Page 1 of 18 1234567891011 ... LastLast
Results 1 to 10 of 179
Like Tree2Likes

Thread: Arab, TKI dan Pemerkosaan


  1. #1
    Senior Contributor earsun's Avatar
    Join Date
    Apr 2008
    Location
    where many malls and culinary gathered
    Posts
    7,936
    Rep Power
    33

    Arab, TKI dan Pemerkosaan

    Melihat thread Amerika, wanita dan tentara yang dapat terus berlangsung tanpa adanya kendala berarti....maka saya prihatin mengapa thread Arab dan kasus pemerkosaan TKI nya malah begitu cepat tenggelam?

    Arab dan Amerika tidak ada hubungan langsung terhadap Indonesia.
    Saya rasa hal-hal yang berbau SARA dapat dinilai secara proporsional dan adil, seperti halnya kasus Israel dan Palestina.

    Sudah saatnya kita dapat lebih berpikir maju, dan mulai melepaskan diri dari subyektifitas yang berlebihan.

    Saya mulai....
    di Arab, bahkan saat kita berbicara sekarang, kasus yang memprihatinkan terhadap TKI yang notabene adalah warga Indonesia yang sering disebut sebagai pejuang devisa, telah tak henti-hentinya terjadi, dari siksaan, pemerkosaan, bahkan pembunuhan

    thread ini adalah tribute untuk para TKI sekaligus penyadar bahwa negara yang selama ini kita sering elu-elukan justru telah berbuat kejam terhadap warga negara kita sendiri.
    Sayangnya..... gelombang protes dan kritik justru lebih sering difokuskan terhadap negara lain yang dampak negatifnya justru tidak secara langsung terhadap kita.

    Apakah kita telah kehilangan kemampuan menilai mana yang prioritas ?
    Silahkan dijawab dengan menanggalkan sedikit subyektifitas
    Jika tak sanggup, jangan salahkan anda punya kapasitas
    ( eh..kok jadi berima ya.... )

    Saya mulai dengan link berita dibawah ini, dan partisipasi member secara bijak untuk memberi berita lainnya sangat diharapkan :

    159 Bayi Hasil Pemerkosaan TKW Dilahirkan di Arab

    Para diplomat di Arab Saudi resah karena semakin banyaknya kasus penganiayaan yang menimpa Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Indonesia, terutama dalam kasus penganiayaan seksual. Tercatat sebanyak 56 bayi anak haram dilahirkan para TKW.

    “Mereka diperkosa oleh majikan di Arab atau sesama pekerja migran dari negara asia lainnya,” kata Hendrar Pramudya, perwakilan KBRI Riyadh.
    Tercatat sepanjang tahun 2009 ada 159 bayi dilahirkan oleh TKW di Arab saudi yang merupakan hadil pemerkosaan oleh sesama buruh migran atau hubunga suka sama suka. Kebanyakan para pemerkosa ini tidak mendapat hukuman dengan alasan kurang kuatnya barang bukti.
    “Baik RI maupun Arab harus bekerja sama dalam melindungi hak-hak para pekerja domestik, khususnya pembantu rumah tangga (PRT),” katanya seperti yang dilansir dari Arab News pekan lalu.
    Di Arab Saudi, banyak TKW yang tidak memiliki pilihan untuk menggugurkan kandungan. Dalam banyak kasus, TKW yang hamil bahkan ditangkap polisi dan dipenjara. Tak jarang mereka dideportasi sebelum si bayi dilahirkan, meskipun identitas pelaku perkosaan atau bapak si bayi diketahui.
    Last edited by earsun; 28-06-10 at 06:06 PM. Reason: edit tata bahasa
    Legion of mindless zombies could even turned insolent marauder into a demigod

  2. #2
    Contributor Itachi's Avatar
    Join Date
    Oct 2008
    Location
    Konohagakure
    Posts
    4,712
    Rep Power
    11

    Re: Arab, TKI dan pemerkosaan

    Quote Originally Posted by earsun View Post
    Melihat thread Amerika, wanita dan tentara yang dapat terus berlangsung tanpa adanya kendala berarti....maka saya prihatin mengapa thread Arab dan kasus pemerkosaan TKI nya malah begitu cepat tenggelam?

