
Originally Posted by
artemis
Perang untuk menanamkan suatu ideologi baru? Akhirnya kalo dipikir-pikir, masih sama saja dengan perang untuk meluaskan pengaruh kekuasaan. Dan bukan pula suatu yang baru. Kalo dibilang sejarah berulang, memang polanya sama (walau kadang-kadang ada juga yang tidak berpola, alias melakukan perang just for fun—Genghis Khan memang great leader tetapi tujuan dia menaklukan dunia hampir-hampir absurd—ini pendapat pribadi).
Semua perang yang tercatat dalam sejarah, pada akhirnya selalu menyatakan bahwa setiap pemenang perang memaksakan kehendaknya menjadi hukum dalam wilayah yang berhasil direbutnya. Tidak sekedar hukum, namun juga pemaksaan budaya, agama dan tentu saja nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat pemenang perang.
Banyak contohnya kok. Let me see... (yang mana ya….) ah, gimana kalo saya sodorkan perang sipil amerika? Pemenang perang sipil (wilayah utara/daerah industri dan perdagangan; yankee-dah) memaksakan adanya pembebasan perbudakan yang masih dipraktekkan di wilayah selatan (nota bene perkebunan, pertanian yang luas tanahnya ngga bisa dibayangin seberapa luas…dan butuh tenaga kerja yang banyak) cara pandang yankee yang dipaksakan melalui sebuah perang.
Lainnya… mmm apa ya… kalo perang jaman dulu? Aku ngga begitu inget perang-perang apa saja yang dilakukan oleh Alexander the Great selain perangnya lawan Persia, tetapi karena peperangan meluaskan pengaruh budaya Yunani, mulai dari bahasa, cara berpakaian, cara berpolitik, yang akhirnya menjadi budaya helenisme…
terus ada istilah si vis pacem para bellum… kalo mo damai bersiaplah berperang… , untuk mewujudkan perdamaian ya harus lewat perang juga, biar damai gitu loh…. Memaksakan keadaan damai dengan perang… hohohoho, aneh juga, tapi ini memang sisi praktisnya perang.
Bookmarks