Page 1 of 3 123 LastLast
Results 1 to 10 of 30

Thread: MEMAHAMI SIKAP MALAYSIA (Sebuah Analisis)


  1. #1
    Senior Member Azahari's Avatar
    Join Date
    Mar 2008
    Location
    Bumi Pertiwi
    Posts
    1,633
    Rep Power
    8

    MEMAHAMI SIKAP MALAYSIA (Sebuah Analisis)

    MEMAHAMI SIKAP MALAYSIA.

    Mengapa Malaysia menjadi seperti sekarang ini? Seolah-olah ada rasa permusuhan. Sampai ada situs (kalau gak salah: www.ihateindonesia.com )
    Saya akan mencoba mengulasnya.
    Saya juga adalah seorang keturunan bangsa Melayu dari kesultanan yang ada di Kalimantan. Jadi kira-kira tahu etno-psikologi masyarakat Malaysia yg nota-bene adalah puak Melayu juga.

    Sejarah kerajaan-kerajaan di Malaysia dimulai dengan didirikannya Kesultanan Melaka oleh Parameswara tahun 1402 M. Ia adalah putra raja Sriwijaya yg lari karena Palembang direbut Majapahit. Sebelumnya di tanah semenanjung sudah ada wilayah yang namanya Pahang.

    Keturunan Parameswara inilah yang mendirikan beberapa kesultanan lain seperti Perak dan Johor. Kemudian orang Minang datang dan mendirikan Negeri Sembilan. Setelah itu berturut berdiri kesultanan lain: Kelantan, Selangor, Kedah, Perlis dan Trengganu. Yang kesemuanya adalah puak Melayu yang datang dari pulau Sumatera. Etnis China berdatangan sejak Laksamana Yin Ching mengunjungi Melaka tahun 1402.

    Terjadinya pemisahan antara Malaysia dan Indonesia adalah karena diadakannya Perjanjian antara Britania Raya dan Belanda tahun 1824 yang dikenal dengan TRAKTAT LONDON. Britania mengambil semenanjung sedang Belanda mengambil Indonesia. Dulu persaudaraan antara Malaysia dan Indonesia sangat mesra. Mereka banyak mengundang seniman/artis, Guru Besar dan Dosen serta Ulama-ulama dari Indonesia. Lagu dan film dari Indonesia mendapat tempat istimewa di masyarakat Malaysia. Hal inilah yang menjadi tali pengikat persahabatan dan kerukunan antara dua negara. Dalam hal budaya Malaysia sejak dahulu (dan hingga sekarang pun) mengakui keungggulan budaya Indonesia (hal ini disebabkan karena kekayaan etnis Indonesia). Ada rasa inferiority complex orang Malaysia thd bangsa Indonesia.

    Malaysia Modern dimulai dengan kebijakan ekonomi baru tahun 1971. Mereka banyak mengirim pelajarnya menuntut ilmu ke luar negeri antara lain ke Indonesia dan Inggris. Pembangunan ekonomi terbilang sukses. Kehidupan rakyat jadi lebih makmur. Korupsi (rasuah) sangat terlarang waktu itu. Perbuatan rasuah dianggap sangat memalukan. Itulah yang menyebabkan Malaysia berhasil dalam pembangunannya.

    Malaysia mulai menggeliat maju meninggalkan saudara tuanya: INDONESIA. Sayangnya kemajuan ini diiringi oleh kemauan batin bangsa Malaysia untuk diakui kemajuannya oleh kakaknya, INDONESIA. Setelah kemajuan mereka peroleh, Malaysia “menuntut” pengakuan dari Indonesia atas keunggulan itu. Tapi Indonesia seolah-olah tidak mau mengakui. Maka mulai timbullah “kebencian” itu. Hal ini diperparah dengan menurunnya “penghormatan” generasi baru Malaysia terhadap “leluhur”-nya. Dalam bathin, mereka bertekad akan mengalahkan Indonesia dalam segala bidang; ekonomi, teknologi, wilayah (ingat Sipadan dan Ligitan) seni dan budaya, olahraga. Inilah dampak dari Inferiority complex itu.

  2. #2
    Senior Member Slump's Avatar
    Join Date
    May 2008
    Location
    few click away
    Posts
    2,099
    Rep Power
    8

    Re: MEMAHAMI SIKAP MALAYSIA (Sebuah Analisis)

    Quote Originally Posted by Azahari View Post
    MEMAHAMI SIKAP MALAYSIA.

    Mengapa Malaysia menjadi seperti sekarang ini? Seolah-olah ada rasa permusuhan. Sampai ada situs (kalau gak salah: www.ihateindonesia.com )
    Saya akan mencoba mengulasnya.
    Saya juga adalah seorang keturunan bangsa Melayu dari kesultanan yang ada di Kalimantan. Jadi kira-kira tahu etno-psikologi masyarakat Malaysia yg nota-bene adalah puak Melayu juga.

