Results 1 to 10 of 10
Like Tree1Likes
  • 1 Post By cindyART

Thread: Potret Suram Kehidupan Mantan Atlet Nasional


  1. #1
    Newbie
    Join Date
    Jun 2012
    Posts
    26
    Rep Power
    0

    Potret Suram Kehidupan Mantan Atlet Nasional

    Abdul Kadir (alm) merupakan seorang legenda sepak bola Indonesia yang namanya mulai sering disebut akhir-akhir ini dikarenakan kondisi keluarga dan rumah almarhum yang ternyata sangat memprihatinkan.

    Potret Suram Kehidupan Mantan Atlet Nasional-abdul-kadir-5.jpg Potret Suram Kehidupan Mantan Atlet Nasional-abdul-kadir-1.jpg Potret Suram Kehidupan Mantan Atlet Nasional-abdul-kadir-2.jpg Potret Suram Kehidupan Mantan Atlet Nasional-abdul-kadir-3.jpg


    Siapakah Abdul Kadir?

    Potret Suram Kehidupan Mantan Atlet Nasional-266791401e2af31c0389fd10c7cd31a4.jpg

    Salah satu legenda sepakbola nasional. Kelahiran Denpasar (Bali), 27 Desember 1948. Pencinta sepak bola nasional mengenal Kadir, sebagai seorang pemain kiri luar yang tangguh di timnas periode tahun 1965-1978.

    Ia pernah memperkuat timnas semasa dipegang pelatih asal Yugoslavia, Tony Pogacnik, Endang Witarsa, Djamiat Dhalhar, dan pelatih asal Belanda, Wiel Coerver. Ia pernah memperkuat timnas saat menjuarai Piala Raja (1968), Merdeka Games (1969), dan Pesta Sukan Singapura (1972). Kadir juga pernah memperkuat timnas saat menjadi runners up Piala Presiden Korsel (1970-1972).

    Abdul Kadir memiliki teknik sepak bola yang sangat tinggi, bahkan tidak kalah dibandingkan pemain dunia saat itu seperti Pele. Maha bintang sepak bola asal Brasil itu pernah bermain di Stadion Dtama Senayan bersama klub Santos, Juni 1972 dan sedang berada di puncak kejayaannya setelah membawa Brasil memenangi Piala Dunia 1970. Sesudah pertandingan persahabatan yang dimenangi Santos 3-2, Pele diundang ke TVRI untuk melakukan akrobat bola. Pemain nasional yang diminta mendampingi Pele adalah Abdul Kadir, yang mendapat julukan “Si Kancil” karena kelincahannya dalam mengolah si kulit bundar di lapangan hijau.

    Pemain yang berposisi sebagai kiri luar itu mencapai masa keemasannya pada awal 1970-an bersama rekan-rekan seangkatan seperti Sutjipto Soentoro, Ronny Pati nasarani, Jacob Sihasale, Iswadi Idris, Judo Hadijanto, dan Anwar Ujang. Ia pernah mendapat kesempatan menurunkan keterampilannya kepada pemain muda, ketika bersama dua rekan seangkatannya, M Basri dan Iswadi Idris ditunjuk sebagai pelatih tim nasional. Trio “Basiska” ketika bertanggung jawab membawa tim nasional berlaga di penyisihan Piala Dunia 1990, namun dianggap kurang berhasil.

    Mantan pemain sepakbola nasional era ’70-an, Abdul Kadir, meninggal dunia di Jakarta dalam usia 55 tahun. Pesepakbola yang dijuluki “Si Kancil” dengan prestasi besar ini menghembuskan nafasnya yang terakhir ketika baru sehari dirawat di RS M Husni Thamrin, Salemba, Jakarta, pukul 03.10 WIB.
    Abdul Kadir yang kelahiran Denpasar, 27 Desember 1948, meninggalkan seorang istri, Lisa Agustin Sumarwan serta empat orang putra dan seorang cucu. Almarhum dikebumikan di TPU Karet Bivak, Jakarta sore kemarin pukul 17.00 setelah diberangkatkan dari rumah duka Jalan Cempaka Putih Timur 65, Jakarta.


