Setelah resmi dilantik menjadi Presiden Mesir beberapa waktu lalu, Muhammad Mursi mulai menggalang program-program pembangunan di era kepemimpinannya. Yang unik, salah satu program mursi di tahun pertama ini adalah menubah image Mesir dari negara kotor penuh sampah menjadi negeri yang bersih.
“WATHAN NAZHIF” (وطن نظيف) atau “Negeriku Bersih”, itulah program 100 hari pertama yang dipropagandakan oleh Mursi kepada seluruh rakyat Mesir guna mewujudkan visinya tersebut.
Wathan Nazhif, Program 100 hari pertama Presiden Mursi
Selama ini, Mesir memang terkenal cukup “kumuh” jika dibandingkan dengan negeri-negeri lainnya di Timur Tengah. Bila kita berjalan-jalan di Kairo (terutama di kawasan rakyat) dan kota-kota lainnya, pemandangan seperti sampah berserakan jamak terlihat. Sebenarnya, masyarakat Mesir memiliki pola hidup yang cukup bersih, hanya saja terkadang badai debu kerap melanda negeri ini dan menerbangkan sampah-sampah yang sudah terkumpul di Tempat Pembuangan Akhir di padang pasir. Lebih dari itu, perilaku masyarakat yang suka “buang air kecil” di sembarang tempat membuat beberapa sudut kota menjadi berbau pesing.
Presiden Mursi tampaknya ingin mengubah image Mesir yang sudah mendunia ini. Hari Jum’at lalu (27 Juli 2012), Program “Negeriku Bersih” mulai dicanangkan dan dipraktekkan pertama kali. Program ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Jutaan rakyat di seluruh pelosok Mesir tumpah ke luar rumah membesihkan lingkungan mereka, persis seperti acara gotong royong di Indonesia.
Bagi masyarakat Mesir sendiri, kegiatan gotong royong seperti ini terbilang aneh dan langka. Karena itu, program ini bukannya nihil kritik. Ada juga sebagian masyarakat yang tak suka dengan ajakan sang presiden. Seorang penduduk mengatakan kepada reporter Al-Mishr al-Yaum mengatakan: “Bagaimana mungkin, kita disuruh mengutip sampah, sementara tiap bulan kita membayar uang kebersihan juga”.
Program ini pun mendapat perhatian dan sorotan media Timur Tengah dan dunia. Berbagai stasiun televisi dan surat kabar meliput kegiatan “aneh” yang belum pernah mereka dengar sebelumnya.
Seorang gadis kecil berpatisipasi dalam Gerakan “NEGERIKU BERSIH” di Port Said
Tampaknya, Presiden Mursi ingin membangun pemerintahan yang bersih dari pola-pola korupsi, kolusi dan nepotisme. Dan itu ia mulai dengan membangun masyarkat yang bersih dan cinta kebersihan. Alfu Mabruk Buat Mesir!!!!
SUMBER LENGKAP


LinkBack URL
About LinkBacks






Reply With Quote


Bookmarks