Page 8 of 13 FirstFirst 12345678910111213 LastLast
Results 71 to 80 of 123

Thread: Banyak jalan menuju surga - ini juga jalan ke surga

  1. #71
    Contributor Itachi's Avatar
    Join Date
    Oct 2008
    Location
    Konohagakure
    Posts
    4,715
    Rep Power
    9

    Re: Banyak jalan menuju surga - ini juga jalan ke surga

    Quote Originally Posted by earsun View Post
    Yang dimaksud dengan " kami " itu ini kah?

    Heee... earsun.. ternyata dirimu itu... oh gak nyangka juga ya

    Got killed by human? Thats not a god, but 'CENCORED' acting like God.

  2. #72
    Contributor Itachi's Avatar
    Join Date
    Oct 2008
    Location
    Konohagakure
    Posts
    4,715
    Rep Power
    9

    Re: Banyak jalan menuju surga - ini juga jalan ke surga

    Quote Originally Posted by Legion View Post
    Betul

    banyak sekali jalan menuju surga

    marilah kita beramai rami ke surga

    ikutlah dengan kami kawan

    kami bisa mengajak anda menuju surga

    dengan jihad maupun BOM

    dengan golok maupun pentungan

    banyak bidadari2 montok bermata jeli di sana kawan


    yang siap melayani kami di sana tanpa rasa lelah

    janganlah kalian terlalu lama berpikir
    Hoooo....

    Got killed by human? Thats not a god, but 'CENCORED' acting like God.

  3. #73
    Senior Member
    Join Date
    Jan 2010
    Posts
    1,723
    Rep Power
    5

    Re: Banyak jalan menuju surga - ini juga jalan ke surga

    Quote Originally Posted by Legion View Post
    anda benar kawan
    you are what you eat

    if you eat chicken, then you are chicken
    if you eat beef, then you are a cow
    if you eat buffalo meat, then you are buffalo

    my friend, we strongly prohibit foods containing pork
    for us, eating pork is forbidden, as compared to commit a crime

    membawa pentungan dan berbuat onar di jalan2 dengan pakaian seragam kami lebih baik dari pada makan daging babi
    bukan begitu sobat??
    ada bagian benarnya ..
    soal pentung mementung itu sih kerjaan anda , bukan urusan sebagian lainnya
    kalau kamimu begitu semua , semua tulang di indonesia PATAH semua ..
    kerna tidak ...berarti kamimu kurang banyak

  4. #74
    Contributor Itachi's Avatar
    Join Date
    Oct 2008
    Location
    Konohagakure
    Posts
    4,715
    Rep Power
    9

    Re: Banyak jalan menuju surga - ini juga jalan ke surga

    Quote Originally Posted by Legion View Post
    anda benar kawan

    you are what you eat

    if you eat chicken, then you are chicken
    if you eat beef, then you are a cow
    if you eat buffalo meat, then you are buffalo


    my friend, we strongly prohibit foods containing pork
    for us, eating pork is forbidden, as compared to commit a crime



    membawa pentungan dan berbuat onar di jalan2 dengan pakaian seragam kami lebih baik dari pada makan daging babi

    bukan begitu sobat??
    oh iya ada kemaren di Bekasi juga ada, membaptis ke arah rumah ibadah tempat laen padahal gak diundang. terus mencoba memancing kerusuhan juga disana... dengan alasan cinta kasih mereka membuat warga sekitar marah...

    ANDA BENARRRRR!!!

    Got killed by human? Thats not a god, but 'CENCORED' acting like God.

  5. #75
    Senior Contributor earsun's Avatar
    Join Date
    Apr 2008
    Location
    where many malls and culinary gathered
    Posts
    6,571
    Rep Power
    26

    Re: Banyak jalan menuju surga - ini juga jalan ke surga

    Quote Originally Posted by Itachi View Post
    Heee... earsun.. ternyata dirimu itu... oh gak nyangka juga ya

    hahahahaha

    always someone you least suspected....
    "Negara ini TDK bs dipimpin BAIK2, mesti diajak BERANTEM"-Basuki TP-

  6. #76
    Contributor Itachi's Avatar
    Join Date
    Oct 2008
    Location
    Konohagakure
    Posts
    4,715
    Rep Power
    9

    Re: Banyak jalan menuju surga - ini juga jalan ke surga

    Quote Originally Posted by earsun View Post
    hahahahaha

    always someone you least suspected....:d :d :d

    ic...

    :d:d:d
    Got killed by human? Thats not a god, but 'CENCORED' acting like God.

  7. #77
    Member mispris's Avatar
    Join Date
    May 2010
    Location
    SOHO
    Posts
    113
    Rep Power
    4

    Re: Banyak jalan menuju surga - ini juga jalan ke surga

    PRIIIIIIIIIIIITTTTTTTTTTTTTTTT!!!!!!!!!

    Waduh... back to topik pls.

