bagus cita2nya numpang dulu, ntar menetap.
semoga saja yah nurani bisa cepat2 terealisir gagasan Kang amir secepatnya.
sekarang ini kalau ada info tanah kosong silahkan lapor ke Kang amir, beliau pakar di bidang perkebunan nanti dievaluasi cocoknya tanah itu akan ditanami apa.
hayo former yang lain bagaimana ada masukan lagi nggak, usulan membuat Perkebunan dari kita untuk kita.
Kira perlu saya berikan gambaran yang perlu dipahami oleh semua agar mempunyai pemahaman sebelum bergabung, Ini dimaksudkan untuk menghindari kekecewa justru setelah ikutan,
dan kita bisa diskusikan disini.
Misalnya:
Investasi relatif tidak besar:
- Pangsa pasar, Permintaan yang terus meningkat baik pasar tradisional maupun pasar modern ditandai dengan terusnya masyarakat/petani membuka perkebunan baru dan permintaan benih juga cukup besar.
- Buah tidak mengenal musim, sehingga harga tdak banyak mengalami flukrtuasi, harga relatif stabil.
- Hampir seluruh masyarakat dari balita sampe manula menyukai.
- kurang lebih 9-10 bulan sudah bisa mulai dipanen bahkan bila baik pemeliharaan 8 bulan sudah bisa mulai dipanen.
- Umur ekonomis bisa mencapai 3-4 tahun.
- Pemeliharaan relatif mudah.
(ini kita diskusikan disini) misalnya:
BESAMBUNG: karena nulis pacul, jadi ingat saya mau macul dulu ya....
- Lahan.
- Persyaratan al. pH tanah sekitar netral 6-7. Tanah gembur. akses air mudah. ketinggian 700 m dpl, tapi kalau bisa jangan lebih dari 500 m dpl. (kang hanu cs, di Sukabumi saya dah dapet lahan tapi minta masih tinggi 2 jt/ha/thn. Upayakan bisa sekitar 1 jt/ha/thn. di Banyuwangi saya dapat dan sudah tanam harganya 750rb/ha/thn. tahun lalu)
- Lahan. Ada pula system bagi hasil, ini saya lakukan misalnya "merempat" artinya 1 bagian pemilik tanah 3 bagian milik kita, atau "merlima".
- Lahan. Setelah mendapat tanah yang bagus. Upayakan sewa bisa dilakukan tidak sekaligus pembayaran bisa dicicil pertahun, dengan harapan dana bisa digunakan sementara untuk biaya lainnya. Mungkin untuk 1 ha nilainya tidak besar. Tapi mungkin ada yang yang memulai dari 10 ha, cukup besar biaya investasinya.
- Investasi lainnya spt:
- Bedeng/saung untuk kita ngerumpi dan pasang hotspot, tapi ini tidak terlalui besar (kecuali definda dan teh bibin bawa pasukan kita harus bikin gajebo)
- Pompa 1 unit,
- Pacul lk 5 buah,
- Kored lk 5 buah,
- Arit lk 5 buah,
- Garpu lk 5 buah.
nambahin ya om amir...
- instalasi listrik (untuk keperluan pompa dan ngecharge hp dan laptop)
- sumur resapan
- pengairannya mo pake model apa??
yang manual ato pake pipa irigasi??
- trs ada yang jaga kebun gak??(terutama pas malam hari)
....seberkas sinar lembut menerangi hatiku....
BESAMBUNG: karena nulis pacul, jadi ingat saya mau macul dulu ya....[/QUOTE]
- Bedeng/saung untuk kita ngerumpi dan pasang hotspot, tapi ini tidak terlalui besar (kecuali definda dan teh bibin bawa pasukan kita harus bikin gajebo)
- Pompa 1 unit,
- Pacul lk 5 buah,
- Kored lk 5 buah,
- Arit lk 5 buah,
- Garpu lk 5 buah.
Mang lain kali macul dulu baru posting...ga enak banget lagi baca tiba tiba ter cut begini....
terusin ya mang...siapa tau dari wacana jadi nyata ya...
kenapa harus gajebo mang? bikin aula dong sekalian...![]()
Salam manis tak'kan habis
Salam sayang tak'kan hilang
Yang udah saya lakukan, karena susah dapat air, terpaksa bor tanah dengan pompa diesel. Begitu juga pengairannya,... ya pake pompa air.
Tapi yang direncanakan kita liat nanti kondisinya seperti apa. memungkinkan pake manual atau irigasi.
Yang jaga kebon saya gaji orang dari masyarakat seputar kebon, tapi saya bingung neng definda udah daftar berkontribusi sebagai penjaga kebon.
Pilih siapa ya rien? soalnya kalo saya pilih def, tar setiap malem minta ditemenin saya terus. he.. he..
....seberkas sinar lembut menerangi hatiku....
Om Amirh sy mau ikutan. Tapi jauh nih, trus gimana cara berpartisipasinya kalau jauh??
chylisme
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
...Cuma butuh satu alasan untuk katakan YA!!!...
Yang saya kunjungi kemaren di sukabumi ya... ada semur resapan, tapi ada yang dalem ada yang dangkal. Memang kalau air ga terlalu masalah di sukabumi. (kecuali di cikampek susah, makanya teh bibin jarang mandi)
Rien....
Mintaain dong sama temen2 teknologi pengolahan makanan, katanya ada. pengolahan papaya jadi makanan ringan snack food dengan proses ektrusi atau simulasi, atau di bumbu misalnya dengan flavor, MSG, atau anticaking. Kita kemas dengan bagus pake proses gas nitrogen ya kalo ga salah. tar kita masukin ke supermarket2.
Last edited by amirh; 11-08-09 at 03:33 PM.
Bookmarks