Forum


     

Like Tree459Likes

Thread: Problematika Globalisasi: Dunia di Dalam Ancaman Puritanisme

  1. #6021
    Member
    Join Date
    May 2012
    Posts
    687
    Rep Power
    6

    Re: Problematika Globalisasi: Dunia di Dalam Ancaman Puritanisme

    Quote Originally Posted by Swan View Post
    Sudah jelas jawabannya. Bahwa Tuhan adalah sang Awal dan sang Akhir. Konsep tentang DOSA telah ada sebelum manusia mengenal dosa. Dulu saya pernah katakan bahwa HAKEKAT TUHAN itu tanpa batas dan tidak dapat dinalar manusia yang terbatas. Terkadang ironisnya, manusia yang serba terbatas ini berusaha / mencoba-coba menalar Hakekat Tuhan yang tak terbatas itu. Jadinya adalah ide tentang pengkotak-kotakan Tuhan itu sendiri.

    Jika Tuhan adalah MAHA AWAL, Ia yang memulai segala sesuatu, maka Tuhan lah yang juga menciptakan KONSEP DOSA.
    Mister swan, ane 1000% sepakat ame tulisan ente nyang di merahin, karene ntu ane gak akan bise jawab pertanyaan mister tito tentang TUHAN karene ane cume debu aje (nti sih kalo ude mati)....
    Last edited by mambo; 31-05-12 at 04:18 PM.

  2. #6022
    Contributor artemis's Avatar
    Join Date
    Oct 2008
    Posts
    4,035
    Rep Power
    14

    Re: Problematika Globalisasi: Dunia di Dalam Ancaman Puritanisme

    Quote Originally Posted by Swan View Post
    Benar Tito, Guru yang SALAH MENGAJAR, bisa berakibat fatal pada masa depan murid-muridnya. Bahkan, saya pernah mendengar ada Guru yang mengajarkan tentang GEMPA BUMI, yang dia katakan "dapat" terjadi akibat penunggu-penunggu / penghuni di daerah yang bersangkutan. WTF??? Ini baru soal SAINS lho, yang ada kajian ILMU PASTI nya. Bagaimana lagi jika mengajar Agama / sebuah doktrin yang bukan ilmu pasti???
    Swan,
    bukankah ada idiom lama mengenai guru ini? Guru kencing berdiri; murid kencing berlari? Kalau pengertian "ajar" untuk mengajar juga diselipi berbagai opini pribadi yang tidak appropriate kepada muridnya, pengertian apa lagi yang bisa diharapkan dari murid yang menerima "ajaran" serta self-opinionated terhadap satu masalah?

    Btw, how's your life now? Sehat ya kuharap
    This is not a black and white world; you can't afford to believe in your side

  3. #6023
    Contributor Swan's Avatar
    Join Date
    Dec 2008
    Location
    Surabaya & Australia
    Posts
    4,408
    Rep Power
    15

    Re: Problematika Globalisasi: Dunia di Dalam Ancaman Puritanisme

    Quote Originally Posted by artemis View Post
    Swan,
    bukankah ada idiom lama mengenai guru ini? Guru kencing berdiri; murid kencing berlari? Kalau pengertian "ajar" untuk mengajar juga diselipi berbagai opini pribadi yang tidak appropriate kepada muridnya, pengertian apa lagi yang bisa diharapkan dari murid yang menerima "ajaran" serta self-opinionated terhadap satu masalah?

    Btw, how's your life now? Sehat ya kuharap
    Kabar baik dan sehat. Hidup mengalir seperti biasanya. Bagaimana kabarmu Artie?

  4. #6024
    Contributor Swan's Avatar
    Join Date
    Dec 2008
    Location
    Surabaya & Australia
    Posts
    4,408
    Rep Power
    15

    Re: Problematika Globalisasi: Dunia di Dalam Ancaman Puritanisme

    Quote Originally Posted by mambo View Post
    Mister swan, ane 1000% sepakat ame tulisan ente nyang di merahin, karene ntu ane gak akan bise jawab pertanyaan mister tito tentang TUHAN karene ane cume debu aje (nti sih kalo ude mati)....
    Mambo, pada dasarnya manusia itu memiliki sifat yang selalu ingin tahu, selalu bertanya, mencari, dan menuntut jawabannya. Mengapa manusia seperti itu? Sebab manusia ini adalah terbatas, dan yang ada dalam benak / pikiran manusia adalah jutaan pertanyaan yang terkadang tidak sanggup di pahami. Agama memiliki KORELASI terhadap hal ini, ia hadir dengan harapan dapat MENJAWAB rasa penasaran manusia, bahkan berusaha menjawab KETAKUTAN manusia yakni KEMATIAN.

