YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Setiap hari, satu orang menghasilkan sekitar 2,5 liter sampah. Untuk mengantisipasi akumulasi timbunan sampah yang setiap hari bertambah, Kementerian Lingkungan Hidup menggalakkan program Bank Sampah.
"Dengan produksi sampah setiap hari 2,5 liter per orang, sebenarnya kita bisa memanfaatkan potensi ini sehinggga mengurangi biaya pengangkutan sampah ke tempat pembuangan akhir," kata Massenelliyarti Hilman, Deputi IV Bidang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun, Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun dan Sampah, Kementerian Lingkungan Hidup, Senin (12/9/2011) di Yogyakarta.
Dengan memilah sampah organik dan anorganik, menurut Nelly, bisa dihasilkan manfaat. Setiap Bank Sampah diharapkan mampu menampung sampah yang diproduksi 1.000 orang. Dari jumlah itu muncul potensi pendapatan sebesar Rp 750.000 hingga Rp 1 juta per bulan.
Di setiap kota, Kementerian Lingkungan Hidup mentargetkan minimal pembangunan lima Bank Sampah. Saat ini sudah ada 175 kota yang mulai mengembangkan Bank Sampah.
"Dari sampah organik bisa dihasilkan pupuk dan energi alternatif. Sampah anorganik bisa dijual kepada lapak-lapak barang bekas untuk didaur ulang. Pembagiannya, uang penjualan barang bekas 85 persen untuk pemilik sampah dan 15 persen lainnya untuk pengelola Bank Sampah," tambahnya.
kalo tiap orang sadar utk memilah sampahnya organik n anorganik, pasti dampak buruk dr penimbunan sampah akan teratasi, krn masing2 sampah dpt dimanfaatkan kembali



LinkBack URL
About LinkBacks






Reply With Quote




Bookmarks