Page 1 of 5 12345 LastLast
Results 1 to 10 of 43

Thread: Peraturan Tenaga Kerja


  1. #1
    Newbie
    Join Date
    Dec 2009
    Posts
    6
    Rep Power
    0

    Peraturan Tenaga Kerja

    Hallo,

    Saya pendatang baru di forum ini. Saya bingung post saya ini seharusnya masuk ke sub forum yang mana ya. Menyangkut hak pegawai wanita, tp tadi di sub forum perempuan kelihatannya topiknya benar-benar mengenai wanita saja jadi saya memutuskan post di sini saja, supaya para pembaca pria juga bisa baca dan mungkin bagi yang mengerti bersedia berbagi pengalaman atau pengetahuannya.

    Saya bekerja di PT. X sudah 6 tahun lebih dan akan mengajukan resign. Saya sudah mendengar kabar burung dari teman-teman yg resign sebelum saya bahwa management kantor saya ini benar-benar tidak berpihak kepada karyawannya. Karyawan hanya dianggap sebagai biaya yang memberatkan dan bukan sebagai aset kantor, banyak dari mereka yang dirugikan tapi apa daya daripada bertengkar di saat-saat terakhir akhirnya mereka merelakan.

    Ternyata saya mengalami hal yang sama, kabar tersebut tidak bohong. Ok, lha, saya berusaha untuk merelakannya, toh saya resign untuk bekerja di kantor baru yang lebih bagus. Tapi saya penasaran saja, kami pegawai yang resign dipotong gajinya untuk membayar hari kerja kami yang dikatakan minus. Lagi pula, kami resign baik-baik, ketika kami mengajukan permohonan dan pertanyaan-pertanyaan seputar hal-hal HRD jawaban yang diberikan terdengar pedas dan seperti tidak layak untuk diucapkan oleh mereka yang berpendidikan tinggi.

    Total minus yang saya derita adalah 11 hari. Penyebab utamanya karena cuti tahunan saya yang 12 hari dihanguskan oleh kantor saya karena saya telah mengambil cuti melahirkan 3 bulan. Saya sudah cari di Undang-Undang No. 13 tahun 2003, tidak ada satu pasal pun yang mengatakan secara jelas mengatakan bahwa cuti tahunan 12 hari akan hangus bagi pegawai wanita yang telah mengambil cuti melahirkan. Apakah benar cuti 12 hari akan hangus setelah karyawan ybs mengambil cuti melahirkan? Saya sudah bertanya ke beberapa orang dan teman-teman saya, mereka mengatakan tidak ada peraturan dari pemerintah, hal ini diatur dalam perjanjian kerja perusahaan masing-masing. Kantor saya tidak memuat peraturan apapun mengenai ini, baik di peraturan kerja maupun peraturan kepegawaian, statement bagian HRD hanya begini: di kantor-kanotr lain pun seperti itu, semua kantor seperti itu, lagian udah cuti 3 bulan masih minta cuti 12 hari lagi?

    Menyakitkan kata-kata yang diucapkan, dan masalahnya kantor sendiri tidak pernah menerangkan hal tersebut sebelumnya. Kalau sudah diberitahu tentu kami para pegawai wanita akan mengambil cuti melahirkan 3 bulan kurang 12 hari agar tidak minus.

    Minus saya juga disebabkan karena saya sempat dirawat di RS, dan anak saya juga sempat dirawat RS juga. Kantor saya menanggung biaya RS dengan limit maximal sekian dan HANYA di jaringan yang telah ditetapkan. Tidak masalah bagi kami jika kantor tidak mau menanggung biaya berobat krn kami tidak berobat di jaringan, tapiiii walaupun ada bukti bon RS dan surat dokter kami tetap dihitung madol karena tidak datang ke jaringan pelayanan kesehatan. Dan hitungan madol tersebut harus kami ganti dengan jatah cuti kami, dan jika jatah cuti kami sudah habis maka akan mengurangi lemburan kami dan bagi yang berjabatan supervisor ke atas yang tidak menerima lemburan lagi jika cuti sudah habis maka akan diperhitungkan sebagai hari kerja yang dipotong dari gaji.

