Page 1 of 2 12 LastLast
Results 1 to 10 of 15
Like Tree3Likes

Thread: Siapakah Musuh Terbesar Iran, Israel/USA ataukah Mereka yang Berpaham Ahlus Sunnah


  1. #1
    Senior Member Latjuba's Avatar
    Join Date
    Aug 2012
    Location
    Indonesia
    Posts
    1,353
    Rep Power
    12

    Siapakah Musuh Terbesar Iran, Israel/USA ataukah Mereka yang Berpaham Ahlus Sunnah

    Dokumen Rahasia Agama Syi’ah Imamiyah

    Inilah DOKUMEN RAHASIA sekte agama Syiah, tentang misi jangka panjang mereka (50 th), untuk menegakkan kembali dinasti Persia yang telah runtuh oleh Islam berabad-abad lamanya, sekaligus membumi-hanguskan negara-negara Ahlus Sunnah, musuh bebuyutan mereka. Dokumen ini disebarkan oleh Ikatan Ahlus Sunnah di Iran, begitu pula majalah-majalah di berbagai negara Ahlus Sunnah (ISLAM), termasuk diantaranya Majalah al-Bayan, edisi 123, Maret 1998.


    Karena naskah yang tersebar adalah naskah dalam bahasa arab, maka kami terjemahkan ke dalam bahasa indonesia, agar orang yang tidak mampu berbahasa arab pun bisa memahami isi naskah tersebut.
    Sekarang kami persilahkan Anda membaca terjemahannya:
    ((Bila kita tidak mampu untuk mengusung revolusi ini ke negara-negara tetangga yang muslim, tidak diragukan lagi yang terjadi adalah sebaliknya, peradaban mereka -yang telah tercemar budaya barat- akan menyerang dan menguasai kita.
    Alhamdulillah, -berkat anugerah Allah dan pengorbanan para pengikut imam yang pemberani- berdirilah sekarang di Iran, Negara Syiah Itsna Asyariyyah (syiah pengikut 12 imam), setelah perjuangan berabad-abad lamanya. Oleh karena itu, -atas dasar petunjuk para pimpinan syi’ah yang mulia- kita mengemban amanat yang berat dan bahaya, yakni: menggulirkan revolusi.
    Kita harus akui, bahwa pemerintahan kita adalah pemerintahan yang berasaskan madzhab syi’ah, disamping tugasnya melindungi kemerdekaan negara dan hak-hak rakyatnya. Maka wajib bagi kita untuk menjadikan pengguliran revolusi sebagai target yang paling utama.
    Akan tetapi, karena melihat perkembangan dunia saat ini dengan aturan UU antar negaranya, tidak mungkin bagi kita, untuk menggulirkan revolusi ini, bahkan bisa jadi hal itu mendatangkan resiko besar yang bisa membahayakan kelangsungan kita.
    Karena alasan ini, maka -setelah mengadakan tiga pertemuan, dan menghasilkan keputusan, yang disepakati oleh hampir seluruh anggota-, kami menyusun strategi jangka panjang 50 tahun, yang terdiri dari 5 tahapan, setiap tahapan berjangka 10 tahun, yang bertujuan untuk menggulirkan revolusi islam ini, ke seluruh negara-negara tetangga, dan menyatukan kembali dunia Islam (dengan men-syi’ah-kannya).
    Karena bahaya yang kita hadapi dari para pemimpin Wahabiah dan mereka yang berpaham ahlus sunnah, jauh lebih besar dibandingkan bahaya yang datang dari manapun juga, baik dari timur maupun barat, karena orang-orang Wahabi dan Ahlus Sunnah selalu menentang pergerakan kita. Merekalah musuh utama Wilayatul Fakih dan para imam yang ma’shum, bahkan mereka beranggapan bahwa menjadikan faham syi’ah sebagai landasan negara, adalah hal yang bertentangan dengan agama dan adat, dengan begitu berarti mereka telah memecah dunia Islam menjadi dua kubu yang saling bermusuhan.
    Atas dasar ini:
    Kita harus menambah kekuatan di daerah-daerah berpenduduk Ahlus Sunnah di Iran, khususnya kota-kota perbatasan. Kita harus menambah masjid-masjid dan husainiyyat kita di sana, disamping menambah volume dan keseriusan dalam pengadaan acara-acara peringatan ritual syi’ah.
