Page 1 of 4 1234 LastLast
Results 1 to 10 of 37

Thread: Akhirnya Menolak Juga Indonesia Mengakui Referendum Crimea, Walaupun Telat.


  1. #1
    Junior Member
    Join Date
    Aug 2012
    Posts
    423
    Rep Power
    6

    Akhirnya Menolak Juga Indonesia Mengakui Referendum Crimea, Walaupun Telat.

    Menteri Luar Negeri Indonesia (sing pernah dijahati politikus Australia dg dikatakan mirip bintang porno) Mr. Marty Natalegawa akhirnya buka suara mewakili pemerintah Indonesia menolak referendum Crimea (hot news tandingan berita MH 370 beberapa hari belakangan. Apakah keduanya memang berkorelasi? Walahualam).

    Pernyataan Mr. Marty rada kurang cepet karena Amerika, Eropa, Jepang sampai Muslim Tatar sudah bersikap terlebih dulu menolak referendum Crimea dengan alasan sing kurang lebihne podho wae: inkonstitusional boso gampange ilegal.

    Menarik dicermati, sikap Indonesia dan telat respon nya. Karena ini khas Bapak style yang melankolis dan kebiasaan lamban (mungkin karena besar badan kali), atau hasil dari dari keragu-raguan yg memang sulit untuk bersikap tegas? Atau mikirnya lama karena butuh banyak pertimbangan dan referensi? Bisa juga karena trauma atau sudah phobia setelah peristiwa East Timor. Atau memang kondisinya sulit. Tidak lepas kemungkinannya juga karena begitu sibuk dirusuhi oleh Malaysia (sing lagi bingung kehilangan pesawat trus ngrusuhi tetangga tapi sik disia-sia dengan fitnah), belum lagi dipusingi karo urusan asap ning sumatra (nama kapal ndek film King Kong kuwih lek gak salah yo Sumatra). Ataukah paling parah tadinya EGP eh ternyata teringat Papua. Atau karena dulu Putin itu karib yang pernah didendangkan lagu pas ultah. Ini sih gejala kebelet KKN.

    Kasus Crimea ini preseden buruk bagi kedaulatan suatu negara, bukan karena Rusiane sing semena-mena merampas sovereignty Ukrania tapi bagaimana bagian dari sebuah negara bisa dengan seenaknya dhewe memisahkan diri.

    Makanya bisa jadi EGP batal karena teringat Papua. Belum lagi omongan nylekit minta talak demikian pernah terdengar di Jogja, Bali, utamanya sing benar2 ada pergerakan kuwih Papua.

    Lah kalo diliat sejarahne Aceh berotonomi khusus kuwih kan juga dari separatisme demikian. Indonesia kuwih rawan sekali dengan separatisme.

    Sekarang skenarionya kalo ternyata Crimea itu dengan bekingan Rusia ngotot pisah dari Ukrania trus dibiarkan, ini bisa jadi rujukan daerah2 dinegara lain. Makanya China yang tidak beda dengan Indonesia punya potensi separatisme jelas sewot dengan sikap Crimea. Taiwan saja masih belum bisa kembali lah kok ini ada contoh yang bisa menstimulasi lebih dahsyat lagi separatisme di Xinjiang.

    Di Indonesia, potensi separatisme demikian saat ini ada di Papua. Jadi pernyataan sikap Mr. Marty Natalegawa sangat2 bisa dimengertilah sebagai pihak yang mengalami langsung. Cuma ya itu tadi apakah penyebab telatnya pemerintah bersikap padahal sudah tahu ada potential case yang bisa mengcopy kasus Crimea? Jadi mestinya Indonesia bersikap demikian sejak awal mendahului negara2 lain yang gak punya kasus. Atau ini sebuah kesembronoan dengan menganggap enteng kasus separatisme di Papua atau lupa bahwa di Papua masih ada masalah demikian?

