Results 1 to 5 of 5

Thread: Menggunakan komputer sebagai alat analisis forensik


  1. #1
    Contributor HDDStudio's Avatar
    Join Date
    Jan 2009
    Location
    Jakarta - Indonesia
    Posts
    4,398
    Rep Power
    12

    Menggunakan komputer sebagai alat analisis forensik

    Ada kalanya, sebuah rekaman suara atau video dijadikan barang bukti di sebuah pengadilan. Dari hasil rekaman tersebut (yang tentunya harus legal dan sebelum dilakukan harus mendapat persetujuan dari yang berwenang) diperoleh bukti tambahan yang memperkuat dugaan tindak pidana maupun perdata melawan hukum yang berlaku.

    Hanya yang jadi masalah, bagaimana membuktikan bahwa rekaman tersebut (baik video maupun audio) masih "valid" dan asli tanpa rekayasa oleh pihak lain ?

    Salah satu software yang digunakan untuk pembuktian ialah Diamond Cut Live Forensic yang menjadi standard untuk investigasi suara rekaman.

    http://www.diamondcut.com/Catalog/DCLive75Details.html

    Sebenarnya apa yang dilakukan dengan menggunakan software ini ?

    1. Memisahkan antara suara latar dengan suara utama
    2. mengisolasi suara per individu
    3. Menyusun pola intonasi dan ujaran individu
    4. Melakukan scanning pattern noise per jeda kalimat
    5. Dikombinasikan dengan alat tertentu di dunia audio digital/analog, Mampu menyusun ulang susunan kalimat baru dengan menggunakan sample ujaran dan intonasi yang sebelumnya diperoleh, sehingga dihasilkan sebuah rekaman yang telah dimodifikasi.
    6. Melakukan filtering pattern untuk memeriksa apakah terjadi editing audio menggunakan alat dan lainnya
    Last edited by HDDStudio; 04-11-09 at 02:10 PM.
    The Board of Directors.....

  2. #2
    Advisor maspras's Avatar
    Join Date
    Jun 2008
    Location
    lombok
    Posts
    14,167
    Rep Power
    23

    Re: Menggunakan komputer sebagai alat analisis forensik

    bukti video rasa2nya lebih seru ketimbang audio.
    nah gmana caranya supaya "tingkatan" kekuatan bukti audio itu lebih tinggi?

    kemudian, adakah SDM Indonesia yang mumpuni untuk hal ini?
    argumentasinya yang didebat dan didiskusikan bukan orangnya.. kecuali tong kosong.

  3. #3
    Contributor HDDStudio's Avatar
    Join Date
    Jan 2009
    Location
    Jakarta - Indonesia
    Posts
    4,398
    Rep Power
    12

    Re: Menggunakan komputer sebagai alat analisis forensik

    Quote Originally Posted by maspras View Post
    bukti video rasa2nya lebih seru ketimbang audio.
    nah gmana caranya supaya "tingkatan" kekuatan bukti audio itu lebih tinggi?
    1. Untuk memastikan akurasi rekaman (apalagi rekaman yang berasal dari percakapan telepon seluler), diperlukan bukti sah dari server provider yang memuat rangkaian checksum md-5 dan hash, salt dari file rekaman, yang merupakan code sebagai pembuktian bahwa rekaman suara memang berasal dari dua unit ponsel yang dimaksud (ponsel memiliki IMEI, vendor ID dan serial number dan PSTN memiliki STO code - frequency code - range code). Kedua ponsel berikut SIM Card yang digunakan juga harus dikarantina dan dianalisis fisik

    2. Jika hasil rekaman merupakan hasil penyadapan menggunakan alat khusus (bukan dari rekaman resmi operator telepon), artinya mengintersepsi komunikasi antara dua titik (sender - interceptor - receiver), maka saat dilakukan rekaman harus ada log transaksi rekaman yang sah dari alat interceptor tersebut dan juga dilakukan rekaman video saat penyadapan berlangsung. Rekaman video yang dimaksud sebagai pembuktian bahwa penyadapan dilakukan antara telpon A dan telpon B pada saat waktu menunjukkan pukul C tanggal D bulan E tahun F.

    3. Suara pemegang ponsel yang bersangkutan harus diambil sampling audio-nya. salah satu cara yang digunakan ialah mengetik ulang dalam bentuk teks (transkrip) hasil rekaman tadi dan dibacakan oleh yang bersangkutan. Hasil rekaman suara yang kedua ini, dibandingkan menggunakan alat dan software untuk menganalisa apakah pola ujaran, intonasi, jeda kalimat dan vowel noise yang sama. Hal ini tidak membedakan apakah sebuah kata "uang" dieja cepat "uang" atau 'wang" atau "uwang" atau "u-wang". Pola frekuensi ujaran akan tetap sama dalam bentuk grafik, bagaimanapun cara ujaran, intonasi, jeda yang digunakan saat membaca diusahakan diubah-ubah

    kemudian, adakah SDM Indonesia yang mumpuni untuk hal ini?
    Banyaklah mas, di Indonesia, pihak penegak hukum sendiri mungkin saja menggunakan software yang disebut di atas dan juga 2 software lainnya : EnCase dari Guidance Software dan Ultimate Forensic Toolkit dari AccessData.