    Kita juga harus menciptakan iklim yang kondusif, di kota-kota yang dihuni oleh 90-100 persen penduduk Ahlus Sunnah, agar kita bisa mengirim dalam jumlah besar kader-kader syi’ah dari berbagai kota dan desa pedalaman, ke daerah-daerah tersebut, untuk selamanya tinggal, kerja, dan bisnis di sana.
    Dan merupakan kewajiban negara dan instansinya, untuk memberikan perlindungan langsung kepada mereka yang diutus untuk menempati daerah itu, dengan tujuan agar dengan berlalunya waktu, mereka bisa merebut jabatan pegawai di berbagai kantor, pusat pendidikan dan layanan umum, yang masih di pegang oleh kaum Ahlus Sunnah.
    Strategi yang kami buat untuk pengguliran revolusi ini, -tidak seperti anggapan banyak kalangan- akan membuahkan hasil, tanpa adanya kericuhan, pertumpahan darah, atau bahkan perlawanan dari kekuatan terbesar dunia. Sungguh dana besar yang kita habiskan untuk mendanai misi ini, tak akan hilang tanpa timbal-balik.
    Teori Memperkuat Pilar-pilar Negara:
    Kita tahu, bahwa kunci utama untuk menguatkan pilar-pilar setiap negara, dan perlindungan terhadap rakyatnya, berada pada tiga asas utama:
    Pertama: Kekuatan yang dimiliki oleh pemerintahan yang sedang berkuasa.
    Kedua: Ilmu dan pengetahuan yang dimiliki oleh para ulama dan penelitinya.
    Ketiga: Ekonomi yang terfokus pada kelompok pengusaha pemilik modal.
    Apabila kita mampu menggoncang pemerintahan, dengan cara memunculkan perseteruan antara ulama dan penguasanya, atau memecah konsentrasi para pemilik modal di negara itu, dengan menarik modalnya ke negara kita atau negara lain, tak diragukan lagi, kita telah menciptakan keberhasilan yang gemilang dan menarik perhatian dunia, karena kita telah meruntuhkan tiga pilar tersebut.
    Adapun rakyat jelata setiap negara, yang berjumlah rata-rata 70-80 persen, mereka hanyalah pengikut hukum dan kekuatan yang menguasainya. Mereka disibukkan oleh tuntutan hidupnya, untuk mencari rizki, makan dan tempat tinggalnya. Oleh karena itu, mereka akan membela siapa pun yang sedang berkuasa. Dan untuk mencapai atap setiap rumah, kita harus menaiki tangga utamanya.
    Tetangga-tetangga kita dari kaum Ahlus Sunnah dan Wahabi adalah: Turki, Irak, Afganistan, Pakistan, dan banyak negara kecil di pinggiran selatan, serta gerbangnya negara teluk persia, yang tampak seakan negara-negara yang bersatu, padahal sebenarnya berpecah-belah. Daerah-daerah ini, adalah kawasan yang sangat penting sekali, baik di masa lalu, maupun di masa-masa yang akan datang. Ia juga ibarat kerongkongan dunia di bidang minyak bumi. Tidak ada di muka bumi ini kawasan yang lebih sensitif melebihinya. Para penguasa di kawasan ini memiliki taraf hidup yang tinggi, karena penjualan minyak buminya.
    Kategori Penduduk di Kawasan Ini
    Penduduk di kawasan ini terbagi dalam tiga golongan:
    Pertama: Penduduk baduwi dan padang pasir, yang telah ada sejak beratus-ratus tahun lalu.
    Kedua: Pendatang yang hijrah dari berbagai pulau dan pelabuhan, yang telah hijrah sejak zaman pemerintahan Syah Isma’il as-Shofawi, dan terus berlangsung hingga zamannya Nadirsyah Afsyar, Karim Khan Zind, Raja al-Qojar, dan keluarga al-Bahlawi. Dan telah banyak perjalanan hijrah dari waktu ke waktu, sejak mulainya revolusi Islam.
    Ketiga: Mereka yang berasal dari negara arab lainnya, dan kota-kota pedalaman Iran.