    Semoga setelah 9 july nanti kalo yang kurus menang mestinya lebih gesit. Kalo besar dan lambat ning jowo diwarahi Kebo!

  2. #2
    Senior Member
    Join Date
    Nov 2012
    Posts
    1,703
    Rep Power
    0

    Re: Akhirnya menolak juga Indonesia mengakui referendum Crimea, walaupun telat.

    Demokrasi itu hanya isapan jempol ato mimpi 1001 malam….
    yang didendangkan oleh Amerika Sekarat dkk.

    Amerika Sekarat dkk itu… bukannya pembela demokrasi….
    tapi lebih sebagai dajal penebar kebohongan dan fitnah….
    yang akan bertindak semena mena……
    jika melihat keadaan tidak sesuai dengan nafsu dajal dan nafsu serakahnya.

    Demokrasi itu…. hanya kedok Amerika Sekarat dkk,,,
    untuk mengelabui orang orang tolol yang nggak punya pendirian.

    Harusnya…
    dalam penoloakan terhadap referendum crimea itu….
    harus lebih berdasarkan fakta.

    Jika hasil referendum itu dapat dibuktikan penuh dengan kecurangan dan pemaksaan…
    maka referendum itu dalah illegal, maka seyogyanya untuk ditolak.
    Tapi jika referendum itu memang murni hasil yang dapat dipertanggung jawabkan ….
    dan memang kehendak rakyat krimea,…
    maka hasil referendum itu seyogyanya harus di dukung.

    Kasus Crimea ini….
    menjadi test case bagi demokrasi yang sesungguhnya.
    Setiap wilayah punya hak ….
    apakah untuk bergabung dengan Negara lain, ataukah ingin memisahkan diri.

    Sebuah Negara akan tetap bersatu …
    bila dikelola dengan menjunjung tinggi kejujuran dan keterbukaan,
    dan tidak ada pemaksaan pusat terhadap daerah,
    apalagi kalo sampe kekayaan di daerah diambil oleh pusat.

    Respon yang ditunjukkan Menlu RI, ….
    pada dasarnya nggak ada hubungan sama sekali dengan kondisi di Indonesia.
    Kelambanan itu lebih karena sifatnya sebagai hamba sahaya ato budaknya Amerika Sekarat di satu sisi,..
    di sisi lain juga ingin cari “keuntungan” dari Rusia.

    Kalo emang Bali, Papua, Jogja…. minta talak, kenapa mesti risih,… berikan saja.
    Tapi juga ada resikonya bagi mereka….
    Seluruh orang Papua, Bali, Jogja,…
    yang berdiam tersebar di wilayah lainnya,…
    harus dipulangkan ke wilayah asalnya,… ato diperlakukan sebagai orang asing…
    Udah siap begitu….
    Toh juga di Indonesia…
    Nggak ada propinsi di Sumatra, Kalimantan, ato Sulawesi…
    yang dibangun dengan menghisap kekayaan Bali, Papua, ato Jogja.

    Beda dengan Xinjiang, ato wilayah wilayah lainnya, dimana mereka diperlakukan secara represif oleh pemerintah Pusat.
    Taiwan, Hongkong, yang jelas jelas satu Ras dengan mereka aja nolak gabung ke china….
    apalagi Xinjiang dan beberapa wilayah lain yang jelas beda rasnya.

    Jadi….
    Kalo ada yang mengatakan Aceh memiliki otonomi khusus…
    karena adanya separatism..
    itu adalah pernyataan tolol…
    yang nggak tau dan mengabaikan fakta sejarah yang ada.

    Tidak ada satupun wilayah di Indonesia yang merasa rugi…
    ketika Timor Timur memisahkan diri dari Indonesia.