    Masalah lain, tanggal terakhir saya bekerja di kantor saya adalah 15 Desember 2009, saya beragama Kristen. Apakah saya berhak atas THR? Kantor saya mengatakan tidak ada THR bagi karyawan yg resign, kantor lebih mementingkan membayar THR bagi mereka yang masih bekerja di kantor pada saat hari raya (25 Desember 2009).

    Jika saya baca dari Permen No. 4 tahun 1994 pasal 6 ayat 1 yang berbunyi: "Pekerja yang putus hubungan kerjanya terhitung sejak waktu 30 (tiga puluh) hari sebelum jatuh tempo Hari Raya Keagamaan berhak atas THR"
    Nah, apakah yang dimaksud dengan putus hubungan di atas? Apakah karyawan yang di PHK atau karyawan yang mengajukan pengunduran diri?

    Saya tau kami pegawai yang akan resign memang tidak berkepentingan lagi bagi kemajuan kantor setelah kami tidak bekerja di kantor lagi. Tapi apakah kami layak diperlakukan seperti ini? Saya sendiri selalu menerapkan kata-kata ke anggota tim saya: "Kita tidak akan berhasil tanpa tim yang solid" ternyata kantor perlakuannya lain.
    Satu statement dari kantor saya yang akan selalu saya ingat: Karyawan mau berhenti ya silahkan berhenti saja, mau mengajukan surat hari ini besok langsung berhenti juga tidak masalah. Karyawan gampang dicari, keluar satu yang mau masuk banyak"

    Mohon dibantu donk, jika ada yang pernah mengalami masalah yang sama, bagaimana solusi yang akhirnya anda dapatkan? Atau bagi pembaca yang mengerti mengenai masalah hukum seputar ketenagakerjaan, mohon kesediaannya untuk memberikan komentar.

    salam,
    Lisa

  2. #2
    Contributor bujangga's Avatar
    Join Date
    Feb 2009
    Location
    Bandung
    Posts
    2,657
    Rep Power
    9

    Re: Peraturan Tenaga Kerja

    Quote Originally Posted by Lisasub View Post
    Hallo,

    Saya pendatang baru di forum ini. Saya bingung post saya ini seharusnya masuk ke sub forum yang mana ya. Menyangkut hak pegawai wanita, tp tadi di sub forum perempuan kelihatannya topiknya benar-benar mengenai wanita saja jadi saya memutuskan post di sini saja, supaya para pembaca pria juga bisa baca dan mungkin bagi yang mengerti bersedia berbagi pengalaman atau pengetahuannya.

    Saya bekerja di PT. X sudah 6 tahun lebih dan akan mengajukan resign. Saya sudah mendengar kabar burung dari teman-teman yg resign sebelum saya bahwa management kantor saya ini benar-benar tidak berpihak kepada karyawannya. Karyawan hanya dianggap sebagai biaya yang memberatkan dan bukan sebagai aset kantor, banyak dari mereka yang dirugikan tapi apa daya daripada bertengkar di saat-saat terakhir akhirnya mereka merelakan.

    Ternyata saya mengalami hal yang sama, kabar tersebut tidak bohong. Ok, lha, saya berusaha untuk merelakannya, toh saya resign untuk bekerja di kantor baru yang lebih bagus. Tapi saya penasaran saja, kami pegawai yang resign dipotong gajinya untuk membayar hari kerja kami yang dikatakan minus. Lagi pula, kami resign baik-baik, ketika kami mengajukan permohonan dan pertanyaan-pertanyaan seputar hal-hal HRD jawaban yang diberikan terdengar pedas dan seperti tidak layak untuk diucapkan oleh mereka yang berpendidikan tinggi.

    Total minus yang saya derita adalah 11 hari. Penyebab utamanya karena cuti tahunan saya yang 12 hari dihanguskan oleh kantor saya karena saya telah mengambil cuti melahirkan 3 bulan. Saya sudah cari di Undang-Undang No. 13 tahun 2003, tidak ada satu pasal pun yang mengatakan secara jelas mengatakan bahwa cuti tahunan 12 hari akan hangus bagi pegawai wanita yang telah mengambil cuti melahirkan. Apakah benar cuti 12 hari akan hangus setelah karyawan ybs mengambil cuti melahirkan? Saya sudah bertanya ke beberapa orang dan teman-teman saya, mereka mengatakan tidak ada peraturan dari pemerintah, hal ini diatur dalam perjanjian kerja perusahaan masing-masing. Kantor saya tidak memuat peraturan apapun mengenai ini, baik di peraturan kerja maupun peraturan kepegawaian, statement bagian HRD hanya begini: di kantor-kanotr lain pun seperti itu, semua kantor seperti itu, lagian udah cuti 3 bulan masih minta cuti 12 hari lagi?