    Arab dan Amerika tidak ada hubungan langsung terhadap Indonesia.
    Saya rasa hal-hal yang berbau SARA dapat dinilai secara proporsional dan adil, seperti halnya kasus Israel dan Palestina.

    Sudah saatnya kita dapat lebih berpikir maju, dan mulai melepaskan diri dari subyektifitas yang berlebihan.

    Saya mulai....
    di Arab, bahkan saat kita berbicara sekarang, kasus pemerkosaan terhadap TKI yang notabene adalah warga Indonesia yang sering disebut sebagai pejuang devisa, telah tak henti-hentinya mengalami berbagai kasus dari siksaan, pemerkosaan, bahkan pembunuhan

    thread ini adalah tribute sekaligus penyadar bahwa negara yang selama ini kita sering elu-elukan justru telah berbuat kejam terhadap warga negara kita sendiri.
    Sayangnya..... justru gelombang protes dan kritik justru lebih sering difokuskan terhadap negara lain yang dampak negatifnya justru tidak secara langsung terhadap kita.

    Apakah kita telah kehilangan kemampuan menilai mana yang prioritas ?
    Silahkan dijawab....

    Saya mulai dengan link berita dibawah ini :

    159 Bayi Hasil Pemerkosaan TKW Dilahirkan di Arab

    Para diplomat di Arab Saudi resah karena semakin banyaknya kasus penganiayaan yang menimpa Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Indonesia, terutama dalam kasus penganiayaan seksual. Tercatat sebanyak 56 bayi anak haram dilahirkan para TKW.

    “Mereka diperkosa oleh majikan di Arab atau sesama pekerja migran dari negara asia lainnya,” kata Hendrar Pramudya, perwakilan KBRI Riyadh.
    Tercatat sepanjang tahun 2009 ada 159 bayi dilahirkan oleh TKW di Arab saudi yang merupakan hadil pemerkosaan oleh sesama buruh migran atau hubunga suka sama suka. Kebanyakan para pemerkosa ini tidak mendapat hukuman dengan alasan kurang kuatnya barang bukti.
    “Baik RI maupun Arab harus bekerja sama dalam melindungi hak-hak para pekerja domestik, khususnya pembantu rumah tangga (PRT),” katanya seperti yang dilansir dari Arab News pekan lalu.
    Di Arab Saudi, banyak TKW yang tidak memiliki pilihan untuk menggugurkan kandungan. Dalam banyak kasus, TKW yang hamil bahkan ditangkap polisi dan dipenjara. Tak jarang mereka dideportasi sebelum si bayi dilahirkan, meskipun identitas pelaku perkosaan atau bapak si bayi diketahui.
    irsun... silahkan di cek di trit pemerkosaan TKI tsb... apakah sama dengan yang di bahas di Amiriki itu???

    Got killed by human? Thats not a god, but 'CENCORED' acting like God.

  3. #3
    Contributor ~mamamia~'s Avatar
    Join Date
    Mar 2008
    Location
    in my cozy home (:
    Posts
    4,149
    Rep Power
    14

    Re: Arab, TKI dan pemerkosaan

    Liputan6 :: Mata TKW Buta Disiksa Majikan

    Liputan6.com, Karawang: Tenaga kerja wanita asal Indonesia kembali menjadi korban penganiayaan di negeri orang. Kali ini dialami Royah binti Usen, TKW asal Desa Cikalong Sari, Jati Sari, Karawang, Jawa Barat. Royah mengalami luka di bagian mata kanan serta luka di pipi kiri akibat disetrika oleh Marwah, majikannya di Arab Saudi.

    Saat mendatangi Sekretariat Buruh Migran Pasundan di Karawang Timur, baru-baru ini, Royah menceritakan nasibnya. Sejak kerja di rumah pasangan Rebab dan Marwah di Jeddah, Arab Saudi, dirinya kerap disiksa tanpa alasan yang jelas.

    Tubuh Royah pernah disiram air panas. Dia juga pernah disetrika. Bahkan, mata kanan Royah pernah dipukuli dan ditusuk dengan tangan majikannya. Akibat penyiksaan itu, mata kanan Royah buta permanen. Ini membuat dia hanya bisa melihat dengan mata kiri. Tak hanya disiksa, gaji Royah sebesar Rp 21,8 juta juga belum dibayar sepenuhnya.

