Forum


     

Like Tree459Likes

Thread: Problematika Globalisasi: Dunia di Dalam Ancaman Puritanisme

  1. #5301
    Senior Member -Tito-'s Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    1,673
    Rep Power
    7

    Re: Problematika Globalisasi: Dunia di Dalam Ancaman Puritanisme

    Quote Originally Posted by tom percy View Post

    selama itu dia trauma dan gak bisa ngeseks. seks adalah siksaan baginya.

    kalau seks adalah kodrati, kenapa seks bisa menjadi siksaan?

    salam
    SEKSUALITAS adalah INSTING DASAR MANUSIA, dan dikatakan demikian karena dia merupakan SUMBER bagi KEHIDUPAN MANUSIA. INSTING KEHIDUPAN, sebenarnya dapat dilihat pada EKSPRESI LIBIDO MANUSIA, pada EKSPRESI SEKSUALITAS MANUSIA. Manusia tidak perlu belajar untuk memiliki SEKSUALITAS, dan oleh karena itu BAYI MERAH sekalipun telah memiliki HASRAT SEKSUAL persis ketika ia dilahirkan.

    Ketika Manusia lahir, INSTING KEHIDUPANNYA disalurkan menggunakan MEDIA SEKSUALITAS. Kamu mungkin bertanya 'bagaimana mungkin BAYI dapat melakukan AKTIVITAS SEKSUAL?' Perlu diketahui, AKTIVITAS SEKSUAL BAYI, dilakukannya bukan untuk sekedar RELAKSASI sebagaimana SEKSUALITAS orang dewasa, sebaliknya, AKTIVITAS SEKSUAL BAYI dilakukannya demi untuk MEMPERTAHANKAN KEHIDUPANNYA.

    SEKSUALITAS PADA MANUSIA MELALUI 3 (TIGA) TAHAP, YAITU ORAL (mulut), ANAL (dubur) dan GENITAL (alat Kelamin). Pada tahap awal kehidupan, BENTUK KENIKMATAN SEKSUAL BAYI didapatkannya pada rongga mulut, yang mana tahap ini disebut sebagai TAHAP ORAL. SENSASI KENIKMATAN YANG TERLETAK DIMULUT MEMBUAT SIBAYI SELALU BERUPAYA MENGUPAYA SESUATU YANG DAPAT MEMUASKAN HASRATNYA TERSEBUT, YANG DENGAN DEMIKIAN, SECARA TIDAK LANGSUNG MEMBUAT SIBAYI SELAMAT KARENA DIA SELALU TEROBSESI KEPADA MAKANAN. INILAH EKSPRESI INSTING KEHIDUPAN YANG DISALURKAN OLEH SIBAYI MELALUI MEDIA SEKSUALITASNYA, YAITU SEKSUALITAS TAHAP ORAL.

    Selanjutnya, si Bayi akan 'memindahkan' SENSASI NIKMAT keatas SEKSUALITAS itu pada ANALNYA, DUBUR.
    Tahap ANAL ini mendorong si bayi untuk MENGEJAR KENIKMATAN DALAM BENTUK PERLINDUNGAN. Ekspresi ini juga sangat penting demi MENUNJANG HIDUP SIBAYI agar dia selalu MENGUPAYAKAN RASA AMAN bagi dirinya, dan, sekali lagi, dengan proses ini si Bayi secara TIDAK LANGSUNG telah MENGUSAHAKAN SENDIRI KESELAMATAN HIDUPNYA. Inipun merupakan bentuk INSTING KEHIDUPAN yang diekspresikan melalui SEKSUALITAS TAHAP ANAL.

    Setelah perjuangan untuk MAKAN DAN MENCARI RASA AMAN berhasil dilalui seorang MANUSIA melalui TAHAP ORAL DAN ANAL, maka, SEKSUALITASNYA KEMUDIAN BERKEMBANG SEMPURNA KETAHAP GENITAL, ALAT KELAMIN, sebagaimana kita Manusia dewasa. Pada akhirnya, bagi kita Manusia dewasa, ketika melakukan AKTIVITAS SEKSUAL MELALUI MEDIA GENITAL, kita sebenarnya pula tengah BERUPAYA MEMPERTAHANKAN KEHIDUPAN SEBAGAIMANA BAYI DENGAN UPAYA ORAL DAN ANALNYA, YAITU MENGEKSPRESIKAN TUNTUTAN INSTING KEHIDUPAN.