    Sejarah kerajaan-kerajaan di Malaysia dimulai dengan didirikannya Kesultanan Melaka oleh Parameswara tahun 1402 M. Ia adalah putra raja Sriwijaya yg lari karena Palembang direbut Majapahit. Sebelumnya di tanah semenanjung sudah ada wilayah yang namanya Pahang.

    Keturunan Parameswara inilah yang mendirikan beberapa kesultanan lain seperti Perak dan Johor. Kemudian orang Minang datang dan mendirikan Negeri Sembilan. Setelah itu berturut berdiri kesultanan lain: Kelantan, Selangor, Kedah, Perlis dan Trengganu. Yang kesemuanya adalah puak Melayu yang datang dari pulau Sumatera. Etnis China berdatangan sejak Laksamana Yin Ching mengunjungi Melaka tahun 1402.

    Terjadinya pemisahan antara Malaysia dan Indonesia adalah karena diadakannya Perjanjian antara Britania Raya dan Belanda tahun 1824 yang dikenal dengan TRAKTAT LONDON. Britania mengambil semenanjung sedang Belanda mengambil Indonesia. Dulu persaudaraan antara Malaysia dan Indonesia sangat mesra. Mereka banyak mengundang seniman/artis, Guru Besar dan Dosen serta Ulama-ulama dari Indonesia. Lagu dan film dari Indonesia mendapat tempat istimewa di masyarakat Malaysia. Hal inilah yang menjadi tali pengikat persahabatan dan kerukunan antara dua negara. Dalam hal budaya Malaysia sejak dahulu (dan hingga sekarang pun) mengakui keungggulan budaya Indonesia (hal ini disebabkan karena kekayaan etnis Indonesia). Ada rasa inferiority complex orang Malaysia thd bangsa Indonesia.

    Malaysia Modern dimulai dengan kebijakan ekonomi baru tahun 1971. Mereka banyak mengirim pelajarnya menuntut ilmu ke luar negeri antara lain ke Indonesia dan Inggris. Pembangunan ekonomi terbilang sukses. Kehidupan rakyat jadi lebih makmur. Korupsi (rasuah) sangat terlarang waktu itu. Perbuatan rasuah dianggap sangat memalukan. Itulah yang menyebabkan Malaysia berhasil dalam pembangunannya.

    Malaysia mulai menggeliat maju meninggalkan saudara tuanya: INDONESIA. Sayangnya kemajuan ini diiringi oleh kemauan batin bangsa Malaysia untuk diakui kemajuannya oleh kakaknya, INDONESIA. Setelah kemajuan mereka peroleh, Malaysia “menuntut” pengakuan dari Indonesia atas keunggulan itu. Tapi Indonesia seolah-olah tidak mau mengakui. Maka mulai timbullah “kebencian” itu. Hal ini diperparah dengan menurunnya “penghormatan” generasi baru Malaysia terhadap “leluhur”-nya. Dalam bathin, mereka bertekad akan mengalahkan Indonesia dalam segala bidang; ekonomi, teknologi, wilayah (ingat Sipadan dan Ligitan) seni dan budaya, olahraga. Inilah dampak dari Inferiority complex itu.
    Analisisnya mendalam juga bro, dalam hal2 yang bro sebutkan diatas boleh jadi mereka unggul dengan kita . Tapi ada satu hal yang menjadi keunggulan kita yaitu demokrasi dan kebebasan pers. Kita sudah menjalani reformasi sedangkan mereka bisa dibilang masih dalam masa orba.

  3. #3
    Senior Member Slump's Avatar
    Join Date
    May 2008
    Location
    few click away
    Posts
    2,099
    Rep Power
    8

    Re: MEMAHAMI SIKAP MALAYSIA (Sebuah Analisis)

    Untuk beberapa hal seperti ekonomi, teknologi dan pembangunan memang Malaysia kelihatannya lebih maju. Tapi ada beberapa hal yang mereka masih ketinggalan dibanding Indonesia diantaranya demokrasi dan kebebasan media menyampaikan informasi. Kita sudah melakukan reformasi sedangkan mereka saat ini bisa dibilang masih dalam masa orde baru...

