Sebetulnya tidak ada hubungan langsung antara demokrasi dengan falsafah kebebasan individu, karena yang pertama pada awalnya merupakan suatu sistem pemerintahan sedangkan yang terakhir merupakan suatu dogma populer yang isu utamanya adalah penyangkalan mengenai perlunya keseragaman nilai untuk membentuk masyarakat yang sehat. Hanya saja karena sering diucapkan secara bersaman dan kemiripan dari beberapa etosnya (yaitu adanya peran individu) kemudian dua faham ini dianggap saling melengkapi satu sama lain.
Dengan menetapkan individu sebagai otoritas untuk mengambil tindakan tanpa adanya nilai moral yang objektif, maka tidak bisa lagi suatu tindakan dinilai baik atau buruk secara etika. Dalam kondisi ini maka yang berlaku adalah pragmatisme, yaitu bagaimana suatu tindakan itu memberikan keuntungan kepada pelakunya terlepas dari efek samping yang ditimbulkannya dalam ruang lingkup yang lebih luas.
Para penganut faham kebebasan individu hanya mengandalkan asumsi yang naif bahwa setiap diri manusia memiliki kemampuan dan kemauan untuk menjadi baik, tanpa adanya penjelasan lebih lanjut mengenai dari mana asal mulanya asumsi tersebut. Yang terpenting bagi para penganut faham kebebasan individu adalah 'bebas itu baik, ikatan moral itu buruk.' Habis perkara!
Last edited by Mr.NiceGuy; 21-10-10 at 11:36 PM.
"Our faith has been shaken, O Father...
When will this humiliation end?"
http://www.inilah.com/read/detail/94...-pernah-insyaf
INILAH.COM, Wina - Pria Austria yang memperkosa putrinya hingga melahirkan tujuh anak, Joseph Fritzl, seakan tak menyadari dosa-dosa yang ia buat.
Pria Austria yang memperkosa putrinya hingga melahirkan tujuh anak, Joseph Fritzl, seakan tak menyadari dosa-dosa yang ia buat.
Josef akhirnya memperoleh kesempatan pertama untuk diwawancari, meski dari balik jeruji besi. Ia adalah pemerkosa yang sempat menghebohkan Austria karena menyetubuhi putri kandungnya, Elizabeth, hingga melahirkan tujuh orang anak.
Josef yang menyekap Elizabeth selama 24 tahun malah masih berani mengatakan ia mencintai istri dan putrinya, serta mengklaim keluarganya juga merasa sebaliknya. Pria arogan berusia 75 tahun itu tak pernah mau meminta maaf atas tindakan barbarnya.
Jurnalis yang memperoleh kesempatan mewawancari Josef terkejut luar biasa dengan pria ini. Ketika ia muncul ke sebuah ruangan yang disediakan oleh Lapas Stein, ia cerah ceria. "Halo, saya Josef Fritzl. Tapi Anda tahu itu, nama saya kan mendunia," ujarnya.
Saat sidang sekalipun, pria ini tak menunjukkan dirinya takut. Apalagi ketika ditanya, apakah dirinya menyesal telah memperkosa Elizabeth setidaknya hingga 3.000 kali. "Saya tak ingin membicarakannya," kata pria tua itu singkat.
Ia menyurati sang istri yang telah menceraikannya, Rosemarie, hingga delapan kali. Josef merasa aneh karena perempuan itu tak membalasnya. "Tapi saya tahu, ia masih mencintai saya. Saya khawatir ada orang yang jatuh hati padanya selama saya di sini," katanya.
Josef berjanji akan kembali ke istrinya jika keluar dari penjara. Sebab ia merasa sang istri seorang perempuan yang setia. Pria ini juga tak mendapatkan kunjungan dari 13 orang anaknya, selama di penjara. Namun Josef merasa, itu karena mereka dilarang berkunjung oleh para sipir.
