Page 1 of 16 1234567891011 ... LastLast
Results 1 to 10 of 151
Like Tree36Likes

Thread: Pelarangan Merokok, Mengganggu Perekonomian Bangsa. Benarkah?

  1. #1
    Senior Member Alphe's Avatar
    Join Date
    Nov 2011
    Location
    Banggai
    Posts
    1,325
    Rep Power
    5

    Pelarangan Merokok, Mengganggu Perekonomian Bangsa. Benarkah?

    Tidak bosan-bosan untuk kampanye anti rokok.

    Salah satu alasan kenapa DPR sulit mengabulkan peraturan anti rokok adalah karena berkelit ttg rakyat yg tergantung pada industri rokok. Namun, benarkah industri rokok menguntungkan ekonomi kita?

    Memang banyak masyarakat kita yg tergantung pada industri rokok. Yg paling langsung tentu petani dan buruh/karyawan industri rokok. Selain itu, rokok menyumbangkan pendapatan berupa cukai yg tidak sedikit. Ditambah industri rokok juga merupakan sumber pendanaan kegiatan-kegiatan sosial. Akan tetapi, apakah keuntungan-keuntungan itu hanyalah hayalan dan fatamorgana?

    Berapa banyak uang melayang karena penyakit akibat rokok? Pemerintah mengeluarkan trilyunan uang untuk mengatasi masalah kesehatan akibat rokok. Berapa banyak produktivitas yg hilang? Bukankah hal ini adalah kerugian yg amat sangat? Berapa banyak anak putus sekolah karena separuh penghasilan orang tuanya dihabiskan untuk membeli rokok? Kita kehilangan banyak generasi penerus. Lagi pula, apakah petani tembakau sejahtera? Keuntungan industri rokok pada akhirnya diangkut ke luar negeri karena industri rokok Indonesia banyak dimiliki oleh perusahaan luar.

    Nikotin adalah zat adiktif, di negara-negara maju sudah diterima sebagai fakta dan tidak disangsikan lagi. Tapi kenapa DPR masih menyangsikan hal itu? Apakah ini bukti lobi industri rokok sangat kuat?

    Merokok adalah musuh kesehatan. Hal ini sudah diterima secara penuh di komunitas ilmuan di seluruh dunia. Tetapi, kenapa masih ada rokok yg mengklaim sebagai rokok kesehatan di Indonesia? Ironis. Kita sudah menjadi bahan tertawaan masyarakat dunia karena ada balita Indonesia yg perokok (40 batang per hari). Bagaimana tidak merokok? Iklam rokok di mana-mana, tidak ada peraturan tegas ttg iklan rokok. Tidak ada batasan usia perokok, balita aja bisa merokok.

    Saya rasa sudah cukup kita diperbodoh oleh rokok.

    http://www.youtube.com/watch?v=DiyWK3fzTpA
    Last edited by Alphe; 30-01-12 at 11:22 AM.

  2. #2
    Senior Contributor earsun's Avatar
    Join Date
    Apr 2008
    Location
    where many malls and culinary gathered
    Posts
    6,601
    Rep Power
    26

    Re: Pelarangan Merokok, Mengganggu Perekonomian Bangsa. Benarkah?

    Quote Originally Posted by Alphe View Post
    Tidak bosan-bosan untuk kampanye anti rokok.

    Salah satu alasan kenapa DPR sulit mengabulkan peraturan anti rokok adalah karena berkelit ttg rakyat yg tergantung pada industri rokok. Namun, benarkah industri rokok menguntungkan ekonomi kita?

    Memang banyak masyarakat kita yg tergantung pada industri rokok. Yg paling langsung tentu petani dan buruh/karyawan industri rokok. Selain itu, rokok menyumbangkan pendapatan berupa cukai yg tidak sedikit. Ditambah industri rokok juga merupakan sumber pendanaan kegiatan-kegiatan sosial. Akan tetapi, apakah keuntungan-keuntungan itu hanyalah hayalan dan fatamorgana?