    Namun sejalan dengan waktu, korelasi tersebut malah menjadi PERTANYAAN panjang. Hal ini wajar saja mengingat bahwa di dunia ini tidak ada yang mutlak benar. Tidak ada manusia didunia ini yang benar-benar tahu dan paham, apa itu KEBENARAN SEJATI. Jika ada KEBENARAN, masih wajibkah ada KESALAHAN? Ataukah KESALAHAN itu justru sebagai PELENGKAP KEBENARAN?

    Komposisi dan cara berpikir yang dualisme selalu menyebabkan Sebab-Akibat. Jika ada BENAR, maka ada SALAH. Ada BAIK, maka harus ada JAHAT. Lantas, apakah dualisme ini juga ada dalam KONSEP TUHAN? Jawabannya ADA, dan selalu ADA. Jika konsep tentang ketuhanan ini HANYA dijelaskan secara sepihak (satu sisi) saja, misalkan MAHA BAIK, maka apakah Ia dapat berkuasa terhadap segala sesuatu yang JAHAT? Bukankah kata-kata "BAIK" memiliki tapal batas dengan kata-kata "JAHAT"?

    Kebanyakan Theologia membahas konsep ini secara rancu dan bias. Konsep Tuhan selalu dipandang PINCANG dan TERBATAS pada hal-hal yang BAIK saja. Tuhan DIPAKSA berdiri dalam lingkaran Theologia, pengertian akan Hakekat Ketuhanan dipaksa dalam LANDSCAPE "KEBAIKAN" menurut UKURAN MANUSIA.

  5. #6025
    Member
    Join Date
    May 2012
    Posts
    687
    Rep Power
    6

    Re: Problematika Globalisasi: Dunia di Dalam Ancaman Puritanisme

    Quote Originally Posted by -Tito- View Post
    Ang.

    Ini sebuah LOGIKA yang sederhana, bukan?
    Aku mulai saja:

    MENGAPAKAH KITA TIDAK MEMULAI UNTUK BERPIKIR DAN MENGAKUI BAHWA TUHAN ADALAH SANG PENYEBAB DOSA?

    Apa yang sebenarnya menjadi 'ganjalan' sehingga PENGAKUAN yang sejalan dengan LOGIKA SEDERHANA itu sangat SULIT untuk diakui?

    Salam,
    Tito
    " INILAH NYANG DINAMAKAN JURUS PEDANG NAGA MENEMBUS LANGIT MEMBELAH AKHERAT "
    pade kemane yee locianpwe2 nyang lain hadepin jurus nyang satu ini donk...


    Quote Originally Posted by Swan View Post
    Mambo, pada dasarnya manusia itu memiliki sifat yang selalu ingin tahu, selalu bertanya, mencari, dan menuntut jawabannya. Mengapa manusia seperti itu? Sebab manusia ini adalah terbatas, dan yang ada dalam benak / pikiran manusia adalah jutaan pertanyaan yang terkadang tidak sanggup di pahami. Agama memiliki KORELASI terhadap hal ini, ia hadir dengan harapan dapat MENJAWAB rasa penasaran manusia, bahkan berusaha menjawab KETAKUTAN manusia yakni KEMATIAN.

    Namun sejalan dengan waktu, korelasi tersebut malah menjadi PERTANYAAN panjang. Hal ini wajar saja mengingat bahwa di dunia ini tidak ada yang mutlak benar. Tidak ada manusia didunia ini yang benar-benar tahu dan paham, apa itu KEBENARAN SEJATI. Jika ada KEBENARAN, masih wajibkah ada KESALAHAN? Ataukah KESALAHAN itu justru sebagai PELENGKAP KEBENARAN?