    Royah berencana berobat ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Dia berharap, PJTKI PT Bukit Mayak Sakti yang memberangkatkan dirinya mau membantu biaya pengobatan selama di rumah sakit.(ULF)

    Berharap kasus Royah segera ditindak lajuti oleh pihak yg berwenang...
    Lindungi Tenaga Kerja Wanita/Indonesia di sana!


    "Character is not formed, nor are rewards earned in the absence of options"
    ~ Bill Johnson ~

  4. #4
    Senior Contributor earsun's Avatar
    Join Date
    Apr 2008
    Location
    where many malls and culinary gathered
    Posts
    7,936
    Rep Power
    33

    Re: Arab, TKI dan pemerkosaan

    Terima kasih Mia, atas artikelnya, ini ada berita lagi yang menjadi sumber keprihatinan (walau sudah cukup lama) :


    Kumpulkan gigi dan rambut, TKI di Arab Saudi bisa dipenjara





    Posted in Berita Utama by Redaksi on Maret 9th, 2008
    Jakarta (SIB)
    Gara-gara mengumpulkan kuku dan rambut, tenaga kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi bisa diseret ke penjara. Hal tersebut terjadi karena TKI gegar budaya dan tidak punya pengetahuan yang cukup tentang perbedaan budaya.
    “Kan ada budaya kita yang mengajarkan kalau sedang haid, rambut yang rontok harus dikumpulkan dan ikut dibersihkan ketika junub. Ada yang kalau potong kuku dikumpulkan dan ditanam,” ujar Ketua Badan Eksekutif Nasional Solidaritas Perempuan Salma Safitri Rahayan.
    Hal itu disampaikan salma dalam diskusi tentang perbedaan hukum dan budaya RI-Arab Saudi bisa menyeret TKI ke penjara, di Kafe Darmint, Jl Tebet Utara I nomor 8, Kamis (7/3).
    Rupanya, imbuh Salma, budaya itu dibawa TKI, utamanya yang wanita, ke tempat bekerjanya di Arab Saudi. Masalahnya, Arab Saudi yang menerapkan hukum (..deleted for safety ) tak mengenal budaya mengumpulkan kuku dan rambut.
    “Di Arab itu dianggap sihir. Dan bisa dijerat dengan hukum sihir dan dipenjara,” imbuh Salma.
    Selain mengumpulkan kuku dan rambut, tambahnya, membuat jamu juga bisa disangka sihir. “Kalau di Indonesia kan biasa majikan pegal-pegal dibikinin jamu, sebagai bentuk pelayanan pembantu. Kalau di Arab, minum jamu lalu sakit bisa dikira sihir. Padahal sakitnya karena sebab lain,” ujar dia.
    Yang lebih parah selain gegar budaya, adalah gegar hukum. Perbedaan hukum di Arab Saudi dan Indonesia seringkali tidak adil bagi TKW.
    “Di Arab tak ada konsep pemerkosaan, korban pemerkosaan dianggap berzinah. Padahal diperkosa dan berzina berbeda. Kalau diperkosa ada pemaksaan hubungan seksual, kalau berzina kan suka sama suka,” ujar Salma.
    Jadi, TKI wanita yang menjadi korban pemerkosaan sering dipenjara daripada dilindungi. “Karena buktinya hamil dan jelas tidak dengan muhrim, karena kebanyakan TKI tak punya muhrim di Arab,” ujar dia.
    Sementara si pemerkosa, jarang bisa ditangkap dan dijebloskan ke penjara karena tuduhan berzinah, karena perlu 4 saksi untuk membuktikannya. “Padahal tak ada pemerkosaan yang dilihat orang,” kata wanita berjilbab ini.
    Sementara Weni (33) mantan TKW asal Kerawang, Jawa Barat yang pernah bekerja di Arab Saudi menjadi korban dari perbedaan hukum itu. Dirinya diperkosa majikannya hingga hamil.
    “Saya dicambuk 100 kali dan dipenjara 1 tahun,” ujarnya.
    Weni yang baru 2 bulan pulang ke Indonesia mengatakan dirinya beruntung karena hukuman itu sudah didiskon karena si pemerkosa mengakui perbuatannya. Muhamad Saef yang memperkosa dirinya dicambuk dan dipenjara 3 tahun.
    Kondisinya Weni lumpuh dan patah di pinggul dan pinggangnya karena kabur dengan tambang dan jatuh dari lantai 3 rumah majikannya. Dengan bantuan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dia menjalani pemulihan untuk kembali seperti sedia kala.
    Anak hasil pemerkosaan majikannya yang kini berusia 18 bulan, dirawat Weni dan suaminya dengan penuh kasih sayang.
    Sadarkan Calon TKW, Beda Hukum RI-Arab Saudi Dikampanyekan
    Minimnya pengetahuan tenaga kerja wanita (TKW) tentang perbedaan budaya dan hukum Arab Saudi-RI bisa menjadi bumerang. Calon TKW perlu disadarkan, kampanye pun digalakkan.
    “Selama ini perbedaan hukum dan budaya kurang jadi fokus pemerintah. Fokus pemerintah masih soal gaji atau tidak digaji, legal atau ilegal,” ujar Ketua Badan Eksekutif Nasional Solidaritas Perempuan Salma Safitri Rahayan dalam diskusi tentang perbedaan hukum dan budaya RI-Arab Saudi bisa menyeret TKI ke penjara, di Kafe Darmint, Jl Tebet Utara I nomor 8, Kamis (7/3).
    Padahal, TKI bermasalah karena perbedaan hukum dan budaya ini tak hanya dialami TKI ilegal, yang legal pun kena dampaknya. Untuk mencegahnya, Salma merekomendasikan memberikan pelatihan intensif tentang perbedaan hukum dan budaya bagi TKW sebelum keberangkatan baik.
    Pelatihan itu bisa diberikan Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) swasta atau pemerintah melalui Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI).
    “Nggak perlu biaya mahal kok. Biayanya bisa ditekan kalau bekerjasama dengan camat atau kepala desa. TKW nggak perlu jauh-jauh, cukup di desanya. Masa pemerintah kalah sama calo (TKW), calo aja bisa sampai ke pelosok desa,” tukasnya.
    Untuk itu LSM yang dipimpinnya berencana melakukan kampanye penyadaran perbedaan hukum dan budaya kepada calon TKW di Terminal Kampung Rambutan, mulai Sabtu 8 Maret 2008. Leaflet dan brosur bertuliskan ‘Hati-hati aja. Hukum dan budaya Arab Saudi berbeda dengan Indonesia. Buruh migran korban perkosaan bisa dikenai tuduhan zina dengan hukuman penjara dan cambuk’ disebarkan.
    “Di terminal itu kan tempat calon TKW datang dari Jawa Barat. Berikutnya ke kota lain seperti Malang, Salatiga dan lainnya hingga tingkat kecamatan,” kata Salma. (detikcom/g)
    Last edited by earsun; 28-06-10 at 12:53 PM.
    Legion of mindless zombies could even turned insolent marauder into a demigod

