@ Mr NiceGuy,
Pria Australia yg kamu berikan contoh diatas sudah mendapat hukumannya.
Tentu saya juga miris membaca berita tersebut. tapi si pria juga tidak lepas dari hukuman, dan yg terpenting, dia tidak bisa mengulangi perbuatannya lagi. ( penjara seumur hidup)
Kecuali ada awan Kintoun yg membantu dia melarikan diri....LOL
Saya suka dengan humor mu mengenai awan kintoun...kebetulan dragon ball adalah manga favorite saya.
Kalau logika saya ngawur, mungkin anda dapat membantu saya untuk memahami,
mengapa kalau pria hanya dikubur separuh badan...sedangkan wanitanya dikubur seleher?
Apa tujuan pembedaan tersebut?
regards,
Last edited by earsun; 30-07-12 at 02:40 PM.
"Negara ini TDK bs dipimpin BAIK2, mesti diajak BERANTEM"-Basuki TP-
Andaikan si Fritzl ini menjai subyek hukum rajam, niscaya dia tidak akan sampai melakukan kebiadaban sedemikian rupa.
Bayangkan, menodai putri kandungnya sendiri sampai beranak TUJUH KALI!
Iya deh, selamat berkhayal.Kecuali ada awan Kintoun yg membantu dia melarikan diri....LOL
![]()
Kenapa tidak kamu tunjukkan sumber informasi kamu mengenai pembedaan tersebut?Saya suka dengan humor mu mengenai awan kintoun...kebetulan dragon ball adalah manga favorite saya.
Kalau logika saya ngawur, mungkin anda dapat membantu saya untuk memahami,
mengapa kalau pria hanya dikubur separuh badan...sedangkan wanitanya dikubur seleher?
Apa tujuan pembedaan tersebut?
regards,
Barangkali di sana ada jawabnya...
"Our faith has been shaken, O Father...
When will this humiliation end?"
Tentu saja saya prihatin atas kejahatan pemerkosaan yg terjadi di negara manapun.
Jika yg anda maksud secara statistik US lah yg mengalami kasus rape terbanyak, pertama-tama perlu di cermati variabel2 statistik tsbt.
* di US...keterbukaan media, dan keberanian para wanitanya untuk melapor kasus pemerkosaan jauh lebih tinggi dibanding negara2 Timur tengah yg mana para wanitanya malah seringkali mendapatkan hukuman. Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Ini tentu menjadi faktor bias dalam statistik.
* di US... kasus pemerkosaan diproses dengan serius di pengadilan. Jalan Musyawarah / "damai" yg sering terjadi di negara2 religius justru langka terjadi di US. Dengan demikian hukuman yg setimpal menurut UU akan lebih mengena. Bandingkan dengan kasus pelecehan oleh habib yang sampai sekarang di peti es kan oleh Polisi Indonesia karena takut dengan massa fanatiknya.
* di US.... pemerkosaan lebih mudah dibuktikan dengan berbagai metode CSI, visum, dan interogasi. Berbeda dengan sistem timur tengah yg butuh 4 orang saksi untuk melaporkan pemerkosaan. Suatu hal yg nyaris mustahil terjadi.
dengan demikian, maka Nice Guy dapat lebih terbuka pikirannya dibanding hanya melihat angka statistik tapi malas menganalisa dan menggunakan logikanya secara berimbang.
Last edited by earsun; 07-08-12 at 10:33 AM.
"Negara ini TDK bs dipimpin BAIK2, mesti diajak BERANTEM"-Basuki TP-
AS dan kebanyakan negara di Eropa merupakan negara sekuler yang sangat terbuka. Bahkan jika ada pelecehan seksual apapun bentuknya (verbal ataupun fisik), wanita berhak menuntut dan melaporkan kepada pihak yang berwajib. Faktor KETERBUKAAN inilah yang membuat kejahatan (sekecil apapun) dapat ter-expose secara luas di media. Berbeda jika negara (atau mayoritas rakyatnya) tidak mendukung keterbukaan HUKUM POSITIF, karena akan sangat bias jika hanya berpatokan pada hukum-hukum norma (baik ideologi keagamaan maupun budaya setempat). Di US dan Australia (setau dan sepengalaman saya), jika ada PEMAKSAAN KEHENDAK secara verbal saja, sekalipun misalnya pemaksaan tersebut di benarkan dalam agama, maka itu sudah termasuk kriminal, dan bisa diajukan ke persidangan pidana.
Statistik bisa sangat menyesatkan JIKA PEMBACA NYA TIDAK CERMAT DALAM MELIHAT VARIABEL. Lies, damned lies, and STATISTICS, istilah ini sangat sangat pas dengan kerancuan statistik jika kita tidak teliti dan cerdas dalam menganalisa.
Just call Me Scor;
Member and Son of God,
Brother of Jesus Christ in Heaven.
"Negara ini TDK bs dipimpin BAIK2, mesti diajak BERANTEM"-Basuki TP-
Bookmarks