    Komposisi dan cara berpikir yang dualisme selalu menyebabkan Sebab-Akibat. Jika ada BENAR, maka ada SALAH. Ada BAIK, maka harus ada JAHAT. Lantas, apakah dualisme ini juga ada dalam KONSEP TUHAN? Jawabannya ADA, dan selalu ADA. Jika konsep tentang ketuhanan ini HANYA dijelaskan secara sepihak (satu sisi) saja, misalkan MAHA BAIK, maka apakah Ia dapat berkuasa terhadap segala sesuatu yang JAHAT? Bukankah kata-kata "BAIK" memiliki tapal batas dengan kata-kata "JAHAT"?

    Kebanyakan Theologia membahas konsep ini secara rancu dan bias. Konsep Tuhan selalu dipandang PINCANG dan TERBATAS pada hal-hal yang BAIK saja. Tuhan DIPAKSA berdiri dalam lingkaran Theologia, pengertian akan Hakekat Ketuhanan dipaksa dalam LANDSCAPE "KEBAIKAN" menurut UKURAN MANUSIA.
    Mister swan sah2 aje manusie nyang dikasih akal budi dan pikiran menerawang kemane mane, tapi kan ente ude bicare kalo Tuhan ntu tdk terbatas dan manusie terbatas mangkenye menurut ane lucu ntu "pemuke2 agame " nyang terbatas mengutak atik Tuhan...
    Ane lagi tunggu siape locianpwe nyang punya elmu ngadepin "pedang naga menembus langit membelah akherat" nye si mister T

  6. #6026
    Member
    Join Date
    May 2012
    Posts
    687
    Rep Power
    6

    Re: Problematika Globalisasi: Dunia di Dalam Ancaman Puritanisme

    ---------maaaap sodare2 dobel post-------------
    Last edited by mambo; 01-06-12 at 08:16 PM.

  7. #6027
    Senior Member -Tito-'s Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    1,673
    Rep Power
    7

    Re: Problematika Globalisasi: Dunia di Dalam Ancaman Puritanisme

    Quote Originally Posted by oraiso View Post
    Bung Tito, bagaimanakah menurut anda jika ternyata SORGA atau NERAKA itu tidak ada? Siapakah yang akan bersyukur, apakah PARA ULAMA, ORANG SALEH, PARA PENJAHAT, ******** atau SIAPA ?
    Bila SURGA dan NERAKA itu TIDAK ADA, maka, MANUSIA TIDAK AKAN MENYEMBAH TUHAN.
    Ini LOGIKA SEDERHANA.
    Dan, JAWABANKU adalah sebuah JAWABAN DARI CARA BERPIKIR AGAMA.

    Harap kamu pahami, bahwa, umumnya KAUM BERAGAMA MENYEMBAH TUHAN dikarenakan oleh PREMIS SURGA DAN NERAKA ini. PREMIS adalah sebuah PERNYATAAN YANG MUTLAK BENAR TANPA PERLU DIBUKTIKAN KEBENARANNYA. PREMIS ADALAH DASAR ACUAN BAGI CARA BERPIKIR AGAMA. HANYA DENGAN ADANYA PREMIS INI MAKA MEKANISME BERPIKIR AGAMA DAPAT BERJALAN, BILA TIDAK, JIKA TIDAK ADA PREMIS, MAKA, OPERASI BERPIKIR AGAMA MENJADI MACET. HARUS ADA SURGA-NERAKA, BAIK-BURUK, BENAR-SALAH, PAHALA-DOSA, ATAS-BAWAH, HITAM-PUTIH, DIMANA, KETERPECAHAN YANG DIKOTOMIS INI MERUPAKAN SEBUAH KEHARUSAN AGAR MEKANISME BERPIKIR DARI AGAMA ITU DAPAT BERJALAN.
    HARUS ADA LAWAN.
    HARUS ADA MUSUH.
    HARUS ADA RIVAL.
    HARUS ADA PESAING.
    HARUS ADA UMPAN.
    HARUS ADA PENANTANG.
    LAWAN, MUSUH, RIVAL, PESAING, UMPAN, PENANTANG INI MEMANG HARUS ADA DIDALAM KHASANAH AGAMA. DENGAN ADANYA OPOSISI ITU SAJALAH KEBENARANNYA DAPAT DIBUKTIKAN. TANPA LAWAN, DIA TIDAK ADA.