    Post post terakhir sepertinya bukan jalan ke surga lho. Malah sepertinya itu jalan ke rumah pakde Legion lho.

  8. #78
    Member mispris's Avatar
    Join Date
    May 2010
    Location
    SOHO
    Posts
    113
    Rep Power
    4

    Re: Banyak jalan menuju surga - ini juga jalan ke surga

    KOMPAS.com —Di mata Didit Hari Purnomo (52), pendidikan harus bisa diakses oleh siapa pun, bahkan oleh anak-anak usia belasan tahun yang tak pernah mengenal arti ”rumah” dan kasih sayang. Kesadaran ini memantiknya untuk membentuk Sanggar Alang-Alang, tempat ratusan anak jalanan di Kota Surabaya belajar tentang kehidupan.

    Sejak berdiri 16 April 1999, Sanggar Alang-Alang (SAA) tetap setia pada tujuan awal, yakni menyediakan pendidikan gratis untuk anak-anak jalanan. Di SAA, anak jalanan disebut dengan anak negeri. SAA menjadi rumah tempat makanan, seragam, ruang belajar, dan ruang bermain cuma-cuma bagi mereka. Didit menyebut SAA sebagai pendidikan berbasis keluarga.

    Di sanggar, Didit menjadi bapak. Istrinya, Budha Ersa, sebagai mama. Sebanyak 187 anak usia 6-17 tahun di SAA adalah bagian dari keluarga besar. Untuk menggantikan biaya sumbangan pembinaan pendidikan (SPP), Didit hanya menuntut satu hal dari anak-anaknya, yakni bersikap sopan.

    Setiap masuk sanggar, anak-anak selalu dalam kondisi bersih. Mereka menyalami dan memeluk satu sama lain dan menghindari kata-kata kasar dan jorok. Bagi Didit, ini bagian dari pendidikan perilaku.

    ”Jika setiap hari selama sebelas tahun seorang anak jalanan bisa diajar berperilaku sopan, tentu perilakunya akan berubah,” ujar pensiunan pegawai TVRI ini.

    Pendidikan perilaku hanya satu dari pelajaran yang diajarkan di SAA. Meskipun Matematika diajarkan, SAA menitikberatkan pada ilmu-ilmu praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan anak jalanan. ”Belajar bukan hanya teori, melainkan soal implementasi. Ini yang dibutuhkan anak jalanan agar tidak kembali ke jalan,” katanya.

    Hingga kini, setidaknya empat program sudah dijalankan, yakni bimbingan belajar anak sekolah dan putus sekolah, bimbingan anak berbakat, bimbingan anak perempuan rawan, serta bimbingan ibu dan anak negeri.

    Pendidikan praktis


    Keempat program ini difokuskan pada pengetahuan praktis. Misalnya, bimbingan anak perempuan rawan yang ditujukan untuk anak jalanan perempuan dan pekerja rumah tangga. Setiap tiga hari dalam seminggu, tim SAA menyambangi anak jalanan untuk mengajari mereka tentang kesehatan reproduksi, cara membela diri, dan cara melaporkan kepada polisi jika dilecehkan secara seksual.

    Lain lagi dengan program Bimbingan Ibu dan Anak Negeri (BIAN). Program ini lahir setelah Didit melihat realitas di lapangan yang keras dan suram. Kemiskinan dan kebodohan telah merenggangkan hubungan orangtua dan anak. Imbasnya, keluarga terpecah, anak-anak pun lari ke jalanan. Banyak anak yang dieksploitasi oleh orangtuanya untuk bekerja di jalanan.

    Dalam kaitan ini, BIAN ditujukan untuk anak usia taman kanak-kanak dan ibunya. Sebagai pengganti kursi, anak-anak duduk di pangkuan ibundanya. Dengan demikian, bukan hanya anak yang belajar, ibu juga belajar meluangkan waktu untuk anaknya.

    ”Kami berharap, dengan demikian, tak ada lagi ibu yang menyuruh anaknya mencari uang di jalan,” kata Didit.

    Di luar kelas, anak-anak bisa berlatih alat musik, tari, dan juga tinju. Mereka yang berbakat akan diikutkan kejuaraan tingkat daerah, bahkan nasional. Jika sudah berusia 18 tahun, maka mereka harus meninggalkan sanggar dan memulai kehidupannya sendiri. ”Jika mereka kembali ke jalan, artinya mereka tidak lulus. Kalau tidak, berarti lulus,” kata Didit.

    Pemerintah Kota Surabaya juga mengapresiasi langkah Didit, apalagi program rumah singgah dinas sosial lebih banyak gagalnya. Program yang dibuat lembaga swadaya masyarakat pun hanya berjalan ketika ada dana. ”Selama ini anak jalanan hanya jadi obyek proyek LSM, sementara miliaran rupiah untuk rumah singgah terbuang percuma,” kata Didit.

    SAA juga menjadi rujukan bagi mahasiswa dan dosen yang meneliti metode pendidikan anak jalanan.