    Intinya, dengan menggunakan bukti yang invalid & tidak mengikuti standar (walaupun mungkin saja "content"-nya benar), semuanya akan mentah, karena akan gugur demi hukum dalam pengadilan.

    Prosedur dan aturan baku yang diratifikasi hukum forensik digital internasional harus diikuti untuk memastikan berhasilnya bukti ini.
    Last edited by HDDStudio; 04-11-09 at 03:36 PM.
    The Board of Directors.....

  4. #4
    Senior Contributor KAMIRIN's Avatar
    Join Date
    Feb 2008
    Location
    Sukabumi Bencilangit
    Posts
    7,420
    Rep Power
    23

    Re: Menggunakan komputer sebagai alat analisis forensik

    Lha kriteria "palsu" itu sendiri gimana sih?

    1. Rekaman asli yang diduplikat plek tanpa mengubah isinya sedikitpun, juga sudah memenuhi kriteria "bajakan" atau palsu.
    2. Rekaman asli yang diedit kontennya.
    3. Rekaman palsu yang dibuat seolah2 asli (mengubah sinature, suara aktor yg mirip atau bahasa kerennya "original artist" ).

    Gimana bro2 sekalian? Tiga hal ini sudah bisa menggugurkan suatu kasus keaslian lho...
    Last edited by KAMIRIN; 04-11-09 at 04:07 PM.
    -Tempat ini disewakan untuk iklan-

  5. #5
    Contributor HDDStudio's Avatar
    Join Date
    Jan 2009
    Location
    Jakarta - Indonesia
    Posts
    4,398
    Rep Power
    12

    Re: Menggunakan komputer sebagai alat analisis forensik

    Teknologi Alat Penyadap yang di Gunakan KPK



    Berita mengenai KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) yang telah menggunakan teknologi canggih untuk memperlancar pekerjaan mereka sebagai pemberantas korupsi di Indonesia, telah terbukti dengan adanya alat penyadap yang digunakan untuk menyadap percakapan Artalyta Suryani dengan para pejabat Jaksa Agung Muda (JAM).

    KPK telah mengalokasikan dana sebesar 34 miliar dari dana APBN dalam proyek pengadaan KPK melalui Daftar Isian Proyek dan Anggaran (DIPA) 035-2/69-03-0-2005, untuk membeli alat sadap jenis portable A (laptop dan receiver) seharga Rp1,512 miliar, jenis B harganya Rp5,25 miliar, dan jenis C harganya Rp4 miliar. Alat penyadap tersebut dinamakan ATIS Gueher Gmbh buatan Jerman.

    ATIS (Audio Telecommunication International Systems), adalah sebuah generasi baru dari Instant Recall Recorders (IRC) dalam teknologi solid-state, yang dapat dikoneksikan ke dalam audio source berupa telepon atau handphone GSM/AMPS/CDMA dan akan merekam atau menyadap seluruh komunikasi suara dengan kapasitas aktif lebih dari 680 menit dan 1000 panggilan yang berbeda. Kompresi algoritma yang ada di dalam ATIS telah memperbesar kapasitas penyimpanan dan kualitas suara yang cukup jernih. Dengan menggunakan koneksi telepon, ATIS dapat mengidentifikasi penelepon, waktu telepon dan nomor penelepon via RS 232 link built-in. Teknik penyadapannya, menurut wakil ketua KPK, Amien Sunaryadi, akan menyadap nomor telepon seluler dan kemudian akan ditampilkan di sistem KPK. Sedangkan pengawasannya akan dilakukan oleh komite pengawas yang terdiri dari non penegak hukum.
    Selain penyadap telepon seluler, ATIS Gueher Gmbh, KPK juga telah membeli peralatan firing buatan AS dan peralatan macro sistem bikinan Polandia. Untuk total harga pembelian semua alat sadap tersebut seharga Rp28,07 miliar. Selain itu, KPK juga membeli satu unit LID Monitoring Centre (LID MC) seharga Rp17,31 miliar. Langkah yang diambil KPK untuk membeli alat penyadap ATIS dinilai Bappenas telah sesuai dengan ketentuan yang ada dan pihak KPK lebih memilih tidak memberikan komentar apapun kepada pers.
    Sementara itu, pengamat telematika, Roy Suryo, menganggap pembelian alat penyadap ATIS tersebut terlalu mahal, karena sebenarnya harga di pasaran sekitar 8 miliar hingga 12 miliar per unit. Roy mengungkapkan tidak tahu berapa unit alat penyadap yang telah dimiliki KPK hingga sekarang, namun Roy mengemukakan pendapatnya, jika dengan harga 34 miliar hanya membeli satu unit, berarti harga alat sadap tersebut terlalu mahal.(h_n)


    News Article ATIS Gmbh Gueher, Alat Sadap Canggih - Berita IT dan Artikel


    Ada pertanyaan di kompasiana tsb, bagaimana membuat alat untuk mencegah penyadapan menggunakan alat termaksud.


    Jawabannya : Jammer/pengacak sinyal
    The Board of Directors.....

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  
©2008 - 2013 PT. Kompas Cyber Media. All Rights Reserved.

Content Relevant URLs by vBSEO