Kalo dari saya,
Ada kelebihan dan kekurangan sendiri dari :
1. Dari pegawai menjadi enterpreneur.
Kelebihan:
Biasanya bisa lebih giat. Biasa terfokus dengan kegiatan2 yang rutinitas. Dan punya kiat2 tersendiri dalam mengatasi keadaan yang dianggap membosankan atau monoton. Bisa melakukan prediksi2 yang sifatnya tidak formal tapi bisa dilogika. Mampu menciptakan prosedur2 baku dan kegiatan2 rutinitas bagi pegawainya maupun dirinya sendiri. Punya banyak pengalaman hidup dari perusahaan2 yang pernah 'dialaminya'. Mampu menciptakan target2 dalam berusaha. Intinya, biasa terpola dan mampu membuat pola.
Kelemahan:
Biasanya mengharapkan pendapatan rutin. Tidak mampu berbuat banyak jika situasi mendadak berubah, apalagi sampai berubah drastis diluar forecastingnya. Kurang mampu bersikap flexibel terhadap kenyataan. Sering kali terpaku pada nilai2-nya sendiri. Cepat puas dengan pencapaian2 selama dia berusaha. Cepat down kala mendapati bahwa usahanya selama ini belum mampu mencapai target.
2. Orang biasa (pendidikan tidak begitu tinggi) jadi enterpreneur.
Kelebihannya :
Berani nekad ato bonek. Lebih mampu memanfaatkan apa yang ada untuk kelangsungan usahanya. Lebih flexibel dengan keadaan yang terjadi. Mampu bersikap natural dan apa adanya. Mampu berkomunikasi dengan bahasa yang sederhana, namun dipahami oleh banyak orang dan orang2 itu bisa menangkap arti yang secara garis besar sama. Berpikiran sederhana, namun mengena. Mampu membuat tujuan2 yang realistis. Perkembangannya pun bisa dilihat secara transparan. Mampu bersikap sesuai keadaan, tidak berlebihan dan bisa dipandang wajar. Jarang stress.
Kelemahannya :
Jarang / kurang mampu melakukan forecasting2 yang jauh. Perkembangannya cenderung santai. Sering terkesan kurang profesional atau kurang meyakinkan. Jarang memiliki contigency plan atau rencana darurat.
3. Dari orang berpendidikan tinggi menjadi enterpreneur tanpa melalui proses sebagai pegawai.
Kelebihannya :
Rencananya benar2 fantastis. Setiap rencana berdasarkan pada perhitungan yang benar2 luar biasa. Mampu melakukan survey2 yang tidak biasa dilakukan. Mendalami suatu ilmu 'by the book' bisa benar2 ngelotok. Cepat memahami situasi yang terjadi dan mampu melakukan re-planning dengan cepat. Mampu menciptakan kesan profesionalitas yang tinggi.
Kelemahannya :
Everything is by the book (semua sesuai dengan buku/peraturan). Untuk mengetahui dirinya sedang stress atau tidak saja, dia harus cari definisinya sendiri2. Kadang melakukan aksi/planning tanpa mempertimbangkan sisi humanisme. Terkesan banyak omong, tapi gak ada isinya (tong kosong nyaring bunyi-nya). Kadang, dia sendiri pun belum tentu mampu menjalani sendiri rencana yang dibuatnya sendiri.
Masing2 orang punya kelebihan dan kekurangannya masing2. Jika kita mampu mengenali keunggulan diri kita dan mampu mengatur dan mengolahnya agar menghasilkan buah yang baik, niscaya kita bisa berhasil. Yang terpenting, kita punya niat.![]()
Piramid.. UNIK !! ASIKKK..!! - Sambil cengar-cengir.com. Poreper laaaa......
Bisa bikin forecast, itung resiko, bikin study kelayakan itu pake apa, bos?
Pake ilmu sekolah ? Saya sih ragu kalo itu semua cukup.
Memang bisa pake ilmu sekolah, tapi yang dimaksud bro Swan itu, akan lebih baik kalo ada kemampuan dibidang itu.
Maksudnya tu bakat yang didapat dari pengalaman.![]()
Piramid.. UNIK !! ASIKKK..!! - Sambil cengar-cengir.com. Poreper laaaa......
cukup bos... gunanya sekolah kan menciptakan kemamuan analitik...
baru prakteknya untuk menyelesaikan troubelshooting.. case per case mungkin
maksud saya jadi boss y gk perlu terjun sendiri... kita mengoptimalkan orang lain untuk membuat tujuan itu menjadi berhasil
ada cerita dari sodara saya sendiri...
dia punya uang banyak hasil dapet warisan...
dibelanjakan untuk foya2.. misal beli mobil dll...
suatu saat pengen usaha.. dia lakukanlah usaha itu sendiri.. MACEM2 usaha udah dicoba tetapi hasilnya TIDAK optimal alias gk untung..
nah.. kenapa gk jadi boss...
cari orang yg pinter.. untuk melaksanakan tujuan kita
itu poinnya bro...
