
Originally Posted by
Latjuba
LuQ dari awal tulisanmu tentang keyakinan orang lain tdk ada benarnya, nah sekarang giliranmu menjawab Narasi di bawah ini :
Jangan kamu bilang ini Fitnah! sebelum kamu menjelaskan secara rasional!
The Innocence of Maryam Qibtiyyah (Maria Kristen Mesir).?
Muhammad mengutus Amro bin Al-Aaz membawa surat kepada Al-Muqawqis penguasa Mesir, dan memerintahkan untuk memeluk Islam. Mengetahui kelemahan Muhammad, agar tidak berisiko, dia memberikan hadiah kepada Muhammad dua orang saudara perempuannya yang sangat cantik. Salah satunya Maryam. Jika bukan karena sebuah ayat Al Qur’an yang turun sebelumnya yang melarang menikahi dua orang perempuan bersaudara, Muhammad mungkin akan menikahi keduanya. Tetapi ayah mertua Muhammad yaitu Umar menegurnya dan memberikan nasehat.
Muhammad puas dengan Maryam, menghabiskan banyak waktu siang dan malam dengannya. (Lihat Al-Isaba fitamyis al-Sahaha oleh Ibn Hajar Asqalani, bagian VII hal.291 dan The Wives of the Prophet, hal 217).
Ibn Sa’d menceriterakan seorang lelaki koptik yang suka mengunjungi Maryam, gosip beredar bahwa dia adalah kekasih Maryam. Maryam budak koptik yang cantik dengan rambut ikal tinggal di sebuah taman di utara Medinah, ia dipindahkan kesana karena isteri-isteri Muhammad yang lain cemburu dan membencinya. Gosip tentang lelaki koptik ini sampai ke telinga Muhammad yang lalu menyuruh Ali untuk membunuh lelaki tersebut. Si lelaki ketika melihat Ali menghampirinya langsung mengangkat pakaiannya dan Ali melihat lelaki itu tidak mempunyai aurat (alat kelamin), lalu Ali membiarkan dia hidup. (Tabaqat, Volume 8, Page 224).
Suatu kali Maryam ingin bertemu Muhammad, jadi dia pergi ke rumah isterinya Hafsa putri Umar, Yang waktu itu tidak ada di rumah. Ketika Hafsa tiba-tiba pulang dia menemukan Muhammad sedang berhubungan intim dengan Maryam di tempat tidurnya sendiri! Dia memprotes Muhammad:
“Di dalam rumahku dan diatas tempat tidurku dan pada hari yang ditentukan untukku……..” Nabi yang menerima perwahyuan Allah berkata: “Rahasiakanlah dan jangan katakan siapapun. Jangan katakan kepada Aisha.” (karena ia sangat takut terhadap Aisha). Dia menambahkan: “Saya tidak akan menyentuh Maryam lagi. Dan saya menyatakan kepadamu dan ayahmu serta ayah Aisha, bahwa mereka akan memimpin bangsaku setelah aku. Saya tinggalkan itu kepada mereka.” Tetapi Hafsa memberi tahu Aisha lalu Muhammad menceraikan Hafsa. (Lihat Sunan Abu Dawud, buku 12 #2276).
Ketika kabar perceraian itu terdengar oleh Umar ayah Hafsa dia menjadi sangat marah dan nyaris meninggalkan Islam. Ketika Muhammad mendengar reaksi Umar, dia mengambil kembali Hafsa dengan sebuah perintah dari Jibril yang berkata kepadanya: “Hafsa akan menjadi isterimu pada hari pengangkatan.” (Lihat hadits Bukhari, vol.3, Buku 43 #648 dan Sura Al-Ahzab).
Karena Nabi menyatakan tidak akan menyentuh Maria lagi, “terlanjur” mengharamkan Maria, maka Allah menurunkan ayat yang menghalalkan kembali sang Nabi berhubungan intim dengan Maria.
“Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah menghalalkannya bagimu, kamu mencari kesenangan hati isteri-isterimu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Surat Al-Tahrim / Pengharaman 66:1).
Untuk menyelesaikan masalah isteri-isteri Muhammad dan kecemburuan akibat tindakan Muhammad, Allah mengerahkan diri-Nya, Jibril dan seluruh umat beriman untuk membela sang Nabi dalam menentang dua wanita tak berdaya, Aisha dan Hafsa dengan memberikan ancaman dan ultimatum yang mematikan masa depan mereka.
“Jika kalian berdua (Aisha dan Hafsa) bertobat kepadanya, hatimu memang demikian keinginannya; namun jika kalian saling mendukung melawannya, sesungguhnya Allah adalah pelindungnya dan Jibril dan semua orang benar diantara mereka yang beriman dan lebih dari itu, para malaikat akan mendukungnya. Jikapun, bila diinginkannya sang nabi untuk menceraikan kamu semua, Allah akan memberikan kepada Muhammad sebagai gantinya, pendamping-pendamping yang lebih baik darimu.”
Dengan kata lain Allah berkata dengan nada mengancam:
“Jika kamu tidak berhenti menentang Rasul Allah, Aku Tuhannya akan membuatnya menceraikanmu dan menikahi isteri-isteri yang lebih baik daripada kalian.”
(Lebih dari 20 Sarjana Muslim mencatat ceritera ini termasuk:Al-Istiak, vol.IV, hal 1812; Oun Al-Ithr, vol.II, hal.402; Al-Samt Al-Thamin, hal.85; Al-Zamkhashri, hal.562-63; The Causes of Descendancy oleh Al-Suyuti, hal.280; Al-Ittiqan oleh Al-Suyuti, vol.IV, hal.92; Fuqaha Al-Sahaha oleh Abd.Al-Aziz Al-Shanwi, hal.38; dan The Life of Muhammad by Dr Haykal, hal.450, entitled “The Revolution of the Wives of Muhammad”).
Rincian tambahan
Maryam adalah satu-satunya wanita yang melahirkan anak laki-laki bagi Muhammad ketika ia berumur 60 tahun, yang diberi nama Ibrahim. Walaupun Maryam lebih cantik dari isteri-isteri lainnya, dan memuaskan Muhammad, namun ia tidak bisa dinikahi sebagai isteri sah, karena Maryam sendiri tidak mau masuk Islam dalam barisan “the mother of believers”. Ini tentu mengherankan jikalau keteladanan Muhammad meyakinkan Maryam. Akan tetapi Maryam memilih tetap tegar dengan agama dan Juruselamat yang diyakininya.
Ketika Ibrahim lahir, Muhammad membawanya kepada Aisha dan berkata: “Lihat betapa mirip dia denganku.”
Aisha menjawab: “Tak kulihat kemiripannya denganmu.”
Muhammad bilang: “Tidakkah kau lihat pipinya yang tembam dan putih?” Aisha lalu menjawab: “Semua bayi yang baru lahir yang minum susu punya pipi tembam.” (Tabaqat, Volume 1, Page 125).
Bagaimana Bantahan-mu????
Kalau menurutku,, inilah hukum karma di Dunia!!!!!
Bookmarks