancuran dunia jika mereka menggunakan kedua senjata tersebut, maka KRISHNA sebagai penengah melarang keduanya memakai Brahmashira. Seperti biasa, ARJUNA menuruti nasihat KRISHNA dan ia berhasil membatalkannya. Namun disisi lain, ASHWATTHAMA tanpa diduga telah meluncurkan Brahmashira, tak ada kata di batalkan lagi, hanya bisa dibelokkan menuju tempat yang sepi dari kehidupan, yaitu Utara. Musnahlah Utara yang sedang mengandung PARIKSHIT.

    Apakah NORDGEN mendapat ide dari Mahabharata untuk membekukan bank gen ini? Ataukah sains terkadang sinkron dengan literatur Mahabharata? Ataukah Mahabharata bukanlah masa lalu tetapi justru masa depan? Semoga kita melihat ini sebagai kebetulan saja. Semoga para Mahabharata’s expert tidak dibuat bingung karena terlalu sering menemukan kebetulan-kebetulan ini terhadap kondisi jaman sekarang.

    Seperti misalnya, KRISHNA sang petunjuk, gembala berdarah Yadav dari Yahudheya Kingdom. KARNA dijuluki Son of the Sun, Ra = Matahari Mesir. ARJUNA the best warrior, penyayang wanita, mengigatkan kita pada poligami, dan pesawat anti-gravity. DRONA sang Kabbalist expert, mengingatkan kita pada ilmu mistik Freemasonry. BHISMA dijuluki Son of the Time, dapat memilih waktu kematiannya sendiri. Pandava sang putera-putera langit dari negeri Asthina, mengigatkan kita pada negeri yang juga rebutan tanah, Palestina. Kaurava para putera yang lahir dari dalam bumi setelah dikurung dan dipendam, mengigatkan kita pada Yajuj wa Majuj (Gog and Magog). Narakasura sang iblis messianic, mempunyai pasukan elit yang sangat disiplin dan loyal kepadanya karena mustika (chip) implant dikepala mereka, mengigatkan kita pada eskatologi Al-Messiah Ad-Dajjal. Wow, kebetulan yang dahsyat.

    Seperti karakter para tokoh besar dunia kebetulan sedang berkumpul dalam satu jaman bukan?

  5. #5
    Senior Member Ki Sunda's Avatar
    Join Date
    Aug 2008
    Location
    Bandung-Jawa Barat
    Posts
    2,528
    Rep Power
    7

    Re: Mahabharata Arena

    Quote Originally Posted by Sayeret Matkal View Post
    permisi, para pemeluk agama hindu.
    hai para pengagum literatur mahabharata sedunia.

    ini adalah thread literatur mahabharata versi asli - bukan versi pewayangan. sekedar berbagi, meramaikan forum literatur, dan mencari teman yang lebih expert dengan mahabharata.

    sebagai wujud kekaguman pada mahabharata, akan saya mulai dari intrik-intrik yang tidak dipikirkan oleh awam. semoga sepi peminat, biar terhindar dari OOT yang bisa mengakibatkan dihapus oleh admin seperti pada thread polling AS-Israel serang Iran.
    Apakah buku yang jadi referensi adalah : Mahabharata "Sebuah Roman Epik Pencerahan Jiwa Manusia" oleh C. Rajagopalachari ?

  6. #6
    Member
    Join Date
    Apr 2008
    Posts
    346
    Rep Power
    5

    Re: Mahabharata Arena

    Kesalahan Karna adalah dia dengan dalih loyal membela pihak yg salah.
    Kalau Karna adalah ksatria sejati seharusnya dia tahu kalau tindakan Kurawa salah dan memberi peringatan kepada Kurawa bahwa mereka salah, walaupun dengan konsekwensi tidak disukai oleh Duryudana dan adik2nya.
    Walaupun dia sangat sakti saya tidak simpati pada Karna. Dia adalah tokoh lemah.

