Page 3 of 588 FirstFirst 1234567891011121353103503 ... LastLast
Results 21 to 30 of 5872
Like Tree279Likes

Thread: Problematika Globalisasi: Dunia di Dalam Ancaman Puritanisme

  1. #21
    Contributor earsun's Avatar
    Join Date
    Apr 2008
    Location
    where many malls and cullinaries gathered
    Posts
    4,880
    Rep Power
    13

    Re: Problematika Globalisasi: Dunia didalam ancaman Puritanisme

    Quote Originally Posted by reinhart View Post
    Tidak apa apa Bro.
    Puritanisme didalam konteksnya yang paling mendasar adalah ingin 'memurnikan' Masyarakat itu sendiri. Tindakan ini, sebagaimana yang pernah aku ketengahkan beberapa waktu yang lalu adalah sebuah konsekuensi dari cara berpikir MEKANISTIK ala NEWTONIAN. Berbeda dengan pola DIALEKTIKA sebagaimana yang diadopsi oleh Masyarakat Jepang sebagai misal, dimana mereka melihat KETERTINGGALAN DIRINYA SENDIRI sebagai TESIS yang lalu menimbulkan KEGELISAHAN untuk BERUBAH maju yang dijadikannya ANTITESIS dimana pada akhirnya mereka menghasilkan Kebijakan Restorasi Meiji sebagai SINTESIS-nya; Masyarakat otoriter justru melihat KETERTINGGALAN itu bukan sebagai BUAH dari KEGAGALANNYA SENDIRI sebaliknya ia melihatnya sebagai AKIBAT yang DISEBABKAN oleh DUNIA LUAR DIRINYA.

    Jadi, ada PERBEDAAN yang sangat MENDASAR didalam cara pandang DIALEKTIS dan MEKANISTIS. Dialektis melihat dirinya sendiri sebagai sebuah TESIS yang PRIHATIN untuk kemudian DIBANGKITKANNYA untuk MAJU, bersublimasi menjasi SINTESIS; sedangkan paradigma MEKANISTIS melihat dirinya semata sebagai KORBAN, sebagai AKIBAT dari perbuatan ORANG LAIN yang menjadi SEBAB.

    Cara pandang yang BERBEDA ini pada akhirnya membuat PENDEKATAN SOLUSI yang BERBEDA pula. Orang yang BERDIALEKTIS akan menjadikan dirinya sesuatu yang PERLU DIUBAH, sementara orang yang MEKANISTIS hanya sibuk MENCARI KAMBING HITAM BAGI KEMALANGAN HIDUPNYA, oleh karenanya orang lain itulah yang harus diubah olehnya.

    BERBEDA.
    MEREKA TERAMAT BERBEDA.

    Yours,
    Reinhart
    Apa yang menyebabkan seolah ada 2 kubu yang berlawanan dalam cara pandang ( dalam hal ini Dialektis dan mekanistis ) ?
    Cara pandang demikian sungguh bersifat berlawanan....

    Bila mengingat dari falsafah China, semua unsur mengandung Yin dan Yang
    Mereka saling menyeimbangkan dan pada akhirnya tercapai keseimbangan.
    Karena ada kebaikanlah, maka kejahatan itu ada.
    Karena ada kemajuan peradabanlah, maka peradaban purba itu ada.

    Bila suatu saat cara pandang mekanistis akhirnya tergerus habis oleh jaman, dan yang tersisa hanyalah cara pandang dialektis.... bukankah itu berarti hilangnya unsur Yin dan Yang ??
    Akankah timbul cara pandang baru yang akan menyeimbangkan Cara pandang Dialektis?
    Ore Wa Hitori Janai

  2. #22
    Contributor
    Join Date
    Jun 2008
    Posts
    2,886
    Rep Power
    7

    Re: Problematika Globalisasi: Dunia didalam ancaman Puritanisme

    Quote Originally Posted by earsun View Post
    Apa yang menyebabkan seolah ada 2 kubu yang berlawanan dalam cara pandang ( dalam hal ini Dialektis dan mekanistis ) ?
    Cara pandang demikian sungguh bersifat berlawanan....

