kenapa tanganku bergerak ke arah ini? selembar kertas yang mengisyaratkan hati. masih pekat galau yang menyibak damai, di sini. Di tepian yang retak ini, gemeretak entah karna apa. Aku masih mengingatnya, sederet indah menghias senyuman di bibirnya, sangat lekat. Tapi aku lupa seraut aroma wajahnya, sama sekali tak bisa untuk di bayangkan sekalipun. Aku masih menyimpan banyak tanda tanya, terselip dalam benak, seperti ada duri halus yang menusuk rusukku. Begitu menyesak. Seperti bukan waja yang baru ku kenal, jodoh? Ah.
Aku terlalu jauh berkhayal, umurku bahkan baru saja menginjak 16tahun. Cukup. Aku ingin orang itu berlalu, pergi saja kalau hanya mendekati dengan luka. Aku tak ingin ambil resiko lebih banyak lagi. Semua pikiran negative yang berbaur pada seberapa positif perasaanku, membuat makin menyesak. Sungguh, sampai tak ada lagi pikiranku. Cinta lagi kah? Mustahil secepat itu.
Atau hanya sekedar ingin pengganti yang lalu? Sepertinya itu juga tak mungkin.
Yang mungkin.......
Tentang perasaan itu, hanya kamu yang tau betul, bukan aku.



LinkBack URL
About LinkBacks




Reply With Quote


Bookmarks