
Originally Posted by
bedjo
Sah-sah saja bagi setiap orang untuk bicara mengenai persoalan orang lain, tapi sah-sah saja juga bagi orang tersebut untuk meyakini keyakinannya akan arti sebuah demokrasi bagi diri nya.
Sekarang ukuran demokrasi itu hanya sekedar mengininginkan kebebasan, hanya itukah...?
Baik buat orang lain belum tentu buat kita.
Buruk buat orang lain belum tentu buat kita.
Saya tidak melihat bahwa bangsa Arab menutup diri akan sebuah demokrasi. Saya percaya mereka tak merasa cocok dengan demokrasi jika mengacu demokrasinya barat. Nah ini kita harus pahami juga seperti dalam kehidupan kecil saja, dalam sebuah perkampungan maka sangatlah tidak mungkin memasak masakan yang sama pada hari dan jam yang sama, kembali kepada si penghuni rumah tangga tersebut saja.
Tak usah terlalu jauh kita menyoroti kehidupan demokrasi di tanah arab nan jauh disana, di negeri kita sendiri saja, apa arti demokrasi sebetulnya juga ga tau, atau judul demokrasi di negeri kita ini harus kita namai apa...?
Topik kita adalah PERANG IRAK.
Dilansir di sebuah televisi bahwa di akhir masa berkuasanya Presiden AS, beliau mengakui kekeliruan perang Irak dalam catatan pembicaraan beliau adalah ini merupakan kesalahan informasi pihak intelejen AS, wow....................... pernyataan yang mencengangkan bagi kita, sangat enteng mengatakan bahwa ini merupakan kekeliruan, lantas sebuah negara yang telah di hancurkan, di ratakan dengan tanah, jutaan nyawa melayang bagaimana.....?, bagaimana nasib anak-anak yang di tinggal mati kedua orang tuanya, cacat seumur hidup.
Apakah ini cukup hanya di katakan sebuah kekeliruan belakan, lantas bagaimana pertanggung jawaban Amerika dan sekutunya terutama yang getol seperti Inggris dan Australia.....?
Bookmarks