Thread: PERANG IRAK: Sebuah Tantangan Bagi Otak Mini

  1. #5001
    Contributor artemis's Avatar
    Join Date
    Oct 2008
    Posts
    3,864
    Rep Power
    9

    Re: PERANG IRAK: Sebuah Tantangan Bagi Otak Mini

    Quote Originally Posted by antasena View Post
    Artie, aku penasaran dengan kalimat yang aku bold di atas? Bisa re-phrase pake bahasa yang mudah? Hehehe ..

    Aku setuju dengan Atha (agatha) dan dirimu Artie, meskipun ada beberapa poin yang aku kurang mudeng, biasa suka lelet

    Dan iya, kompromi seperti yang dinyatakan Agatha. Suatu hal yang dulu ketika aku masih muda dan idealis, ceile .. Sekarang juga masih muda sih, cuman tidak seidealis dulu, hahaha ... Sampai mana tadi? Ah iya, dulu yang namanya kompromi bagiku adalah hal yang memuakkan. Dan sekarang ternyata aku menerima kompromi itu tadi. Istilahnya menelan ludah sendiri kalau kata para orang pintar.

    Hell, what I've become ..

    Life is simple really .. And the key for happiness is when you can enjoy all things around you without losing sight of your precious ..

    Hal ini selalu aku dapatkan dan refleksikan kembali dalam perjalanan-perjalanan kecil yang aku lakukan, mudik, ziarah, tamasya atau bahkan dalam rangka bisnis ke luar kota. Sungguh menarik melihat hal di luar keseharian kita. Mulai dari senyuman kebahagiaan orang tua yang bisa membelikan buku tulis buat cucu kesayangannya, senyuman sopir angkot ketika kita bertanya arah, indahnya padi yang menghijau di sawah .. Life is beautiful kata orang Jawa, and yes it is .. Tapi tidak akan berarti apa-apa tanpa sesuatu yang bisa kita maknai.

    Am I dropping the oil from my spoon?
    soal wujud sejati pengamen itu?
    bisa dilihat di manifesto kapten... mmmmm nomor berapa ya.... cari deh di Pointer, maaf aku lupa, nomor berapa.

    Pada saat kita bisa melihat wujud sejati pengamen itu entah dia memaksa minta atau tidak memaksa dan cuma pasang tampang memelas maka kita akhirnya sadar bahwa soal-soal macam perasaan terpaksa ataupun cari amannya saja sudah tidak relevan lagi, karena pada akhirnya kita sendiri lebih sadar akan kebutuhan kita sendiri yang dalam hal ini adalah memberi.

    pada saat kita melihat wujud sejati seseorang, maka kita akhirnya sadar dengan kebutuhan kita sebagai manusia. apakah itu interaksi, sekedar menyapa, bercakap-cakap, mendengarkan dan sebagainya.

    what oil? agak mi'un nih hari ini... jadi idioms ngga nyangkut artinya...
    This is not a black and white world; you can't afford to believe in your side

  2. #5002
    tito
    Guest

    Re: PERANG IRAK: Sebuah Tantangan Bagi Otak Mini

    Quote Originally Posted by bimbim View Post
    tito,
    kalau John Lennon membayangkan dunianya yg tanpa boundaries dalam lagu imagine..

    mungkin kita sedang membayangkan KALAU SAJA seluruh content dari Kitab Suci dan tulisan2 lainnya yg sering dikutip tidak disembah kata2 nya tapi berani dikritisi, dicerna, dihadapkan dengan dunia, dihadapkan kenyataan, di diskusikan secara setara...

    saya yakin DUNIA akan lebih aman, lebih damai...
    Bahkan seorang Erich Fromm saja masih mengutip Ayat dari Kitab Yesaya sebagai penutup bagi Kredonya. Dia berasal dari keluarga Rabbi yang terpandang dilingkungannya; pernah sekolah Teologi dan mendalami Taurat hampir separuh hidupnya. Aku sampai sekarang tidak paham tentang afiliasi Teologisnya; apakah ia seorang Ateis ataukah bukan. Namun, yang pasti dia adalah seorang penganjur Kebebasan Manusia sebagai bagian dari Nilai Humanismenya.