    Menyakitkan kata-kata yang diucapkan, dan masalahnya kantor sendiri tidak pernah menerangkan hal tersebut sebelumnya. Kalau sudah diberitahu tentu kami para pegawai wanita akan mengambil cuti melahirkan 3 bulan kurang 12 hari agar tidak minus.

    Minus saya juga disebabkan karena saya sempat dirawat di RS, dan anak saya juga sempat dirawat RS juga. Kantor saya menanggung biaya RS dengan limit maximal sekian dan HANYA di jaringan yang telah ditetapkan. Tidak masalah bagi kami jika kantor tidak mau menanggung biaya berobat krn kami tidak berobat di jaringan, tapiiii walaupun ada bukti bon RS dan surat dokter kami tetap dihitung madol karena tidak datang ke jaringan pelayanan kesehatan. Dan hitungan madol tersebut harus kami ganti dengan jatah cuti kami, dan jika jatah cuti kami sudah habis maka akan mengurangi lemburan kami dan bagi yang berjabatan supervisor ke atas yang tidak menerima lemburan lagi jika cuti sudah habis maka akan diperhitungkan sebagai hari kerja yang dipotong dari gaji.

    Masalah lain, tanggal terakhir saya bekerja di kantor saya adalah 15 Desember 2009, saya beragama Kristen. Apakah saya berhak atas THR? Kantor saya mengatakan tidak ada THR bagi karyawan yg resign, kantor lebih mementingkan membayar THR bagi mereka yang masih bekerja di kantor pada saat hari raya (25 Desember 2009).

    Jika saya baca dari Permen No. 4 tahun 1994 pasal 6 ayat 1 yang berbunyi: "Pekerja yang putus hubungan kerjanya terhitung sejak waktu 30 (tiga puluh) hari sebelum jatuh tempo Hari Raya Keagamaan berhak atas THR"
    Nah, apakah yang dimaksud dengan putus hubungan di atas? Apakah karyawan yang di PHK atau karyawan yang mengajukan pengunduran diri?

    Saya tau kami pegawai yang akan resign memang tidak berkepentingan lagi bagi kemajuan kantor setelah kami tidak bekerja di kantor lagi. Tapi apakah kami layak diperlakukan seperti ini? Saya sendiri selalu menerapkan kata-kata ke anggota tim saya: "Kita tidak akan berhasil tanpa tim yang solid" ternyata kantor perlakuannya lain.
    Satu statement dari kantor saya yang akan selalu saya ingat: Karyawan mau berhenti ya silahkan berhenti saja, mau mengajukan surat hari ini besok langsung berhenti juga tidak masalah. Karyawan gampang dicari, keluar satu yang mau masuk banyak"

    Mohon dibantu donk, jika ada yang pernah mengalami masalah yang sama, bagaimana solusi yang akhirnya anda dapatkan? Atau bagi pembaca yang mengerti mengenai masalah hukum seputar ketenagakerjaan, mohon kesediaannya untuk memberikan komentar.

    salam,
    Lisa
    ada orang hukum kok di sini namanya chece....nanti dia pasti OL jam 17 WIB. di VM aja dianya supaya langsung jawab

    salam
    empat lautan penderitaan
    kisah langit pupus di sini

  3. #3
    Newbie
    Join Date
    Dec 2009
    Posts
    6
    Rep Power
    0

    Re: Peraturan Tenaga Kerja

    Terima kasih atas pemberitahuannya. Tapi VM itu apa yah? dan caranya bagaimana? Maklum saya bener-bener baru joint hari ini.
    Terima kasih.