    SITUASI KODRAT SEKSUALITAS KITA SEBENARNYA SEHAT DAN TIDAK PUNYA MASALAH.
    Bila kemudian kita menemukan banyak PROBLEM KEJIWAAN TERKAIT SEKSUALITAS, maka, hal itu lebih disebabkan oleh TEKANAN REALITA MASYARAKAT YANG SERBA MENGHAMBAT EKSPRESI KODRATI KITA TERSEBUT. INSTING SEKSUALITAS MANUSIA YANG SEBENARNYA ALAMIAH ITU SELALU DIHAMBAT OLEH NILAI KEPATUTAN MASYARAKAT, YANG PADA AKHIRNYA MENIMBULKAN ANEKA KEGELISAHAN DIRELUNG JIWA MASING MASING MANUSIA. SUMBATAN DAN HAMBATAN INILAH YANG MENJADI SUMBER MASALAH KEJIWAAN MANUSIA. SEMUA MANUSIA MENGIDAP PROBLEM KEJIWAAN TANPA TERKECUALI, HANYA TAKARANNYA SAJA YANG BERBEDA. TIDAK ADA SATUPUN MANUSIA YANG TERBEBAS DARI MASALAH KEJIWAAN SEKSUALITAS, KARENA, DIA ADALAH TUNTUTAN KODRATI KITA YANG DENGAN SADAR KITA TEKAN UNTUK TIDAK BEREKSPRESI SECARA SEMBARANGAN
    .

    KITA SAKIT.
    TETAPI JUSTRU DENGAN RASA SAKIT ITULAH KITA MEMBANGUN DUNIA KITA.

    Yours,
    Tito
    Last edited by -Tito-; 16-04-12 at 11:33 PM.
    -It is better to be Socrates dissatisfied than a fool satisfied-


  2. #5302
    Senior Member -Tito-'s Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    1,673
    Rep Power
    7

    Re: Problematika Globalisasi: Dunia di Dalam Ancaman Puritanisme

    Quote Originally Posted by agatha View Post
    Cacat produksi!
    konsep Natural dan Nurtural... di plesetkan airmata bahwa Natural adam dan hawa = sempurna. Lalu Nurturalnya bawaan adam dan hawa .. makanya bawa cacat produksi.
    Demikian kan?

    Apa ngak ngundang kiriman bata?
    Berapa kali ku post.... Natural = alamiah.. dan Nurtural adalah pendidikan formal & informal dan pengalaman hidup dan segala doktin bawaan lingkungannya (keluarga inti hingga keluarga besar.. guru... hingga masyarakat)

    Kok bisa di plesetkan menjadi CACAT BAWAAN dari leluhur manusia pertama. Cacat produksi katanya....!

    IDE TUHAN ketika MENCIPTAKAN MANUSIA itu ADALAH SERUPA DENGANNYA, MEMILIKI CITRANYA, HANYA SAJA, MANUSIA 'MINUS' 2 (DUA) HAL DIBANDINGKAN DENGAN TUHAN SANG PENCIPTANYA, YAITU PENGETAHUAN TENTANG HAL YANG BAIK DAN BURUK SERTA KEHIDUPAN KEKAL. Dari mana aku tahu ini? Jawabnya, dari 'hikayat' Musa dikitab Kejadian.

    Nature Manusia adalah KODRATNYA, dan itu bukan sebuah CACAT.
    PENGETAHUAN AKAN NILAI BAIK-BURUK YANG KEMUDIAN MENGANGGAP NATURE YANG KODRATI ITU CACAT KARENA IA BERSIFAT BANAL-INSTINGTIF. Problematika dilematis inilah yang menjadi FOKUS dari semua AGAMA, bahwa, NATURE itu mesti DITERTIBKAN OLEH ANEKA PERATURAN, TERMASUK HUKUM HUKUM AGAMA.

    NURTURE ITU MUNCUL KEMUDIAN, yang secara mengejutkan, dengan apik disiratkan DENGAN GAYA FILOSOFIS oleh Musa.
    Ketika MEMAKAN BUAH POHON PENGETAHUAN BAIK DAN BURUK, MAKA, TERBUKALAH MATA MANUSIA BAHWA MEREKA TELANJANG, kata Musa. Ketika Tuhan berjalan ditaman itu pada sore hari (?), dia mencari-cari Manusia itu dan memanggilnya. Manusia itu menyahutnya 'kami berada disini Tuhan, dibalik rerimbunan pohon'. Tuhan bertanya 'mengapa engkau berada disitu?' Manusia itu menjawab 'kami bersembunyi disini Tuhan', yang lalu ditimpali oleh Tuhan 'mengapa kalian bersembunyi?' Manusia itu lalu menjawab lagi 'kami bersembunyi karena kami telanjang'.

    TUHAN KAGET, DAN BERTANYA:
    DARI MANA KAMU TAHU BAHWA KAMU TELANJANG?

