
Originally Posted by
-Tito-
Kawan Kawan.
Aku menunggu lama sekali untuk mengungkapkan pendapat yang akan kutuliskan dibawah ini.
Aku menunggu sebuah stimulasi yang cukup menantang dari para pembaca Thread ini, terkait dengan pola berpikir SEBAB AKIBAT yang dianut oleh AGAMA, dimana, aku berharap, diskusi itu pada akhirnya akan memaksaku untuk tiba pada ungkapan ini. Namun penantian itu seakan tak berujung.
AGAMA MEMBUTUHKAN PREMIS AGAR IA DAPAT MENGUKUHKAN KEBENARANNYA.
Tanpa PREMIS, AGAMA TIDAK PERNAH ADA.
Bila demikian halnya, apakah PREMIS itu?
PREMIS ADALAH SEBUAH KLAIM YANG BENAR SEBATAS PERNYATAAN.
PREMIS, UNTUK MEMBUKTIKAN KEBENARANNYA, DIA TIDAK MEMBUTUHKAN BUKTI.
DIA, PREMIS ITU, SEBUAH PERNYATAAN YANG SUDAH FINAL DAN HARUS BENAR SEPENUHNYA.
Dengan kata lain, PREMIS DIDALAM AGAMA ADALAH SEBUAH KLAIM UNTUK SUATU TUJUAN.
PREMIS dalam bentuk SURGA, NERAKA, DOSA, PAHALA, adalah serangkaian kecil dari demikian banyak PREMIS yang seringkali kita jumpai didalam AGAMA. Harap dipahami, didalam LOGIKA SILOGIS AGAMA, keberadaan sederetan PREMIS itu sangat dibutuhkan agar MASING MASING ENTITAS semisal SURGA, NERAKA, DOSA, PAHALA itu dapat dimengerti oleh umat, dan pemahaman itu sepenuhnya bersandar pada POLA SEBAB AKIBAT, sebuah CARA BERPIKIR DETERMINISTIK YANG SERBA MEMPERTENTANGKAN KEBERADAAN DARI MASING MASING ENTITAS tadi.
Jadi, didalam POLA BERPIKIR AGAMA yang KAUSALISTIK SEBAB AKIBAT itu, harus selalu ada PERTENTANGAN antara SURGA melawan NERAKA, DOSA melawan PAHALA, BAIK melawan BURUK dan sebagainya. Dengan demikian, artinya, TANPA ADANYA PERTENTANGAN ANTARA SEBAB DAN AKIBAT ITU, MAKA, AGAMA TIDAK PERNAH ADA. DOSA yang BERTINDAK sebagai SEBAB, misalnya, akan menghadirkan MAUT sebagai AKIBATNYA. Dan PERTOBATAN atas DOSA (SEBAB), akan menghasilkan KESELAMATAN (AKIBAT). Pola Berpikir yang seperti inilah yang menghiasi lembaran aktivitas beragama. Dikarenakan KEBENARANNYA YANG ABSOLUT, sekalian PREMIS itu tak dapat ditiadakan. Adalah sebuah kenyataan yang 'absurd' apabila seseorang mencoba mempertanyakan KEBENARAN PREMIS itu, karena, bila saja PREMIS itu DITIADAKAN, maka, secara keseluruhan RUNTUHLAH LOGIKA BERPIKIR AGAMA YANG BERSANDAR DIATASNYA.
Lantas, apakah POLA BERPIKIR SEBAB AKIBAT ini menimbuLkan sebuah masalah?
Salam,
Tito
Bookmarks