    Kasih sayang


    Bertahan 11 tahun, Didit menyebut satu kunci keberhasilannya. ”Kasih sayang,” kata kakek satu cucu ini. Kasih sayang adalah pendidikan hidup yang terenggut dari kehidupan anak jalanan. Mereka dialpakan dan dianggap sampah masyarakat.

    Penilaian ini bagi Didit salah besar. Dia membuktikannya 11 tahun lalu ketika menyambangi Terminal Joyoboyo, tempat anak jalanan berkumpul.

    Di balik penampilan anak-anak yang kumuh dan kotor tersimpan jiwa anak-anak yang mendamba rumah dan perhatian. Jika didekati baik-baik, maka mereka akan membuka diri. Hati Didit tergugah melihat anak-anak yang menggelandang sejak kecil. Ada juga anak-anak dari tukang cuci, tukang becak, pencopet, dan kernet bus yang tak pernah diperhatikan.

    Di balik toilet Terminal Joyoboyo itulah perjumpaan pertamanya dengan dunia anak jalanan. Pelan tapi pasti, pertemanan mereka terajut, dan setiap malam Didit mulai mengajari banyak hal. Banyak orang menamai mereka ”komunitas sekolah malam”.

    Setahun lebih kegiatan itu berjalan hanya bermodalkan niat baik dan sebagian gaji Didit. Barulah tahun 1999, berkat derma dari orangtua murid Surabaya International School, Didit mendapat sumbangan Rp 5 juta. Uang itu dia gunakan untuk mengontrak rumah dua tahun di belakang Terminal Joyoboyo.

    Untuk menyokong kehidupan anak-anak, SAA bergantung pada donasi pengusaha. Namun, kini SAA memiliki pendapatan dengan mengisi acara musik dan tari di sekolah. Yang paling membanggakan bagi Didit, beberapa alumni SAA berhasil berdikari.

    Adi Hartono, misalnya, diterima di Universitas Negeri Surabaya lewat jalur prestasi. Adi yang enam tahun tinggal di SAA hanya mengikuti kejar paket A dan B, kemudian mendaftar ke sekolah menengah kejuruan.

    ”Adi yang sebelumnya anak jalanan bisa diterima di pendidikan formal. Saya senang luar biasa,” kata Didit.

    Ada lagi, Mu’ad (18). Dua tahun lalu, Kompas bertemu Mu’ad yang mengaku tidak pernah mengenyam pendidikan formal. Dia buta huruf hingga usia 16 tahun. Kini, Mu’ad menjelma menjadi pemuda percaya diri yang terampil menggunakan komputer.

    Didit selalu mengibaratkan anak jalanan seperti alang-alang, Dia kian optimistis, alang-alang binaannya memiliki tempat sendiri di masyarakat.
    http://regional.kompas.com/read/2010/06/10/14434495/Pendekar.Pendidikan.Anak.Jalanan

    Apakah pak Didit akan masuk surga?

    Sejujurnya mispris tidak tahu, seperti juga mispris tidak tahu apakah pak Didit menginginkan surga.

    Tapi mispris yakin pak Didit adalah orang yang BAHAGIA di dunia ini.

  9. #79
    Member
    Join Date
    Sep 2009
    Posts
    106
    Rep Power
    0

    Re: Banyak jalan menuju surga - ini juga jalan ke surga

    Quote Originally Posted by mispris View Post
    http://regional.kompas.com/read/2010/06/10/14434495/Pendekar.Pendidikan.Anak.Jalanan

    Apakah pak Didit akan masuk surga?

    Sejujurnya mispris tidak tahu, seperti juga mispris tidak tahu apakah pak Didit menginginkan surga.

    Tapi mispris yakin pak Didit adalah orang yang BAHAGIA di dunia ini.
    Pak Didit ini kemungkinan ngak pernah mikirin tentang pahala, dia cuma mengikuti hati nuraninya.....mau masuk Surga atau ngak, yg penting anak2 itu ditolong duluan....MOTIVASI berbuat kebaikan itu yg penting....mau berbuat baik tapi ngarapin pahala...munafik jadinya...

  10. #80
    Contributor wilf's Avatar
    Join Date
    Mar 2009
    Posts
    3,849
    Rep Power
    9

    Re: Banyak jalan menuju surga - ini juga jalan ke surga

    Quote Originally Posted by kayu-jati View Post
    Pak Didit ini kemungkinan ngak pernah mikirin tentang pahala, dia cuma mengikuti hati nuraninya.....mau masuk Surga atau ngak, yg penting anak2 itu ditolong duluan....MOTIVASI berbuat kebaikan itu yg penting....mau berbuat baik tapi ngarapin pahala...munafik jadinya...
    sama aja dengan mencoba membeli surga.
    " kebenaran akan membenarkan kebenaran itu sendiri"

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  

Content Relevant URLs by vBSEO 3.6.0