    Yours,
    Tito
    -It is better to be Socrates dissatisfied than a fool satisfied-


  3. #5303
    Senior Member -Tito-'s Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    1,673
    Rep Power
    7

    Re: Problematika Globalisasi: Dunia di Dalam Ancaman Puritanisme

    Quote Originally Posted by -Tito- View Post
    IDE TUHAN ketika MENCIPTAKAN MANUSIA itu ADALAH SERUPA DENGANNYA, MEMILIKI CITRANYA, HANYA SAJA, MANUSIA 'MINUS' 2 (DUA) HAL DIBANDINGKAN DENGAN TUHAN SANG PENCIPTANYA, YAITU PENGETAHUAN TENTANG HAL YANG BAIK DAN BURUK SERTA KEHIDUPAN KEKAL. Dari mana aku tahu ini? Jawabnya, dari 'hikayat' Musa dikitab Kejadian.

    Nature Manusia adalah KODRATNYA, dan itu bukan sebuah CACAT.
    PENGETAHUAN AKAN NILAI BAIK-BURUK YANG KEMUDIAN MENGANGGAP NATURE YANG KODRATI ITU CACAT KARENA IA BERSIFAT BANAL-INSTINGTIF. Problematika dilematis inilah yang menjadi FOKUS dari semua AGAMA, bahwa, NATURE itu mesti DITERTIBKAN OLEH ANEKA PERATURAN, TERMASUK HUKUM HUKUM AGAMA.

    NURTURE ITU MUNCUL KEMUDIAN, yang secara mengejutkan, dengan apik disiratkan DENGAN GAYA FILOSOFIS oleh Musa.
    Ketika MEMAKAN BUAH POHON PENGETAHUAN BAIK DAN BURUK, MAKA, TERBUKALAH MATA MANUSIA BAHWA MEREKA TELANJANG, kata Musa. Ketika Tuhan berjalan ditaman itu pada sore hari (?), dia mencari-cari Manusia itu dan memanggilnya. Manusia itu menyahutnya 'kami berada disini Tuhan, dibalik rerimbunan pohon'. Tuhan bertanya 'mengapa engkau berada disitu?' Manusia itu menjawab 'kami bersembunyi disini Tuhan', yang lalu ditimpali oleh Tuhan 'mengapa kalian bersembunyi?' Manusia itu lalu menjawab lagi 'kami bersembunyi karena kami telanjang'.

    TUHAN KAGET, DAN BERTANYA:
    DARI MANA KAMU TAHU BAHWA KAMU TELANJANG?

    Yours,
    Tito
    PENGETAHUAN KITA AKAN NILAILAH YANG MEMBUAT KITA MENYESALI SITUASI KODRATI KITA.
    PENGETAHUAN KITA AKAN NILAILAH YANG MEMBUAT KITA MENGKHIANATI SITUASI KODRATI KITA.
    PENGETAHUAN KITA AKAN NILAILAH YANG MEMBUAT KITA MEMUSUHI SITUASI KODRATI KITA.
    BILA KITA MEMBENCI SITUASI KODRAT KITA, MAKA, HAL ITU SAMA ARTINYA KITA MEMBENCI YANG MENCIPTAKANNYA.

    Yours,
    Tito
    -It is better to be Socrates dissatisfied than a fool satisfied-


  4. #5304
    Senior Member -Tito-'s Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    1,673
    Rep Power
    7

    Re: Problematika Globalisasi: Dunia di Dalam Ancaman Puritanisme

    Quote Originally Posted by tom percy View Post
    karena kita berbicara ilmu tentu aku setuju. hanya ada yang aku kurang setuju dengan pernyataanmu bahwa hewan menerima realitas secara pasif. hewan juga mampu mengantisipasi dan mengingat.

    1. rumahku kubeli setengah jadi dari orang yang bangkrut dan struktur rumah tidak mungkin lagi diubah. akibatnya garasiku pas2an untuk 2 mobil. aku punya 2 mobil utk dalam kota dan luar kota. mobil dalam kota parkirnya harus benar2 pas, kalau tidak doggyku gak bisa lewat dari depan mobil, dia terpaksa mutar dari belakang mobil. hobbynya selalu lewat depan mobil.
    1X aku salah parkir, mobil terlalu maju dan kejadian ini kubiarkan hingga lebih 1 minggu. si doggy terpaksa lewat belakang mobil. karena kasihan trus kumundurkan mobil ke posisi yang "pas". saat itu dia lagi di carport dan melihat aku memundurkan mobil. saat dia kemudian mau masuk rumah (lewat garasi), dia lewat belakang mobil. tapi trus dia berhenti dan memutar lewat depan mobil wak wak wak....dia ingat bahwa aku udah mundurin mobil

