Like Tree459Likes

Thread: Problematika Globalisasi: Dunia di Dalam Ancaman Puritanisme

  1. #5261
    Member tom percy's Avatar
    Join Date
    Oct 2010
    Location
    Bandung, Flower City
    Posts
    823
    Rep Power
    5

    Re: Problematika Globalisasi: Dunia di Dalam Ancaman Puritanisme

    Quote Originally Posted by agatha View Post
    Contoh untuk yng berpendapat sex bukan kodrati.
    Tapi mestinya memang bisa diKENDALIKAN.. karena manusia bukan animal.


    link: http://news.bbc.co.uk/2/hi/americas/8587082.stm



    Pope Benedict XVI failed to act over complaints during the 1990s about a priest in the US who is thought to have abused some 200 deaf boys, victims say.As head of the Vatican office dealing with sex abuses, the then Cardinal Ratzinger allegedly did not respond to letters from an archbishop on the case.
    A Church trial of the priest was halted after he wrote to Cardinal Joseph Ratzinger pleading ill health.
    The Vatican newspaper said the claims were an "ignoble" smear attempt.
    The Holy See has been plagued in recent months by abuse cover-up claims in Europe, echoing a similar scandal that hit the Church in the US eight years ago.


    ....
    Agatha,

    harap dibedakan sesuatu yang "menyenangkan" dengan sesuatu yang kodrati.
    aku senang membaca. kalau tidak lagi traveling biasanya aku membaca 14 jam sehari.
    kalau bisa aku ingin membaca 24 jam sehari, tapi sudah KODRAT manusia untuk tidur karena itu aku tidur dan berhenti membaca.
    Dalam hidup dan nafasku ada harummu

  2. #5262
    Contributor
    Join Date
    Sep 2008
    Posts
    2,762
    Rep Power
    11

    Re: Problematika Globalisasi: Dunia di Dalam Ancaman Puritanisme

    Quote Originally Posted by tom percy View Post
    3, maaf kalau kukatakan sejauh ini aku gak berhasil menangkap pikiranmu. aku buat metode yang mudah supaya bisa clear masalah ini.

    Sistem korup ---> pembenahan sistem ------> eksistensi / pengakuan

    eksistensi / pengakuan -----> butuh polesan / jualan

    di sini, jualan itu mempunyai maksud agar dagangannya laku, bukan begitu?
    siapa yang dagang ketika Huss dan ML sudah mati?.....penerus protestanisme jawabnya.

    sekarang sudah muncul pemain baru yaitu penerus protestanisme. trus apa hubungannya dengan ML yang sudah mati? apa ini suatu siklus setan bahwa akan selalu demikian?

    salam
    Tom Percy, dagangan laku itu dalam artian eksistensinya 'diterima' atau memiliki 'nilai'. Dan ini harus terus dijual bila tidak ingin 'mati' dipasar. Kegiatan ini adalah kegiatan yang bersifat continuous, just like if you do business. Untuk exist ya business harus terus 'digarap' harus terus 'jualan'.

    Seandainya protestanisme itu tidak mendapatkan sambutan dimasyarakat, tentu protestanisme itu tidak bisa exist. Seperti halnya radikalisme. Radikalisme bisa exist karena ada yang 'membeli' ideologi ini. Sekarang untuk melawan radikalisme harus digalakkan jualan lainnya. Market campaign ttg bahaya radikalisme.
    +++ all that is necessary for the triumph of evil is that good men do nothing +++

  3. #5263
    Contributor
    Join Date
    Sep 2008
    Posts
    2,762
    Rep Power
    11

    Re: Problematika Globalisasi: Dunia di Dalam Ancaman Puritanisme

    Quote Originally Posted by 3serangkai View Post
    Airmata. Kenapa harus menjadi demikian kompleks? Perumpamaan digunakan supaya sesuatu menjadi lebih sederhana bukan?
    .................
    .................
    Kalau anda kemudian berbicara hak. Hak apakah yang dimiliki anak2 tsb? Selama ortunya masih hidup. Kalau salah satu anak tsb sakit parah dan kesembuhannya menelan biaya lebih dari separuh kekayaan ortunya, misalnya. Lalu apa yang terjadi? Berarti seluruh harta sekarang hanya menjadi hak anak satunya yang sehat?
    Saya lanjutkan.