  7. #7
    Member
    Join Date
    Apr 2008
    Posts
    346
    Rep Power
    5

    Re: Mahabharata Arena

    Quote Originally Posted by Dabingan View Post
    Menurut saya rasa nasionalism Karna begitu besar sehingga bahkan diapun berperang melawan saudara2 nya sendiri.
    Kalau saya baca, yang merawat Karna tuh pihak Kurawa kan...
    Wajar lah..kalau Karna tidak ingin seperti kacang lupa kulit..

    memang pilihan yg sulit, tapi pilihan Karna salah...

    dalam ramayana ada tokoh Wibisana, adik Rahwana yg memilih meninggalkan kakaknya daripada ikut jahat

  8. #8
    Senior Member Ki Sunda's Avatar
    Join Date
    Aug 2008
    Location
    Bandung-Jawa Barat
    Posts
    2,528
    Rep Power
    7

    Re: Mahabharata Arena

    Kisah Mahabarata tidak mudah dipahami begitu saja, termasuk kisah Karna. Mengapa Karna memihak Kurawa dibandingkan Pandawa ? Hal ini mudah dimengerti. Pada masa kanak-kanak mereka, Karna sangat dihina oleh Pandawa, karena dia bukan golongan raja. Melainkan hanya anak sais kereta saja. Kurawa melihat kejadian demikin menjadi phak yang oportunistis, terutama melihat potensi Karna sebagai ahli panah terbaik. Dan akhirnya diberi kedudukan sebagai raja di Angga. Pemberian ini bukan tanpa parih, tetapi agar Karna dapat membunuh Arjuna. Karna dikutuk oleh Parasurama gurunya, karena karna telah menipu gurunya dengan mengaku bahwa dirinya adalah golongan Brahmana, padahal dia golongan Ksatria yang tentu saja tahan sakit. Kunti, bagaimana mungkin seorang ibu membuang anaknya demi status calon permaisuri ? Kunti menyesal karena Karna dapat mengalahka Arjuna, anak terkasihnya. Kisah Karna ini tidak cukup dipahami hanya dari konteks benar-salah, atau baik-buruk saja. Tetapi bagaimana sisi-sisi kemanusiaan ketika dihadapkan pada suatu peristiwa/kepentingan. Latar belakang budaya tentunya harus dipahami juga.

  9. #9
    Senior Member Ki Sunda's Avatar
    Join Date
    Aug 2008
    Location
    Bandung-Jawa Barat
    Posts
    2,528
    Rep Power
    7

    Re: Mahabharata Arena

    Quote Originally Posted by Dabingan View Post
    Ki..

    Akhirnya yang bunuh arjuna siapa?
    Saya ga melihat pandawa ada yang mati di perang tsb?
    Pandawa tidak ada yang mati dalam perang tersebut, hanya anak-anaknya saja (Abimanyu dan Gatotkhaca). Dalam cerita Pandawa Moksa, yang menceritakan perjalanan Pandawa + Drupadi + anjing menuju nirwana satu persatu anggota rombongan mati. Mulai dari Drupadi, Sadewa, Nakula, Arjuna, dan Bima. Tersisa hanya Yudhistira dan anjing yang mengikutinya. Urutan kematian menunjukan tingkat dosanya. Yang paing banyak pertama mati.

  10. #10
    Senior Member Ki Sunda's Avatar
    Join Date
    Aug 2008
    Location
    Bandung-Jawa Barat
    Posts
    2,528
    Rep Power
    7

    Re: Mahabharata Arena

    Kayaknya dulu banyak yang baca komik R. Kosasih soalnya komik luar sedikit. Sekarang komik luar semua. Cari yang langka harus ke tk loak/buku bekas. Cerita wayang seperti kehidupan manusia. Ada yang baik, jahat, sabar, brangasan, jujur, licik, pinter, bodo dan lain-lain. Kita jadi paham banyak karakter.

Page 1 of 26 1234567891011 ... LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  

Content Relevant URLs by vBSEO 3.6.0