    2. mobil luar kotaku bbmnya diesel. si doggy paling sebal kalau aku manasin mobil karena dia akan bersin2. dia tau benar akan bunyi KUNCI. kalau aku udah menenteng kunci mobil luar kota dan dia melihat aku masuk ke mobil maka dia akan buru2 menghindar sejauh mungkin....dia bisa antisipasi bro

    salam
    Kamu benar, bahwa, sebagaimana penjelasanku barusan terkait hal ini, HEWAN BERADAPTASI SECARA STATIS TERHADAP LINGKUNGAN HIDUPNYA. Doggiemu, atau Hewan pada umumnya, akan BER-REAKSI terhadap PERUBAHAN TERTENTU, dimana ia akan MEMBENTUK KEBIASAAN BARU SESUAI DENGAN PERUBAHAN YANG TERJADI. Hanya saja, yang MAMPU DIUBAH OLEH HEWAN HANYALAH POLA POLA DASAR DARI PERILAKUNYA, seperti memutar mencari jalan baru serta menghindari bau asap mobil. Dia hanyalah BER-REAKSI terhadap 'tantangan' yang baru dan berupaya menanggulanginya dengan KEBIASAAN BARU, SEMENTARA KESELURUHAN KARAKTER YANG DIMILIKINYA SAMA SEKALI TIDAK BERUBAH.

    KEBIASAAN BARU YANG DIADOPSI OLEH DOGGIEMU INI HANYA MEMILIKI PENGARUH KECIL BAGI MENGUBAH KARAKTERNYA SEBAGAI HEWAN SECARA KESELURUHAN. Dia tetap saja MEMPERTAHANKAN KARAKTER ASLINYA SEBAGAIMANA HEWAN pada umumnya. DIA HANYA MENANGGAPI TANTANGAN YANG ADA, PERSIS SESUAI DENGAN KEBUTUHANNYA PADA SAAT ITU JUGA. BILA PERILAKU BARU INI KEMUDIAN MENJADI SEBUAH KEBIASAAN, MAKA, DIA AKAN MENGULANGINYA TERUS MENERUS.

    Sementara Manusia BERADAPTASI SECARA DINAMIS, dimana upaya ADAPTASI yang dilakukannya dapat MENGUBAH KARAKTERNYA SECARA MENYELURUH. Berbeda dengan Hewan, yang apabila dilatih dengan keras akan BERADAPTASI dengan latihan itu dan menurutinya sebagai sebuah KEBIASAAN BARU, yang sama sekali TIDAK MELEPASKAN KARAKTERNYA SEBAGAI HEWAN, sementara seorang ANAK, jika ia DIDIK DENGAN SANGAT KERAS oleh ortunya, hal itu akan MENGUBAH KARAKTERNYA menjadi Manusia yang BERADAPTASI secara DINAMIS terhadap DIDIKAN BESI itu. Dia bisa saja HIDUP DENGAN KEBIASAAN BARU SESUAI KEHENDAK AYAHNYA, namun, ia menjadi pribadi yang BERKARAKTER MEMBENCI AYAHNYA DENGAN CARA MENYIMPAN DENDAM KESUMAT ITU LALU BERUBAH MENJADI INDIVIDU SADIS, ATAU, IA MALAH MEMILIH MENGHANCURKAN DIRINYA SENDIRI KARENA RASA TAKUT TERHADAP SANG AYAH, SEHINGGA KARAKTERNYA BERUBAH MENJADI MANUSIA YANG GEMAR MENYIKSA DIRI SENDIRI, MENJADI MASOKIS.

    Yours,
    Tito
    -It is better to be Socrates dissatisfied than a fool satisfied-


  5. #5305
    Advisor Cicilia, FL, + ND, USA's Avatar
    Join Date
    Feb 2008
    Posts
    13,588
    Rep Power
    25

    Re: Problematika Globalisasi: Dunia di Dalam Ancaman Puritanisme

    Quote Originally Posted by tom percy View Post
    karena kita berbicara ilmu tentu aku setuju. hanya ada yang aku kurang setuju dengan pernyataanmu bahwa hewan menerima realitas secara pasif. hewan juga mampu mengantisipasi dan mengingat.