    Content cerita ttg anak yang hilang sebenarnya bercerita ttg kasih sayang yang besar dari orang tua. Kasih sayang besar ini bila diteladani tidak harus selalu datang dari orang tua. Tetapi umum sifatnya orang tua memiliki kasih sayang yang demikian besar kepada anaknya.

    Tentang apakah si anak yang tidak hilang, yang merasa cemburu adalah salah atau tidak, tentu saja bisa dijelaskan secara sederhana karena cerita ini adalah kejadian SEHARI-HARI yang terjadi dikehidupan sosial berkeluarga. Bukankah justru tidak normal bila yang satunya tidak merasa cemburu?

    Perumpamaan ini mengusung pengajaran yang bersifat UNIVERSAL, hanya saja terasa agak 'janggal' ketika Airmata mulai menaburkan bumbu rasa 'ger*ja'. Yang justru memancing perdebatan yang merembet pada masalah 'free will' dan lainnya.
    +++ all that is necessary for the triumph of evil is that good men do nothing +++

  4. #5264
    Contributor
    Join Date
    Sep 2008
    Posts
    2,762
    Rep Power
    11

    Re: Problematika Globalisasi: Dunia di Dalam Ancaman Puritanisme

    Quote Originally Posted by agatha View Post
    FREE WILL!

    Anak si bapak petani-peternak kaya di kisah pages sebelumnya.... adalah manusia yang memiliki Free-WILL.
    Dalam kisah... jelas tertulis dia kerja keras... dia yang membuat pertanian dan peternakan bapaknya tetap berrproduksi dan menjadi sumber penghidupan bagi seISI rumah dan para Pekerja yang ikut mencari nafkah di sana.

    JIKA si anak itu..... TALENTED , Pekerja Keras dan sudah BUKTIkan diri sanggup menghidupi dirinya sendiri dan se-ISI rumah-Tangga Keluarga BAPA dan Para Pekerja. Jika dia MEMILIH pergi juga.... meninggalkan Peternakan dan rumah sang BAPA.

    Dia sanggup dan BISA. Kenapa tidak? Kenapa dia tidak pergi?
    Kenapa pembaca kisah itu, tidak berpikir bahwa JUSTRU kisah si anak-yang tinggal itu JUSTRU TELADAN?

    Walau dia marah karena hasil kerja kerasnya berupa domba dan babi terGEMUK (HASIL TERBAIK DARI KERJA KERAS) dikorbankan demi pesta pora sang BAPA demi Menyambut si ANAK_MANJA-The-Rotten-Fruit ?

    Tidakkah pembaca kisah.... mestinya ikut melihat sisi lain dari kisah itu... si ANAK tidak pergi, walau BISA adalah karena HATINYA mengasihi dan SAYANG pada BAPA nya yang TUA dan Merana ditinggal si anak-manja? Dan.. siapa lagi yang sanggup mengelola pertanian dan peternakan itu jika bukan ANAK nya sendiri?

    Si ANAK itu menunjukkan kualitas dirinya.... memiliki PILIHAN untuk Pergi, Tapi MEMILIH TINGGAL karena sayang dengan BAPA tua dan merana.. dan yang PENTING... si ANAK tetap MANUSIAWI.. lengkap dengan naluri manusia ~terluka hatinya~ dan memiliki emosi`khas-manusia: KECEWA & MARAH.

    Dia... bukan SAINT... bukan SANTA.
    Dia adalah MANUSIA.

    Kisah itu ditulis jaman Belum Ada Profesional yang bisa ngurus perusahaan dan Peternakan bukan?
    Kenapa kisah kuno di "baca" dengan gaya deret-hitung? bukankah perlu di b.a.c.a dengan R.A.S.A ?
    Agatha. It is another good vintage point. Anak yang tinggal dan bekerja keras. Sebuah teladan.