    Aku selalu menganggap Fromm mirip dengan Hegel. Juga mirip denganku.
    Kami tidak MENENTANG KITAB SUCI; namun: KAMI MENGKRITISINYA. Sejauh Kitab Suci itu memberikan INSPIRASI bagi KEBAJIKAN dan KEBAIKAN maka dia layak menjadi bagian dari Sintesa. Kami membuatnya tidak ABSOLUT karena memang tidak mungkin sesuatu yang dihasilkan oleh dunia ini berlaku Absolut. Bahkan sebaliknya, dengan cara memperlakukan Kitab Suci sedemikian maka Pencerahan tak akan pernah berhenti berkarya. Manusia akan bertambah-tambah luhur.

    Sebagaimana Fromm, Kitab Suci tetap merupakan SALAH SATU INSPIRATOR Kebajikan dan Kebaikan. Namun, sudahlah tentu dia harus melalui Proses Dialektika. Dia harus dimurnikan lagi. Segala ayat yang menganjurkan Manusia saling membunuh atau Kredo Gigi Ganti Gigi mesti kita posisikan sebagai Tesis atau Antitesis untuk diangkat menjadi Nilai Nilai baik. Kita sudah tidak memiliki mekanisme lainya selain tindakan itulah yang harus dilakukan karena konsekuensinya akan jauh lebih buruk lagi apabila Kredo yang sedemikian tidak didialektikakan.

    Regards,
    Tito

  3. #5003
    Senior Member antasena's Avatar
    Join Date
    Jan 2008
    Location
    Jakarta-Bandung PP
    Posts
    2,000
    Rep Power
    9

    Re: PERANG IRAK: Sebuah Tantangan Bagi Otak Mini

    Quote Originally Posted by artemis View Post
    soal wujud sejati pengamen itu?
    bisa dilihat di manifesto kapten... mmmmm nomor berapa ya.... cari deh di Pointer, maaf aku lupa, nomor berapa.

    Pada saat kita bisa melihat wujud sejati pengamen itu entah dia memaksa minta atau tidak memaksa dan cuma pasang tampang memelas maka kita akhirnya sadar bahwa soal-soal macam perasaan terpaksa ataupun cari amannya saja sudah tidak relevan lagi, karena pada akhirnya kita sendiri lebih sadar akan kebutuhan kita sendiri yang dalam hal ini adalah memberi.

    pada saat kita melihat wujud sejati seseorang, maka kita akhirnya sadar dengan kebutuhan kita sebagai manusia. apakah itu interaksi, sekedar menyapa, bercakap-cakap, mendengarkan dan sebagainya.

    what oil? agak mi'un nih hari ini... jadi idioms ngga nyangkut artinya...
    Wah, aku jelas missing bagian memberi itu .. Hmm, nanti aku bongkar arsip lagi deh, moga-moga sempet, lagi kejar tayang baca novel nih, hahaha ..

    I can see the hint, but .. kayaknya aku masih jauh dari level itu. Sepertinya sulit untuk mengeluarkan kesejatian kita, karena bila sudah sampai di titik itu artinya apapun tidak relevan lagi. Mungkin cuman Budha, Om Superstar, dan berapa gelintir orang yang sampai ke tahap itu.

    Soal oil: itu bukan idiom, itu dari Alchemist (Paulo Coelho). Soal rahasia kebahagiaan

  4. #5004
    tito
    Guest

    Re: PERANG IRAK: Sebuah Tantangan Bagi Otak Mini

    Quote Originally Posted by Si Goblok View Post
    dear para pujangga forum kompas..
    siapakah dari kalian yang diam2 berguru kepada kapten kapal..?
    mengakulah..
    haha.. haha..
    Pelajaran Pertama hari ini Gobi (aku ambil dari tulisanku pada Thread ABB di Forum Nasional):

    Kawan.