    1. rumahku kubeli setengah jadi dari orang yang bangkrut dan struktur rumah tidak mungkin lagi diubah. akibatnya garasiku pas2an untuk 2 mobil. aku punya 2 mobil utk dalam kota dan luar kota. mobil dalam kota parkirnya harus benar2 pas, kalau tidak doggyku gak bisa lewat dari depan mobil, dia terpaksa mutar dari belakang mobil. hobbynya selalu lewat depan mobil.
    1X aku salah parkir, mobil terlalu maju dan kejadian ini kubiarkan hingga lebih 1 minggu. si doggy terpaksa lewat belakang mobil. karena kasihan trus kumundurkan mobil ke posisi yang "pas". saat itu dia lagi di carport dan melihat aku memundurkan mobil. saat dia kemudian mau masuk rumah (lewat garasi), dia lewat belakang mobil. tapi trus dia berhenti dan memutar lewat depan mobil wak wak wak....dia ingat bahwa aku udah mundurin mobil

    2. mobil luar kotaku bbmnya diesel. si doggy paling sebal kalau aku manasin mobil karena dia akan bersin2. dia tau benar akan bunyi KUNCI. kalau aku udah menenteng kunci mobil luar kota dan dia melihat aku masuk ke mobil maka dia akan buru2 menghindar sejauh mungkin....dia bisa antisipasi bro

    salam
    Hi Bro Tom,
    Aku punya 3 pet,
    1. aku punya dogie yang selalu buang air di tempat yang sama, yang sudah di sediakan untuk dia, susah juga kalau pergi ke tempat lain...=(

    2. Aku punya brung Parot/beo...??? selalu nyinyir dengan nyinyir yang sama, apalagi di pagi hari...Cerewet baget...=)

    3. Ular yang ingin makan selalu bertambah...selalu ingin more dan more, venetarian untuk pet ku menyatakan aku harus ber-hati2 dengan ular ini, karena dia sedang mengukur berapa besarnya diriku, pd suatu hari dia akan berbahaya ke pd diriku, jadi aku harus tempatkan ular ini ke zoo...=(


    Apakah kepandaian pet2 ini di karenakan di beri pembelajaran, sehingga mereka sudah berkebiasaan??? Tetapi bagaimana dengan ular ya???


    Regards,
    Cicilia
    Last edited by Cicilia, FL, + ND, USA; 17-04-12 at 07:23 AM.

  6. #5306
    Contributor agatha's Avatar
    Join Date
    Jan 2008
    Posts
    4,713
    Rep Power
    19

    Re: Problematika Globalisasi: Dunia di Dalam Ancaman Puritanisme

    Quote Originally Posted by -Tito- View Post
    IDE TUHAN ketika MENCIPTAKAN MANUSIA itu ADALAH SERUPA DENGANNYA, MEMILIKI CITRANYA, HANYA SAJA, MANUSIA 'MINUS' 2 (DUA) HAL DIBANDINGKAN DENGAN TUHAN SANG PENCIPTANYA, YAITU PENGETAHUAN TENTANG HAL YANG BAIK DAN BURUK SERTA KEHIDUPAN KEKAL. Dari mana aku tahu ini? Jawabnya, dari 'hikayat' Musa dikitab Kejadian.

    Nature Manusia adalah KODRATNYA, dan itu bukan sebuah CACAT.
    PENGETAHUAN AKAN NILAI BAIK-BURUK YANG KEMUDIAN MENGANGGAP NATURE YANG KODRATI ITU CACAT KARENA IA BERSIFAT BANAL-INSTINGTIF. Problematika dilematis inilah yang menjadi FOKUS dari semua AGAMA, bahwa, NATURE itu mesti DITERTIBKAN OLEH ANEKA PERATURAN, TERMASUK HUKUM HUKUM AGAMA.

    NURTURE ITU MUNCUL KEMUDIAN, yang secara mengejutkan, dengan apik disiratkan DENGAN GAYA FILOSOFIS oleh Musa.
    Ketika MEMAKAN BUAH POHON PENGETAHUAN BAIK DAN BURUK, MAKA, TERBUKALAH MATA MANUSIA BAHWA MEREKA TELANJANG, kata Musa. Ketika Tuhan berjalan ditaman itu pada sore hari (?), dia mencari-cari Manusia itu dan memanggilnya. Manusia itu menyahutnya 'kami berada disini Tuhan, dibalik rerimbunan pohon'. Tuhan bertanya 'mengapa engkau berada disitu?' Manusia itu menjawab 'kami bersembunyi disini Tuhan', yang lalu ditimpali oleh Tuhan 'mengapa kalian bersembunyi?' Manusia itu lalu menjawab lagi 'kami bersembunyi karena kami telanjang'.

    TUHAN KAGET, DAN BERTANYA:
    DARI MANA KAMU TAHU BAHWA KAMU TELANJANG?

    Yours,
    Tito
    So what?
    Lalu kenapa saya ngk boleh bata yang nulis kalau manusia "bawa" cacat produksi.
    sudahlah....
    malaz.

