KompasForum
  

Go Back   KompasForum > Feedback & HelpDesk > KompasForum > Infractions & Reports
PORTAL FORUM RULES Register FAQ Members List Calendar ARCADE Search Today's Posts Mark Forums Read

Infractions & Reports Kumpulan laporan dan user infractions.


Selamat Datang di KompasForum!

Saat ini Anda masih berstatus tamu di KompasForum dan hanya mendapatkan akses terbatas pada diskusi, fasilitas serta layanan yang ada. Dengan menjadi anggota KompasForum, Anda dapat berinteraksi dan berpartisipasi secara aktif, serta memanfaatkan seluruh fitur yang ada. Proses registrasinya mudah, cepat, dan gratis. Jadi tunggu apalagi, klik disini untuk daftar menjadi member KompasForum!.
Closed Thread
 
LinkBack Thread Tools Display Modes
  #1 (permalink)  
Old 08-16-2008, 09:43 PM
admin's Avatar
admin admin is offline
Administrator
 

Join Date: Jan 2008
Location: Palmerah, Jakarta
Posts: 578
Thanks: 28
Thanked 134 Times in 25 Posts
admin is a glorious beacon of lightadmin is a glorious beacon of lightadmin is a glorious beacon of lightadmin is a glorious beacon of lightadmin is a glorious beacon of light
Default Infraction for agus_tcs: Pelanggaran Keras

Post: Server Rainer Xeon 3110 seharga server Xeon 3065 merk lain
User: agus_tcs
Infraction: Pelanggaran Keras
Points: 5

Administrative Note:
Quote:
Dilarang beriklan di KompasForum!

Message to User:
Quote:
Ini infraction yg kedua dan terakhir!


Dilarang beriklan, berpromosi, dan referral scheme dalam bentuk apapun, baik produk, jasa maupun situs di KompasForum,
secara langsung maupun tidak langsung.

Original Post:
Quote:
Memahami Server dengan Mudah!
Banyak orang yang susah untuk memahami Server, karena “kadung” menganggapnya sebagai bahasan yang sulit dan “sangar”. Padahal sejatinya Server merupakan perangkat yang mirip dengan PC Desktop, baik dari sisi arsitektur, device serta pendukungnya. Yang membedakan hanya dari sisi segmentasi dan fungsinya. Itulah yang menjelaskan kenapa PC Desktop bisa juga dijadikan sebagai Server (bahkan notebook aja bisa!), walaupun sangat tidak direkomendasikan!

Ada juga yang menyangka harga server masih mahal. Padahal saat ini harganya sudah mulai mengarah ke “price-war”, disebabkan banyaknya pemain, baik branded maupun lokal. Kalo kita melihat iklan Kompas di hari Senin dan Selasa, maka akan terlihat vendor server berlomba-lomba membranding produk mereka. Kompetisinya sudah sama seperti iklan Notebook ! Belum lagi sudah dirilisnya software pendukung, seperti Microsoft Windows Server 2008 atau Linux versi baru yang full server. Intel saja menyediakan web khusus untuk developer software server berbasis Linux.

Performa processor berdasarkan jumlah CORE dan mitos CLOCK SPEED!
Kecenderungan dari dulu sampai sekarang, pengguna komputer melihat performa processor hanya dari sisi Clock Speed. Padahal Clock Speed tidak merepresentasikan KECEPATAN Processor, melainkan hanya rentang frekuensi pembawa data dalam waktu satu detik (GHz).
Clock Speed hanyalah media pembawa data, dan BUKAN data itu sendiri. Walaupun secara teoritis : makin banyak frekuensi dalam waktu satu detik, akan membuat kecepatan pengolahan makin meningkat. Tapi jika clock speed terlalu tinggi akan membawa konsekuensi lebih kepada “masalah”, bukan performa.

Peningkatan clock speed dapat membawa kerugian, seperti :
1. Panas yang berlebihan (over-heated).
2. Kebutuhan daya semakin besar (boros).
3. Efek berisik yang ditimbulkan oleh Cooling Fan yang berputar berbanding dengan suhu.
4. Mempengaruhi suhu ruang casing, sehingga device lain di sistem arsitektur tsb ikut kena imbasnya, seperti RAM, HDD dan Controller.
5. Generasi processor terbaru selalu memiliki jumlah transistor yang makin banyak (2 kali lipat) dan makin rapat. Itu artinya processor terbaru membawa konsekuensi panas yang makin tinggi.
6. Semua processor berbahan dasar silicon sudah memiliki Clock Speed dengan ambang tertentu. Jika melebihi kemampuannya, maka inti processor akan mengalami kerusakan.

Pada dasarnya clock speed memiliki batasan psikologis yang tidak boleh dilanggar. Sama seperti kendaraan bermotor juga memiliki ambang batas kecepatan. Orang naik motor setiap hari biasanya dengan kecepatan konstan 50 – 90 km/jam saja. Jika angkanya sudah lebih dari itu, maka kecepatan itu sudah tidak berguna selain mendapatkan masalah yang lebih besar. Orang yang nekat mengendarai motor diatas 100 km/jam di jalan Jakarta, pasti memiliki resiko tinggi seperti jatuh, tertabrak, menabrak atau mati ! Begitupula dengan clock speed processor yang memiliki ambang batas antara 1,5 GHz ~ 2,5 GHz saja, jika sudah melebihi dari angka itu sudah TIDAK BERGUNA LAGI untuk pengolahan aplikasi yang ada saat ini.