    Bila mengingat dari falsafah China, semua unsur mengandung Yin dan Yang
    Mereka saling menyeimbangkan dan pada akhirnya tercapai keseimbangan.
    Karena ada kebaikanlah, maka kejahatan itu ada.
    Karena ada kemajuan peradabanlah, maka peradaban purba itu ada.

    Bila suatu saat cara pandang mekanistis akhirnya tergerus habis oleh jaman, dan yang tersisa hanyalah cara pandang dialektis.... bukankah itu berarti hilangnya unsur Yin dan Yang ??
    Akankah timbul cara pandang baru yang akan menyeimbangkan Cara pandang Dialektis?
    San,
    cara berpikir dialektis memang selalu ada dua sisi.. jika ada tesis maka akan ada anti tesis.. bukan begitu..

  3. #23
    Contributor earsun's Avatar
    Join Date
    Apr 2008
    Location
    where many malls and cullinaries gathered
    Posts
    4,880
    Rep Power
    13

    Re: Problematika Globalisasi: Dunia didalam ancaman Puritanisme

    Quote Originally Posted by bimbim View Post
    San,
    cara berpikir dialektis memang selalu ada dua sisi.. jika ada tesis maka akan ada anti tesis.. bukan begitu..
    Jadi, apakah cara pandang dialektis merupakan anti tesis dari cara pandang mekanistis ?
    Ore Wa Hitori Janai

  4. #24
    Contributor
    Join Date
    Jun 2008
    Posts
    2,886
    Rep Power
    7

    Re: Problematika Globalisasi: Dunia didalam ancaman Puritanisme

    Quote Originally Posted by earsun View Post
    Jadi, apakah cara pandang dialektis merupakan anti tesis dari cara pandang mekanistis ?
    Bisa dibilang begitu menurut saya...

    karena manusia dulu bercara pandang tergantung pada pimpinan dst... kemudian hadir demokrasi dst..

    produk2 cara pandang mekanistis seperti otoriter
    produk2 cara pandang dialektis seperti demokrasi

    memang selalu berlawanan..

  5. #25
    Member Ruby_Stone's Avatar
    Join Date
    May 2010
    Posts
    57
    Rep Power
    2

    Re: Problematika Globalisasi: Dunia didalam ancaman Puritanisme

    Dunia dalam ancaman puritanisme ..
    apa penyebabnya???

    apakah karena Ideologi yg di anut masyarakat dunia...
    Dan hukum yang buat berdasarkan ideologi di anutnya...
    Mereka menganggap bahwa secara verbal ideologi yg di anutnya
    bisa memberi solusi terhadap segala sesuatu

    Tak heran, mungkin banyak undang2 yang di jiplak langsung dari "buku"
    yg di anutnya.....
    sebagai contoh : pembunuh dihukum mati,
    pemerkosa dirajam, dan pencuri dicambuk.
    atau maysarakat akan ramai2 membela orang2 / bangsa2 yg di anggap
    satu ideologi denganya. Kalau tidak, ia berdosa.

    Hukum2 dlm negara di dunia adalah refleksi dari masyarakat dan harus mencerminkan
    dinamika masyarakatnya. Tanpa itu, hukum tak akan
    berjalan efektif. Maka, sepanjang sejarahnya,
    generasi penerus HARUS merevisi dan menyesuaikan aturan-aturan sosial,
    ekonomi, dan politik, berdasarkan dinamika yang berkembang dalam
    masyarakat.
    Bukan berdasarkan ideologi yg di anutnya.


    Last edited by Ruby_Stone; 04-06-10 at 11:48 AM.
    Nothing Special

  6. #26
    Member reinhart's Avatar
    Join Date
    May 2010
    Posts
    158
    Rep Power
    0

    Re: Problematika Globalisasi: Dunia didalam ancaman Puritanisme

    Quote Originally Posted by Swan View Post
    Ya, ironisnya masih ada saja individu yang dengan RELA dan TULUS IKHLAS untuk terperangkap dalam REALITA SEMU tersebut. Berarti makna kehidupan berbanding lurus dengan realita nyatanya.