    Peradaban yang TERHAMPAR didunia EKSTERNAL kita ini sejatinya adalah merupakan PRODUK dari Pikiran yang berasal dari dalam diri kita Manusia. Bisa juga itu termasuk KESADARAN IDEOLOGIS dan atau IDEOLOGI yang mewacanakan KESADARAN. Tidak ada masalah. Yang jelas, Peradaban itu menjelma diawali terlebih dahulu oleh pandangan SUBJEKTIF Manusia terhadap dunia Eksternalnya. Tuntutan Antropologislah yang mendasari semua ini, dimana sebagai hewan Homo Sapiens ternyata Manusia membutuhkan MEDIA bagi Pikirannya untuk mengekspresikan dirinya dan pula tarikan untuk hidup secara KOLEKTIF. Gamblangnya, Manusia MEMBUTUHKAN AKTIVITAS untuk MENJELASKAN MAKNA DAN ARTI PIKIRANNYA.

    Sampai disini kita harus menyadari bahwa ketika pandangan Subjektifitas Manusia tersebut DIMANIFESTASIKAN didalam bentuk NYATA didunia Eksternalnya maka PRODUK Pikiran itu serta merta BERPOSISI MEMAKSA dan MENGANCAM SI PRODUSER nya; Manusia.
    BAHASA, sebagai misal. Bahasa adalah hasil kreasi manusia yang paling cerdik dan kreatif. Dia dihasilkan untuk membangun komunikasi diantara Manusia bagi tercapainya Makna dan Tujuan kehidupannya. Didalam prosesnya kemudian Bahasa MENUNTUT Manusia yang adalah Produsernya untuk MENGERTI tentang dirinya. Manusia kemudian berupaya mempelajari bunyi dan makna yang terkandung didalamnya; termasuk belajar mengekspresikannya. Ada tuntutan untuk memahaminya secara Etimologi dan Ketata-Bahasaan. Ada perbendaharaan kata dan Etika penggunaannya. Lebih jauh lagi bahkan akan ada konsekuensi yang secara langsung dipikul oleh penggunanya apabila ia gagal atau menyalahi Kaidah Bahasa yang bersangkutan.

    Sampai disini dapatlah kita pahami bahwa sebuah PRODUK ciptaan Subjektif Manusia yang secara KOLEKTIF mendapatkan pengakuan pada dunia EKSTERNAL Manusia ternyata kemudian BERBALIK MENGANCAM dan MEMAKSA Kehidupan Manusia yang adalah Kreatornya. Begitu pula dengan segala macam PRODUK ciptaan Manusia yang lain seperti Alat Alat Produksi, Nilai Nilai dan atau Lembaga Lembaga. SEKALI IA TERCIPTA MAKA MANUSIA HARUS BERSIAP MENGHADAPINYA SEBAGAI BAGIAN YANG TERPISAH DARINYA DAN BAHKAN BELAJAR UNTUK MEMAHAMINYA KEMBALI.

    Realitas ini secara SOSIOLOGI dinamakan OBYEKTIVASI. Maaf, saya tidak akan membicarakan ini lebih dalam lagi karena Subjek ini sengaja saya simpan untuk KONSUMSI di Thread Perang Irak. Hanya saja haruslah dipahami bahwa Manusia tidak hanya belajar tentang Makna Makna TEROBYEKTIVASI tadi tetapi juga belajar MENGHUBUNGKAN DIRINYA DENGAN MAKNA MAKNA TERSEBUT. Manusia pada akhirnya tidak saja memiliki Makna Makna tersebut tetapi juga adalah seseorang yang MEWAKILI dan MENGEKSPRESIKAN Makna Makna itu.

    Perhatikan BAIK BAIK:
    KEBERHASILAN SOSIALISASI SANGAT SANGAT SANGAT SANGAT SANGAT SANGAT SANGAT TERGANTUNG PADA ADANYA SIMETRI ANTARA DUNIA OBYEKTIF MANUSIA TADI DENGAN DUNIA SUBYEKTIF INDIVIDU.
    Itu artinya, karena memang tidak ada Manusia yang hidup secara Solipsistik yang menganggap bahwa hanya DIRINYA SENDIRI SAJALAH YANG EKSIS dan MAMPU MEMBANGUN PERADABANNYA SENDIRI YANG SAMA SEKALI TERLEPAS DARI PROSES DIALEKTIS terhadap Peradaban lainnya maka segala KETIDAK-SEIMBANGAN atau ASIMETRIS pemahaman pribadinya terhadap dunia Eksternal yang NYATANYA memang berlaku UNIVERSAL serta merta akan dipandang TIDAK LAYAK untuk menjamin KELANGSUNGAN PROSES PERADABAN SELANJUTNYA.