    Berapa banyak uang melayang karena penyakit akibat rokok? Pemerintah mengeluarkan trilyunan uang untuk mengatasi masalah kesehatan akibat rokok. Berapa banyak produktivitas yg hilang? Bukankah hal ini adalah kerugian yg amat sangat? Berapa banyak anak putus sekolah karena separuh penghasilan orang tuanya dihabiskan untuk membeli rokok? Kita kehilangan banyak generasi penerus. Lagi pula, apakah petani tembakau sejahtera? Keuntungan industri rokok pada akhirnya diangkut ke luar negeri karena industri rokok Indonesia banyak dimiliki oleh perusahaan luar.

    Nikotin adalah zat adiktif, di negara-negara maju sudah diterima sebagai fakta dan tidak disangsikan lagi. Tapi kenapa DPR masih menyangsikan hal itu? Apakah ini bukti lobi industri rokok sangat kuat?

    Merokok adalah musuh kesehatan. Hal ini sudah diterima secara penuh di komunitas ilmuan di seluruh dunia. Tetapi, kenapa masih ada rokok yg mengklaim sebagai rokok kesehatan di Indonesia? Ironis. Kita sudah menjadi bahan tertawaan masyarakat dunia karena ada balita Indonesia yg perokok (40 batang per hari). Bagaimana tidak merokok? Iklam rokok di mana-mana, tidak ada peraturan tegas ttg iklan rokok. Tidak ada batasan usia perokok, balita aja bisa merokok.

    Saya rasa sudah cukup kita diperbodoh oleh rokok.

    Sex, Lies & Cigarettes': Vanguard Sneak Peek (Indonesia Subtitle-Full) - YouTube
    Pemerintah hanya memikirkan untung rugi income terhadap pemasukkan negara yg secara langsung diterima, yang fisik uangnya terlihat, yaitu pemasukkan atas cukai rokok.

    Sedangkan unsur2 negatif yg Alphe sebutkan, hampir semuanya tidak bisa diukur potential loss income ataupun tambahan biaya yg harus dikeluarkan negara.
    menurunnya produktivitas dan kemiskinan yg bertambah akibat merokok tidak mempengaruhi neraca keuangan negara secara langsung.
    Dana kesehatan yg dikeluarkan negara untuk menanggulangi akibat negatif dari rokokpun saya rasa belum maksimal karena sampai saat ini negara belum menjamin kesehatan seluruh masyarakatnya dengan program semacam asuransi kesehatan dsb.
    Masyarakat sakit akibat merokok? masyarakat yg tanggung resiko keuangannya, bukan pemerintah.

    Jadi sederhananya,
    kalau ditilik dari arus uang masuk dan keluar dari pendapatan negara, saya rasa industri rokok masih memberi kontribusi surplus kepada APBN / APBD, dan selama masih surplus, maka yg lainnya menjadi tidak penting.

    Coba saja ambil contoh kebijakan2 pemerintah yg lain,
    dari soal ERP, tarif tol, pembatasan BBM, dsb....
    semuanya berimbas langsung kepada keuangan negara.
    faktor2 non cash seperti kesehatan, produktivitas, kemajuan, dan peningkatan performa bangsa menjadi nomor sekian.
    agatha, SempakAPI and poesyad like this.
    "Negara ini TDK bs dipimpin BAIK2, mesti diajak BERANTEM"-Basuki TP-

  3. #3
    Advisor maspras's Avatar
    Join Date
    Jun 2008
    Location
    lombok
    Posts
    14,286
    Rep Power
    21

    Re: Pelarangan Merokok, Mengganggu Perekonomian Bangsa. Benarkah?

    kajian2 kesehatan terkait dengan rokok sudah ada sudah buanyak..
    tapi tetap saja pemerintah pura2 bego dengan hal tersebut.
    alasan penerimaan negara?
    hohohohoh...
    tersaji dengan nyata betapa piciknya pemerintah saat ini.

    menukar kesehatan dengan penerimaan negara.
    argumentasinya yang didebat dan didiskusikan bukan orangnya.. kecuali tong kosong.

  4. #4
    Contributor tamandewi's Avatar
    Join Date
    Sep 2011
    Location
    http://tips-info-wanita.blogspot.com/
    Posts
    3,258
    Rep Power
    0

    Re: Pelarangan Merokok, Mengganggu Perekonomian Bangsa. Benarkah?

    rasanya kalo mengganggu sekali ya ndak ah...
    kan dengan pelarangan, jadi berkurang juga yang periksa karena batuk misalnya....