    Majulah Indonesiaku
    sorry double td error kirain yang diatas gak masuk hehe

  4. #4
    Senior Member Azahari's Avatar
    Join Date
    Mar 2008
    Location
    Bumi Pertiwi
    Posts
    1,633
    Rep Power
    8

    Re: MEMAHAMI SIKAP MALAYSIA (Sebuah Analisis)

    Quote Originally Posted by Slump View Post
    Analisisnya mendalam juga bro, dalam hal2 yang bro sebutkan diatas boleh jadi mereka unggul dengan kita . Tapi ada satu hal yang menjadi keunggulan kita yaitu demokrasi dan kebebasan pers. Kita sudah menjalani reformasi sedangkan mereka bisa dibilang masih dalam masa orba.
    Setuju Bro.
    Dan yang paling berharga yang kita miliki adalah kekayaan budaya.
    Itu yg membuat mereka iri sampai mati. Sampai-sampai tempo hari mereka mengirim agen rahasia (bid budaya) ke pelosok tanah air mencari artefak budaya yang belum kita lembagakan.
    Ingat kasus lagu Rasa sayange dan Reog Ponorogo.
    Kalau mau bicara tentang kekaguman mereka thd Indonesia, wah banyak sekali.
    Hal itu mestinya membuat kita bersukur dan menjaganya.

  5. #5
    Senior Member aza2000's Avatar
    Join Date
    Aug 2008
    Posts
    1,426
    Rep Power
    7

    Re: MEMAHAMI SIKAP MALAYSIA (Sebuah Analisis)

    Quote Originally Posted by Slump View Post
    Analisisnya mendalam juga bro, dalam hal2 yang bro sebutkan diatas boleh jadi mereka unggul dengan kita . Tapi ada satu hal yang menjadi keunggulan kita yaitu demokrasi dan kebebasan pers. Kita sudah menjalani reformasi sedangkan mereka bisa dibilang masih dalam masa orba.
    kyknya demokrasi bukan suatu ke unggukan bangsa ini atas malasiya sebab sampai sekarang demokrasi tidak mampu membawa indonesia lebih maju(jalan di tempat)

  6. #6
    Senior Contributor Flores's Avatar
    Join Date
    Jan 2008
    Posts
    7,019
    Rep Power
    15

    Re: MEMAHAMI SIKAP MALAYSIA (Sebuah Analisis)

    Quote Originally Posted by Slump View Post
    Untuk beberapa hal seperti ekonomi, teknologi dan pembangunan memang Malaysia kelihatannya lebih maju. Tapi ada beberapa hal yang mereka masih ketinggalan dibanding Indonesia diantaranya demokrasi dan kebebasan media menyampaikan informasi. Kita sudah melakukan reformasi sedangkan mereka saat ini bisa dibilang masih dalam masa orde baru...

    Majulah Indonesiaku
    sorry double td error kirain yang diatas gak masuk hehe
    Juga Soal seni.

    Bicara film dan musik, sebenarnaya kita mejajah malaisia.

    Bahkan harus mereka akui bahwa kita juga 'menjajah' mereka secara bahasa karena orang malaisia sekarang cenderung bicara gaya Indonesia.

    Salam!

  7. #7
    Junior Member AbeBlink's Avatar
    Join Date
    Jun 2008
    Location
    JakCity
    Posts
    120
    Rep Power
    6

    Re: MEMAHAMI SIKAP MALAYSIA (Sebuah Analisis)

    Quote Originally Posted by aza2000 View Post
    kyknya demokrasi bukan suatu ke unggukan bangsa ini atas malasiya sebab sampai sekarang demokrasi tidak mampu membawa indonesia lebih maju(jalan di tempat)

    jgn skeptis gitu dulu donk, kita berasakan kebebasan demokrasi baru 10 tahun (seumur jagung), ibarat bayi kita baru merangkak, namun saya percaya Indonesia dengan demokrasinya akan maju dan terdepan (minimal di ASEAN), dan juga hilangkan budaya INSTANT yg semuanya ingin cepat namun hasilnya malah amburadul (USA aja perlu 100thn lebih untuk menjadi negara terdepan di bidang demokrasi). Maju terus Indonesia dengan semangat Demokrasi
    i'm not cooL

  8. #8
    Senior Member Mr.Shock's Avatar
    Join Date
    Feb 2008
    Posts
    1,513
    Rep Power
    9

    Re: MEMAHAMI SIKAP MALAYSIA (Sebuah Analisis)

    .........................................
    Last edited by Mr.Shock; 21-11-08 at 11:53 PM. Reason: double posted

  9. #9
    Senior Member Mr.Shock's Avatar
    Join Date
    Feb 2008
    Posts
    1,513
    Rep Power
    9

    Re: MEMAHAMI SIKAP MALAYSIA (Sebuah Analisis)

    Quote Originally Posted by Azahari View Post
    MEMAHAMI SIKAP MALAYSIA.

    Mengapa Malaysia menjadi seperti sekarang ini? Seolah-olah ada rasa permusuhan. Sampai ada situs (kalau gak salah: www.ihateindonesia.com )
    Saya akan mencoba mengulasnya.
    Saya juga adalah seorang keturunan bangsa Melayu dari kesultanan yang ada di Kalimantan. Jadi kira-kira tahu etno-psikologi masyarakat Malaysia yg nota-bene adalah puak Melayu juga.