    Adapun lahan bisnis, perusahaan ekspor impor dan kontraktor, biasanya dikuasai oleh selain penduduk asli. Sedangkan penduduk asli, kebanyakan mereka hidup dari menyewakan lahan dan jual-beli tanah. Mengenai para keluarga penguasa, biasanya mereka hidup dari gaji pokok penjualan minyak buminya.
    Adapun kerusakan masyarakat, budaya, banyaknya praktik yang menyimpang dari islam, itu sangat jelas terlihat. Karena mayoritas penduduk negara-negara ini, telah larut dalam kenikmatan dunia, kefasikan dan perbuatan keji. Banyak dari mereka yang mulai membeli perumahan, saham perusahaan, dan menyimpan modal usahanya di Eropa dan Amerika, khususnya di Jepang, Inggris, Swedia, dan Swiss, karena kekhawatiran mereka akan runtuhnya negara mereka di masa-masa mendatang. Sesungguhnya dengan menguasai negara-negara ini, berarti kita telah menguasai setengah dunia.
    Beberapa Tahapan Dalam Menggulirkan Revolusi Ini
    Untuk menjalankan misi panjang 50 tahun ini, langkah pertama yang harus kita lakukan adalah: memperbaiki hubungan kita dengan negara-negara tetangga, dan harus ada hubungan yang kuat dan sikap saling menghormati, antara kita dengan mereka. Bahkan kita juga harus memperbaiki hubungan kita dengan Irak, setelah perang berakhir dan Sadam Husein jatuh, karena menjatuhkan seribu kawan itu lebih ringan, dibanding menjatuhkan satu lawan.
    Dengan adanya hubungan politik, ekonomi dan budaya antara kita dengan mereka, tentunya akan masuk sekelompok kader dari Iran ke negara-negara ini, sehingga memungkinkan kita untuk mengirim para duta secara resmi, yang pada hakekatnya adalah pelaksana program revolusi ini, selanjutnya kita akan tentukan misi khusus mereka saat menugaskan dan mengirimkannya.
    Janganlah kita beranggapan bahwa 50 tahun adalah waktu yang panjang, karena kesuksesan langkah kita ini benar-benar membutuhkan perencanaan yang berkelanjutan hingga 20 tahun. Sungguh tersebarnya paham syi’ah, yang kita rasakan di banyak negara saat ini, bukanlah buah dari perencanaan 1 atau 2 hari.
    Dulunya kita tidak memiliki seorang pun pegawai di negara manapun, apalagi kader dengan jabatan menteri, wakil negara dan presiden. Bahkan dulunya banyak kelompok, seperti Wahabiah, Syafi’iah, Hanafiah, Malikiah, dan Hanbaliah, memandang kita sebagai kelompok yang murtad dari Islam, sehingga pengikut mereka telah berkali-kali mengadakan pemusnahan kaum syi’ah secara massal. Memang benar kita tidak merasakan pahitnya hari-hari itu, tetapi nenek moyang kita pernah merasakannya. Kehidupan kita hari ini adalah buah dari gagasan, pemikiran dan langkah mereka. Mungkin juga kita tidak akan hidup di masa depan, akan tetapi revolusi dan madzhab kita akan tetap ada.
    Untuk menunaikan misi ini, tidaklah cukup hanya dengan mengorbankan hidup, atau apapun yang paling berharga sekalipun, akan tetapi juga membutuhkan pemrograman yang telah matang dikaji.
    Harus ada perencanaan untuk masa depan, walaupun untuk 500 tahun ke depan, apalagi hanya 50 tahun saja. Karena kita adalah pewaris berjuta-juta syuhada’, yang gugur di tangan setan-setan yang mengaku muslim, darah mereka terus mengalir dalam sejarah, sejak meninggalnya Rasul hingga hari ini. Dan cucuran darah itu tidak akan kering, sehingga setiap orang yang mengaku muslim, meyakini hak Ali dan keluarga Rasulullah, mengakui kesalahan nenek moyang mereka, dan mengakui syi’ah sebagai pewaris utama ajaran Islam,,,,dst...................................... ......................................