    DIA MENJADI FENOMENA KEGANJILAN BAGI PERADABAN.
    DIA MENJADI REALITA BIADAB BAGI PERADABAN.
    DIA MENJADI ANCAMAN KEMUSNAHAN BAGI KEBAJIKAN.
    DIA MENJADI SUMBER KONTRADIKTIF BAGI NORMA NORMA KEBAIKAN.
    DIA MENJADI INSPIRASI JAHAT BAGI JIWA LUHUR INDIVIDU.
    DIA MENJADI JALAN SESAT BAGI PERAYAAN KEHIDUPAN.

    Jadi, ini tidak ada lagi hubungannya dengan Kesejarahan Ideologi umat Manusia karena secara de facto Nilai Nilai Universal saat ini sudah JAUH BERADA DIKETINGGIAN SINTESANYA meninggalkan Nilai Nilai SOLIPSISTIK yang gila fanatik ini yang masih saja bertugkus lumus didalam lubang hina dina berlumpur penuh kotoran kekejiannya sendiri.

    Jadi, tiadalah hubungan Simetris yang bisa MEMBENARKAN kegilaan akan Kematian dan merayakan kemusnahan umat Manusia ini ditengah tengah Nilai Nilai Kebaikan yang telah demikian luhur diintrodusir dunia masa kini.

    Peradaban Manusia telah melangkah terlalu jauh didalam keluhuran Nilai Nilai Humanismenya dan sekarang ketika ada sekelompok orang yang secara tak terduga menyempal dan keluar dari Peradaban yang secara gradual dibangun dengan susah payah oleh umat Manusia didalam sebuah rangkaian proses Dialektis Sejarah yang demikian panjang maka nyatalah bagi kita bahwa segala Pikiran Kekejian yang merayakan Kematian Mahluk lain ini adalah Pikiran Jahat yang hanya dimiliki oleh Manusia yang TAMPAKNYA SAMA SEKALI ABSEN DARI PERADABAN PANJANG DUNIA INI.

    Regards,
    Tito
    Last edited by tito; 28-07-09 at 05:31 PM.

  5. #5005
    Senior Member dely's Avatar
    Join Date
    Apr 2009
    Posts
    1,342
    Rep Power
    5

    Re: PERANG IRAK: Sebuah Tantangan Bagi Otak Mini

    Quote Originally Posted by Si Goblok View Post
    dear para pujangga forum kompas..
    siapakah dari kalian yang diam2 berguru kepada kapten kapal..?
    mengakulah..
    haha.. haha..
    Quote Originally Posted by Si Goblok View Post
    hmm..
    kubaca berulang2 tulisanku, tapi tetep aja ga ada kekuatiran tuh..
    bagian yang mana ya bro..?
    Coba anda baca tulisan anda sendiri yg hijau ditujukan kepada siapa ? yg merah maksudnya utk apa ? dan yg biru utk apa?? Tapi kalau memang anda tdk kuatir yah baguslah bro... toh semua pribadi punya aturan sendiri koq...

  6. #5006
    Contributor artemis's Avatar
    Join Date
    Oct 2008
    Posts
    3,864
    Rep Power
    9

    Re: PERANG IRAK: Sebuah Tantangan Bagi Otak Mini



    SALUD!
    over 5000 already!!!
    champagne is not too expensive to serve now
    This is not a black and white world; you can't afford to believe in your side

  7. #5007
    tito
    Guest

    Re: PERANG IRAK: Sebuah Tantangan Bagi Otak Mini

    Quote Originally Posted by antasena View Post
    Hi all,

    salam jumpa lagi .. I'm back on the wire, after a week off. Well, gak totally disconnected sih, berhubung ada call mendadak sehubungan isu kerjaan terpaksa harus connected sebentar beberapa hari lalu.