    Sejarah kerajaan-kerajaan di Malaysia dimulai dengan didirikannya Kesultanan Melaka oleh Parameswara tahun 1402 M. Ia adalah putra raja Sriwijaya yg lari karena Palembang direbut Majapahit. Sebelumnya di tanah semenanjung sudah ada wilayah yang namanya Pahang.

    Keturunan Parameswara inilah yang mendirikan beberapa kesultanan lain seperti Perak dan Johor. Kemudian orang Minang datang dan mendirikan Negeri Sembilan. Setelah itu berturut berdiri kesultanan lain: Kelantan, Selangor, Kedah, Perlis dan Trengganu. Yang kesemuanya adalah puak Melayu yang datang dari pulau Sumatera. Etnis China berdatangan sejak Laksamana Yin Ching mengunjungi Melaka tahun 1402.

    Terjadinya pemisahan antara Malaysia dan Indonesia adalah karena diadakannya Perjanjian antara Britania Raya dan Belanda tahun 1824 yang dikenal dengan TRAKTAT LONDON. Britania mengambil semenanjung sedang Belanda mengambil Indonesia. Dulu persaudaraan antara Malaysia dan Indonesia sangat mesra. Mereka banyak mengundang seniman/artis, Guru Besar dan Dosen serta Ulama-ulama dari Indonesia. Lagu dan film dari Indonesia mendapat tempat istimewa di masyarakat Malaysia. Hal inilah yang menjadi tali pengikat persahabatan dan kerukunan antara dua negara. Dalam hal budaya Malaysia sejak dahulu (dan hingga sekarang pun) mengakui keungggulan budaya Indonesia (hal ini disebabkan karena kekayaan etnis Indonesia). Ada rasa inferiority complex orang Malaysia thd bangsa Indonesia.

    Malaysia Modern dimulai dengan kebijakan ekonomi baru tahun 1971. Mereka banyak mengirim pelajarnya menuntut ilmu ke luar negeri antara lain ke Indonesia dan Inggris. Pembangunan ekonomi terbilang sukses. Kehidupan rakyat jadi lebih makmur. Korupsi (rasuah) sangat terlarang waktu itu. Perbuatan rasuah dianggap sangat memalukan. Itulah yang menyebabkan Malaysia berhasil dalam pembangunannya.

    Malaysia mulai menggeliat maju meninggalkan saudara tuanya: INDONESIA. Sayangnya kemajuan ini diiringi oleh kemauan batin bangsa Malaysia untuk diakui kemajuannya oleh kakaknya, INDONESIA. Setelah kemajuan mereka peroleh, Malaysia “menuntut” pengakuan dari Indonesia atas keunggulan itu. Tapi Indonesia seolah-olah tidak mau mengakui. Maka mulai timbullah “kebencian” itu. Hal ini diperparah dengan menurunnya “penghormatan” generasi baru Malaysia terhadap “leluhur”-nya. Dalam bathin, mereka bertekad akan mengalahkan Indonesia dalam segala bidang; ekonomi, teknologi, wilayah (ingat Sipadan dan Ligitan) seni dan budaya, olahraga. Inilah dampak dari Inferiority complex itu.

    MEngapa Indonesia tidak mau mengakui saja, kalo mereka (malaysia) saat ini memang lebih unggul dalam banyak hal,.. salah satunya pembangunan ekonomi dan pendidikan....

    Gengsian kah ?....

  10. #10
    Beginner PUPUTRI's Avatar
    Join Date
    Mar 2008
    Posts
    60
    Rep Power
    7

    Re: MEMAHAMI SIKAP MALAYSIA (Sebuah Analisis)

    Quote Originally Posted by Mr.Shock View Post
    MEngapa Indonesia tidak mau mengakui saja, kalo mereka (malaysia) saat ini memang lebih unggul dalam banyak hal,.. salah satunya pembangunan ekonomi dan pendidikan....

    Gengsian kah ?....
    Betul sekali, Ini masalah harga diri bangsa bung.
    Apa juga hak Malaysia minta pengakuan.
    Sebenarnya secara diplomatis di berbagai Forum dan media dengan gaya jurnalistik / peliputan itu sudah merupakan pengakuan (atau lebih tepat: penghargaan).
    Lantas pengakuan dalam bentuk apa..?
    Kalau mereka bangsa yg besar semestinya mereka tidak seangkuh begitu.
    Pernah salah satu Menteri mereka dg nada mengancam akan mengklaim/menggugat bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional Malaysia. Ini kan udah berlebihan. Apa kata Dunia.

Page 1 of 3 123 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  
©2008 - 2013 PT. Kompas Cyber Media. All Rights Reserved.

Content Relevant URLs by vBSEO 3.6.0