    Kabarnya…TNI telah berhasli menyita ribuan ton BBM illegal yang akan diselundupkan ke Timor Timur.
    Kasihan sekali Timor Timur, ampe harus bergantung pada BBM selundupan dari Indonesia…
    Nggak malu… udah memisahkan diri… eh..nggak taunya ngegeres minyak selundupan….
    Minta tuh ke Ausie.
    Dan juga kasihan… masih banyak orang Timor Timur yang hidup di Indonesia.
    Untung aja orang Indonesia itu baik baik…
    Nggak ada yang ngusir ato protes.

    Karenanya…untuk mengokohkan persatuan Indonesia….
    Otonomi Daerah harus terus dikembangkan….
    Ganyang para koruptor yang menghabisi anggaran Negara….
    Dan terus melakukan tranparansi dalam pengelolaan kekayaan Negara.

    Biar Papua nggak misahkan diri dari Indonesia…
    Seharusnya 90% keuntungan dari Freeport dikembalikan lagi buat rakyat Papua.
    Rakyat Papua juga harus tahu….
    Nggak ada propinsi di Indonesia ini yang dibangun dari mengeruk kekayaan Papua.

  3. #3
    Member oerangtua's Avatar
    Join Date
    Sep 2010
    Location
    di hatimu
    Posts
    645
    Rep Power
    5

    Re: Akhirnya menolak juga Indonesia mengakui referendum Crimea, walaupun telat.

    Quote Originally Posted by Searcher View Post
    Demokrasi itu hanya isapan jempol ato mimpi 1001 malam….
    yang didendangkan oleh Amerika Sekarat dkk.

    Amerika Sekarat dkk itu… bukannya pembela demokrasi….
    tapi lebih sebagai dajal penebar kebohongan dan fitnah….
    yang akan bertindak semena mena……
    jika melihat keadaan tidak sesuai dengan nafsu dajal dan nafsu serakahnya.

    Demokrasi itu…. hanya kedok Amerika Sekarat dkk,,,
    untuk mengelabui orang orang tolol yang nggak punya pendirian.
    yah, yah.........

    Harusnya…
    dalam penoloakan terhadap referendum crimea itu….
    harus lebih berdasarkan fakta.

    Jika hasil referendum itu dapat dibuktikan penuh dengan kecurangan dan pemaksaan…
    maka referendum itu dalah illegal, maka seyogyanya untuk ditolak.
    Tapi jika referendum itu memang murni hasil yang dapat dipertanggung jawabkan ….
    dan memang kehendak rakyat krimea,…
    maka hasil referendum itu seyogyanya harus di dukung.
    sori bro, ini yg ditolak pengadaan referendumnya atau hasil referendumnya ?


    Kasus Crimea ini….
    menjadi test case bagi demokrasi yang sesungguhnya.
    Setiap wilayah punya hak ….
    apakah untuk bergabung dengan Negara lain, ataukah ingin memisahkan diri.
    gak bisa begitu bro hehehehe

    kalo Papua minta referendum, apakah harus dikasih pemerintah RI begitu saja ?
    yg ditolak pemerintah RI itu jika ada yg pihak laen (misalnya Australia atau rakyat papua sendiri) yg menggelar referendum dan menyatakan sah (karena hasil referendum 100% rakyat papua mendukung papua bergabung dgn Australia)

    sekalipun hasil referendum 100% rakyat papua menginginkan bergabung dgn Australia, Indonesia tetap menyatakan penggelaran Referendum itu tidak sah


    Respon yang ditunjukkan Menlu RI, ….
    pada dasarnya nggak ada hubungan sama sekali dengan kondisi di Indonesia.
    Kelambanan itu lebih karena sifatnya sebagai hamba sahaya ato budaknya Amerika Sekarat di satu sisi,..
    di sisi lain juga ingin cari “keuntungan” dari Rusia.
    begitu ya, jadi harusnya negara bersikap bagaimana ?


