Ada. Saya punya juga. Udah beberapa kali berbuah, sampai mati pohonnya. Ini lagi saya semai lagi biji2nya.
Koleksi cabe saya (yg masih hidup)..
1. Cabe Rawit putih
2. Cabe rakwit hijau (cabe bakwan)
3. Cabe taiwan (kalau dipasar namanya cabai hijau).
4. Paprika
5. Cabe keriting
6. Cabe rawit ungu
7. Cabe gendot (sangat pedas)
8. Habanero red savina
9. Habanero yellow
10. Bhut Jolokia
11. Naga morris
12. Cabe mini (minimix)
13. Cabe lonceng
Yang udah numbuh itu aja.
Yg baru dipesan.
1. Cabe penis
2. Big Jim (cabe yang panjangnya nyaris 20 cm, diameter 5cm).
3. Paprika ungu.
4. Taiwan wortel (warnanya oranye mirip wortel)
5. Cherry bomb. Cabenya kecil sebesar butir jagung, tapi pedasnya ngalahin cabe rawit
Last edited by KAMIRIN; 07-05-12 at 11:01 PM.
-"YOU MAY DRIVE FASTER THAN I AM, BUT I FLY HIGHER THAN YOU OBVIOUSLY-
Yang baru dipesan no 1 itu beneran ada namanya gitu Om? Penasaran sama bentuknya![]()
Cabe rawit Flores (Ende), lebih pedas timbang cabe rawit yg pernah saya makan di Jawa. Jika bikin sambal bawang pake cabe rawit yg biasa, mungkin butuh 10, tapi kalo pake cabe rawit disini, hanya butuh 5.
Saya ndak tau apa jenisnya, yg pasti pedas dan bikin keringetan kepala![]()
...Resiko terbesar adalah sama sekali tidak melakukan apapun...
Cabe penis itu kalau bahasa inggrisnya "peter pepper". Kalau di kolektor cabe Indonesia, huruf "t" nya suka diplesetin pakai huruf "L".
Gambarnya kayak gini.
Ijonya :
Cabe flores itu memang pedas.. semacam cabe rawit juga.
Sepertinya faktor tanah juga pengaruh. Saya pernah menanam cabai Lombok dari pulau Lombok (eh? jangan2 nama lombok itu asalnya dari sini), pas sudah berbuah tidak sepedas cabai yang ditanam di pulau Chile tersebut.
Ayam taliwang yang asli lombok, cabainya pakai ini. Pedasnya bukan main..
-"YOU MAY DRIVE FASTER THAN I AM, BUT I FLY HIGHER THAN YOU OBVIOUSLY-
Bookmarks