    Sumber artikel: http://www.albayan-magazine.com/sereah.htm
    Penerjemah: Addariny
    Dipublikasi ulang oleh Dokumen Rahasia Agama Syi’ah Imamiyah — Muslim.Or.Id dengan beberapa editing















  2. #2
    Senior Contributor ntarluq's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    8,517
    Rep Power
    0

    Re: Siapakah musuh terbesar Iran,,,Israel/USA ataukah mereka yang berpaham ahlus sun

    Quote Originally Posted by Latjuba View Post
    Dokumen Rahasia Agama Syi’ah Imamiyah

    Inilah DOKUMEN RAHASIA sekte agama Syiah, tentang misi jangka panjang mereka (50 th), untuk menegakkan kembali dinasti Persia yang telah runtuh oleh Islam berabad-abad lamanya, sekaligus membumi-hanguskan negara-negara Ahlus Sunnah, musuh bebuyutan mereka. Dokumen ini disebarkan oleh Ikatan Ahlus Sunnah di Iran, begitu pula majalah-majalah di berbagai negara Ahlus Sunnah (ISLAM), termasuk diantaranya Majalah al-Bayan, edisi 123, Maret 1998.

    Karena naskah yang tersebar adalah naskah dalam bahasa arab, maka kami terjemahkan ke dalam bahasa indonesia, agar orang yang tidak mampu berbahasa arab pun bisa memahami isi naskah tersebut.
    Sekarang kami persilahkan Anda membaca terjemahannya:
    ((Bila kita tidak mampu untuk mengusung revolusi ini ke negara-negara tetangga yang muslim, tidak diragukan lagi yang terjadi adalah sebaliknya, peradaban mereka -yang telah tercemar budaya barat- akan menyerang dan menguasai kita.
    Alhamdulillah, -berkat anugerah Allah dan pengorbanan para pengikut imam yang pemberani- berdirilah sekarang di Iran, Negara Syiah Itsna Asyariyyah (syiah pengikut 12 imam), setelah perjuangan berabad-abad lamanya. Oleh karena itu, -atas dasar petunjuk para pimpinan syi’ah yang mulia- kita mengemban amanat yang berat dan bahaya, yakni: menggulirkan revolusi.
    Kita harus akui, bahwa pemerintahan kita adalah pemerintahan yang berasaskan madzhab syi’ah, disamping tugasnya melindungi kemerdekaan negara dan hak-hak rakyatnya. Maka wajib bagi kita untuk menjadikan pengguliran revolusi sebagai target yang paling utama.
    Akan tetapi, karena melihat perkembangan dunia saat ini dengan aturan UU antar negaranya, tidak mungkin bagi kita, untuk menggulirkan revolusi ini, bahkan bisa jadi hal itu mendatangkan resiko besar yang bisa membahayakan kelangsungan kita.
    Karena alasan ini, maka -setelah mengadakan tiga pertemuan, dan menghasilkan keputusan, yang disepakati oleh hampir seluruh anggota-, kami menyusun strategi jangka panjang 50 tahun, yang terdiri dari 5 tahapan, setiap tahapan berjangka 10 tahun, yang bertujuan untuk menggulirkan revolusi islam ini, ke seluruh negara-negara tetangga, dan menyatukan kembali dunia Islam (dengan men-syi’ah-kannya).
    Karena bahaya yang kita hadapi dari para pemimpin Wahabiah dan mereka yang berpaham ahlus sunnah, jauh lebih besar dibandingkan bahaya yang datang dari manapun juga, baik dari timur maupun barat, karena orang-orang Wahabi dan Ahlus Sunnah selalu menentang pergerakan kita. Merekalah musuh utama Wilayatul Fakih dan para imam yang ma’shum, bahkan mereka beranggapan bahwa menjadikan faham syi’ah sebagai landasan negara, adalah hal yang bertentangan dengan agama dan adat, dengan begitu berarti mereka telah memecah dunia Islam menjadi dua kubu yang saling bermusuhan.
    Atas dasar ini:
    Kita harus menambah kekuatan di daerah-daerah berpenduduk Ahlus Sunnah di Iran, khususnya kota-kota perbatasan. Kita harus menambah masjid-masjid dan husainiyyat kita di sana, disamping menambah volume dan keseriusan dalam pengadaan acara-acara peringatan ritual syi’ah.