    Kalo emang Bali, Papua, Jogja…. minta talak, kenapa mesti risih,… berikan saja.
    Tapi juga ada resikonya bagi mereka….
    Seluruh orang Papua, Bali, Jogja,…
    yang berdiam tersebar di wilayah lainnya,…
    harus dipulangkan ke wilayah asalnya,… ato diperlakukan sebagai orang asing…
    Udah siap begitu….
    Toh juga di Indonesia…
    Nggak ada propinsi di Sumatra, Kalimantan, ato Sulawesi…
    yang dibangun dengan menghisap kekayaan Bali, Papua, ato Jogja.
    hehehe......jadi anggab saja tidak ada artinya para pahlawan dulu yg susah payah membangun & membentuk neraga republik ini ?

    jadi kalo papua mau bergabung dgn Australia, artinya Australia boleh2 saja menginvasi Papua ?

    Beda dengan Xinjiang, ato wilayah wilayah lainnya, dimana mereka diperlakukan secara represif oleh pemerintah Pusat.
    Taiwan, Hongkong, yang jelas jelas satu Ras dengan mereka aja nolak gabung ke china….
    apalagi Xinjiang dan beberapa wilayah lain yang jelas beda rasnya.
    taiwan dan hokong biar menolak tetap saja mereka bagian dari cina (yg dilakukan cina, indonesia adalah mempertahankan kedaulatan negara yg sah & diakuai dunia internasional)

    Jadi….
    Kalo ada yang mengatakan Aceh memiliki otonomi khusus…karena adanya separatism..itu adalah pernyataan tolol…yang nggak tau dan mengabaikan fakta sejarah yang ada.
    yg benar, latar belakang Aceh diberi otonomi khusus karena apa ?


    Tidak ada satupun wilayah di Indonesia yang merasa rugi…
    ketika Timor Timur memisahkan diri dari Indonesia.

    Kabarnya…TNI telah berhasli menyita ribuan ton BBM illegal yang akan diselundupkan ke Timor Timur.
    Kasihan sekali Timor Timur, ampe harus bergantung pada BBM selundupan dari Indonesia…
    Nggak malu… udah memisahkan diri… eh..nggak taunya ngegeres minyak selundupan….
    Minta tuh ke Ausie.
    Dan juga kasihan… masih banyak orang Timor Timur yang hidup di Indonesia.
    Untung aja orang Indonesia itu baik baik…
    Nggak ada yang ngusir ato protes.
    Biar Papua nggak misahkan diri dari Indonesia…
    Seharusnya 90% keuntungan dari Freeport dikembalikan lagi buat rakyat Papua.
    Rakyat Papua juga harus tahu….
    Nggak ada propinsi di Indonesia ini yang dibangun dari mengeruk kekayaan Papua.
    hmmmm

  4. #4
    Senior Member BincgWnita's Avatar
    Join Date
    Aug 2012
    Posts
    1,453
    Rep Power
    4

    Re: Akhirnya Menolak Juga Indonesia Mengakui Referendum Crimea, Walaupun Telat.

    sederhana tapi maknanya mendalam.....

    Quote Originally Posted by Laota View Post
    ......kalo yang kurus menang mestinya lebih gesit. Kalo besar dan lambat ning jowo diwarahi Kebo!

  5. #5
    Beginner
    Join Date
    Feb 2012
    Posts
    93
    Rep Power
    3

    Re: Akhirnya Menolak Juga Indonesia Mengakui Referendum Crimea, Walaupun Telat.

    gpp lah telat ketimbang gak sama sekali

    mungkin itu cara yg diambil oleh menlu RI

    begitu pula dgn pembelaan terhadap nasib WARGA NEGARA REPUBLIK INDONESIA yang bekerja di negeri orang. gpp telat ketimbang gak sama sekali


  6. #6
    Senior Member autocar's Avatar
    Join Date
    Sep 2013
    Location
    autocarindonesia.com
    Posts
    1,277
    Rep Power
    3

    Re: Akhirnya Menolak Juga Indonesia Mengakui Referendum Crimea, Walaupun Telat.

    telat daripada tidak sama sekali............................................ ..