  7. #5307
    Member tom percy's Avatar
    Join Date
    Oct 2010
    Location
    Bandung, Flower City
    Posts
    853
    Rep Power
    5

    Re: Problematika Globalisasi: Dunia di Dalam Ancaman Puritanisme

    Quote Originally Posted by agatha View Post
    Cacat produksi!
    konsep Natural dan Nurtural... di plesetkan airmata bahwa Natural adam dan hawa = sempurna. Lalu Nurturalnya bawaan adam dan hawa .. makanya bawa cacat produksi.
    Demikian kan?

    Apa ngak ngundang kiriman bata?
    Berapa kali ku post.... Natural = alamiah.. dan Nurtural adalah pendidikan formal & informal dan pengalaman hidup dan segala doktin bawaan lingkungannya (keluarga inti hingga keluarga besar.. guru... hingga masyarakat)

    Kok bisa di plesetkan menjadi CACAT BAWAAN dari leluhur manusia pertama. Cacat produksi katanya....!

    kalau tiap orang mengirim bata karena tak suka dengan postingan orang lain, kira2 Tito itu mungkin gak reputasinya MASIH HIJAU? bahkan ada 2 bar?

    siapa di FK ini suka dengan pendapat2 Tito? hampir gak ada karena dia melawan arus!
    tapi ternyata orang2 cukup dewasa untuk tidak main bata dan saling menghargai pendapat masing2
    Dalam hidup dan nafasku ada harummu

  8. #5308
    Member tom percy's Avatar
    Join Date
    Oct 2010
    Location
    Bandung, Flower City
    Posts
    853
    Rep Power
    5

    Re: Problematika Globalisasi: Dunia di Dalam Ancaman Puritanisme

    Quote Originally Posted by Cicilia, FL, + ND, USA View Post
    Hi Bro Tom,
    Aku punya 3 pet,
    1. aku punya dogie yang selalu buang air di tempat yang sama, yang sudah di sediakan untuk dia, susah juga kalau pergi ke tempat lain...=(

    2. Aku punya brung Parot/beo...??? selalu nyinyir dengan nyinyir yang sama, apalagi di pagi hari...Cerewet baget...=)

    3. Ular yang ingin makan selalu bertambah...selalu ingin more dan more, venetarian untuk pet ku menyatakan aku harus ber-hati2 dengan ular ini, karena dia sedang mengukur berapa besarnya diriku, pd suatu hari dia akan berbahaya ke pd diriku, jadi aku harus tempatkan ular ini ke zoo...=(


    Apakah kepandaian pet2 ini di karenakan di beri pembelajaran, sehingga mereka sudah berkebiasaan??? Tetapi bagaimana dengan ular ya???


    Regards,
    Cicilia
    wah aku bukan ahli psikologi hewan. tapi akan menyenangkan kalo sis Cicil posting tuh gambar ular

    salam
    Dalam hidup dan nafasku ada harummu

  9. #5309
    Member tom percy's Avatar
    Join Date
    Oct 2010
    Location
    Bandung, Flower City
    Posts
    853
    Rep Power
    5

    Re: Problematika Globalisasi: Dunia di Dalam Ancaman Puritanisme

    Quote Originally Posted by -Tito- View Post
    SEKSUALITAS adalah INSTING DASAR MANUSIA, dan dikatakan demikian karena dia merupakan SUMBER bagi KEHIDUPAN MANUSIA. INSTING KEHIDUPAN, sebenarnya dapat dilihat pada EKSPRESI LIBIDO MANUSIA, pada EKSPRESI SEKSUALITAS MANUSIA. Manusia tidak perlu belajar untuk memiliki SEKSUALITAS, dan oleh karena itu BAYI MERAH sekalipun telah memiliki HASRAT SEKSUAL persis ketika ia dilahirkan.

    Ketika Manusia lahir, INSTING KEHIDUPANNYA disalurkan menggunakan MEDIA SEKSUALITAS. Kamu mungkin bertanya 'bagaimana mungkin BAYI dapat melakukan AKTIVITAS SEKSUAL?' Perlu diketahui, AKTIVITAS SEKSUAL BAYI, dilakukannya bukan untuk sekedar RELAKSASI sebagaimana SEKSUALITAS orang dewasa, sebaliknya, AKTIVITAS SEKSUAL BAYI dilakukannya demi untuk MEMPERTAHANKAN KEHIDUPANNYA.

