Results 1 to 8 of 8

Thread: Kraca, Si Sayur Keong


  1. #1
    Beginner
    Join Date
    May 2010
    Posts
    51
    Rep Power
    5

    Lightbulb Kraca, Si Sayur Keong

    Kraca, makanan khas Ramadan ini hanya muncul setahun sekali!


    Kraca ini bisa dimakan langsung atau pakai tusuk lidi

    Bagi warga Purwokerto, Jawa Tengah, Ramadan adalah saat yang tepat untuk melahap kraca , sayur keong.

    Makanan yang hanya muncul setahun sekali selama bulan Ramadan hingga Idul Fitri, menjadi pilihan favorit saat berbuka.

    Sebagian besar orang Jawa biasa menyebut kraca dengan nama tutut keong. Nah, keong yang digunakan untuk memasak adalah keong yang biasanya hidup di sawah.

    Huaaa, jangan keburu khawatir tidak bersih, karena keong jenis ini hidup di perairan yang jernih dan bersih.

    Kraca memiliki kandaungan gizi yang sangat tinggi terutama protein. Enggak heran, makanan tersebut jadi rebutan. Sebelum dimasak, keong dibersihkan sampai 3 kali untuk menghilangkan lendir dan kotoran seperti lumpur dan lumut. Kemudian keong yang sudah bersih direndam selama sehari semalam.

    Setelah direndam, keong diolesi bumbu-bumbu dapur, seperti, bawang merah, putih, dan daun salam. Selanjutnya, keong dimasak hingga satu jam bersama bumbu dapur yang sudah dihaluskan.

    Kraca ini punya rasa campur aduk, ada manis, asin, dan pedas. Nah, karena rasanya memang agak pedas, makan kraca itu secukupnya, yah. Soalnya, kalo perut tidak kuat bisa diare.

    Kraca tidak hanya unik karena asalnya dari keong, cara memakannya pun unik! Pakai lidi! Lidi tersebut dimasukan ke mulut rumah keong untuk mengait dagingnya. Jika sulit, bisa saja dengan cara menyedot langsung lewat pantat keong yang sudah dilubangi. Hmmmm… rasanya nikmat.

    Sumber : www.kidnesia.com

  2. #2
    Contributor PrinceaAng's Avatar
    Join Date
    Nov 2008
    Location
    --
    Posts
    3,946
    Rep Power
    11

    Re: Kraca, Si Sayur Keong

    Aduh, kalo gw segala bentuk keong, dan kerang, ogah makan.

    Mo keong sawah ato kerang laut, ogah deh. Kalo keong racun sih cuma buat tontonan aja. heheh......

    Keong dan kerang, apapun bentuknya, punya fungsi dasar yang sama : membersihkan racun/material2 toxic yang ada dilingkungan hidupnya. Mereka punya kemampuan yang unik dibandingkan dengan mahluk2 lain, mereka gak keracunan dengan racun itu, tapi mereka justru mampu mengurai racun2 itu.

    Keong yang ada di sawah, kudu liat lagi sekarang. Sawah mana yang organik dan yang pake pestisida ?

    Masih lebih banyak sawah yang berpestisida daripada yang organik.

    Walaupun sang keong diambil dilingkungan yang sepertinya jernih dan bersih, tapi jangan lupa, pestisida itu sendiripun tidak berwana dan tidak berbau, tapi punya efek racun yang luar biasa.

    Tahukah anda, bahwa di lingkungan yang tidak berpestisida dan tidak beracun, justru tidak ditemukan keong / kerang dalam jumlah besar ?
    Berbanding terbalik dengan pada lingkungan dengan pestisida dan racun dalam kadar yang diatas normal, akan ditemukan keong / kerang dalam jumlah yang lebih banyak.


    Jadi inget, jauh sebelum masalah lumpur lapindo, daerah Sidoarjo yang sekarang jadi hilang karena lumpur itu, dulunya adalah daerah yang menghasilkan keong sawah dalam jumlah besar.
    Daerah itu ada makanan yang terkenal khas yaitu : lontong kupang. Kupang adalah sejenis keong sawah. Makanan itu terdiri dari lontong, sedikit tumisan tahu/tempe dan rebusan kupang dalam jumlah banyak, diberi kuah santan, dan ada campuran petis-nya di kuah kupang itu.
    Sidoarjo dulunya adalah wilayah kantung padi untuk Jawa Timur. Sawah disana adalah sawah tadah hujan. Dan sang kupang itu berhepi depi hidup di sawah2 itu.

    Setiap tahunnya, pasti ada yang keracunan dengan sang kupang itu. Dari sekedar biduran biasa, sampe yang membuat sang nyawa terbang melayang entah kemana.
    Jumlah kasusnya bisa 50-70 kasus keracunan setiap bulannya. Semakin program pestisida digalakan untuk memberangus hama padi, semakin tinggi angka korban keracunan.