    Perumpamaan ini adalah kejadian sehari-hari yang sarat nilai pembelajaran, justru mengalami pendangkalan makna ketika ia dicabut dari konteksnya sebagai permasalahan 'keluarga'. Tentu tidak berarti ini pembelajaran tentang nilai2 keluarga, tetapi dalam keluarga itu ada ikatan emosional, ada ikatan kasih.

    Ketika konteksnya tidak dipandang sebagai permasalahan keluarga, justru sianak yang tidak hilang (si sulung?) seakan menjadi negatif hanya karena ia memiliki rasa cemburu, yang diartikan iri atau dengan mudahnya malah membuat kesan sudah terjadi ketidak adilan dari bapaknya yang gembira karena anaknya yang minggat pulang kembali.

    Dalam konteks keluarga, tentu si sulung ini tidak bodoh untuk tidak mengerti bahwa bapaknya juga menyayangi dia sebagai anaknya. Tentu si sulung ini juga tahu kalau hal yang sama yang menimpa dirinya bapaknyapun akan berlaku demikian. Tapi karena ia manusia normal, ia tetap saja memiliki rasa cemburu. Apakah ini negatif? Tentu saja tidak, ini normal. Sekarang tinggal bagaimana kemudian ia menyikapinya, merespon dari rasa cemburu yang muncul itu. Apakah bukan berarti ia tidak menyayangi saudaranya? Ini terlalu jauh, dan sangat berbahaya bila kemudian dengan gegabah disimpulkan demikian hanya dari sekelumit cerita perumpamaan tsb. Sebagai saudara mereka berdua tentu pernah/sering bertengkar, berselisih paham, tapi bukan berarti itu tidak saling menyayangi bukan?
    +++ all that is necessary for the triumph of evil is that good men do nothing +++

  5. #5265
    Contributor
    Join Date
    Sep 2008
    Posts
    2,762
    Rep Power
    11

    Re: Problematika Globalisasi: Dunia di Dalam Ancaman Puritanisme

    Quote Originally Posted by -Tito- View Post
    APA ITU DOSA?
    Tito, saya berharap jawaban yang muncul tidak menyeret2 iman!
    +++ all that is necessary for the triumph of evil is that good men do nothing +++

  6. #5266
    Senior Member -Tito-'s Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    1,673
    Rep Power
    7

    Re: Problematika Globalisasi: Dunia di Dalam Ancaman Puritanisme

    Quote Originally Posted by Cicilia, FL, + ND, USA View Post
    Tentunya dengan mempunyai pikiran untuk mengambil hak2 dari manusia lain akan berdosa, walaupun hanya ada di dalam pikirannya, lol...Orang yang goblok saja yang mempunyai pemikiran yang kamu ucapkan tsb...lol...=)

    Regards,
    Cicilia...=)
    Menurutmu, DOSA adalah bentuk PIKIRAN KORUPTIF karena ia MENGAMBIL HAK HAK ORANG LAIN, kendatipun hal itu hanya terjadi didalam PIKIRAN.

    Aku mau tanya:
    BAGAIMANA CARANYA MENGAMBIL HAK ORANG LAIN BILA IA HANYA ADA DIDALAM PIKIRAN?
    Kamu paham HAK?
    BAGAIMANA CARANYA SEBUAH HAK YANG DIMILIKI OLEH SESEORANG DAPAT DIAMBIL DARINYA HANYA MELALUI MEDIA PIKIRAN ORANG LAIN?

    Yours,
    Tito
    -It is better to be Socrates dissatisfied than a fool satisfied-


  7. #5267
    Senior Member -Tito-'s Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    1,673
    Rep Power
    7

    Re: Problematika Globalisasi: Dunia di Dalam Ancaman Puritanisme

    Quote Originally Posted by 3serangkai View Post
    Tito, saya berharap jawaban yang muncul tidak menyeret2 iman!
    Apa boleh buat Trie.
    Aku sudah lelah dengan 'gaya menghindar' yang selalu menjadikan TEOLOGIA sebagai 'the last land resort' untuk MELARIKAN DIRI. Aku tahu bahwa banyak dari mereka yang suka membawa-bawa TEOLOGIA sebenarnya TIDAK PAHAM TEOLOGIA, tetapi, satu hal, mereka PAHAM bagaimana caranya BERLARI DARIKU HANYA DENGAN CARA BERLINDUNG DIBALIK TEOLOGIA, karena, mereka berpikir, kalau sudah sampai kepada pembahasan TEOLOGIA maka aku akan BERHENTI MENGEJAR mereka, dan, LOLOSLAH dia.