  7. #7
    Junior Member icecoffee's Avatar
    Join Date
    Jul 2013
    Location
    Jakarta
    Posts
    338
    Rep Power
    2

    Re: Akhirnya Menolak Juga Indonesia Mengakui Referendum Crimea, Walaupun Telat.

    Lamban tetapi akhirnya ada jawaban resmi. Heran juga apa yang membuat lamban membuat keputusan, bknnya kebijakan kita dari sejak dulu adalah anti separatis. Mengapa pada kasus crimea malah lamban kasih respon?

  8. #8
    Senior Contributor ntarluq's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    8,517
    Rep Power
    0

    Re: Akhirnya Menolak Juga Indonesia Mengakui Referendum Crimea, Walaupun Telat.

    Quote Originally Posted by Jonx Brox View Post
    gpp lah telat ketimbang gak sama sekali

    mungkin itu cara yg diambil oleh menlu RI

    begitu pula dgn pembelaan terhadap nasib WARGA NEGARA REPUBLIK INDONESIA yang bekerja di negeri orang. gpp telat ketimbang gak sama sekali

    betul juga ...
    pembelaan yg telat lebeh baek daripada justru ikut menuntut memperberat hukuman ...
    1+1+1=1 (?) TAU SAMA TAU AJA ....

  9. #9
    Junior Member
    Join Date
    Aug 2012
    Posts
    423
    Rep Power
    6

    Re: Akhirnya Menolak Juga Indonesia Mengakui Referendum Crimea, Walaupun Telat.

    Alasan Rusia mendukung disintegrasi Crimea dari Ukraina cukup simple: bahasa, referensi jurisprudensinya konon adalah unifikasi Germany abad 19.

    Kalau disintegrasi karena masalah hati belum pernah terjadi dalam sejarah. Di negeri ini koyok sing ditulis ning kompas.com 15 maret lalu dg judul: Miris, Garuda didadaku, ringgit dikantongku. Sepertinya menunjukkan bahwa pemerintah ora pernah belajar dari kasus Sipadan dan Ligitan. Mungkin kali ini bukan masalah wilayah tapi masalah hati. Hati orang2 diperbatasan. Mungkin hati gak penting dan tidak bisa menyebabkan disintegrasi? Rasane pemikiran demikian kuwih terlalu naif. Seperti sekretaris sing ngunduh mantu dengan souvenir Ipod yg konon nilainya mencapai 2.1 milyar (3000 biji lek hargane 700 ribu menurut beritane ngono sih). Ngono kuwih lek gak mocking sing ngantor ndik Rasuna Said, yo naif aja. Lek souvenirnya saja wis milyaran lah kondangane semua dijabani berapa biayanya??? Kira2 laporan pajake piye? Kan biasane kalo penambahan kemampuan ekonomi mesti dilaporkan via SPT tahunan. Kalo nyekertaris diperbatasan mungkin bayarnya pakai ringgit jadi gak perlu sampai milyaran. Mungkin juga masalah hati demikian cukup dibuat jadi lagu yang disenandungkan waktu masak nasi goreng. Bila perlu nasi gorengnya terus suruh pasangan tersayang motret dan pajang di Instagram.

    Apakah semua hal tsb adalah buah demokrasi termasuk juga annexation Crimea oleh Rusia? Hanya karena gak pake perang (walaupun berita terakhir markas tentara Crimea juga diambil alih oleh sekelompok orang) tapi cara referendum, maka ada yang langsung jingkrak2 bilang demokrasi is bullsh*t, dan biasanya kalo sdh begini demokrasi dianggap produknya si Setan Besar, Amerika. Mungkin yang berpikir demikian ini balita atau bahkan batita, yang tidurnya lama sambil ngimpi2 mengisap jempol. Semoga saja gak ada yang berpikiran demikian.