    -------------------------------------------------------------------------


    Keong memang bisa memberi efek afrodisiak/aphrodiciac pada yang makan dalam jumlah tertentu (kalo cuma makan 1 ato 2 ekor sih gak efek). Mampu meningkatkan gairah sex pada pengkonsumsinya.
    Tapi, seiring dengan jumlah racun pada sang sawah, semakin tinggi kadar racun yang dikandung sang keong.
    Kalo dulunya sang keong itu berfungsi sebagai filter otomatis yang menguraikan racun alami, sekarang dia juga tetap jadi filter, tapi menguraikan bukan cuma racun alami, tapi juga racun buatan manusia.

    Selama dia menguraikan racun alami, efek racun pada dirinya masih bisa ditolelir tubuh manusia.

    Jadi, hati2 lah makan keong. Kalo perlu, dicari tau darimana sang keong itu berasal.
    Piramid.. UNIK !! ASIKKK..!! - Sambil cengar-cengir.com. Poreper laaaa......

  3. #3
    Senior Member ChinXian's Avatar
    Join Date
    Sep 2008
    Posts
    2,353
    Rep Power
    9

    Re: Kraca, Si Sayur Keong

    Quote Originally Posted by PrinceaAng View Post
    Aduh, kalo gw segala bentuk keong, dan kerang, ogah makan.

    Mo keong sawah ato kerang laut, ogah deh. Kalo keong racun sih cuma buat tontonan aja. heheh......

    Keong dan kerang, apapun bentuknya, punya fungsi dasar yang sama : membersihkan racun/material2 toxic yang ada dilingkungan hidupnya. Mereka punya kemampuan yang unik dibandingkan dengan mahluk2 lain, mereka gak keracunan dengan racun itu, tapi mereka justru mampu mengurai racun2 itu.

    Keong yang ada di sawah, kudu liat lagi sekarang. Sawah mana yang organik dan yang pake pestisida ?

    Masih lebih banyak sawah yang berpestisida daripada yang organik.

    Walaupun sang keong diambil dilingkungan yang sepertinya jernih dan bersih, tapi jangan lupa, pestisida itu sendiripun tidak berwana dan tidak berbau, tapi punya efek racun yang luar biasa.

    Tahukah anda, bahwa di lingkungan yang tidak berpestisida dan tidak beracun, justru tidak ditemukan keong / kerang dalam jumlah besar ?
    Berbanding terbalik dengan pada lingkungan dengan pestisida dan racun dalam kadar yang diatas normal, akan ditemukan keong / kerang dalam jumlah yang lebih banyak.


    Jadi inget, jauh sebelum masalah lumpur lapindo, daerah Sidoarjo yang sekarang jadi hilang karena lumpur itu, dulunya adalah daerah yang menghasilkan keong sawah dalam jumlah besar.
    Daerah itu ada makanan yang terkenal khas yaitu : lontong kupang. Kupang adalah sejenis keong sawah. Makanan itu terdiri dari lontong, sedikit tumisan tahu/tempe dan rebusan kupang dalam jumlah banyak, diberi kuah santan, dan ada campuran petis-nya di kuah kupang itu.
    Sidoarjo dulunya adalah wilayah kantung padi untuk Jawa Timur. Sawah disana adalah sawah tadah hujan. Dan sang kupang itu berhepi depi hidup di sawah2 itu.

    Setiap tahunnya, pasti ada yang keracunan dengan sang kupang itu. Dari sekedar biduran biasa, sampe yang membuat sang nyawa terbang melayang entah kemana.
    Jumlah kasusnya bisa 50-70 kasus keracunan setiap bulannya. Semakin program pestisida digalakan untuk memberangus hama padi, semakin tinggi angka korban keracunan.

    -------------------------------------------------------------------------


    Keong memang bisa memberi efek afrodisiak/aphrodiciac pada yang makan dalam jumlah tertentu (kalo cuma makan 1 ato 2 ekor sih gak efek). Mampu meningkatkan gairah sex pada pengkonsumsinya.
    Tapi, seiring dengan jumlah racun pada sang sawah, semakin tinggi kadar racun yang dikandung sang keong.
    Kalo dulunya sang keong itu berfungsi sebagai filter otomatis yang menguraikan racun alami, sekarang dia juga tetap jadi filter, tapi menguraikan bukan cuma racun alami, tapi juga racun buatan manusia.

    Selama dia menguraikan racun alami, efek racun pada dirinya masih bisa ditolelir tubuh manusia.

    Jadi, hati2 lah makan keong. Kalo perlu, dicari tau darimana sang keong itu berasal.
    Thx untuk infonya Ang
    Gw sih ga doyan makan keong, kerang paling 3-4 bulan sekali makan.

  4. #4
    Contributor PrinceaAng's Avatar
    Join Date
    Nov 2008
    Location
    --
    Posts
    3,946
    Rep Power
    11

    Re: Kraca, Si Sayur Keong

    Quote Originally Posted by ChinXian View Post
    Thx untuk infonya Ang
    Gw sih ga doyan makan keong, kerang paling 3-4 bulan sekali makan.
    Gw sih dulu doyan makan yang aneh2.
    Kerang masuk, keong juga masuk.
    Malah penasaran banget sama escargot.