    SEKSUALITAS PADA MANUSIA MELALUI 3 (TIGA) TAHAP, YAITU ORAL (mulut), ANAL (dubur) dan GENITAL (alat Kelamin). Pada tahap awal kehidupan, BENTUK KENIKMATAN SEKSUAL BAYI didapatkannya pada rongga mulut, yang mana tahap ini disebut sebagai TAHAP ORAL. SENSASI KENIKMATAN YANG TERLETAK DIMULUT MEMBUAT SIBAYI SELALU BERUPAYA MENGUPAYA SESUATU YANG DAPAT MEMUASKAN HASRATNYA TERSEBUT, YANG DENGAN DEMIKIAN, SECARA TIDAK LANGSUNG MEMBUAT SIBAYI SELAMAT KARENA DIA SELALU TEROBSESI KEPADA MAKANAN. INILAH EKSPRESI INSTING KEHIDUPAN YANG DISALURKAN OLEH SIBAYI MELALUI MEDIA SEKSUALITASNYA, YAITU SEKSUALITAS TAHAP ORAL.

    Selanjutnya, si Bayi akan 'memindahkan' SENSASI NIKMAT keatas SEKSUALITAS itu pada ANALNYA, DUBUR.
    Tahap ANAL ini mendorong si bayi untuk MENGEJAR KENIKMATAN DALAM BENTUK PERLINDUNGAN. Ekspresi ini juga sangat penting demi MENUNJANG HIDUP SIBAYI agar dia selalu MENGUPAYAKAN RASA AMAN bagi dirinya, dan, sekali lagi, dengan proses ini si Bayi secara TIDAK LANGSUNG telah MENGUSAHAKAN SENDIRI KESELAMATAN HIDUPNYA. Inipun merupakan bentuk INSTING KEHIDUPAN yang diekspresikan melalui SEKSUALITAS TAHAP ANAL.

    Setelah perjuangan untuk MAKAN DAN MENCARI RASA AMAN berhasil dilalui seorang MANUSIA melalui TAHAP ORAL DAN ANAL, maka, SEKSUALITASNYA KEMUDIAN BERKEMBANG SEMPURNA KETAHAP GENITAL, ALAT KELAMIN, sebagaimana kita Manusia dewasa. Pada akhirnya, bagi kita Manusia dewasa, ketika melakukan AKTIVITAS SEKSUAL MELALUI MEDIA GENITAL, kita sebenarnya pula tengah BERUPAYA MEMPERTAHANKAN KEHIDUPAN SEBAGAIMANA BAYI DENGAN UPAYA ORAL DAN ANALNYA, YAITU MENGEKSPRESIKAN TUNTUTAN INSTING KEHIDUPAN.

    SITUASI KODRAT SEKSUALITAS KITA SEBENARNYA SEHAT DAN TIDAK PUNYA MASALAH.
    Bila kemudian kita menemukan banyak PROBLEM KEJIWAAN TERKAIT SEKSUALITAS, maka, hal itu lebih disebabkan oleh TEKANAN REALITA MASYARAKAT YANG SERBA MENGHAMBAT EKSPRESI KODRATI KITA TERSEBUT. INSTING SEKSUALITAS MANUSIA YANG SEBENARNYA ALAMIAH ITU SELALU DIHAMBAT OLEH NILAI KEPATUTAN MASYARAKAT, YANG PADA AKHIRNYA MENIMBULKAN ANEKA KEGELISAHAN DIRELUNG JIWA MASING MASING MANUSIA. SUMBATAN DAN HAMBATAN INILAH YANG MENJADI SUMBER MASALAH KEJIWAAN MANUSIA. SEMUA MANUSIA MENGIDAP PROBLEM KEJIWAAN TANPA TERKECUALI, HANYA TAKARANNYA SAJA YANG BERBEDA. TIDAK ADA SATUPUN MANUSIA YANG TERBEBAS DARI MASALAH KEJIWAAN SEKSUALITAS, KARENA, DIA ADALAH TUNTUTAN KODRATI KITA YANG DENGAN SADAR KITA TEKAN UNTUK TIDAK BEREKSPRESI SECARA SEMBARANGAN
    .

    KITA SAKIT.
    TETAPI JUSTRU DENGAN RASA SAKIT ITULAH KITA MEMBANGUN DUNIA KITA.

    Yours,
    Tito
    aku ekstrak dulu kesimpulan2 yang udah kamu tulis ya bro biar kita gak ngambang seperti kasus diskusiku dengan 3.

    1. Kodrat tidak mungkin dilawan karena dia mengikat. contohnya makan dan tidur (kelelahan fisik)
    2. kodrat juga bisa di tekan seperti halnya aktivitas kaum hidup selibat
    3. kodrat bisa mengalami hambatan karena problem kejiwaan.

    sampai saat ini kodrat sudah sangat beragam kasusnya. tapi masih kuterima karena kamu masih konsisten bahwa kodrat tidak musnah.

    salam
    Dalam hidup dan nafasku ada harummu

  10. #5310
    Contributor Swan's Avatar
    Join Date
    Dec 2008
    Location
    Surabaya & Australia
    Posts
    4,408
    Rep Power
    15

    Re: Problematika Globalisasi: Dunia di Dalam Ancaman Puritanisme

    Quote Originally Posted by -Tito- View Post
    Ang.

