Forum


     

Page 1 of 3 123 LastLast
Results 1 to 10 of 25

Thread: Tetralogi Buru : Apanya Sih yang Berbahaya?

  1. #1
    Senior Member Taiko-san's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    2,478
    Rep Power
    10

    Tetralogi Buru : Apanya Sih yang Berbahaya?

    BUMI-MANUSIA.jpg


    ga sengaja ketemu nie buku lama, ttg percintaan pribumi terpelajar dgn wanita indo keturunan nyai..
    mereka "teraniaya" oleh diskriminasi zaman kolonial..
    belanda totok, belanda indo, ras timur, dan pribumi sbg kelas terendah..
    nie roman yg menceritakan lika liku anak manusia menjelang kesadaran kebangsaan abad ke-20
    tahun '80 nie buku diberangus Kejagung..
    katanya berbahaya..

    kubaca ulang sambil lalu..
    sambil mikir mikir..
    apanya sih yang berbahaya dari roman ini..?????
    Last edited by Taiko-san; 06-06-12 at 01:59 AM.

  2. #2
    Senior Member Taiko-san's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    2,478
    Rep Power
    10

    Re: Tetralogi Buru : Apanya sih yg berbahaya?

    BUMI-MANUSIA.jpg

    tokohnya Pram yg selalu mendewa dewakan segala sesuatu yg berbau Eropa mulai bersentuhan dengan realita kehidupan.., sedikit demi sedikit membuka mata hatinya akan nasib saudara sebangsanya.., lalu mengalami misorientasi.., ketika fakta kehidupan terpampang di depan mata, bahkan menyentuh dan mempengaruhi hidup dan kehidupannya..

    tetap aja aku sambil mikir mikir..
    apanya nie yang berbahaya..???
    Last edited by Taiko-san; 06-06-12 at 02:01 AM.

  3. #3
    Senior Member Taiko-san's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    2,478
    Rep Power
    10

    Re: Tetralogi Buru : Apanya sih yg berbahaya?

    hanya karena Pram LEKRA? jadi semua bukunya berbahaya? se simpel itukah?

    o'on..

  4. #4
    Senior Member Taiko-san's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    2,478
    Rep Power
    10

    Re: Tetralogi Buru : Apanya sih yg berbahaya?

    qq.jpg

    perlawanan, dengan organisasi dan jurnalistik, meninggalkan cara cara lama, yg mengedepankan perlawanan fisik, diganti dengan perlawanan intelektual. Minke menyerukan bentuk perlawanan yg dapat dilakukan orang yg paling lemah terhadap orang paling berkuasa..., boikot!! Belot kerja!!! Pemogokan...

  5. #5
    Senior Member Taiko-san's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    2,478
    Rep Power
    10

    Re: Tetralogi Buru : Apanya sih yg berbahaya?

    RUMAH-KACA.jpg
    sekarang aku paham kenapa buku ini dianggap berbahaya..
    sebab, buku ini menelanjangi trik trik busuk para penguasa..
    rumah kaca adalah kiasan untuk menggambarkan, betapa setiap aktifitas para perintis kebangkitan kebangsaan, seperti dimasukkan kedalam rumah kaca yang transparan, untuk diamat amati setiap jejak langkahnya, dianalisa lalu dicari berbagai kemungkinan untuk menghancurkannya..

    di zaman Orba hal itu dilaksanakan dengan membuat waskat atau pengawasan melekat, oleh jaringan militer mulai dari tingkat provinsi sampai Babinsa di tingkat kecamatan. Tugasnya adalah mematai setiap gerak gerik anggota masyarakat yg dianggap aneh aneh..

    di zaman reformasi ini, mental penguasa yang meniru perilaku kolonial juga kecipratan. Dikisahkan, operasi khusus utk memata matai dan merusak pergerakan para perintis kebangsaan dipakailah para peranakan yang tergabung dalam ormas the Zweep, hal ini dilakukan karena penjajah tidak bisa sebebas sebelumnya, sebab, pergerakan kaum liberal di Belanda sendiri, yang pada akhirnya melahirkan politik etis, membuat penjajah busuk harus mempertanggung jawabkan setiap tindakannya. Tidak di Hindia Belanda, tapi di parlemen Belanda. Nah, untuk menghindari segala kerepotan itu, mereka memelihara para begundal..

    persis seperti kelakuan penguasa kita sekarang, yang memelihara beberapa ormas tertentu, untuk memuluskan syahwat kekuasaannya..

  6. #6
    Senior Member Taiko-san's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    2,478
    Rep Power
    10

    Re: Tetralogi Buru : Apanya sih yg berbahaya?

    Getir, dingin, tak berperasaan. Tetralogi ini seperti kotak Pandora yang terbuka, yg mengeksploitasi segala kebusukan, kemunafikan, kedengkian, ketamakan, keserakahan, kemaksiatan dan segala sisi gelap jiwa manusia, hitam pekat, sepekat pekatnya jahanam.

    Memang, dengan gemilang Pram menguraikan berbagai serpihan sejarah, merangkai dengan bernas bagaimana sebuah bangsa yang tenggelam dalam jiwa dan pemikiran masa lalu, jiwa para pecundang (menurutnya), perlahan mendapatkan riaknya, lalu membuncah dalam gelombang, berdiaspora tak tertahankan.