    Tapi setelah tau kalo pencemaran air tu luar biasa, apalagi di Indonesia, jarang dan susah banget kita bisa nemu keong dan kerang yang terjamin kebersihannya.

    Kalo pun ada, harganya pasti lebih mahal.

    Keong dan kerang bukan gak bisa di budidayakan. Di Indonesia juga banyak pengusaha budidaya keong dan kerang, tapi mereka banyak yang gak jual ke dalam negeri, tapi dilempar ke LN.
    Seandainya mereka masukin ke DN pun, lingkup pasarnya kecil, terbatas pada resto2 kelas atas yang emang QC bahan makanannya ketat banget.

    Denger2 sih, penggemar escargot di Eropa pun sudah berkurang jumlahnya, mereka yang sadar akan healthy food dan organic food, pasti lebih mikir2 milih menu itu.

    Dulu, setelah tau dampak buruk dari si keong dan kerang, pas diajakin makan seafood, gw lebih pilih ngabisin ikan, makan kerang karena dipepet, itu juga makan cuma 1 cangkang doang, dan merasa gak nyaman.


    2 hewan itu emang aneh. Di taro di lingkungan tercemar, mereka berkembang biak dengan pesat, ditaruh dilingkungan bersih, malah cuma sedikit.

    Yang paling harus di perhatikan itu, kandungan logam beratnya. Itu paling ngeri, soalnya gak berasa dilidah, perut gak reaksi, tau2 bikin liver jadi crash.


    Pas kerja di resto dulu, gw pernah nawarin menu kerang ke tamu, dia menolak. Dia bilang, tolong deh kalo bisa yang kerang jangan disebutin. Kamu nyebutin ikan malas dan kepiting, malah bisa saya borong.
    Padahal harga menu ikan malas 1 porsi sedang, bisa 5x harganya dari menu kerang porsi jumbo.
    Dan memang, akhirnya mereka pesan 3 porsi large steam ikan malas, 3 porsi kepiting soka dan beberapa menu yang laen untuk 5 orang makan. hehehehe....
    Piramid.. UNIK !! ASIKKK..!! - Sambil cengar-cengir.com. Poreper laaaa......

  5. #5
    Senior Contributor KAMIRIN's Avatar
    Join Date
    Feb 2008
    Location
    Sukabumi Bencilangit
    Posts
    7,420
    Rep Power
    23

    Re: Kraca, Si Sayur Keong

    Ini khas kampung saya... enak.. kayak kerang laut rasanya... cuman saya juga nggak terlalu doyan.
    Kerang yg modelnya bivalve (ngatup), emang hidupnya dari menyaring air. Kalau yg modelnya shell (cangkang), iu hidupnya dari predator atau makan (punya mulut) biota lainnya.
    Kerang laut yg hidupnya di tengah spt kerang bulu atau kerang dara, agak aman dikonsumsi. Karena parasit jarang sekali bisa hidup di air asin.
    Yg agak tidak disarankan itu kerang ijo tanpa cangkang... kerangnya sih bersih (karena diternak di karamba tengah laut), cuman proses pengolahan / ngupas nya itu lho... agak kurang higienis tempatnya
    -Tempat ini disewakan untuk iklan-

  6. #6
    Contributor hatinurani's Avatar
    Join Date
    Jun 2008
    Location
    sukabumi
    Posts
    4,207
    Rep Power
    11

    Re: Kraca, Si Sayur Keong

    keong seperti ini kalau di daerah jawa barat disebutnya tutut dimasak dengan bumbu kuning,rasanya gurih karena air bumbu berpadu dengan daging tututnya,cara makannya ada yg ditusuk pake tusukan lidi atau diseruput (apa padannya ya langsung disedot dari cangkangnya...)
    Dulu makanan ini adanya di kampung2 tetapi sekarang ada food court di mall kota sukabumi yg menyediakan makanan ini dan luar biasanya stand makanan tutut ini selalu yg paling rame...saya suka makanan ini (waktu kecil di kampung nenek paling makan ini) tetapi sekarang agak susah mencari bahan bakunya ato penjual yg menjajakan makanan ini.
    .
    Katakanlah yg benar itu benar dan yg salah itu salah walaupun pahit adanya

  7. #7
    Beginner
    Join Date
    May 2012
    Posts
    88
    Rep Power
    3

    Re: Kraca, Si Sayur Keong

    Kraca sayur keong bagi yang senang itu nikmat, tapi aku maaf nggak selera makan itu ..........

  8. #8
    Contributor tamandewi's Avatar
    Join Date
    Sep 2011
    Location
    http://tips-cara.info
    Posts
    3,805
    Rep Power
    7

    Re: Kraca, Si Sayur Keong

    hmm penasaran, itu yang kayak gimana ya bentuknya, gambarnya ndak keluar nich....

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  
©2008 - 2013 PT. Kompas Cyber Media. All Rights Reserved.

Content Relevant URLs by vBSEO 3.6.0