Maka dari itu vendor seperti Intel memikirkan cara untuk meningkatkan performa Processor tanpa harus menambah angka Clock Speed. Salah satu teknik yang ditempuh adalah dengan menambah jumlah CORE. CORE adalah “mesin utama” pada processor yang melakukan pengolahan data. Jika processor memiliki dua buah Core (atau Dual Core), itu dapat diibaratkan jika processor memiliki dua mesin. Apalagi jika menggunakan 4 core (Quad Core). Ada beberapa alasan Intel lebih memilih CORE daripada clock speed :

* Clock Speed Processor telah melewati angka psikologis, yaitu 2.5 GHz.
* Dari aplikasi benchmark mutakhir, didapati kenyataan bahwa performa Core 2 Duo jauh lebih unggul daripada Pentium D. Padahal Core 2 Duo memiliki clock speed yang jauh lebih rendah, dimana Pentium D juga menggunakan Dual Core. Core 2 Quad diklaim memiliki performa rata2 50% lebih baik daripada pendahulunya.
* Sebagian besar orang akan membuka aplikasi multitasking pada komputer mereka, yang lebih membutuhkan CORE daripada Clock Speed.
* Sebagian besar aplikasi menggunakan graphics dan database yang lebih membutuhkan kapasitas CACHE MEMORY daripada Clock Speed.
* Kapasitas RAM utama yang memadai, lebih penting daripada Clock Speed.
* FSB lebih penting untuk device lain (seperti RAM) daripada clock speed.

Menurut informasi, Intel akan fokus pada pengembangan CORE dan berambisi memasuki era Multi-Core dengan Core diatas 8 buah mulai tahun 2008. Ini menunjukkan betapa seriusnya pengaruh teknologi ini.
Yang perlu dipahami adalah, jumlah CORE akan memiliki efek positif apabila kita menjalankan aplikasi multitasking dan graphics dengan resolusi tinggi. Selain dari itu, pengaruhnya tidak akan terasa signifikan. Tapi itu bukan berarti saat ini kita tidak membutuhkan dual core, karena pada dasarnya multitasking adalah kegiatan yang umum kita lakukan di komputer. Begitu pentingnya masalah CORE ini, bahkan Intel Celeron saja nantinya dilengkapi fitur Dual Core juga !

Server berbasiskan jumlah CPU vs Server berbasiskan jumlah CORE

Memilih Server dengan teknologi terkini tentunya sudah tidak bisa menggunakan cara2 lama yg bisa menyebabkan membeli server dengan harga mahal tapi dengan performa yg rendah (Over Pricing Weak Performance).
Bahkan terkadang bisa lebih salah kaprah lagi, membeli server seharga diatas 200 juta rupiah, 4 Socket Processor yg kemudian dipasang 2 CPU saja tanpa melakukan scale up di masa mendatang, (memasang 2 CPU di 2 socket yg tersisa) sampai tipe server tersebut diskontinue. Sehingga bisa dibayangkan membeli Server dengan harga 200 juta rupiah, tetapi mendapatkan benefit performa yg setara Server seharga 20 juta rupiah (dengan 2 CPU di dalamnya).

Rainer Server memberikan cara baru dalam memilih Server. Yaitu memilih server dengan identifikasi performa berdasarkan jumlah CORE. Jadi jumlah CPU/Processor/Socket Processor yg dahulu dijadikan identifikasi performa, saat ini telah digantikan dengan jumlah CORE. Jadi memilih Server berbasiskan 4 CPU/Processor/Socket Processor berteknologi lama (1 CORE di dalamnya) bisa disamakan dengan memilih Server berbasiskan 1 CPU berteknologi terkini dengan 4 CORE di dalamnya. Itu berarti Server Berteknologi Lama seharga diatas 200 juta sudah setara dengan Server Berteknologi Terkini dengan harga dibawah 10 juta.

Tentunya hal tersebut bukan berarti sudah tidak perlu lagi membeli Server seharga diatas 200 juta. Seiring munculnya aplikasi2 terbaru yg membutuhkan resources tinggi, dan seiring tumbuh dan berkembangnya bisnis. Tentunya membeli server seharga diatas 200 juta tetap menjadi urgensi terkini untuk meningkatkan efisiensi dan menghadapi kompetisi global.

Rainer memberikan solusi Server terbaik berbasiskan jumlah CORE, yaitu:

* Rainer SV110C2 (2 Core dengan harga awal 5-6 jutaan)
* Rainer SM110C4 ( 4 Core dengan harga awal 8 Jutaan)
* Rainer SM150C8 (8 Core dengan harga awal 15 jutaan)

Selain efisiensi di sisi biaya, memilih server dengan identifikasi performa berbasiskan CORE akan memberikan efisiensi daya listrik. Tentunya 1 CPU dengan 4 CORE di dalamnya hanya membutuhkan ¼ daya listrik dibandingkan 4 CPU dengan 1 CORE di dalam masing-masing CPU.
Jadi pastikan anda tidak lagi terjebak pada cara-cara lama dalam memilih server.

info lebih lanjut: klik http://www.rainerserver.net/

DAPATKAN SERVER RAINER DI TOKO KOMPUTER TERDEKAT DI KOTA ANDA
atau call 0888.0307.8162
atau email agustinus.prayoego@terra.co.id
Closed Thread

Bookmarks

Thread Tools
Display Modes

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off
Trackbacks are On
Pingbacks are On
Refbacks are On
Forum Jump


All times are GMT +7. The time now is 09:06 PM.



Copyright © 2008 KOMPAS.com. All rights reserved

Content Relevant URLs by vBSEO 3.2.0