Terima kasih sumbang saranya, ada betulnya kalau jalur yang kita tempuh sesuai dengan rencana kita yang sebenarnya, tapi ada beberapa orang yang mempunyai latar belakang pendidikan tidak sesuai dengan jalur pendidikan entah di kerja atau bisnis contoh : seseorang yang mempunyai landasan ilmu A tapi dia mendapat tanggung jawab di bagian ilmu B, dan ada contoh lagi Kenny G basic ilmu management/accounting tapi dia sukses di musik karena bakatnya lebih menonjol di musik dan mencintai saxsophone [maaf kalau salah tulisannya]
Mungkin hanya pendidikan kejuruanlah yang memang terbawa dalam hal pengelolaan ketrampilan bisnis maupun kerja, inipun disesuaikan juga dengan bakat yang ada dalam kejuruan tersebut.
Jadi kesimpulannya pendidikan hanya sebatas pembentukan Intelektual kita, untuk dapat beradaptasi dengan bidang yang lain dan bakat adalah motor dari keberhasilan itu sendiri,maaf kalau sekiranya kurang berkenan, thanks![]()
Kan sudah saya bilang di post sebelumnya.
Jadi kalau menurut saya, saudara anda itu :
1. nggak berbakat berbisnis.
2. tidak memenuhi syarat utama pebisnis : kerja keras, kerja cerdas dan kerja efisien.
Banyak orang yg kerja keras tapi gak berhasil, karena kurang kerja cerdas.
Banyak orang pintar tapi hasilnya minim, karena kurang kerja keras.
Untuk yg sudah kerja keras dan kerja pintar tapi masih tekor, berarti belum bekerja secara efisien.
-"YOU MAY DRIVE FASTER THAN I AM, BUT I FLY HIGHER THAN YOU OBVIOUSLY-
Ada satu hal lagi yang dilupakan orang banyak.
Jika usaha atau wirausaha itu adalah kendaraan bermotor, kendaraan bermotor ini untuk dinyalakan pertama pasti butuh yg namanya motor starter (modal).
Dalam usaha, motor starter ini harus dirawat sebaik2nya jangan sampai rusak atau hilang. Jadi jika kendaraannya mendadak mati mesin, maka akan mudah untuk dihidupkan kembali tanpa bantuan orang lain (mendorong / menyokong modal).
Falsafahnya demikian...
-"YOU MAY DRIVE FASTER THAN I AM, BUT I FLY HIGHER THAN YOU OBVIOUSLY-
Sip bro, kalau kita bicara MOTOR sangat luas artinya, bisa cair dan bisa juga padat dan bisa dikatakan penggugah semangat dlltapi 2 pengertian motor cair dan padat yang saya perumpakan sbb [maaf ini hanya opini saya]
Motor berbentuk cair = Modal berupa uang
Motor berbentuk padat = Modal karena ada bakat, contoh yang saya ambil bisnis anda apabila kita sudah mengerti dasar mesin yang kita umpakan sebagai bakat, apabila mendadak mogok mobil tersebut kita bisa kendalikan sendiri jadi benar tidak lagi perlu bantuan orang lain dan ada penghematan biaya untuk tidak memanggil jasa montir.
Karena bisnis yang kita ketahui dan kita kawal dengan kemampuan kita sedikit sekali kita akan menerima kecurangan dari pihak ke 3. thanks![]()
Ow, delegasi tugas ke orang lain ?
Sorry, saya kurang setuju dengan itu. Seandainya saya melakukan investasi pada pasar modal atau forex, saya lebih suka bermain sendiri tanpa bantuan orang dari perusahaan sekuritas.
Dan saya akan melakukan invest di lebih dari 2 perusahaan sekuritas. Supaya dapat gambaran yang real, gak ada bodong2-an.
Itu valas atau saham mo saya beli kek, mo saya jual kek, kapan saya beli, kapan saya jual, urusan saya.
Saya lebih suka melihat sendiri, menghitung sendiri, saya biarkan insting saya belajar sendiri.
Gak ada deh laporan "Pak, lagi turun neh. Kita butuh bantuan modal sebesar sekian untuk masuk dan tutup sekian persen."
atau, "Pak, kemarin saya pake sekian persen untuk pasang di titik sekian. Tujuannya supaya nambah sekian poin. Eh, tau2 sekarang turun."
Grrrrrrrrrrrr..................Bisa saya sky burial tu orang.
Untuk masalah uang, sorry banget, saya akan melakukan banyak sekali langkah2 preventive sebelumnya, dan saya gak akan mempercayakan orang lain begitu saja. Seandainya saya pasang modal dalam suatu usaha yang real, ada bentuknya (ada gedungnya, ada usaha pasti didalamnya, gak cuma valas dan forex doang. Misalnya usaha warteg atau usaha soto sapi, koperasi, atau bahkan bengkel modifikasi kendaraan.), saya akan amati terus perkembangannya sebelumnya. Saya akan berusaha kenali siapa saja yang ada didalamnya. Setelah saya pasang modal pun, saya akan terus awasi ketat. Saya berusaha memiliki satu jabatan dalam usaha itu yang intinya saya bisa langsung 'utak atik' usaha itu.
Piramid.. UNIK !! ASIKKK..!! - Sambil cengar-cengir.com. Poreper laaaa......
Bookmarks