    Btw, saya biasa dipanggil "Ngga" daripada "Ang" lho... Tapi bagi saya keduanya tidak masalah kok.

    Salam.
    Ang.

    Realita Palsu yang apabila DISERAP sebagai MAKNA maka ia menjadi MAKNA PALSU. Demikian pula sebaliknya. Maka kemudian seseorang akan bertaya 'bagaimanakah caranya untuk mengetahui bahwa sebuah REALITA itu NYATA?'

    Beberapa waktu yang lalu telah aku jabarkan tentang hal ini, bahwa didalam Sosiologi ada yang disebut dengan istilah OBJEKTIVASI, sebuah DUNIA yang menjelma, secara ALAMIAH atau KREASI MANUSIA, yang TERPAPAR DILUAR DIRI dan BERADA DISANA BAGI BANYAK ORANG. Jadi, sifatnya UNIVERSAL. Memang, tidaklah secara otomatis kemudian seseorang dapat menemukan REALITA NYATA pada situasi OBJEKTIVASI tadi tanpa mendalami KARAKTER dari sekalian PAPARAN OBJEKTIVASI itu, baik ALAM maupun HASIL KREASI Manusia yang ternyata kesemuanya MEMILIKI sebuah KARAKTER yang SERAGAM yaitu DINAMIS, TUMBUH, BERKEMBANG dan HIDUP.

    Maka:
    Bila saja REALITA yang kita MILIKI saat ini, sebagai misal, ternyata SELARAS dengan KARAKTER UNIVERSAL dari OBJEKTIVASI tadi maka dapat dipastikan bahwa REALITA kita adalah REALITA NYATA.

    Yours,
    Tito

  7. #27
    Member reinhart's Avatar
    Join Date
    May 2010
    Posts
    158
    Rep Power
    0

    Re: Problematika Globalisasi: Dunia didalam ancaman Puritanisme

    Quote Originally Posted by artemis View Post
    Thanks Om Swan... Yah walaupun usia kita ngga jauh beda, tapi berhubung dirimu sudah punya dua orang kurcaci dan expecting another (?---ini tebak kucing dalam karung---SKSD) dirimu masuk dalam kategori om-om.... sedangkan diriku masih imut-imut dan manis...

    Banyak contoh sih, bahwa kita semua secara aktif mencari selamat...

    ya, aku masih menunggu pembahasan secara sosiologis-politis (dalam hal ini termasuk ideologinya) mengapa demokrasi ditakuti...walaupun icip-icipnya cukup membuatku masuk kembali ke FK setelah sekian lama--semoga saja bisa lebih menjurus ke arah sosiologis-politik internasional dengan gonjang-ganjingnya.
    Seperti yang Bim katakan bahwa DEMOKRASI mengadopsi HUKUM BERPIKIR DIALEKTIS. Kamu bisa memulai menstimulasikannya.

  8. #28
    Member reinhart's Avatar
    Join Date
    May 2010
    Posts
    158
    Rep Power
    0

    Re: Problematika Globalisasi: Dunia didalam ancaman Puritanisme

    Kawan Kawan.

    Perjalanan ini bakal panjang; bila hal itu tidak terjadi disini maka pasti pada Thread yang lainnya dimana aku berpartisipasi. Aku pastikan hal itu karena PIKIRAN tidak akan dapat DIBUNGKAM; KEBEBASAN adalah sia sia untuk dilawan. Sebelum kita melangkah lebih jauh lagi disini sebaiknya aku memberikan sedikit penjelasan tentang 'apa dan bagaimana' POKOK PIKIRAN yang menjadi dasar FILOSOFI-ku sehingganya pada perjalanan panjang yang melelahkan kelak aku tidak lagi 'merasa' telah MENGKHIANATI KEPERCAYAAN beberapa orang kawan seperjalananku.