    Karir Sepakbola Abdul Kadir



    Di antara prestasi yang pernah diukirnya, Abdul Kadir turut mengantarkan klub Krama Yudha Tiga Berlian juara ketiga Piala Champion Asia 1986.

    Abdul Kadir mulai mencuat namanya mulai era 1964. Berkat kelincahan yang tinggi meski bertubuh mungil, dia kemudian menjadi langganan tim nasional hingga 1979. Menurut rekan seangkatannya M Basri, Abdul Kadir telah membuktikan kepada dunia olahraga bahwa postur tubuh bukan merupakan ukuran yang pasti tentang kemampuan seorang atlet berprestasi.
    Abdul Kadir menekuni sebagai pemain hingga sekitar 1984 yang kemudian menekuni karir pelatih hingga 1990.

    Debutnya di Timnas PSSI adalah ketika berusia 16 tahun sudah ditarik masuk Timnas tampil di Ganefo (sekarang Asian Games) di Pyong Yang pada 1964.

    Kejayaan dengan kenangan termanis dan tak dapat dilupakannya sebagai pemain adalah ketika bersama tim nasional menjuarai Piala Aga Khan pada tahun 1969 di Pakistan. Ketika itu, tim Indonesia disandera di dalam stadion oleh pendukung tuan rumah yang kecewa karena timnya kalah dengan skor telak 4-1. Abdul Kadir dan kawan-kawan baru bisa keluar stadion pada pukul 23.00 waktu setempat.
    Kemudian, prestasi dengan menduduki posisi juara III juga diukir Abdul Kadir ketika melatih klub Krama Yudha Tiga Berlian di Piala Champions Asia 1986. Prestasi itu belum pernah terlampaui oleh pelatih lainnya di Indonesia.

    Selama kurun hampir 15 tahun, posisinya sebagai kiri luar (gelandang) belum tergantikan oleh pemain lain. Tahun-tahun terakhir menjelang akhir hayatnya, Abdul Kadir juga pernah aktif sebagai komentator sepakbola di televisi.



    Sumber: Potret Suram Kehidupan Mantan Atlet Nasional
    Last edited by bemine; 17-07-12 at 01:12 PM.
    Alexs likes this.

  2. #2
    Member Bidan Ismi's Avatar
    Join Date
    May 2012
    Posts
    875
    Rep Power
    0

    Re: Potret Suram Kehidupan Mantan Atlet Nasional

    klo diluar sana olahraga merupakan ladang bisnis, pihak swasta banyak ikut terjun dibisnis ini, atlet digaji dengan sangat tinggi.

    Klo di indonesia olahraga merupakan ladang kampanye, uang negara habis karena banyak disalahgunakan.... atlet pun menjadi korban...

  3. #3
    Member Alexs's Avatar
    Join Date
    May 2012
    Posts
    609
    Rep Power
    3

    Re: Potret Suram Kehidupan Mantan Atlet Nasional

    Kepedulian pemerintah kita sejak dulu emang minim terhadap masa depan seorang atlet [olahragawan]. Padahal para atlet lah yang sering mengibarkan 'Merah Putih' dan mendengungkan lagu 'Indonesia Raya' di dunia Internasional. Padahal di pemerintahan sejal lama sudah ada Kementerian Olahraga (Kemenpora). Namun fungsinya tak jelas. Berita yang tersebar malah lebih banyak terkait kasus korupsi dibanding memberikan perhatian terhadap dunia olahraga. Ironis sekali gan .!!