    Itu pikiran mereka.
    Aku bosan dengan permainan petak umpet tidak GENTLE ini.
    AKU PAHAM TEOLOGIA. AKU TELAH BELAJAR TEOLOGIA.
    Kalau mereka bisa menepuk dada hanya karena baru mendengar kata FREEWILL, maka aku katakan sekarang, bahwa, justru DOKTRIN FREEWILL itulah yang membuatku MENCAMPAKKAN TEOLOGIA.

    Banyak orang merasa PINTAR DAN INTELEK KALAU SUDAH MAMPU MENGUCAPKAN ISTILAH ASING.
    Dikiranya, kata FREEWILL itu sudah membuatnya kelihatan cerdas.
    Begitu diajak DISKUSI, kalang kabut.
    Banyak yang begitu.

    DOKTRIN FREEWILL ini MASTERPIECE anak anak yang baru tahu TEOLOGIA.
    INI ILMU KENCUR.
    INI ILMU KACANGAN.
    INI ILMU DASAR.
    Banyak Hamba Tuhan, demi mengangkat citranya, sesumbar diatas mimbar meneriakkan istilah asing 'FREEWILL!'
    Teriak tok.
    Dikiranya, kalau sudah bicara FREEWILL dia kelihatan hebat.
    Begitu diajak diskusi:

    LARI.

    Yours,
    Tito
    -It is better to be Socrates dissatisfied than a fool satisfied-


  8. #5268
    Senior Member -Tito-'s Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    1,673
    Rep Power
    7

    Re: Problematika Globalisasi: Dunia di Dalam Ancaman Puritanisme

    Quote Originally Posted by agatha View Post
    Halo Airmata...
    Untung dirimu bukan kakekku ... bukan opa....

    Tapi sudahlah....
    Sesukamu sajahlaah.....

    Tapi sebagai individu yang bukan cucumu....
    Saia cuma mo komen..... dirimu udah did 2x .... dan dulu pernah ku bata....
    Tapi kali ini bataku mahal... buat dikirim ke opa.

    Tolong baca ulang ya...
    Post dan komenku ttg dosa asal.. itu karena mengkritisi komen KALIAN.
    Thema DOSA ASAL bukan di mulai olehku.
    Tolong BACA yeeeee...

    Tapi bosan juga aach...
    Malaz dengan manusia yang terbelengu dan mengikatkan diri dengan dosa di tiap hembusan nafasnya.
    Dan manganggap manusia memiliki cacat lahir berupa dosa... ahhaa.... dosa manusia pertama katanya... huhuhuhu..

    bye... good day.
    Aku titip pertanyaan buat dia:
    APA ITU DOSA ASAL?
    Dan, mengapa 'sesuatu' itu dianggap sebagai DOSA ASAL?

    Yours,
    Tito
    -It is better to be Socrates dissatisfied than a fool satisfied-


  9. #5269
    Senior Member -Tito-'s Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    1,673
    Rep Power
    7

    Re: Problematika Globalisasi: Dunia di Dalam Ancaman Puritanisme

    Quote Originally Posted by tom percy View Post
    Tito,

    edit: tambahan

    membaca diskusimu dengan Airy maka kusimpulkan bahwa kodrat tidak bisa dilawan. sama seperti makan tidak mungkin tidak dilakukan ketika lapar.

    banyak biarawan (Buddha atau katolik) yang hidup selibat alias tidak kawin. artinya kebutuhan seks dilawan.
    apa ini artinya seks bukan kodrat manusia diakibatkan dia bisa dilawan?
    Terima kasih Tom.
    Terima kasih atas kehadirannya.
    Mari kita bicara dan saling berbagi pengetahuan.
    Aku senang kamu datang lagi, dan, sangat berharap dapat bertahan disini selamanya.
    Aku bahas 'tambahan' terlebih dahulu, kelak, akan aku stimulasi lebih lanjut soal SPIRITUALITAS itu, dan aku paham maksudmu, sehingga tidak perlu lagi diulang, mungkin, disimpan saja dulu untuk bahan bantahanmu nanti.

