Tito. Benar, racun pikiran itu yang berbahaya. Itu akan membentuk pola pikir sampai akhirnya membentuk pola hidup, sebuah mentalitas, yang akan terus diturunkan. Racun ini seringkali diracik dari 'kebodohan' atau 'ketidaktahuan' yang bila sudah parah bahkan intellektualitas pun tidak bisa menetralizirnya.
Contohnya: dari jutaan orang yang anti 'Amerika' dan anti 'Y*hudi', banyak dari mereka cuma tahu dari CERITA, dari IMAGINASI, dari PENGAJARAN yang tumbuh dalam semangat 'POKOK' nya. Pokoknya Y*hudi itu haram seperti babi atau monyet. Pokoknya Amerika itu sama dengan Y*hudi. Kafir! Musuh yang harus dibantai! Ini merupakan produk pengajaran. Coba lihat saja statistiknya. Sangat jarang ada yang pernah tahu ttg Amerika dan Yahudi lebih dari sekedar mendengar dan berimaginasi.
Dan pengajaran macam demikian TIDAK BOLEH DIPERTANYAKAN apalagi DIBANTAH, karena sudah pasti segala bentuk RASISME dan KEBENCIAN itu akan terpatahkan dan menjadi obsolete dimasa sekarang. Para scholar pasti tahu ttg ini tapi mereka lebih memilih untuk mengingkarinya ketimbang MENGKOREKSINYA. MEM-PETA-KAN ttg struktur pengajaran suatu ideology adalah sangat penting untuk memahami apa isi ideology itu sesungguhnya dan butuh KEJUJURAN untuk menilainya secara FAIR. Mau lebih gampang, lihat saja pembuktian ajaran ideology tsb dari kenyataan: PENGANUTnya, yang diukur dengan norma2 KEMANUSIAAN universal (yang sering kali norma2 kemanusiaan ini belum2 sdh dilabeli HAZARDOUS oleh para PENDOKTRIN ideology tsb, seperti pada komunisme contohnya, untuk menjadikannya irrelevant dijadikan PEMBANDING).


459Likes
LinkBack URL
About LinkBacks





Reply With Quote
komen kita nyaris mirip ya? Walaupun ngk spesifik ku tulis ku ~pro-life~

Bookmarks