  4. #4
    Contributor bujangga's Avatar
    Join Date
    Feb 2009
    Location
    Bandung
    Posts
    2,657
    Rep Power
    9

    Re: Peraturan Tenaga Kerja

    Quote Originally Posted by Lisasub View Post
    Terima kasih atas pemberitahuannya. Tapi VM itu apa yah? dan caranya bagaimana? Maklum saya bener-bener baru joint hari ini.
    Terima kasih.
    Vm = Visitor message. nanti saya VM dia yah. tuh anak kebanyakan main2 makanya IT selalu berdiri di belakangnya ngawasin supaya gak OL pas jam kerja hihihihihi
    empat lautan penderitaan
    kisah langit pupus di sini

  5. #5
    Senior Contributor chece's Avatar
    Join Date
    Sep 2008
    Location
    any place u want me to be
    Posts
    7,258
    Rep Power
    14

    Re: Peraturan Tenaga Kerja

    Quote Originally Posted by bujangga View Post
    Vm = Visitor message. nanti saya VM dia yah. tuh anak kebanyakan main2 makanya IT selalu berdiri di belakangnya ngawasin supaya gak OL pas jam kerja hihihihihi
    woi woi....wah bikin gosip!!!!
    dasar enak aja bilang gt, pencemaran nama baik neh hehehehhe

    buat kak lisa....

    wah itu sih kebijakan perusahaan, kalo misal emang kek gitu berarti dari perusahaan kakak yang nggak profesional, mungkin berangkat dari perusahaan tradisional sehingga yang mengundurkan diri dianggap sebagai "pengkhianat".

    terlepas dari itu, kalo sakit seingat aku sih emang dipotong dari cuti yang 12 hari setahun itu. tapi tentunya kembali ke kebijakan perusahaan apabila sakitnya lebih dari 12 hari itu dipotong gaji atau nggak?

    beberapa teman yang share tentang t4 kerja yang lama, ga masuk karena sakit perut itu dipotong gaji lho. dan alibi perusahaan adalah pertanyaan2 sbb:
    - tanya : kenapa sakit?
    - jawab : karena kmrnnya makan rujak yang puueedes bgt jadi sakit perut
    - jawab perush : ya berarti salah anda karena makan nggak kira2 cabenya sampe anda bisa sakit perut jadi itu kelalaian anda. hehehehe

    untuk THR harusnya memang masih hak anda sebagai karyawan, dan kalo posisi sudah pegawai tetap, biasanya neh perusahaan punya kebijakan memberikan sedikit pesangon (biasanya satu kali gaji) tapi kembali itu ke kebijakan perusahaan. melihat perusahaan anda...kayaknya nggak akan dikasih hehehehehhe
    What Doesn't Kill You Makes U Stronger

  6. #6
    Contributor bujangga's Avatar
    Join Date
    Feb 2009
    Location
    Bandung
    Posts
    2,657
    Rep Power
    9

    Re: Peraturan Tenaga Kerja

    Quote Originally Posted by chece View Post
    woi woi....wah bikin gosip!!!!
    dasar enak aja bilang gt, pencemaran nama baik neh hehehehhe

    buat kak lisa....

    wah itu sih kebijakan perusahaan, kalo misal emang kek gitu berarti dari perusahaan kakak yang nggak profesional, mungkin berangkat dari perusahaan tradisional sehingga yang mengundurkan diri dianggap sebagai "pengkhianat".

    terlepas dari itu, kalo sakit seingat aku sih emang dipotong dari cuti yang 12 hari setahun itu. tapi tentunya kembali ke kebijakan perusahaan apabila sakitnya lebih dari 12 hari itu dipotong gaji atau nggak?

    beberapa teman yang share tentang t4 kerja yang lama, ga masuk karena sakit perut itu dipotong gaji lho. dan alibi perusahaan adalah pertanyaan2 sbb:
    - tanya : kenapa sakit?
    - jawab : karena kmrnnya makan rujak yang puueedes bgt jadi sakit perut
    - jawab perush : ya berarti salah anda karena makan nggak kira2 cabenya sampe anda bisa sakit perut jadi itu kelalaian anda. hehehehe

    untuk THR harusnya memang masih hak anda sebagai karyawan, dan kalo posisi sudah pegawai tetap, biasanya neh perusahaan punya kebijakan memberikan sedikit pesangon (biasanya satu kali gaji) tapi kembali itu ke kebijakan perusahaan. melihat perusahaan anda...kayaknya nggak akan dikasih hehehehehhe
    kok suka2 perusahaan sih che? memangnya di depnaker gak ada aturan main? masing2 perusahaan sesukanya aja?
    empat lautan penderitaan
    kisah langit pupus di sini