    Kita juga harus menciptakan iklim yang kondusif, di kota-kota yang dihuni oleh 90-100 persen penduduk Ahlus Sunnah, agar kita bisa mengirim dalam jumlah besar kader-kader syi’ah dari berbagai kota dan desa pedalaman, ke daerah-daerah tersebut, untuk selamanya tinggal, kerja, dan bisnis di sana.
    Dan merupakan kewajiban negara dan instansinya, untuk memberikan perlindungan langsung kepada mereka yang diutus untuk menempati daerah itu, dengan tujuan agar dengan berlalunya waktu, mereka bisa merebut jabatan pegawai di berbagai kantor, pusat pendidikan dan layanan umum, yang masih di pegang oleh kaum Ahlus Sunnah.
    Strategi yang kami buat untuk pengguliran revolusi ini, -tidak seperti anggapan banyak kalangan- akan membuahkan hasil, tanpa adanya kericuhan, pertumpahan darah, atau bahkan perlawanan dari kekuatan terbesar dunia. Sungguh dana besar yang kita habiskan untuk mendanai misi ini, tak akan hilang tanpa timbal-balik.
    Teori Memperkuat Pilar-pilar Negara:
    Kita tahu, bahwa kunci utama untuk menguatkan pilar-pilar setiap negara, dan perlindungan terhadap rakyatnya, berada pada tiga asas utama:
    Pertama: Kekuatan yang dimiliki oleh pemerintahan yang sedang berkuasa.
    Kedua: Ilmu dan pengetahuan yang dimiliki oleh para ulama dan penelitinya.
    Ketiga: Ekonomi yang terfokus pada kelompok pengusaha pemilik modal.
    Apabila kita mampu menggoncang pemerintahan, dengan cara memunculkan perseteruan antara ulama dan penguasanya, atau memecah konsentrasi para pemilik modal di negara itu, dengan menarik modalnya ke negara kita atau negara lain, tak diragukan lagi, kita telah menciptakan keberhasilan yang gemilang dan menarik perhatian dunia, karena kita telah meruntuhkan tiga pilar tersebut.
    Adapun rakyat jelata setiap negara, yang berjumlah rata-rata 70-80 persen, mereka hanyalah pengikut hukum dan kekuatan yang menguasainya. Mereka disibukkan oleh tuntutan hidupnya, untuk mencari rizki, makan dan tempat tinggalnya. Oleh karena itu, mereka akan membela siapa pun yang sedang berkuasa. Dan untuk mencapai atap setiap rumah, kita harus menaiki tangga utamanya.
    Tetangga-tetangga kita dari kaum Ahlus Sunnah dan Wahabi adalah: Turki, Irak, Afganistan, Pakistan, dan banyak negara kecil di pinggiran selatan, serta gerbangnya negara teluk persia, yang tampak seakan negara-negara yang bersatu, padahal sebenarnya berpecah-belah. Daerah-daerah ini, adalah kawasan yang sangat penting sekali, baik di masa lalu, maupun di masa-masa yang akan datang. Ia juga ibarat kerongkongan dunia di bidang minyak bumi. Tidak ada di muka bumi ini kawasan yang lebih sensitif melebihinya. Para penguasa di kawasan ini memiliki taraf hidup yang tinggi, karena penjualan minyak buminya.
    Kategori Penduduk di Kawasan Ini
    Penduduk di kawasan ini terbagi dalam tiga golongan:
    Pertama: Penduduk baduwi dan padang pasir, yang telah ada sejak beratus-ratus tahun lalu.
    Kedua: Pendatang yang hijrah dari berbagai pulau dan pelabuhan, yang telah hijrah sejak zaman pemerintahan Syah Isma’il as-Shofawi, dan terus berlangsung hingga zamannya Nadirsyah Afsyar, Karim Khan Zind, Raja al-Qojar, dan keluarga al-Bahlawi. Dan telah banyak perjalanan hijrah dari waktu ke waktu, sejak mulainya revolusi Islam.
    Ketiga: Mereka yang berasal dari negara arab lainnya, dan kota-kota pedalaman Iran.