    Kaget juga tiba2 di akhir bab XIII kaichou mau melabuhkan kapal ini, secara daku baru balik eh kok tiba-tiba udah mau berlabuh, hiks ..

    Eniwei, aku bakal nunggu sekuelnya, mau sampai trilogi pun boleh, kan lagi ngetren nih apa apa dibuat triloginya

    Mau ngejar ketertinggalan dulu, sambil jalan-jalan kesana kemari ..

    Btw sebelumnya sedikit oleh-oleh dari perjalanan kemarin:

    Dalam perjalanan dari Bandung ke Garut, aku dan istriku memilih untuk GO SHOW (entah istilah apa pula ini) naik angkot ke Leuwipanjang dan cari bis ke kota Garut, yang ternyata tidak ada, adanya dari terminal Cicaheum. Jadilah kami naik DAMRI jurusan Leuwipanjang - Cicaheum. Seperti biasanya aku selalu darting dan cenderung malas naik bis kota, tapi itu angkutan termudah didapat yang menghubungkan dua terminal tersebut.

    Kenapa aku malas naik bis kota, apalagi yang non AC. Alasannya simpel: banyaknya pengamen dan pedagang di atas bis. Bagiku jauh lebih menyenangkan naik angkot, jarang ada pengamen, apalagi duduk di pojok, aman, bisa tidur tanpa perlu pusing. Tau sih kalo mereka juga cari rejeki seperti diriku juga, tapi yang suka bikin darting adalah kalau melihat pengamen atau pedagang yang memaksa.

    Dan kekuatiranku pun terjadi. Ada pengamen yang menyanyi dan bergitar cukup bagus, sehingga akupun merasa perlu untuk membagi rejeki. Akan tetapi ternyata di depanku ada penumpang yang tidak mau memberi dan si pengamen tetap ngotot dan ngomong tidak sopan dalam meminta uang.

    Sekitar 10 tahun yang lalu aku di Jogja, mengalami hal yang hampir mirip. Waktu itu melihat hal yang sama aku menolak memberi, meskipun sebelumnya aku sudah merogoh kantong karena merasa pengamen menyanyi dengan cukup bagus. Dulu aku tidak pernah mau memberi bila menghadapi orang seperti itu, yang tidak sopan dan memaksa.

    Kali ini, aku tetap MEMBERI. Aku sendiripun kaget, dan sedikit getir, betapa aku telah berubah. Alasannya simpel: aku memberi karena tidak mau ribut. Suatu alasan yang dulu aku benci. 10 tahun yang lalu aku lebih rela ribut daripada memberi ke orang yang memaksa.

    Ternyata aku sudah berubah dari orang yang IDEALISTIK menjadi orang yang CARI AMAN. Sekarang aku bertanya apa lagi yang sudah berubah.

    TIDAK ADA YANG PASTI SELAIN PERUBAHAN ITU SENDIRI. Akupun tunduk pada perubahan itu, aku berubah.

    Ah alasan ... !!!

    Salam ..
    Kau ini mirip si Barry.
    Aplikatif dan meledak-ledak. Bagaimana kabar anak sitong itu ya?

    Anta; bagiku "mencari aman" itu sampai kepada satu tahap juga merupakan sebuah Idealisme. Mungkin orang beranggapan bahwa sebuah Ideologi menuntut KEPATUHAN DOGMATIS akan sebuah Ajaran; aku tertawa-tawa menuliskan ini. Karena, sebuah Ajaran atau Ideologi Pragmatis atau Dialektis juga bisa berkonotasi MENCARI AMAN. Jadi ada pemaknaan ganda yang saling kontradiktif.

    Jadi Anta.
    Terserah apakah Dialektika akan kamu adopsi layaknya sebuah Idealisme namun yang paling pokok adalah prosesnya.

    Yours,
    Tito

  8. #5008
    Member Si Goblok's Avatar
    Join Date
    Jan 2009
    Location
    Jakarta
    Posts
    638
    Rep Power
    4

    Re: PERANG IRAK: Sebuah Tantangan Bagi Otak Mini

    Quote Originally Posted by dely View Post
    Coba anda baca tulisan anda sendiri yg hijau ditujukan kepada siapa ? yg merah maksudnya utk apa ? dan yg biru utk apa?? Tapi kalau memang anda tdk kuatir yah baguslah bro... toh semua pribadi punya aturan sendiri koq...

