
Originally Posted by
-Tito-
Ang.
Didalam keseharianku, aku menemui banyak sekali kawan yang juga tidak paham dengan apa yang DIYAKININYA. Didalam banyak percakapanku dengan beberapa dari mereka, seringkali aku mendengar pelbagai macam 'istilah' yang sebenarnya menyimpan banyak problem. Bila kemudian hal yang seperti itu coba aku luruskan, mereka bingung. Ada kawan, saking bersemangatnya, sampai ingin membuat 'kelas diskusi' yang khusus membahas masalah Teologia ini denganku. Yang membuatku jatuh iba kepada mereka, adalah, bahwa mereka sepertinya TIDAK PERNAH DIBERITAHU tentang hal hal yang TERSEMBUNYI itu.
Bukan hanya sekali ini aja aku berbicara tentang DOKTRIN FREEWILL ini.
Didalam pergaulanku sehari-hari, disela-sela waktu kerja, bila kami berkumpul disebuah cafe atau aku berkunjung kekantor kawan-kawanku, umumnya mereka bertanya juga tentang hal FREEWILL ini, dan aku mencoba menjelaskan semampuku. Mereka TERKESIAP. Mereka kaget, bukan karena aku seorang orator jenius yang pandai bicara dan pintar membuka sebuah 'tabir', tetapi lebih kepada 'keterkejutan' ketika menyadari adanya sebuah PROBLEM BESAR yang nyatanya tersembunyi dibawah permukaan.
Mereka tidak tahu.
Belum lagi ketika aku berbicara tentang EKSISTENSI ALLAH, HAKEKAT ALLAH, DOSA, IDE TUHAN dan sebagainya, mereka TERNGANGA. IDE TUHAN, misalnya. Suatu waktu aku pernah bertutur tentang IDE TUHAN kepada mereka, yang basis argumentasinya justru aku ambil dari Kitab Kejadian, yaitu kisah sebelum dan sesudah Manusia (Adam dan Hawa) jatuh kedalam DOSA, bahwa disitu aku jelaskan MANUSIA DIPERINTAHKAN MEMAKAN BUAH DAN HIDUP TELANJANG sebagai refleksi dari IDE TUHAN tentang BAGAIMANA SEMESTINYA MANUSIA HIDUP, dan, hal ini membuat mereka 'gempar' tetapi dapat memahaminya.
Jadi, banyak sekali umat Tuhan yang MENGAKU PERCAYA KEPADA TUHAN NAMUN MEMILIH BERHENTI UNTUK MENCARI TUHAN, sebaliknya, ADA SEGELINTIR ORANG YANG TIDAK PERNAH MENGAKU PERCAYA KEPADA TUHAN, TETAPI MEMILIKI KERINDUAN YANG MAHA BESAR UNTUK MENYELIDIKI TUHAN. Ini 2 (dua) kelompok Manusia yang sangat berbeda. Yang satu cukup puas MENGENAL TUHANNYA dari KATA ORANG, sementara yang satunya lagi selalu BERTANYA dan BERUPAYA MENCARI TUHAN selama hayat masih dikandung badan. Yang satu, atas nama TUHAN, sangat GEMAR berdiri DIATAS MIMBAR, berteriak diatas panggung, disorot banyak mata, dilimpahi kekaguman, dibuai kehormatan, sementara yang satunya lagi, menghabiskan waktu sunyi sendiri, terkadang ditengah malam buta dibawah cahaya bulan-bintang diteras rumah, MENYELIDIK, BERTANYA, terus BERTANYA, tentang TUHAN. Yang satu penuh GLAMOR ketika ia berbicara tentang Tuhan, sementara yang lainnya lagi 'sepi ing pamrih' ketika ia mencari Tuhan.
Inilah dunia kita Ang.
KAPITALISME AGAMA.
SPIRITUALITAS DANGKAL.
MATERIALISME KEPERCAYAAN.
Yours,
Tito
Bookmarks