    Adapun lahan bisnis, perusahaan ekspor impor dan kontraktor, biasanya dikuasai oleh selain penduduk asli. Sedangkan penduduk asli, kebanyakan mereka hidup dari menyewakan lahan dan jual-beli tanah. Mengenai para keluarga penguasa, biasanya mereka hidup dari gaji pokok penjualan minyak buminya.
    Adapun kerusakan masyarakat, budaya, banyaknya praktik yang menyimpang dari islam, itu sangat jelas terlihat. Karena mayoritas penduduk negara-negara ini, telah larut dalam kenikmatan dunia, kefasikan dan perbuatan keji. Banyak dari mereka yang mulai membeli perumahan, saham perusahaan, dan menyimpan modal usahanya di Eropa dan Amerika, khususnya di Jepang, Inggris, Swedia, dan Swiss, karena kekhawatiran mereka akan runtuhnya negara mereka di masa-masa mendatang. Sesungguhnya dengan menguasai negara-negara ini, berarti kita telah menguasai setengah dunia.
    Beberapa Tahapan Dalam Menggulirkan Revolusi Ini
    Untuk menjalankan misi panjang 50 tahun ini, langkah pertama yang harus kita lakukan adalah: memperbaiki hubungan kita dengan negara-negara tetangga, dan harus ada hubungan yang kuat dan sikap saling menghormati, antara kita dengan mereka. Bahkan kita juga harus memperbaiki hubungan kita dengan Irak, setelah perang berakhir dan Sadam Husein jatuh, karena menjatuhkan seribu kawan itu lebih ringan, dibanding menjatuhkan satu lawan.
    Dengan adanya hubungan politik, ekonomi dan budaya antara kita dengan mereka, tentunya akan masuk sekelompok kader dari Iran ke negara-negara ini, sehingga memungkinkan kita untuk mengirim para duta secara resmi, yang pada hakekatnya adalah pelaksana program revolusi ini, selanjutnya kita akan tentukan misi khusus mereka saat menugaskan dan mengirimkannya.
    Janganlah kita beranggapan bahwa 50 tahun adalah waktu yang panjang, karena kesuksesan langkah kita ini benar-benar membutuhkan perencanaan yang berkelanjutan hingga 20 tahun. Sungguh tersebarnya paham syi’ah, yang kita rasakan di banyak negara saat ini, bukanlah buah dari perencanaan 1 atau 2 hari.
    Dulunya kita tidak memiliki seorang pun pegawai di negara manapun, apalagi kader dengan jabatan menteri, wakil negara dan presiden. Bahkan dulunya banyak kelompok, seperti Wahabiah, Syafi’iah, Hanafiah, Malikiah, dan Hanbaliah, memandang kita sebagai kelompok yang murtad dari Islam, sehingga pengikut mereka telah berkali-kali mengadakan pemusnahan kaum syi’ah secara massal. Memang benar kita tidak merasakan pahitnya hari-hari itu, tetapi nenek moyang kita pernah merasakannya. Kehidupan kita hari ini adalah buah dari gagasan, pemikiran dan langkah mereka. Mungkin juga kita tidak akan hidup di masa depan, akan tetapi revolusi dan madzhab kita akan tetap ada.
    Untuk menunaikan misi ini, tidaklah cukup hanya dengan mengorbankan hidup, atau apapun yang paling berharga sekalipun, akan tetapi juga membutuhkan pemrograman yang telah matang dikaji.
    Harus ada perencanaan untuk masa depan, walaupun untuk 500 tahun ke depan, apalagi hanya 50 tahun saja. Karena kita adalah pewaris berjuta-juta syuhada’, yang gugur di tangan setan-setan yang mengaku muslim, darah mereka terus mengalir dalam sejarah, sejak meninggalnya Rasul hingga hari ini. Dan cucuran darah itu tidak akan kering, sehingga setiap orang yang mengaku muslim, meyakini hak Ali dan keluarga Rasulullah, mengakui kesalahan nenek moyang mereka, dan mengakui syi’ah sebagai pewaris utama ajaran Islam,,,,dst...................................... ......................................