    Pertama.
    Dasar pijakanku berpikir adalah HUKUM BERPIKIR DIALEKTIKA.
    Sedari awal kehadiranku disini, yang menginjak tahun kedua, maka TIADA SE-INCI-PUN AKU BERGESER DARI HUKUM DIALEKTIKA INI. Hanya saja memang seringkali didalam perjalanannya, disana-sini ia tidak muncul secara ikonik akibat dari improvisasi yang aku lakukan sendiri.

    Kedua.
    Aku tidak berpijak kepada DASAR KEIMANAN tertentu.
    AGAMA, bagiku, sampai kepada satu titik, ternyata amat PROBLEMATIK. Aku TIDAK PERDULI apabila diberi label ATEIS, AGNOSTIK, NEO-ATEIS, ANTI-TEOLOGIS atau apapun lainnya; AKU TIDAK PERDULI. Hanya saja aku merasa tidak senang apabila dituduh MENGHUJAT AGAMA TERTENTU karena penjabaran Sosiologisku. Bagiku, sebagai sebuah HASIL BUDAYA Manusia maka AGAMA tak luput pula dari KRITIK Sosiologi karena memang ia secara PAR EXCELLENCE adalah bagian dari kenyataan Sosial Manusia.

    Ketiga.
    Aku mengadopsi kehidupan SEKULER-PLURALISTIK.
    Aku tidak menemukan lagi sebuah jenis kehidupan yang lebih bermakna dibandingkan KEBEBASAN INDIVIDUAL dan KEBERAGAMAN. Sebuah pemahaman keatas KEBEBASAN UNIVERSAL yang bersendikan PENGAKUAN HAK HIDUP ORANG LAIN.

    Semoga ketiga pilar diatas mampu memberikan sedikit gambaran tentang diriku, sehingganya, pada beberapa waktu kelak, apabila pada ulasan ulasanku terbersit SEOLAH-OLAH ada upaya MERUSAK yang mungkin saja mengecewakan kawan seperjalananku, dan bahkan menganggapku telah berkhianat, maka dengan penjelasan ini salah pengertian yang semacam itu dapat dihindari pada masa yang akan datang.

    Yours,
    Reinhart

  9. #29
    Member reinhart's Avatar
    Join Date
    May 2010
    Posts
    158
    Rep Power
    0

    Re: Problematika Globalisasi: Dunia didalam ancaman Puritanisme

    Quote Originally Posted by Swan View Post
    Artie, sangat menarik jika kita membahas tentang sosial-politik. Ini tentu tidak dapat dilepaskan dari yang namanya OTORISASI. Dalam hal ini, SOSPOL sangat erat berhubungan dengan kekuasaan dan wewenang dalam segala kegiatannya, yang banyak dipengaruhi faktor budaya.

    Jangan lupakan entitas terkecil dalam politik, yaitu keluarga. Ya, dalam entitas ini terdapat kecenderungan sifat HOMOGEN. Tingkat otorisasi dalam status kepemimpinan keluarga adalah sebuah sistem politik mini.

    Dan Artie, kajian politik bagi saya itu terasa UNIK, karena ia dapat menjamah konsep KEYAKINAN dan SISTEM NILAI dalam sebuah komunitas. Seperti yang kita ketahui, bahwa sistem nilai dapat membuat banyak perbedaan pada lapisan masyarakatnya. Sistem nilai yang saya maksud disini adalah Pedoman Politik yang dijalankan secara sah sesuai dengan ketetapan bersama. MUSYAWARAH adalah salah satu pedoman politik di negeri kita.

    Salam.
    Oleh karena itu adalah KELIRU untuk MEMBICARAKAN POLITIK yang sama sekali TERLEPAS dari ASPEK ASPEK SOSIAL; karena bagaimanapun juga, sebagai sebuah HASIL KREASI Manusia didalam upayanya MENDISTRIBUSIKAN KEKUASAAN DIANTARA MEREKA SENDIRI maka ILMU POLITIK adalah merupakan BAGIAN INTEGRAL dari DUNIA SOSIAL Manusia.