    Salam,
    Tito
    DodoR likes this.
    -It is better to be Socrates dissatisfied than a fool satisfied-


  8. #6028
    Senior Member -Tito-'s Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    1,673
    Rep Power
    7

    Re: Problematika Globalisasi: Dunia di Dalam Ancaman Puritanisme

    Quote Originally Posted by Swan View Post
    Sudah jelas jawabannya. Bahwa Tuhan adalah sang Awal dan sang Akhir. Konsep tentang DOSA telah ada sebelum manusia mengenal dosa. Dulu saya pernah katakan bahwa HAKEKAT TUHAN itu tanpa batas dan tidak dapat dinalar manusia yang terbatas. Terkadang ironisnya, manusia yang serba terbatas ini berusaha / mencoba-coba menalar Hakekat Tuhan yang tak terbatas itu. Jadinya adalah ide tentang pengkotak-kotakan Tuhan itu sendiri.

    Jika Tuhan adalah MAHA AWAL, Ia yang memulai segala sesuatu, maka Tuhan lah yang juga menciptakan KONSEP DOSA.
    Quote Originally Posted by Swan View Post
    Mambo, pada dasarnya manusia itu memiliki sifat yang selalu ingin tahu, selalu bertanya, mencari, dan menuntut jawabannya. Mengapa manusia seperti itu? Sebab manusia ini adalah terbatas, dan yang ada dalam benak / pikiran manusia adalah jutaan pertanyaan yang terkadang tidak sanggup di pahami. Agama memiliki KORELASI terhadap hal ini, ia hadir dengan harapan dapat MENJAWAB rasa penasaran manusia, bahkan berusaha menjawab KETAKUTAN manusia yakni KEMATIAN.

    Namun sejalan dengan waktu, korelasi tersebut malah menjadi PERTANYAAN panjang. Hal ini wajar saja mengingat bahwa di dunia ini tidak ada yang mutlak benar. Tidak ada manusia didunia ini yang benar-benar tahu dan paham, apa itu KEBENARAN SEJATI. Jika ada KEBENARAN, masih wajibkah ada KESALAHAN? Ataukah KESALAHAN itu justru sebagai PELENGKAP KEBENARAN?

    Komposisi dan cara berpikir yang dualisme selalu menyebabkan Sebab-Akibat. Jika ada BENAR, maka ada SALAH. Ada BAIK, maka harus ada JAHAT. Lantas, apakah dualisme ini juga ada dalam KONSEP TUHAN? Jawabannya ADA, dan selalu ADA. Jika konsep tentang ketuhanan ini HANYA dijelaskan secara sepihak (satu sisi) saja, misalkan MAHA BAIK, maka apakah Ia dapat berkuasa terhadap segala sesuatu yang JAHAT? Bukankah kata-kata "BAIK" memiliki tapal batas dengan kata-kata "JAHAT"?

    Kebanyakan Theologia membahas konsep ini secara rancu dan bias. Konsep Tuhan selalu dipandang PINCANG dan TERBATAS pada hal-hal yang BAIK saja. Tuhan DIPAKSA berdiri dalam lingkaran Theologia, pengertian akan Hakekat Ketuhanan dipaksa dalam LANDSCAPE "KEBAIKAN" menurut UKURAN MANUSIA.
    Aku tidak yakin ada pembaca disini yang paham dengan maksud HUKUM SEBAB AKIBAT ini.
    KOQ KALIAN DIAM MEMBISU KELU MINGKEM BUNGKEM SERIBU BAHASA?
    KALIAN ADA PENDAPAT?
    APAKAH DIAM KALIAN INI, DIAMNYA ORANG YANG 'NGERTI' ATAU BAGAIMANA?
    PAHAM TIDAK DENGAN SEBAB AKIBAT?
    -It is better to be Socrates dissatisfied than a fool satisfied-


  9. #6029
    Senior Member -Tito-'s Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    1,673
    Rep Power
    7

    Re: Problematika Globalisasi: Dunia di Dalam Ancaman Puritanisme

    Quote Originally Posted by mambo View Post
    " INILAH NYANG DINAMAKAN JURUS PEDANG NAGA MENEMBUS LANGIT MEMBELAH AKHERAT "
    pade kemane yee locianpwe2 nyang lain hadepin jurus nyang satu ini donk...

