Pertanyaan mengenai bagaimana caranya menciptakan sebuah ekosistem entrepreneurship yang kokoh untuk mendukung pertumbuhan lebih banyak lagi entrepreneur baru di Indonesia dan dunia merupakan satu pertanyaan besar yang selalu membayangi para pelaku entrepreneurship di tanah Air. Inilah salah satu hal yang sering diminta dan dibutuhkan oleh para entrepreneur pada mereka yang dianggap memiliki otoritas atau wewenang. Apakah badan akselerator melakukan pekerjaaannya dengan baik untuk menciptakan peluang? Bagaimana bisa hubungan antara angel investor dan para entrepreneur tingkatkan dan perbaiki? Bisakah infrastruktur yang lebih baik akan meningkatkan jumlah dan kualitas usaha rintisan yang sudah ada? Bisakah diaspora (berpindah ke tempat lain) membantu?

Di sini, Daniel Isenberg, pengajar Management Practice dari Babson Global sekaligus pendiri Babson Entrepreneurship Ecosystem Project (BEEP) memberikan sebuah gambaran lengkap mengenai unsur-unsur yang menyusun sebuah ekosistem yang kondusif untuk perkembangan entrepreneurship. Isenberg adalah praktisi entrepreneurship yang berpengalaman di seluruh dunia. Ia bekerja untuk meningkatkan entrepreneurship di sejumlah negara di dunia, program pilot dan menjadi penasihat dalam pembuatan kebijakan entrepreneurship . Puerto Rico, Argentina, Colombia, Chile, Spanyol, Irlandia, Afrika Selatan, China, Bahrain hanya beberapa negara yang pernah ia kunjungi. Isenberg juga aktif menulis untuk Forbes dan Harvard Business Review.

Menurut Isenberg, ada 6 unsur penyusun sebuah ekosistem entrepreneurship yang ideal.

Kebijakan
Di sini, terdapat dua sub-elemen: pemerintah dan kepemimpinan. Pemerintah diperlukan karena dukungannya yang berupa pembangunan institusi, dukungan finansial, insentif framework terkait perundangan, badan riset, birokrasi yang lebih ramah entrepreneurship dan sebagainya. Sementara sub-elemen kepemimpinan berupa dukungan yang terus menerus, legitimasi sosial, strategi entrepreneurship , urgensi, krisis dan tantangan.

Keuangan
Dalam hal keuangan, unsur-unsur yang lebih kecil yaitu pinjaman mikro, angel investor, teman dan keluarga yang memberikan pendanaan, venture capital dalam tahapan awal, dana venture capital, ekuitas pribadi, pasar modal umum, serta utang.

Budaya
Dalam unsur budaya kita bisa temukan 2 sub-elemen utama yakni: norma masyarakat dan kisah sukses. Dalam norma masyarakat kita bisa temui toleransi masyarakat terhadap kesalahan, kegagalan, dan risiko.

Dukungan
Dukungan terdiri dari 3 sub-elemen besar: infrastruktur, profesi pendukung dan institusi non-pemerintah. Infrastruktur mencakup telekomunikasi, transportasi, logistik, dan lain-lain. Profesi pendukung berupa hukum, akunting, bankir investasi dan sebagainya. Di sub-unsur institusi non-pemerintah terdapat peningkatan entrepreneurship dalam sektor nirlaba, kontes business plan, konferensi, asosiasi yang ramah entrepreneur.

SDM
Dalam hal SDM (Sumber Daya Manusia), bisa ditemukan 2 sub-elemen utama: tenaga kerja dan institusi pendidikan. Dibutuhkan tenaga kerja terlatih dan non-terlatih, para entrepreneur berpengalaman, dan keluarga-keluarga berpandangan ke depan. Dalam hal badan pendidikan, dibutuhkan pelatihan dan gelar profesi dan akademis khusus.

Pasar
Pelanggan pertama dan jejaring ialah dua unsur utama. Pelanggan utama bisa berupa mereka para early adopter, kanal distribusi, dan sebagainya. Sementara jejaring ialah korporasi multinasional, jejaring entrepreneur , dan lain-lain.