Elizabeth yang kini telah berusia 43 tahun, disekap di basement rumah mereka di Amstetten. Josef berkata pada Rosemarie bahwa putri mereka itu melarikan diri dari rumah. Dari tujuh anak, satu dibunuh dan dibakar.
Tiga disekap bersama Elizabeth. Tiga sisanya ia rawat bersama Rosemarie dan berkata ia menemukan anak-anak tersebut ditelantarkan. Pada Maret 2009, Fritzl mengakui perbuatannya dan dihukum penjara seumur hidup.
"Our faith has been shaken, O Father...
When will this humiliation end?"
The pride of a free man."Halo, saya Josef Fritzl. Tapi Anda tahu itu, nama saya kan mendunia,"![]()
"Our faith has been shaken, O Father...
When will this humiliation end?"
Ini yang mau kamu bahas apa Niceguy? Kriminal (pemerkosaan) atau dunia barat?. Si pelaku dalam kasus diatas kahn sudah dihukum (penjara seumur hidup). Yang aneh kalau ada kasus pemerkosaan tapi pelakunya nggak dihukum, malah wanita (sebagai korban) nya yang disalahkan.
Saya rasa, kita jangan melihat sesuatu dengan sebelah mata, apalagi dengan pikiran yang tidak rasional. Kamu pikir, kriminal dan pemerkosaan di negara-negara Puritan Agamis tidak banyak? Lihat berapa banyak tenaga kerja kita yang dibunuh dan diperkosa diluar negeri yang Puritan. Apakah si pelaku dihukum? Tidak jelas kelanjutan kasusnya. Belum lagi banyak kasus kriminal dan pelecehan seksual dinegara terbelakang, dan belum lagi kejadian kriminal terselubung yang berkedok agama.
Ayolah bro, masa' kualitas pemikiranmu (dalam memahami sesuatu) hanya sedalam ini?
Last edited by Swan; 04-11-10 at 09:56 AM.
Sebelum saya menjawab pertanyaan anda itu, saya ingin tahu sesuatu terlebih dahulu: negara-negara seperti apa sih yang anda anggap negara Puritan Agamis? Ingat, suatu diskusi/debat tidak akan menghasilkan hasil yang diharapkan bila si partisipan tidak memahami subyek yang dibicarakannya.
"Our faith has been shaken, O Father...
When will this humiliation end?"
Kamu tentunya paham kahn tentang PURITAN? Kalau saya tambah dengan kata AGAMIS, berarti paham / ideologi agama yang menuntut pemurnian dalam berbagai aspek. Konsep kenegaraan dan pemerintahan pun (termasuk hukum positif didalamnya) berdasarkan pada agama tertentu. Negara yang menjadikan agama sebagai elemen dasar kenegaraan, atau yang disebut dengan Negara Agama, itulah yang termasuk negara puritan agamis. Meskipun Puritan sendiri tidak serta merta berkaitan dengan agama. Bisa ideologi, politik, budaya, dsb.
Maka nya Niceguy, saya mau tau, yang kamu tekankan / persoalkan disini apa? Apa demokrasi, atau sistem negara Barat yang sekuler, atau bagaimana?
Betul, dan negara mana itu yang anda maksudkan dengan negara Puritan Agamis? Turki kah atau Saudi kah atau Pakistan kah?
Terminologi Puritan itu sendiri berasal dari khazanah sejarah keagamaan di Eropa, tapi bila anda mau meluaskannya dan memasukkan pemurnian ideologi sekuler ke dalam kategori Puritan maka gerakan kebebasan individu juga bisa disebut sebagai Kalangan Puritan. Setiap ideologi yang harus dilaksanakan secara murni bisa disebut Puritanisme, sehingga segala pembahasan mengenai ancaman Puritanisme justru menjadi keanehan.
Jadi Puritanisme macam apa yang ingin anda bicarakan?
"Our faith has been shaken, O Father...
When will this humiliation end?"
Bookmarks