    HAHAHAHA..!!!
    Bro ini terlalu cepat mengambil kesimpulan, mungkin jika anda melihat seorang kardinal yang membetulkan resletingnya ditengah rumah bordir, serta merta anda akan bilang,"dunia mau kiamat!"

    subjektifitas benar2 membuat dunia semakin menarik..
    MANTAAVF GHAAAN..!!

    peace..
    under construction..

  9. #5009
    Member
    Join Date
    Feb 2009
    Posts
    549
    Rep Power
    4

    Re: PERANG IRAK: Sebuah Tantangan Bagi Otak Mini

    Hehheheee...
    Sebuah Confession sangat mahal nilainya bukan...
    Tapi itulah dunia...yang penting semuanya bisa berjalan dengan semestinya...
    Cukup 3 pertanyaan yang timbul dan ia pun melanjutkan perjalanan hidupnya..Cukup..cukup...

  10. #5010
    tito
    Guest

    Re: PERANG IRAK: Sebuah Tantangan Bagi Otak Mini

    Quote Originally Posted by imobil View Post
    Iya dengan bertambahnya umur kita cenderung untuk cari aman....

    Tapi apakah dengan cari aman dan kita akan aman? ataukah itu hanya cara kita untuk menipu diri kita sendiri?

    Sayapun belum bisa pastikan......
    Quote Originally Posted by agatha View Post
    Pak imobil dan pak Antasena
    Mungkin istilah yang tepat bukan cari aman... ataupun menipu kita sendiri.
    Bukankah tidak apa... Jika Kita mencari "kepraktisan" dan mencari yang "lebih benilai".
    Ada hal yang perlu kita perjuangkan, Ada hal yang tidak apa-apa jika kita kompromikan sedikit.
    Bukankah masing-masing kita memiliki prioritas hidup?
    Pada titik tertentu.. "hal sepele" akan kita abaikan dan kalau perlu ... singkirkan segera.
    Tidak ada gunanya buang waktu dan tenaga.
    Saya pikir... lumrah dan sama sekali bukan mencari aman ataupun menipu diri.
    Kita tidak berubah.. yang berubah hanyalah skala prioritas dan persepsi kita.
    Aku suka sekali diskusi kalian; sangat aplikatif.
    Sering seringlah yag seperti ini.

    Kalau aku yang menempati posisi si Anta maka akan aku lakukan sesuai dengan suasana hatiku saat itu; mirip dengan Agatha. Belum tentu tindakanku saat itu merupakan Polaku bertindak sebagaimana pada waktu yang lalu atau yang akan datang. Ini mirip dengan KEBUTUHAN BERTINDAK. Jadi, kalau Pengamennya simpatik dan sedikit menimbulkan iba hati maka sumbangan ala kadarnya sudah dapat dipastikan keluar dari kantung yang tiada bersalah ini. Suara, tampang dan keahlian memetik dawai gitar pusakanya tidaklah menjadi prioritas karena tuntutan yang sedemikian sedikit berlebihan untuk ukuran Pengamen pinggir jalan seperti dia WALAUPUN sudahlah tentu juga ada Pengamen cantik montok tampan rupawan bersuara merdu dan lihai bergitar. Tetapi karena Hakekatnya Pengamen adalah mengumpulkan sumbangan ala kadarnya ditempat tempat umum maka apabila tindakannya selaras dengan profesinya dan aku sedang tidak sibuk, jengkel dan ngantuk maka dia pasti akan berbahagia bertemu denganku.

    Jadi, ADA KEBUTUHANKU YANG SELARAS DENGAN KEBUTUHANNYA.

    Aneh, berbicara begini baru aku malah jadi sadar bahwa sudah hampir setahun ini (atau mungkin lebih) aku tidak bertemu dengan Pengamen yang benar benar bernyanyi. Kalau Pengamen "ecek-ecek" sering...
    Last edited by tito; 28-07-09 at 03:52 PM.

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  

Content Relevant URLs by vBSEO 3.6.0