  7. #7
    Senior Contributor chece's Avatar
    Join Date
    Sep 2008
    Location
    any place u want me to be
    Posts
    7,258
    Rep Power
    14

    Re: Peraturan Tenaga Kerja

    Quote Originally Posted by bujangga View Post
    kok suka2 perusahaan sih che? memangnya di depnaker gak ada aturan main? masing2 perusahaan sesukanya aja?
    pakem emang ada bang
    cuman juga ada yang namanya standart kontrak kan di setiap perusahaan
    biasanya sih banyak yang pake kebijakan perusahaan

    untuk pakem utama selalu ada... tapi dari perusahaan biasanya ada add on - add onnya bang
    kalo misal game tuh banyak expansionnya hihihihih

    perusahaan juga ga dikit kok yang lewatin pakem, tapi kan control dari pemerintah juga kurang jadinya banyak yang lolos
    What Doesn't Kill You Makes U Stronger

  8. #8
    Contributor bujangga's Avatar
    Join Date
    Feb 2009
    Location
    Bandung
    Posts
    2,657
    Rep Power
    9

    Re: Peraturan Tenaga Kerja

    Quote Originally Posted by chece View Post
    pakem emang ada bang
    cuman juga ada yang namanya standart kontrak kan di setiap perusahaan
    biasanya sih banyak yang pake kebijakan perusahaan

    untuk pakem utama selalu ada... tapi dari perusahaan biasanya ada add on - add onnya bang
    kalo misal game tuh banyak expansionnya hihihihih

    perusahaan juga ga dikit kok yang lewatin pakem, tapi kan control dari pemerintah juga kurang jadinya banyak yang lolos
    mati dnk ya pegawai. eh gimana signature aku yg baru...cakep yah?
    empat lautan penderitaan
    kisah langit pupus di sini

  9. #9
    Senior Contributor chece's Avatar
    Join Date
    Sep 2008
    Location
    any place u want me to be
    Posts
    7,258
    Rep Power
    14

    Re: Peraturan Tenaga Kerja

    Quote Originally Posted by bujangga View Post
    mati dnk ya pegawai. eh gimana signature aku yg baru...cakep yah?
    bisa jadi hihihi udah ah mau pulang
    signaturenya???
    artinya apa tuh bang?
    chece kan ga bisa bahasa inggris
    wakakakkakakaka
    What Doesn't Kill You Makes U Stronger

  10. #10
    Senior Contributor chece's Avatar
    Join Date
    Sep 2008
    Location
    any place u want me to be
    Posts
    7,258
    Rep Power
    14

    Re: Peraturan Tenaga Kerja

    karena ada yang bilang postinganku nggak ada dasar hukumnya!!! hehehehe dijawab yang serius neh hehehehhehe

    1. soal cuti tahunan dan cuti melahirkan
    kedua cuti itu adalah cuti yang berbeda jadi nggak bisa main tumpang tindih kayak gitu. kalo cuti melahirkan ya cuti melahirkan, tidak akan menjadi pengurang di cuti tahunan. jadi seharusnya cuti tahunan yang 12 hari itu tetap dapat dan cuti yang 3 bulan juga tetep jalan.

    2. soal sakit yang dianggap alpa karena nggak berobat ke jaringan.
    itu sih full kebijakan perusahaan mau memasukkan itu ke alpa atau sakit, yang jelas sakitpun memotong cuti anda yang 12 hari itu, kalo misal sampe lebih dari 12 hari itu murni kebijakan perusahaan untuk menjadikan itu beban yang memotong gaji atau lemburan karyawan. seperti contoh di atas, ada perusahaan yang menganggap karyawan sakit adalah akibat kelalaian karyawan itu sendiri tidak menjaga kesehatannya.

    3. soal THR
    harusnya sih tetap dapat, karena udah dapat juga kan aturannya hihihihi. jadi emmang THR adalah hak karyawan yang seharusnya diberikan.

    kalo mau diperkarakan tentu bisa, tapi apa sebanding antara hasil dan usaha dan upaya yang dilakukan?
    What Doesn't Kill You Makes U Stronger

Page 1 of 5 12345 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  
©2008 - 2013 PT. Kompas Cyber Media. All Rights Reserved.

Content Relevant URLs by vBSEO 3.6.0