    Sumber artikel: http://www.albayan-magazine.com/sereah.htm
    Penerjemah: Addariny
    Dipublikasi ulang oleh Dokumen Rahasia Agama Syi’ah Imamiyah — Muslim.Or.Id dengan beberapa editing
    Istilahnya dokumen rahasia yang sudah menjadi terbuka ...

    Berbahaya jika:
    1# direaksi secara berlebihan ...atau tdk diantisipasi sehingga niatan seperti dlm dokumen tsb terlaksana di indonesia ....
    2# sengaja dikobar-kobarkan oleh Aliansi2 pemecah belah islam terus menerus , demi pembusukan dan kekisruhan agama ...kemudian mereka mengail diair keruh dgn mudah ...mungkin dgn wajah merpati yg jinak ...dg mengusung jargon2 HAM dan membela kaum Minoritas ...
    3# jika ada indikasi dokumen tersebut betul2 mulai diimplementasikan oleh mereka ke negara kita...
    4# pemerintah tidak mengambil sikap yg tegas pada kondisi poin 3# ...
    Last edited by ntarluq; 09-09-12 at 07:08 AM.
    1+1+1=1 (?) TAU SAMA TAU AJA ....

  3. #3
    Newbie
    Join Date
    Mar 2012
    Posts
    4
    Rep Power
    0

    Re: Siapakah Musuh Terbesar Iran, Israel/USA ataukah Mereka yang Berpaham Ahlus Sunna

    mencari musuh, menghancurkan musuh

    tak adakah kedamaian disini?

  4. #4
    Senior Member Scor Wang's Avatar
    Join Date
    Apr 2012
    Location
    'Tersangkut di Indonesia' (???).
    Posts
    2,369
    Rep Power
    8

    Re: Siapakah Musuh Terbesar Iran, Israel/USA ataukah Mereka yang Berpaham Ahlus Sunna

    Yupe.
    Adalah benar.
    Kalo berbicara mengenai Timur Tengah?.
    Itu akan berbicara lagi mengenai bangsa Persia dan bangsa Arab.
    2 bangsa terutama di Timur Tengah.
    Selain daripada bangsa Israel.

    .
    Just call Me Scor;
    Member and Son of God,
    Brother of Jesus Christ in Heaven.

  5. #5
    Senior Member Scor Wang's Avatar
    Join Date
    Apr 2012
    Location
    'Tersangkut di Indonesia' (???).
    Posts
    2,369
    Rep Power
    8

    Re: Siapakah Musuh Terbesar Iran, Israel/USA ataukah Mereka yang Berpaham Ahlus Sunna

    Oyah, Musuh terbesar IranErs?.
    Adalah diri mereka sendiri!.

    ?.

    -> http://www.youtube.com/watch?v=fCsiHj26REo.
    Tulisan pada detik ke 30 (?).
    .
    Just call Me Scor;
    Member and Son of God,
    Brother of Jesus Christ in Heaven.

  6. #6
    Senior Member Latjuba's Avatar
    Join Date
    Aug 2012
    Location
    Indonesia
    Posts
    1,353
    Rep Power
    12

    Re: Siapakah Musuh Terbesar Iran, Israel/USA ataukah Mereka yang Berpaham Ahlus Sunna

    Bahan ini bersumber dari situs muslim dan berita hanya beredar dalam kalangan internal dunia muslim sendiri,,,,tetapi berusaha di tutupi untuk dunia luar muslim,,,,,,gw hanya membantu menyampaikan informasi ke Dunia Luar.

  7. #7
    Senior Member Latjuba's Avatar
    Join Date
    Aug 2012
    Location
    Indonesia
    Posts
    1,353
    Rep Power
    12

    Re: Siapakah musuh terbesar Iran,,,Israel/USA ataukah mereka yang berpaham ahlus sun

    Quote Originally Posted by ntarluq View Post
    Istilahnya dokumen rahasia yang sudah menjadi terbuka ...

    Berbahaya jika:
    1# direaksi secara berlebihan ...atau tdk diantisipasi sehingga niatan seperti dlm dokumen tsb terlaksana di indonesia ....
    2# sengaja dikobar-kobarkan oleh Aliansi2 pemecah belah islam terus menerus , demi pembusukan dan kekisruhan agama ...kemudian mereka mengail diair keruh dgn mudah ...mungkin dgn wajah merpati yg jinak ...dg mengusung jargon2 HAM dan membela kaum Minoritas ...
    3# jika ada indikasi dokumen tersebut betul2 mulai diimplementasikan oleh mereka ke negara kita...
    4# pemerintah tidak mengambil sikap yg tegas pada kondisi poin 3# ...