    Tapi sebagai romantika kehidupan, sungguh memilukan. Begitu pedih, tak berperasaan. Dengan dingin Pram menggambarkan seolah hidup manusia hanyalah sebuah siklus kehidupan, tak lebih tak kurang. Lahir, tumbuh, berkembang dan.., mati!!! Dingin tak berperasaan, meninggalkan luka yg membuat jiwa terasa gamang, kosong, termangu mangu..


    Aku paham, Pram sudah melakoni semua kepedihan itu. Semua kebusukan yang memuakkan, penindasan yang menjijikkan, kebinatangan yang menakutkan. Dia seperti memindahkan nestapanya ke dalam tetralogi ini, romantika penuh kepahitan..


    Apakah Pram tidak rela untuk menanggung derita sendirian? Sehingga kegetiran hidup dan kehidupannya harus diejawantahkan ke para pembacanya? Tanpa ampun membagi segala kepedihan yang pernah dialaminya? Sehingga, bagi jiwanya yang sudah immune dengan segala derita tiada tara, Pram dengan enaknya menyayat hati para pembacanya, mengiris dengan tajam jiwa para pembacanya?


    Sungguh, betapa hati terluka mengikuti kisahnya. Menggores jiwa, menyayat kalbu, mengganggu pikiran, meninggalkan luka, termenung dalam kepahitan.., sungguh kehidupan mampu begitu kejamnya. Mungkin banyak kisah yang setara dengan ini, tapi.., cara bertuturnya, begitu menyakitkan..


    Bahkan ada sesal dihati, kenapa harus kubaca tetralogi ini. Hanya membuat sakit hati. Seolah Pram ingin mentransformasi luka batinnya yang menganga, dengan merajam jiwa orang lain, dengan deritanya. Dia tidak rela menanggung semua itu sendiri, dia ingin orang juga merasakan deritanya, melukai kalbu para pembacanya, dengan deritanya.


    Aku akan mengatakan kepada kenalanku, sebaiknya jangan baca buku ini. Untuk apa? Kalau hanya untuk memahami sejarah kebangkitan kebangsaan, lebih baik membaca literature sejarah. Yang akan mengidentifikasi kronologisnya dengan runtut, tanpa perlu mencabik cabik perasaan.


    Dan sungguh aku heran, betapa begitu banyak orang memuja muja tetralogi ini. Seolah jiwanya menemukan kebahagiaan dengan jalinan kisah anak manusia di dalamnya. Bagiku, membaca tetralogi ini hanya membuat jiwa kosong, melompong, termangu, terpana dalam kepedihan.


    atau.., aku sebenarnya merasa sakit karena Pram seolah menelanjangi segala kemunafikan, iri dan dengki yang juga ada dalam diriku? seolah dia menelanjangi aku? Pembacanya?

    entahlah........
    Last edited by Taiko-san; 12-06-12 at 11:34 PM.

  7. #7
    Senior Member Taiko-san's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    2,478
    Rep Power
    10

    Re: Tetralogi Buru : Apanya sih yg berbahaya?

    atau.., apakah aku terlalu berlebihan...???????????


  8. #8
    Senior Member Taiko-san's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    2,478
    Rep Power
    10

    Re: Tetralogi Buru : Apanya sih yg berbahaya?

    apakah Pram mau menulis sejarah yang dibumbui roman..
    atau roman yang dibumbui sejarah..?

    kalau yang kedua, kenapa dia begitu mengerdilkan tokohnya..?

    burung hidup dengan sayapnya dan manusia tidak akan mati dengan akal pikirannya..
    pertanyaan : apa alasan logisnya sehingga Minke harus mati begitu mengenaskan?

  9. #9
    Senior Member Taiko-san's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    2,478
    Rep Power
    10

    Re: Tetralogi Buru : Apanya sih yg berbahaya?

    kalau mengikuti tetraloginya Pram nie, sepertinya hari kebangkitan nasional yg dihitung sejak 1908 perlu ditinjau ulang nih..
    soalnya menurut Pram pada tahun itu yg berdiri adalah organisasi para priyayi di Jawa doang..
    so, boro boro nasional, orang Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua dll nggak tau menahu tuh..
    bahkan orang Jawa yg tdk termasuk priyayi juga ga ikutan..

    wah, kayanya sejarah kita perlu ditinjau ulang nie..

  10. #10
    Senior Member Taiko-san's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    2,478
    Rep Power
    10

    Re: Tetralogi Buru : Apanya sih yg berbahaya?

    Gadis dari Jepara.., R A Kartini..
    dulu aku mengkritisi kepahlawanannya..
    cengeng dan beruai linangan air mata..
    sekarang koq rasanya agak gamang ya..?
    ah, betapa pengetahuan secuil tdk bisa diandalkan..
    jadi tengsin nie gw sama Agatha..

    kweq..weq..wq..

Page 1 of 3 123 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  
©2008 - 2013 PT. Kompas Cyber Media. All Rights Reserved.

Content Relevant URLs by vBSEO 3.6.0