  5. #5
    Senior Contributor earsun's Avatar
    Join Date
    Apr 2008
    Location
    where many malls and culinary gathered
    Posts
    7,936
    Rep Power
    33

    Re: Arab, TKI dan pemerkosaan

    Quote Originally Posted by Itachi View Post
    irsun... silahkan di cek di trit pemerkosaan TKI tsb... apakah sama dengan yang di bahas di Amiriki itu???

    bro... perbedaan mendasar yang ada disana adalah...
    dalam kasus di amiriki... relatif sedikit orang yang berusaha memancing-mancing ke arah SARA. Saya rasa itu hanyalah masalah kedewasaan.

    beda dengan thread Arab sebelumnya, dimana ada sekelompok orang sistematis yang selalu berusaha memancing agar kebobrokan Arab terhadap Indonesia dapat segera ditutup.

    Hal demikian saya harapkan tidak ada lagi dalam thread saya ini.

    Thread ini adalah tribute dan penyadaran akan kejamnya Suatu Negara yang dielu-elukan bangsa kita secara berlebihan, sehingga menutup mata terhadap segala kejahatannya yang secara langsung terhadap Indonesia
    Thread ini juga berfungsi sebagai koreksi atas prioritas kita yang selama ini sering terbalik-balik dan tidak masuk logika

    Anda bersedia menyumbang ?