  5. #5
    Contributor awico's Avatar
    Join Date
    Jan 2012
    Location
    Jepara
    Posts
    4,709
    Rep Power
    6

    Re: Pelarangan Merokok, Mengganggu Perekonomian Bangsa. Benarkah?

    Rokok?...sudah jelas-jelas merugikan, tapi akan tetap dipertahankan konsistensinya, terlepas dari pro dan kontra...

  6. #6
    Senior Member Alphe's Avatar
    Join Date
    Nov 2011
    Location
    Banggai
    Posts
    1,325
    Rep Power
    5

    Re: Pelarangan Merokok, Mengganggu Perekonomian Bangsa. Benarkah?

    Di Amerika Serikat sendiri presentase orang dewasa perokok makin turun. Selain harga rokok yg dibuat mahal (USD 12 per bungkus), pelarangan merokok di tempat umum, dan peraturan-peraturan anti rokok telah membalik tren rokok di negara-negara maju. Yg paling penting adalah perlindungan remaja dan anak di bawah umur dari kecanduan rokok. Di Indonesia, tidak ada larangan seperti itu. Dahulu, di mana ada budaya dan aturan ketat bahwa anak sekolah tidak boleh merokok, makin longgar dan sekarang di mana-mana bisa kita temukan siswa-siswa merokok dengan bebas tanpa perlu sembunyi-sembunyi. Setidaknya, langkah awal dan penting saat ini adalah bagaimana caranya pemuda-pemudi di Indonesia terlindungi dari kecanduan nikotin.
    agatha and noven.fgb like this.

  7. #7
    Beginner aa_irpan's Avatar
    Join Date
    Aug 2011
    Posts
    76
    Rep Power
    0

    Re: Pelarangan Merokok, Mengganggu Perekonomian Bangsa. Benarkah?

    Aku dukung kampanye anti rokok.

    Semoga para perokok diberikan kekuatan oleh Allah untuk menghentikan kebiasaan buruknya ini. Amiin.

  8. #8
    Contributor awico's Avatar
    Join Date
    Jan 2012
    Location
    Jepara
    Posts
    4,709
    Rep Power
    6

    Re: Pelarangan Merokok, Mengganggu Perekonomian Bangsa. Benarkah?

    Quote Originally Posted by Alphe View Post
    Di Amerika Serikat sendiri presentase orang dewasa perokok makin turun. Selain harga rokok yg dibuat mahal (USD 12 per bungkus), pelarangan merokok di tempat umum, dan peraturan-peraturan anti rokok telah membalik tren rokok di negara-negara maju. Yg paling penting adalah perlindungan remaja dan anak di bawah umur dari kecanduan rokok. Di Indonesia, tidak ada larangan seperti itu. Dahulu, di mana ada budaya dan aturan ketat bahwa anak sekolah tidak boleh merokok, makin longgar dan sekarang di mana-mana bisa kita temukan siswa-siswa merokok dengan bebas tanpa perlu sembunyi-sembunyi. Setidaknya, langkah awal dan penting saat ini adalah bagaimana caranya pemuda-pemudi di Indonesia terlindungi dari kecanduan nikotin.
    Itu betul bro, gw sangat setuju dan mendukung adanya larangan merokok khususnya para generasi muda, meski sebenarnya gw juga setuju larangan buat yg tua-tua, lha wong gak ada manfaatnya kok dilakukan...

  9. #9
    Newbie
    Join Date
    Oct 2011
    Location
    Denpasar
    Posts
    8
    Rep Power
    0

    Re: Pelarangan Merokok, Mengganggu Perekonomian Bangsa. Benarkah?

    Sebenarnya pelarangan itu tidak diperlukan selama negara tidak memberikan subsidi kesehatan. Kenapa negara maju melarang dan menggunakan aturan perokok karena mereka konsisten (dalam hal ini negara) memberikan subsidi kesehatan untuk masyarakat tidak pandang bulu. Mengapa saya katakan tidak perlu ada aturan pelarangan karena akibat yang ditimbulkan bagi perokok akan dirasakan oleh perokok sendiri dengan biaya pengobatan yang tinggi.