    Referendum Crimea tsb inkonstitutional, beda cuma sak garis dengan hompimpa. Seperti juga korupsi ndik negeri ini sing terjadi disemua lini baik swasta maupun pemerintah beda sak sret dengan ngobyek atau proyek. Ngobyek atau mroyek wis lumrah dan menjadi bagian dari professionalisme mirip lemburan. Malah lek kerjanya cuma gitu2 aja gak ada obyekan atau proyek maka dianggap kurang professional.

    Mungkin masalah inkonstitutionality ini sing ora dipahami, terlalu sulit dan ditafsirkan bahwa sing masalah adalah referendum itu sendiri yang diasumsikan sebagai penjelmaan demokrasi. Asal gak curang gak masalah, sesederhana itu pemikirannya. Gak curangpun tetap masalah karena inkonstitutional.

    Apalagi kalo sampai masalah potensi disintegrasi di negeri ini dg sinis dianggap gak penting. Jelas ini adalah gejala2 hati yang sakit, tapi mungkin bukan mendua karena ringgit. Sebagai anak bangsa ya mana rela kalo sampai disintegrasi meskipun cuma sejengkal karena hal ini juga masalah kedaulatan.

  10. #10
    Senior Member
    Join Date
    Nov 2012
    Posts
    1,703
    Rep Power
    0

    Re: Akhirnya menolak juga Indonesia mengakui referendum Crimea, walaupun telat.

    Quote Originally Posted by oerangtua View Post
    begitu ya, jadi harusnya negara bersikap bagaimana ?
    Harusnya Indonesia bersikap netral, nggak hanya ikut ikutan seperti beo, ato kayak budak belian alias hamba sahayanya Amerika Sekarat dkk. Tidak pula harus ”takut” kepada Rusia.

    Harusnya Indonesia memberikan usul untuk membentuk tim peninjau yang dapat melihat secara objektif.

    Itu kalo emang mau berdemokrasi secara konsekuen dan komit, menunjukkan jati diri, bukan hanya membeo.

    Quote Originally Posted by oerangtua View Post
    hehehe......jadi anggab saja tidak ada artinya para pahlawan dulu yg susah payah membangun & membentuk neraga republik ini ?

    jadi kalo papua mau bergabung dgn Australia, artinya Australia boleh2 saja menginvasi Papua ?
    Yang merusak jerih payah para pahlawan dulu adalah karena system pemerintahan dan ekonomi Indonesia ini mengikuti gaya dan maunya Amerika Sekarat dkk, kapitalisme liberal sekuler abis, berujung pada kolonialis terselubung.
    Gaya dan system pemerintahan dan Ekonomi Indonesia ini hasil kerjanya orde baru yang dimotori para mafia barkley yang lulusan Amerika Sekarat, hasilnya carut marut silang sengketa, plus korupsi.


    Kalau papua mau bergabung dengan Australia secara sukarela, mau bilang apa lagi.
    Itu hak mereka.
    Tapi apa benar begitu…?
    Kesimpulan yang terlalu dini.

    Pernyataan ato perkataan bahwa…
    Papua, Bali, Jogja minta talak dari Indonesia, itu tak labih dari pernyataan provokator dari segelintir orang saja.
    Karena terbukti, ketika Timor Leste memisahkan diri, tidak ada daerah lain yang ikut-ikutan.


    Quote Originally Posted by oerangtua View Post
    taiwan dan hokong biar menolak tetap saja mereka bagian dari cina (yg dilakukan cina, indonesia adalah mempertahankan kedaulatan negara yg sah & diakuai dunia internasional)
    Ini mah namanya pemaksaan kehendak, sangat tidak demokratis dengan mengatas-namakan kedaulatan dan pengakuan Internasional. Memaksakan nafsu angkara murka, nafsu gila kuasa.

    Quote Originally Posted by oerangtua View Post
    yg benar, latar belakang Aceh diberi otonomi khusus karena apa ?
    Tinggal digoogle aja.

Page 1 of 4 1234 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  
©2008 - 2013 PT. Kompas Cyber Media. All Rights Reserved.

Content Relevant URLs by vBSEO 3.6.0