Beberapa pemain Italia meneteskan air mata seusai dikalahkan oleh Spanyol dengan telak 0-4 di final Piala Eropa 2012. Bahkan, itu termasuk striker bengal, Mario Balotelli.
Media-media Italia pun coba meredakan kesedihan para pemain Gli Azzurri. Mereka memberikan dukungan dengan tajuk dan headline masing-masing. Rata-rata mereka mendukung penampilan para pemain. Kritik justru diberikan kepada pelatih La Nazionale, Cesare Prandelli.
La Gazetto dello Sport menceritakan bagaimana "pasukan yang tak terkalahkan" yakni Spanyol menghancurkan Italia. Tim yang sebenarnya mendapatkan banyak pujian di turnamen empat tahunan ini.
Headline "Terima Kasih Italia" menunjukkan media tak terlalu marah dengan kekalahan telak itu. Meski penampilan Italia berantakan di final, dan hasil pertandingan sudah bisa ditebak sejak tertinggal 0-2 dari Spanyol di babak I.
Sedangkan Corriere dello Sport mengkritisi strategi tim pelatih yang dipimpin Prandelli. Menghadapi Spanyol yang kuat, Italia tak punya cukup strategi sehingga kekalahan telak itu dianggap sangat memalukan.
Headline "Prandelli, Apa yang Kamu Lakukan?" yang dipasang Corriere tentu sangat mempertanyakan perubahan taktik Sang Allenatore. Terutama saat ia mengganti Antonio Cassano dengan Antonio Di Natale.
Padahal, Corriere menganggap Cassano sebagai pemain terbaik pada saat itu. Pergantian Riccardo Montolivo juga dikritik karena pemain berdarah Jerman ini terus berkembang permainannya.
Di lain pihak, La Repubblica menyebut Prandelli bukanlah arsitek kebangkitan Italia. Melainkan karisma mantan pelatih Fiorentina ini lebih berperan daripada strategi dan membangun tim.
La Repubblica juga menyebut faktor kelelahan sebagai biang keladi kekalahan Italia. Media ini juga menyoroti menurunnya penampilan Mario Balotelli di final sebagai penyebab kekalahan.
Tutto Sport memasang foto besar kiper sekaligus kapten Gianliugi Buffon setelah kemasukan gol keempat. "Jangan menangis, Italia". Itu headline mereka.
Koran yang berbasis di Turin ini tak terlalu menyesali kekalahan Italia. Mereka bilang,"Spanyol memang tim legendaris, tapi Italia bisa pulang dengan kepala tegak."
Tutto Sport juga menyebut,"Italia Nyaris Juara." Mengakui kekalahan Italia dari tim yang lebih superior.
sumber


LinkBack URL
About LinkBacks




Reply With Quote
Bookmarks