    Selain itu mungkin penulis harus merasakan bahwa membuat perokok berhenti dari kecanduannya sangatlah susah karena itu meski ada aturan mereka hanya akan menyalahkan negara saja maklum tingkat kesadaran dan pendidikan masyarakat kita begitu rendah. Sedangkan di Singapura yang tingkat pendidikannya termasuk tinggi saja masih mengalami kendala.

    Selain itu sebagai perbandingan sederhana adalah harga rokok di negara kita. Di negara kita sebungkus rokok filter termahal senilai 12,000 rupiah saja. Sedangkan di Singapura sebungkus harga rokok dihargai kurang lebih 12-13 SGD atau (85,000 rupiah). Sementara kemasan rokok di Indonesia termasuk menarik sementara kemasan rokok di luar negeri 70% berupa efek dari merokok, seperti kanker mulut dsb.

    Namun perlu dipertimbangkan bahwa cukai rokok menyumbangkan pendapatan yang cukup signifikan bagi pajak negara ini. Jadi bila pelarangan merokok secara ketat diberlakukan harus diperhitungkan potensi pemecatan tenaga kerja dan adakah lapangan pekerjaan pengganti akibat efek domino dari peraturan ini.

    Pusing kan?

    Bilamana anda sudah pusing memikirkan satu hal saja apalagi Presiden, dan herannya jabatan Presiden saja diperebutkan banyak pihak, makanya untuk memikirkan kepentingan rakyat sampai tidak sempat.
    SempakAPI likes this.

  10. #10
    Contributor awico's Avatar
    Join Date
    Jan 2012
    Location
    Jepara
    Posts
    4,709
    Rep Power
    6

    Re: Pelarangan Merokok, Mengganggu Perekonomian Bangsa. Benarkah?

    Quote Originally Posted by Ancien View Post
    Sebenarnya pelarangan itu tidak diperlukan selama negara tidak memberikan subsidi kesehatan. Kenapa negara maju melarang dan menggunakan aturan perokok karena mereka konsisten (dalam hal ini negara) memberikan subsidi kesehatan untuk masyarakat tidak pandang bulu. Mengapa saya katakan tidak perlu ada aturan pelarangan karena akibat yang ditimbulkan bagi perokok akan dirasakan oleh perokok sendiri dengan biaya pengobatan yang tinggi.

    Selain itu mungkin penulis harus merasakan bahwa membuat perokok berhenti dari kecanduannya sangatlah susah karena itu meski ada aturan mereka hanya akan menyalahkan negara saja maklum tingkat kesadaran dan pendidikan masyarakat kita begitu rendah. Sedangkan di Singapura yang tingkat pendidikannya termasuk tinggi saja masih mengalami kendala.

    Selain itu sebagai perbandingan sederhana adalah harga rokok di negara kita. Di negara kita sebungkus rokok filter termahal senilai 12,000 rupiah saja. Sedangkan di Singapura sebungkus harga rokok dihargai kurang lebih 12-13 SGD atau (85,000 rupiah). Sementara kemasan rokok di Indonesia termasuk menarik sementara kemasan rokok di luar negeri 70% berupa efek dari merokok, seperti kanker mulut dsb.

    Namun perlu dipertimbangkan bahwa cukai rokok menyumbangkan pendapatan yang cukup signifikan bagi pajak negara ini. Jadi bila pelarangan merokok secara ketat diberlakukan harus diperhitungkan potensi pemecatan tenaga kerja dan adakah lapangan pekerjaan pengganti akibat efek domino dari peraturan ini.

    Pusing kan?

    Bilamana anda sudah pusing memikirkan satu hal saja apalagi Presiden, dan herannya jabatan Presiden saja diperebutkan banyak pihak, makanya untuk memikirkan kepentingan rakyat sampai tidak sempat.
    weleh weleh weleh...sebegitu rumitnya masalah rokok itu?....

Page 1 of 16 1234567891011 ... LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  

Content Relevant URLs by vBSEO 3.6.0