    Note :
    Bagi member yang bersedia menyumbang artikel dan pendapat, mohon bantuannya mengedit agar para pemancing tidak bisa mendapatkan ikannya.... percayalah, mereka akan memancing dengan penuh semangat dan menyiapkan berbagai umpan
    Last edited by earsun; 28-06-10 at 12:50 PM.
    Legion of mindless zombies could even turned insolent marauder into a demigod

  6. #6
    Contributor wilf's Avatar
    Join Date
    Mar 2009
    Posts
    3,835
    Rep Power
    10

    Re: Arab, TKI dan pemerkosaan

    thx to mia buat linknya tsbt.

    Last edited by wilf; 28-06-10 at 12:49 PM.
    " kebenaran akan membenarkan kebenaran itu sendiri"

  7. #7
    Contributor ~mamamia~'s Avatar
    Join Date
    Mar 2008
    Location
    in my cozy home (:
    Posts
    4,149
    Rep Power
    14

    Re: Arab, TKI dan pemerkosaan

    Quote Originally Posted by wilf View Post
    thx to mia buat link ini juga.

    Liputan6 :: Mata TKW Buta Disiksa Majikan

    Tenaga kerja wanita asal Indonesia kembali menjadi korban penganiayaan di negeri orang. Kali ini dialami Royah binti Usen, TKW asal Desa Cikalong Sari, Jati Sari, Karawang, Jawa Barat. Royah mengalami luka di bagian mata kanan serta luka di pipi kiri akibat disetrika oleh Marwah, majikannya di Arab Saudi.

    Saat mendatangi Sekretariat Buruh Migran Pasundan di Karawang Timur, baru-baru ini, Royah menceritakan nasibnya. Sejak kerja di rumah pasangan Rebab dan Marwah di Jeddah, Arab Saudi, dirinya kerap disiksa tanpa alasan yang jelas.

    Tubuh Royah pernah disiram air panas. Dia juga pernah disetrika. Bahkan, mata kanan Royah pernah dipukuli dan ditusuk dengan tangan majikannya. Akibat penyiksaan itu, mata kanan Royah buta permanen. Ini membuat dia hanya bisa melihat dengan mata kiri. Tak hanya disiksa, gaji Royah sebesar Rp 21,8 juta juga belum dibayar sepenuhnya.

    Royah berencana berobat ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Dia berharap, PJTKI PT Bukit Mayak Sakti yang memberangkatkan dirinya mau membantu biaya pengobatan selama di rumah sakit.(ULF)

    Pak, double posting tu, saia dah posting duluan
    "Character is not formed, nor are rewards earned in the absence of options"
    ~ Bill Johnson ~

  8. #8
    Contributor PrinceaAng's Avatar
    Join Date
    Nov 2008
    Location
    --
    Posts
    3,946
    Rep Power
    12

    Re: Arab, TKI dan pemerkosaan

    Setau saya, pencari kerja harus tahu dulu hukum, adat, dan tata budaya ditempat atau yang dianut oleh si pemberi kerja.

    Jarang sekali ada pemberi kerja yang harus mau mengerti budaya, adat, hukum, dan tata budaya si pencari kerja.

    Saya kira, lebih baik adat, kebiasaan, hukum, dan budaya Arab, terutama daerah2 tujuan kerja, diberitahukan kepada pencari kerja. Lebih tepatnya di sosialisasikan dulu, sebelum si pencari kerja mau mendaftarkan dirinya disana.

    Yang disosialisasikan, jangan hanya hukum2 baku yang tertulis saja, tetapi juga hukum2 adat, tradisi, dan kepercayaan yang berlaku di sana. Hukum kekerabatan juga penting disosialisasikan.

    Tujuannya, ya agar si pencari kerja tau betul, gimana situasi sesungguhnya disana, dan agar mereka sendiri tau, apa yang harus dilakukan.


    Suatu negara yang baik, dan memang benar membela rakyat dan warga negaranya, pasti akan berusaha obyektif untuk melindungi rakyat dan warga negaranya.
    Mereka akan berusaha keras membela wn-nya terhadap ancaman2 dari luar, termasuk ancaman dari negara tempat mereka bekerja.

    Sudah saatnya pahlawan devisa itu dilindungi dan diperhatikan. Jangan hanya diberikan ilusi2 dan harapan2 kosong hanya karena negara tujuan kerja-nya itu dipuja2.

    Yah, untuk indonesia sih, saya kira susye deh.
    Namanya juga pahlawan, ya harus berjuang sendiri dong, ya nasib nya sendiri kalo di medan perang tertembus peluru, terhunus badik, dan disiksa musuh. Yang penting duit tetep mengalir.