    Jawaban No : 2

    1.Baca sumber situsnya,,,,,berita ini sengaja disebarkan dalam situs2 muslim saja dan sengaja ditutupi dari dunia luar muslim.....seolah-olah tdk ada perpecahan dalam dunia muslim..
    2. Soal Air Keruh,,, dalam dunia muslim air keruh tercipta sejak abad V,,,sejarah ke-KHALIFAH....
    3. Dunia Barat berkepentingan didalamnya, tetapi tidak membawa unsur agama di dalamnya...mungkin kepentingan BBM/perekonomian...

    Jawaban Secara Keseluruhan :

    1. Sebagai point kewaspadaan akan kasus IRAN VS ISRAEL,,,,karena bukan tdk mungkin setelah Iran berhasil menyatukan dunia muslim entah menurut Versi apa,,,mereka bertujuan kemudian untuk menaklukan dunia...
    2. KeKhalifahan dalam dunia muslim pernah di usakahan untuk di hidupkan kembali,,,tetapi slalu gagal karena perbedaan pemahaman syiah dan suni,,,,,Hasil tertinggi yg tercapai hanyalah sebatas OKI seperti sekarang ini....
    3. Sejarah pernah membuktikan kejayaan bangsa PERSIA....
    Last edited by Latjuba; 09-09-12 at 02:59 PM.

  8. #8
    Beginner ko_fa's Avatar
    Join Date
    Sep 2012
    Posts
    47
    Rep Power
    0

    Re: Siapakah Musuh Terbesar Iran, Israel/USA ataukah Mereka yang Berpaham Ahlus Sunna

    Dunia ini penuh dengan konspirasi.
    Kita yang melek usahakan jangan tidur lagi.

    Supaya tau mana yang jelas dan mana yang gak jelas.

  9. #9
    Senior Member Scor Wang's Avatar
    Join Date
    Apr 2012
    Location
    'Tersangkut di Indonesia' (???).
    Posts
    2,369
    Rep Power
    8

    Re: Siapakah Musuh Terbesar Iran, Israel/USA ataukah Mereka yang Berpaham Ahlus Sunna

    Quote Originally Posted by ko_fa View Post
    Dunia ini penuh dengan konspirasi.
    Kita yang melek usahakan jangan tidur lagi.

    Supaya tau mana yang jelas dan mana yang gak jelas.
    Itu adalah urusan di Timur Tengah.
    Walaupun banyak dari orang orang Indonesia memakai ramuan ramuan dari Timur Tengah!.

    Nasehat orang orang bijak:
    ~ Jangan membawa permasalahan dan perang orang orang lain ke dalam rumah!.
    Artinya: Yang ada ribut di Timur Tengah tetap saja di Timur Tengah!.
    Jangan pernah membawanya ke Indonesia!!!.

    .
    jambronk likes this.
    Just call Me Scor;
    Member and Son of God,
    Brother of Jesus Christ in Heaven.

  10. #10
    Beginner ko_fa's Avatar
    Join Date
    Sep 2012
    Posts
    47
    Rep Power
    0

    Re: Siapakah Musuh Terbesar Iran, Israel/USA ataukah Mereka yang Berpaham Ahlus Sunna

    Quote Originally Posted by Scor Wang View Post
    Itu adalah urusan di Timur Tengah.
    Walaupun banyak dari orang orang Indonesia memakai ramuan ramuan dari Timur Tengah!.

    Nasehat orang orang bijak:
    ~ Jangan membawa permasalahan dan perang orang orang lain ke dalam rumah!.
    Artinya: Yang ada ribut di Timur Tengah tetap saja di Timur Tengah!.
    Jangan pernah membawanya ke Indonesia!!!.

    .
    Itu urusan mereka, ngapain kita sibuk.?
    Toh pun kalau ada yang kebarat-baratan
    itu juga urusan mereka.
    Setiap orang itu punya kehendak.
    Kita hanya bisa menikmati saja
    keaneka ragaman ini.
    ntarluq likes this.

Page 1 of 2 12 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  
©2008 - 2013 PT. Kompas Cyber Media. All Rights Reserved.

Content Relevant URLs by vBSEO 3.6.0