    Tom, KODRAT itu bisa DILAWAN.
    Dia bisa DILAWAN ATAU DITEKAN, TETAPI, TIDAK DAPAT DIMUSNAHKAN.
    KODRAT, bila ia DILAWAN atau DITEKAN, hanya akan BERUBAH BENTUK, tetapi tidak MUSNAH. Modelnya mirip dengan HUKUM KEKEKALAN ENERGI. Menurut Freud, justru dengan cara itu BUDAYA LAHIR, PERADABAN BERKEMBANG. Didalam Teorinya, Freud mengatakan 'SEMAKIN BESAR TEKANAN YANG DILAKUKAN TERHADAP HASRAT KODRATI, MAKA, SEMAKIN BESAR PULA BUDAYA YANG DIHASILKANNYA'. Yang dimaksud Freud 'besar' disini adalah bentuk Budaya yang lebih kompleks, maju dan tinggi.

    Ketika DOKTRIN AGAMA mengharuskan para Biarawan untuk SELIBAT, sebenarnya, LIBIDO yang dimiliki oleh mereka itu TIDAKLAH MUSNAH, tetapi, ia MENGAMBIL BENTUK BARU DENGAN WAJAH YANG LEBIH MULIA, yaitu BUDAYA PELAYANAN SPIRITUALITAS. Itulah seringkali dianggap bahwa SPIRITUALITAS yang sengaja DIPERTONTONKAN dengan cara MUNAFIK adalah bentuk KEGENITAN LIBIDO yang tersembunyi. Situasi ini disebut sebagai SUBLIMASI. Ketika sebuah hasrat 'banal' DITEKAN, maka, AKAN TIMBUL BUDAYA BARU YANG LEBIH TINGGI DALAM BENTUK KEMULIAAN dan sebagainya.

    Jadi Tom, KODRATI kita hanya dapat DITEKAN dan DILAWAN, tetapi tak akan dapat DIKALAHKAN atau DIMUSNAHKAN.

    Yours,
    Tito
    Last edited by -Tito-; 15-04-12 at 11:28 PM.
    -It is better to be Socrates dissatisfied than a fool satisfied-


  10. #5270
    Senior Member -Tito-'s Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    1,673
    Rep Power
    7

    Re: Problematika Globalisasi: Dunia di Dalam Ancaman Puritanisme

    Quote Originally Posted by Cicilia, FL, + ND, USA View Post
    Yang di birukan, artinya kodrat (Sex) bisa di lawan...demikian pula untuk makan dan minum kadang ada juga yang melawan kodrat (makan dan minum) untuk beberapa waktu lama, hmmm...jadi sex itu kodrat yang bisa di lawan dengan cara memilih apa yang mereka ingini dan percaya untuk mencari kebahagian masing2...Tidak ada pemaksaan, mereka free untuk memilih dengan kepercayaan mereka masing....???kalau mereka tidak senang dengan pilihannya sendiri, bukannya manusia ini munafik???

    Ha..ha..ha...yep kalau di bentak2 ya mendingan lari seribu langkah lah...lebih aman...=)
    Apalagi kalau sudah di takut2i akan di lempar bata...lol...Bagaimana bisa berdikusi sebagai lawan dikusinya???...lol...=D

    Regars,
    Cicilia...

    Dilawan bisa tetapi tidak bisa dimusnahkan.
    Kau juga SUKA SEKS. Semua Manusia SUKA SEKS.
    Pernyataan yang seperti ini yang TIDAK MUNAFIK.
    Kalau kau kelihatan 'emoh' dengan seseorang itu BUKAN BERARTI KAU SUCI dan TIDAK SUKA SEKS,tetapi itu lebih karena kau TIDAK SELERA DENGANNYA.

    Yours,
    Tito
    -It is better to be Socrates dissatisfied than a fool satisfied-


Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  

Content Relevant URLs by vBSEO 3.6.0