    Gitu kali yah pikiran piciknya orang2 di 'sono' ? Semua dianggap sapi perah buat kepentingan mereka.

    Heran, betapa mereka men-dewa-kan uang. Mo cukup sampe brapa sih uang ?

    Uang memang berpengaruh pada kehidupan, tapi kehidupan itu isinya bukan cuma uang.
    Last edited by PrinceaAng; 28-06-10 at 01:14 PM.
    Piramid.. UNIK !! ASIKKK..!! - Sambil cengar-cengir.com. Poreper laaaa......

  9. #9
    Contributor wilf's Avatar
    Join Date
    Mar 2009
    Posts
    3,835
    Rep Power
    10

    Re: Arab, TKI dan pemerkosaan

    Quote Originally Posted by ~mamamia~ View Post

    Pak, double posting tu, saia dah posting duluan
    iya sis, sudah langsung saya edit tadi

    Quote Originally Posted by wilf View Post
    thx to mia buat linknya tsbt.
    " kebenaran akan membenarkan kebenaran itu sendiri"

  10. #10
    Senior Contributor earsun's Avatar
    Join Date
    Apr 2008
    Location
    where many malls and culinary gathered
    Posts
    7,936
    Rep Power
    33

    Re: Arab, TKI dan pemerkosaan

    Quote Originally Posted by PrinceaAng View Post
    Setau saya, pencari kerja harus tahu dulu hukum, adat, dan tata budaya ditempat atau yang dianut oleh si pemberi kerja.

    Jarang sekali ada pemberi kerja yang harus mau mengerti budaya, adat, hukum, dan tata budaya si pencari kerja.

    Saya kira, lebih baik adat, kebiasaan, hukum, dan budaya Arab, terutama daerah2 tujuan kerja, diberitahukan kepada pencari kerja. Lebih tepatnya di sosialisasikan dulu, sebelum si pencari kerja mau mendaftarkan dirinya disana.

    Yang disosialisasikan, jangan hanya hukum2 baku yang tertulis saja, tetapi juga hukum2 adat, tradisi, dan kepercayaan yang berlaku di sana. Hukum kekerabatan juga penting disosialisasikan.

    Tujuannya, ya agar si pencari kerja tau betul, gimana situasi sesungguhnya disana, dan agar mereka sendiri tau, apa yang harus dilakukan.


    Suatu negara yang baik, dan memang benar membela rakyat dan warga negaranya, pasti akan berusaha obyektif untuk melindungi rakyat dan warga negaranya.
    Mereka akan berusaha keras membela wn-nya terhadap ancaman2 dari luar, termasuk ancaman dari negara tempat mereka bekerja.

    Sudah saatnya pahlawan devisa itu dilindungi dan diperhatikan. Jangan hanya diberikan ilusi2 dan harapan2 kosong hanya karena negara tujuan kerja-nya itu dipuja2.

    Yah, untuk indonesia sih, saya kira susye deh.
    Namanya juga pahlawan, ya harus berjuang sendiri dong, ya nasib nya sendiri kalo di medan perang tertembus peluru, terhunus badik, dan disiksa musuh. Gitu kali yah pikiran piciknya orang2 di 'sono'.
    Betul bro....

    bila disuatu negara pemerkosaan maupun perbudakan itu tidak melanggar hukum.. para TKI harus di peringati secara dini sebelum mereka terjun ke lapangan.

    Bila mereka sudah fully aware akan segala resikonya, dan tetap memutuskan untuk kerja disana, masih ada kendala terhadap kebijakan pemerintah.... apakah Indonesia yang dalam UUD 45 nya secara jelas menentang segala jenis perbudakan itu tetap mengirimkan TKI ke Arab?

    Saya sadar ini dilema...

    bagaikan masalah pelarangan industri rokok yang banyak implikasinya.

    Jadi bagaimana sebaiknya pemerintah harus bersikap?
    Last edited by earsun; 28-06-10 at 05:51 PM.
    Legion of mindless zombies could even turned insolent marauder into a demigod

Page 1 of 18 1234567891011 ... LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  
©2008 - 2013 PT. Kompas Cyber Media. All Rights Reserved.

Content Relevant URLs by vBSEO