    Mister swan sah2 aje manusie nyang dikasih akal budi dan pikiran menerawang kemane mane, tapi kan ente ude bicare kalo Tuhan ntu tdk terbatas dan manusie terbatas mangkenye menurut ane lucu ntu "pemuke2 agame " nyang terbatas mengutak atik Tuhan...
    Ane lagi tunggu siape locianpwe nyang punya elmu ngadepin "pedang naga menembus langit membelah akherat" nye si mister T
    Thanks.
    Yang aku kuatirkan adalah bahwa, MAYORITAS BUNGKAM ini bukannya TIDAK MAMPU MENJAWAB PERTANYAANKU, lebih parah dari itu, MEREKA BAHKAN TIDAK TAHU APA MAKSUD DARI PERTANYAANKU itu.

    Salam,
    Tito
    -It is better to be Socrates dissatisfied than a fool satisfied-


  10. #6030
    Newbie
    Join Date
    May 2012
    Posts
    38
    Rep Power
    0

    Re: Problematika Globalisasi: Dunia di Dalam Ancaman Puritanisme

    Quote Originally Posted by -Tito- View Post
    Bila SURGA dan NERAKA itu TIDAK ADA, maka, MANUSIA TIDAK AKAN MENYEMBAH TUHAN.
    Ini LOGIKA SEDERHANA.
    Dan, JAWABANKU adalah sebuah JAWABAN DARI CARA BERPIKIR AGAMA.

    Harap kamu pahami, bahwa, umumnya KAUM BERAGAMA MENYEMBAH TUHAN dikarenakan oleh PREMIS SURGA DAN NERAKA ini. PREMIS adalah sebuah PERNYATAAN YANG MUTLAK BENAR TANPA PERLU DIBUKTIKAN KEBENARANNYA. PREMIS ADALAH DASAR ACUAN BAGI CARA BERPIKIR AGAMA. HANYA DENGAN ADANYA PREMIS INI MAKA MEKANISME BERPIKIR AGAMA DAPAT BERJALAN, BILA TIDAK, JIKA TIDAK ADA PREMIS, MAKA, OPERASI BERPIKIR AGAMA MENJADI MACET. HARUS ADA SURGA-NERAKA, BAIK-BURUK, BENAR-SALAH, PAHALA-DOSA, ATAS-BAWAH, HITAM-PUTIH, DIMANA, KETERPECAHAN YANG DIKOTOMIS INI MERUPAKAN SEBUAH KEHARUSAN AGAR MEKANISME BERPIKIR DARI AGAMA ITU DAPAT BERJALAN.
    HARUS ADA LAWAN.
    HARUS ADA MUSUH.
    HARUS ADA RIVAL.
    HARUS ADA PESAING.
    HARUS ADA UMPAN.
    HARUS ADA PENANTANG.
    LAWAN, MUSUH, RIVAL, PESAING, UMPAN, PENANTANG INI MEMANG HARUS ADA DIDALAM KHASANAH AGAMA. DENGAN ADANYA OPOSISI ITU SAJALAH KEBENARANNYA DAPAT DIBUKTIKAN. TANPA LAWAN, DIA TIDAK ADA.


    Salam,
    Tito
    Bung Tito,

    Menurutku, dari cara berpikir agama, jika SORGA dan NERAKA tidak ada maka para penjahat dan para baj*ngan lainnya yang akan bersyukur namun tidak demikian sebaliknya bagi para ulama dan orang saleh lainnya. Mereka (para ulama dkk) akan menuntut janji SORGA bagi dirinya dan NERAKA bagi para pendosa. Mereka ini akan sangat-sangat kecewa dan menganggap TUHAN tidak adil. Bukankah ini berbanding terbalik dengan apa yang dilakukan di dunia? Apakah ini cara berpikir sebab-akibat?

    Jika tidak berpikir dengan cara demikian, mungkin kita bisa menjadi manusia yang jauh lebih beradab. Berbuat baik seharusnya bukanlah karena ingin dapat SORGA, tidak berbuat jahat juga bukan karena takut NERAKA. Seharusnya berbuat baik itu karena muncul kesadaran bahwa dirinya adalah MANUSIA yang berbeda dibanding mahluk hidup lainnya.

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  
©2008 - 2013 PT. Kompas Cyber Media. All Rights Reserved.

Content Relevant URLs by vBSEO 3.6.0