    Didalam keseharianku, aku menemui banyak sekali kawan yang juga tidak paham dengan apa yang DIYAKININYA. Didalam banyak percakapanku dengan beberapa dari mereka, seringkali aku mendengar pelbagai macam 'istilah' yang sebenarnya menyimpan banyak problem. Bila kemudian hal yang seperti itu coba aku luruskan, mereka bingung. Ada kawan, saking bersemangatnya, sampai ingin membuat 'kelas diskusi' yang khusus membahas masalah Teologia ini denganku. Yang membuatku jatuh iba kepada mereka, adalah, bahwa mereka sepertinya TIDAK PERNAH DIBERITAHU tentang hal hal yang TERSEMBUNYI itu.

    Bukan hanya sekali ini aja aku berbicara tentang DOKTRIN FREEWILL ini.
    Didalam pergaulanku sehari-hari, disela-sela waktu kerja, bila kami berkumpul disebuah cafe atau aku berkunjung kekantor kawan-kawanku, umumnya mereka bertanya juga tentang hal FREEWILL ini, dan aku mencoba menjelaskan semampuku. Mereka TERKESIAP. Mereka kaget, bukan karena aku seorang orator jenius yang pandai bicara dan pintar membuka sebuah 'tabir', tetapi lebih kepada 'keterkejutan' ketika menyadari adanya sebuah PROBLEM BESAR yang nyatanya tersembunyi dibawah permukaan.

    Mereka tidak tahu.
    Belum lagi ketika aku berbicara tentang EKSISTENSI ALLAH, HAKEKAT ALLAH, DOSA, IDE TUHAN dan sebagainya, mereka TERNGANGA. IDE TUHAN, misalnya. Suatu waktu aku pernah bertutur tentang IDE TUHAN kepada mereka, yang basis argumentasinya justru aku ambil dari Kitab Kejadian, yaitu kisah sebelum dan sesudah Manusia (Adam dan Hawa) jatuh kedalam DOSA, bahwa disitu aku jelaskan MANUSIA DIPERINTAHKAN MEMAKAN BUAH DAN HIDUP TELANJANG sebagai refleksi dari IDE TUHAN tentang BAGAIMANA SEMESTINYA MANUSIA HIDUP, dan, hal ini membuat mereka 'gempar' tetapi dapat memahaminya.

    Jadi, banyak sekali umat Tuhan yang MENGAKU PERCAYA KEPADA TUHAN NAMUN MEMILIH BERHENTI UNTUK MENCARI TUHAN, sebaliknya, ADA SEGELINTIR ORANG YANG TIDAK PERNAH MENGAKU PERCAYA KEPADA TUHAN, TETAPI MEMILIKI KERINDUAN YANG MAHA BESAR UNTUK MENYELIDIKI TUHAN. Ini 2 (dua) kelompok Manusia yang sangat berbeda. Yang satu cukup puas MENGENAL TUHANNYA dari KATA ORANG, sementara yang satunya lagi selalu BERTANYA dan BERUPAYA MENCARI TUHAN selama hayat masih dikandung badan. Yang satu, atas nama TUHAN, sangat GEMAR berdiri DIATAS MIMBAR, berteriak diatas panggung, disorot banyak mata, dilimpahi kekaguman, dibuai kehormatan, sementara yang satunya lagi, menghabiskan waktu sunyi sendiri, terkadang ditengah malam buta dibawah cahaya bulan-bintang diteras rumah, MENYELIDIK, BERTANYA, terus BERTANYA, tentang TUHAN. Yang satu penuh GLAMOR ketika ia berbicara tentang Tuhan, sementara yang lainnya lagi 'sepi ing pamrih' ketika ia mencari Tuhan.

    Inilah dunia kita Ang.
    KAPITALISME AGAMA.
    SPIRITUALITAS DANGKAL.
    MATERIALISME KEPERCAYAAN.

    Yours,
    Tito
    Jika manusia telah terkurung dalam dogma-dogma agama, ia telah fanatik terhadap sesuatu, maka ia tidak akan pernah bisa menyadari akan konsep dan hakekat Tuhan itu sendiri. Mungkin golongan ini termasuk pada golongan manusia yang "Glamor" teriak-teriak akan ketuhanan, berbeda dengan golongan manusia yang ditengah "kesederhanaan" dan kesunyian tanpa hingar bingar mencari dengan segenap hati akan kehadirat Tuhan itu sendiri.

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  
©2008 - 2013 PT. Kompas Cyber Media. All Rights Reserved.

Content Relevant URLs by vBSEO 3.6.0