  4. #4
    Newbie
    Join Date
    Jul 2012
    Posts
    19
    Rep Power
    0

    Re: Potret Suram Kehidupan Mantan Atlet Nasional

    nice info gan..banyak yang belum tau mantan2 altet atau tokoh2 yang dulunya sangat berprestasi untuk negaranya..semoga adanya info ini pemerintah bisa sadar akan kepedulian untuk masyarakatnya
    ayo ikutan peluang usaha menarik dan bisnis usaha yang menguntungkan

  5. #5
    Newbie
    Join Date
    Aug 2012
    Posts
    6
    Rep Power
    0

    Re: Potret Suram Kehidupan Mantan Atlet Nasional

    hal yang memang harus jadi perhatian pemerintah saat ini,jangan sampai orang tidak mau lagi menjadi olahragawan di indonesia karena tidak adanya jaminan masa depan yang baik,

  6. #6
    Newbie
    Join Date
    Aug 2012
    Posts
    13
    Rep Power
    0

    Re: Potret Suram Kehidupan Mantan Atlet Nasional

    Kasihan bgt. Miris lihat keadaan Indonesia skrg. Ibarat pepatah atlet itu habis manis sepah dibuang. Setelah berjuang bersusah payah membela negara ketika masih muda, pas sudah tua nggak dihargain lagi. Atlit - atlit tersebut dilepas begitu saja tanpa adanya jaminan hari tua. Pantesan aja olahraga di Indonesia nggak ada yang maju. Bulutangkis udah jatuh, sepakbola udah hancur.

  7. #7
    Contributor djunbd's Avatar
    Join Date
    Oct 2008
    Posts
    3,947
    Rep Power
    14

    Re: Potret Suram Kehidupan Mantan Atlet Nasional

    Quote Originally Posted by cindyART View Post

    Mantan pemain sepakbola nasional era ’70-an, Abdul Kadir, meninggal dunia di Jakarta dalam usia 55 tahun. Pesepakbola yang dijuluki “Si Kancil” dengan prestasi besar ini menghembuskan nafasnya yang terakhir ketika baru sehari dirawat di RS M Husni Thamrin, Salemba, Jakarta, pukul 03.10 WIB.
    Abdul Kadir yang kelahiran Denpasar, 27 Desember 1948, meninggalkan seorang istri, Lisa Agustin Sumarwan serta empat orang putra dan seorang cucu. Almarhum dikebumikan di TPU Karet Bivak, Jakarta sore kemarin pukul 17.00 setelah diberangkatkan dari rumah duka Jalan Cempaka Putih Timur 65, Jakarta.
    --------------------------------------------------------------------------------------------------
    barangkali sudah saatnya bagi para atlet untuk menengok ke belakang, belajar pada mereka yang di jaman dahulu (dan jaman sekarang) benar2 mau hidup susah...banyak yang larut dalam kehidupan hedonisme, atau budaya narsis, kebanyakan sanjung puji dsb (lantaran sering ditanggap buat main tarkam, misal), sadar dri bahwa masa emas seorang atlet paling banyak hanya sekian tahun dan pemerintah juga tak cukup memberi perhatian lantaran memang sudah terlalu banyak persoalan lain yang tak juga kunjung usai...

  8. #8
    Newbie
    Join Date
    Jan 2013
    Posts
    9
    Rep Power
    0

    Unhappy Re: Potret Suram Kehidupan Mantan Atlet Nasional

    keren banget artikelnya keren bangettt,,,,,, aku baca sampai terharu...

  9. #9
    Newbie hanakres's Avatar
    Join Date
    Jul 2012
    Location
    kota banjar
    Posts
    4
    Rep Power
    0

    Unhappy Re: Potret Suram Kehidupan Mantan Atlet Nasional

    Masalahnya yang kuat itu takdir.. Tapi mudah-mudahan dengan adanya artikel ini bisa memberikan informasi pada pihak yang berwenang untuk dapat menyejahterakan keluarga sang mantan atlit Abdul Kadir..

  10. #10
    Junior Member goodsnow's Avatar
    Join Date
    Jun 2013
    Posts
    301
    Rep Power
    2

    Re: Potret Suram Kehidupan Mantan Atlet Nasional

    bagaimana Indonesia bisa melahirkan bintang2 sepakbola seperti di luar ..
    kalau begini,banyak yang mengurungkan niat menjadi atlet...
    Korupsi terus jadi nya begni
    Tips/Info/Prediksi Bola = Soccer Betting 90% 081914567889

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  
©2008 - 2013 PT. Kompas Cyber Media. All Rights Reserved.

Content Relevant URLs by vBSEO