
Originally Posted by
uci Luthi
Yup!! Betul sekali Taiko, Jika dikupas seperti mengupas bawang Bombay dari lapis berlapis, maka misoginy sangat mudah ditemukan dalam agama, (issue sensitive di FK) contoh saja, seorang pembicara handal (Joyce meyer) lebih banyak menerima kontradiksi dari sesama wanita dan juga dari pria yang seagama dengannya , (mengenai pantas tidaknya , Joyce meyer berdiri dimimbar)daripada kontradiksi terhadap ceramahnya oprah,memang harus diakui , kisah akhirat dan Kisah duniawi selalu berbanding terbalik, . Yang saya ingin garis bawahi adalah , Legalistik vs Liberalistik, tidak mudah menemukan titik temunya.
Atau pada hukum agama untuk mengenakan jilbab dan menutupi aurat, ketika hukum menjadi legalistik maka misoginy terjadi, Sekalipun menutupi tubuh dengan alasan keagamaan yang kuat adalah hak personal, yang menjadi issue misoginy adalah ketika legalistik menjadi legal. Disinilah letak kebohongan itu dengan kakunya terbujur kaku hingga . Kemudian dipolitisasi, maka issue menjadi bias. Dan disalahgunakan oleh kelompok ekstrimist. Hingga ekstrimist mendapat dukungan tanpa suara. upaya menolak tindakan anarkis yang merugikan kepentingan umum, dan kepentingan wanita yang dilakukan para kaum ekstrimist terkesan abu-abu.
Yang pasti mengangkat issue misogini tidak berarti mendukung gerakan Emansipasi ,karena paham gender kini berkembang menjadi paham yang mengarah pada tindakan ekstrim juga, sesungguhnya, mengangkat issue misoginy sebenarnya menyingkapkan kebohongan yang menjadi kebohongan yang membentuk peradaban primitip.
Dengan pehaman ini sepertinya kita sudah legal hukumnya untuk melangkah pada How
Mungkin Taiko bisa tambahkan lagi sebelum kita masuk pada HOW.Stimulasinya :
Ketika wanita menyadari ada berbagai kebohongan yang menjadi dasar dari kehidupannya , yang sedianya sudah menjadi bagian dari darahnya, bagaimanakah Seorang wanita seharusnya menghadapinya, apakah wanita mengaprove atau merequire?mungkin dari sudut pandang Pria
I will leave this thread for fall Break,
Semoga setelah fall break, Saya dapat memberikan sedikit tambahan dari apa yang akan taiko titipkan disini, beberapa minggu yang lalu saya bertemu dengan seorang wanita , health consultant, Beliau berkata , mengapa kamu tidak coba menyusun pemikrianmu dalam bentuk sebuah buku? saya tertawa, saya berkata , nanti kalau saya ada kesempatan masuk ke universitas mind and brain diberlin ( which is I will not) tetapi wanita itu berkata, Jangan , jangan menunggu kesana dulu, just write your heart then your mind will speak, semakin bertambah-tambah orang yang mendukung penulisan buku ttg misoginy ini ,tetapi semakin tidak pd jadinya, nevertheles, kita lanjutkan diskusi ini sebelumnya saya titipkan
makanan teman ngopi buat Taiko, selama saya harus mendampingi keluarga selama fall break ini
Bookmarks