Om3

Duuuh.... saya sangat terpukau dengan kalimat2 di atas.
Terutama "salesmanship" para pemuja agama.
curhat dikit...
Minggu lalu ada reuni kecil2an.. dan kami ramai saling bercerita hal-hal remeh.
Dadakan ada satu teman menerima telp dari temannya... dan terlibat dalam percakapan serius.. sehingga kami semua (cieeeeh... pada nguping) tertegun dan ikutan menyimak kata-kata sepihak tsb.
Ternyata... Teman kami di "sapa" dan ditanyakan apakah masih memiliki "stock" minyak urapan.
Jika telah "habis"... temannya akan hubungi "sumber" dan mengirimkan ready-stock ke teman tsb.
mmm....
Jujur... hatiku kontan (cash... tunai... ngak pakai credit..

) langsung berdegup kencang.
Haree genee.. masih ada pemuka umat yang menJUAL minyak urapan?
Apakah benar.... ada yang berhak mengurapi minyak dan menjualnya ke umat?
HAK Pengurapan... secara moral dan etika... apakah layak di tukar dengan uang (kata lain dari TRADE, dagang

)
Dan.... mentalitas pembeli dan penjual... semakin kusut untuk di urai. Mana yang asli religius .. mana yang asli kecanduan.... cuci otak.
Well...
mending otak-otak tenggiri

dibanding otak-otak cucian air urapan...
ngak jelazzz...

Bookmarks