    Jadi, seringkali kita menemukan KESALAHAN yang PALING ELEMENTER yang dilakukan oleh para Politikus atau anggota Dewan kita yang berbicara Politik secara berbusa-busa TANPA SEDIKITPUN mengaitkannya dengan KENYATAAN KEHIDUPAN SOSIAL Masyarakatnya. Ini adalah dasar pemikiran yang keliru, karena bagaimanapun juga Ilmu Sosial mencakup keseluruhan pembahasan Politik, Ekonomi, Budaya dan Antropologi didalam kehidupan Manusia, sehingga membicarakannya seolah-olah masing masing adalah bidang Ilmu yang berbeda dan terpisah merupakan sebuah kekeliruan yang mengerikan.

    Yours,
    Reinhart

  10. #30
    Member reinhart's Avatar
    Join Date
    May 2010
    Posts
    158
    Rep Power
    0

    Re: Problematika Globalisasi: Dunia didalam ancaman Puritanisme

    Quote Originally Posted by deus. View Post
    I believe you try to be modest... You choose imut-imut instead of *** and manis instead of ex*tic! and being om2 can be imut2 and manis also! LOL.

    BTT.


    Reinhart (nama anda mengingatkan saya pada seseorang yang bernama: Rain, yang pernah kutemui di Shanghai sana, dulu!)

    Ada yang menyebut kejadian tsb sbg prahara jaman, dimana muncul suatu nilai baru yang 'menantang' nilai2 yang diyakini pada jaman itu. Tentu saja kemunculannya tsb diiringi gesekan2 panas karena benturan budaya sebagaimana dituliskan oleh Samuel H.

    Yang terjadi sebenarnya adalah 'pengujian' hypotesa terhadap thesis, budaya yang ada, dan anti thesis budaya yang baru tumbuh tsb. Dengan segala pertanyaan dan tantangan menjadi ujian nyata dari keduanya, yg harus menjawabnya dengan menyajikan bukti2 nyata berupa realita sosial!

    Ini menjadi suatu ketidakpatutan yang menimbulkan kontroversi ketika nilai tsb sebelumnya sudah dianggap tdk masuk pra kualifikasi karena secara otoriter mendikte dan menghilangkan hak seseorang sebagai individu bebas yang justru merupakan dasar utama yang sdg dan terus diperjuangkan, sementara dari sisi budaya lainnya tetap saja menyodorkannya sebagai bagian dari thesis-anti thesis yang harus diujikan dalam realita sosial. Pengujian yang pada akhirnya diyakini hanya memakan korban yang tidak perlu.

    Pada dasarnya tentu sebagai mahluk Tuhan yang dikaruniakan rasio, kita tidak boleh justru menihilkan fungsi rasio tsb hanya karena sentimen yang tidak jelas. Bukankah pendidikan dan ilmu pengetahuan ada untuk merayakan rasionalitas kita umat manusia. Disini ada friksi antara yang dianggap bernilai spiritual irrasional dan rasionalitas. Semisal: antara alkohol dan kesehatan. Terbukti dalam takaran overdosage, tidak saja alkohol tapi air putihpun terbukti bisa merusak kesehatan! Sebaliknya alkohol dalam takaran yang pas bisa mengurangi resiko stroke dan penyumbatan pembuluh darah! Tapi ada yang serta merta 'mematikan' thesis tsb dg argumentasi tidak jelas, yang hanya mengandalkan otot ketimbang otak. Budaya inilah yang menimbulkan friksi yang sebenarnya tidak perlu, karena pra-kualifikasinya sudah gagal!
    Tepat Trie.
    Yang aku warnai merah, bahwa pengujian keatas Realita Sosial yang dilakukan oleh kelompok tertentu pada akhirnya akan MENYERET KORBAN itu karena pertentangan Thesis - Antithesisnya tidak mengubah apapun. Tidak ada SUBLIMASI, tidak ada apapun.

    Yours,
    Reinhart

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  

Content Relevant URLs by vBSEO 3.6.0