Page 17 of 31 FirstFirst ... 789101112131415161718192021222324252627 ... LastLast
Results 161 to 170 of 304
Like Tree8Likes

Thread: The World View Of Misogyny

  1. #161
    Senior Member Taiko-san's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    2,430
    Rep Power
    10

    Re: Misogyny

    Quote Originally Posted by uci Luthi View Post
    Ha ha ha Taiko sebuah obeservasi yang paling nyata , contoh diatas pasti contoh dari budaya paling primitip hi hi hi ( ketinggalan jaman ) tapi yaitu tadi tetap masih ada, sesama wanita masih menganggap tinggi rendahnya kaumnya berdasarkan, penampilan , kekayaaan, , tingkat pendidikan, ( kisah opera sabun murahan ) </strong><br>
    <strong> Contoh yang paling sadis adalah ketika wanita pada posisinya menempatkan wanita dalam bahaya, <font size="3"><span style="color:#ff0000;">seperti penyiksaaan terhadap wanita oleh wanita</span></font>, (seperti kisah TKW) atau majikan wanita memerintah pembantunya seenak udelnya tanpa menempatkan batas-batas kesopanan dan penggunaan sebutan yang penuh hormat. Sudah tidak jamannya lagi seorang pembantu menunduk ketanah untuk menyapa tuannya, (budaya kerajaan sudah berubah)
    <strong>Atau wanita merebut suami orang, sekalipun semuanya itu berhubungan dengan , masalah pisikologi atau kepribadian yang tidak bertumbuh , </strong><br>
    <br>
    <strong>contohnya , secara umum pria maupun wanita yang cendrung merendahkan orang lain , sering sekali itu adalah cara untuk menutupi penyakitnya yang bernama penyakit :Insecurity( iri hati sering sekali berasal dari kurang Pdnya seseorang) disini tadi setiap orang berhak mendapatkan pengetahuan dan pengembangan diri untuk mengembangkan kemampuan interpersonal skill,juga kemampuan yang menggali kelebihan diri sendiri untuk menemukan kelebihan pada orang lain, hal itu akan memproduksi sikap positive dan bersahaja.</strong><br>
    <strong>Sekalipun dalam hal wanita terdidik melewati proses pendidikan: mengobservasi dan mengingat, juga discursive reason(berdialektika atau berlogika)juga berrhetotika, tidak seharusnya wanita menjadi kritikus yang membabi buta dan meletakkan label, (versi Taiko/Cap) Seharusnya wanita yang melewati proses pencapaian IQ akan melahirkan wanita yang bersimpati pada kaumnya, dan dapat memandang sebuah pemikiran atau sikap seseorang berdasarkan observasi yang mengarah pada dialektika dan melahirkan rhetorika positive dan kemudian orasi yang terkesan intelek, jadi gossippun tidak sebatas pandangan sederhana dan murahan. Makanya para pemerhati wanita akan dapat melihat kecantikan wanita sumbing, atau wanita pelacur , jadi bukan cibiran yang timbul namun penerimaaan terhadap sang wanita sebagai wanita , penolakan terhadap keputusan sang wanita untuk menjadi pelacur atau penolakan terhadap nasib sang wanita sumbing. </strong><strong>Bukan malah berkata sumbing lu, atau dasar pelacur! That is misoginiy.</strong><br>
    <br>
    <strong>Nanti dilanjutkan untuk daftar yang dibawah, Thank you so much , </strong><br>
    <br>
    Salam<br>
    <br>
    <br>
    Uci
    trims

    Uci, zaman sekarang, sepertinya tindakan misoginy hanya kebagian tempat pada hal2 kecil seperti itu. Sebab, seperti yg pernah ku utarakan, kalo sudah penyiksaan, itu sudah kriminal. Sebaiknya kita jgn melihat itu lagi dari sudut pandang misoginy. Itu sudah tindak pidana dan pelakunya adalah tersangka pelaku kriminal.

    Zaman sudah berubah. Mungkin satu dua dasawarsa lalu, kita terbiasa melihat perlakuan semena mena bahkan menjurus ke bar-bar. Suami memukul isteri, wanita dilecehkan di pinggir jalan, membentak bentak wanita dsb.

    Tapi sekarang? Perkembangan tekhnologi informatika, telekomunikasi dan internet, membawa pencerahan. Setiap orang semakin mengerti hak nya, lalu membuat perbandingan. Ditambah kebebasan berserikat dan berpendapat, lengkaplah sudah amunisi.

    Ada UU no. 23 tahun 2004 ttg Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Berani colak colek? Siap siap dipanggil polisi. Bahkan, sekarang orang pikir2 utk bersuit suit menggoda, selain bisa diadukan dgn pasal Perbuatan Tidak Menyenangkan, juga tindakan seperti itu sudah...kampungan!!! kweq..weq..wq..

    Jadi, lahan misoginy tinggal beberapa petak lagi. Seperti iri tanda tak mampu. Sehingga, seperti ulasanmu ttg kesenjangan antara IQ dgn EQ, bisa membuat seorang wanita terdidik mengkritik membabi buta seperti orang sakit ayan, kweq..weq..wq..

    Atau secara gamblangnya, 3 serangkai sudah menggambarkan misoginy di zaman sekarang adalah:

    Quote Originally Posted by 3serangkai View Post
    Taiko, kenyataannya sepertinya memang demikian. Komentar2 yang bernada sexual abuse juga bisa dibaca dimedia electronic, komentar2 yang bersifat fisikal seakan diumbar habis. Bandingkan dengan kasusnya Gayus. Mindset kita sudah terbentuk untuk selalu mendiskriminasi perempuan walau mungkin it is in very very mild dosage.
    artinya, zaman sudah berubah..

    salam
    Last edited by Taiko-san; 11-10-11 at 11:28 PM.

  2. #162
    Senior Member Taiko-san's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    2,430
    Rep Power
    10

    Re: The World View Of Misogyny

    koq jadi ada tanda kurung kaya beginian segala : <strong> ??? </strong><br>

    ada lagi ini : <font size="3"><span style="color:#ff0000;">

    </strong><br>
    <br>

    bah? capek aku mengedit tulisan yg diatas, sebab kalo ga kuedit, jadi kayak tulisan aksara Batak!!!

    kweq..weq..wq..

    Nb : Ntar aja kusambung deh, lg krodit kayanya, gw makan kue si Uci dulu..

  3. #163
    Senior Member Taiko-san's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    2,430
    Rep Power
    10

    Re: The World View Of Misogyny

    Quote Originally Posted by uci Luthi View Post
    Yup!! Betul sekali Taiko, Jika dikupas seperti mengupas bawang Bombay dari lapis berlapis, maka misoginy sangat mudah ditemukan dalam agama, (issue sensitive di FK) contoh saja, seorang pembicara handal (Joyce meyer) lebih banyak menerima kontradiksi dari sesama wanita dan juga dari pria yang seagama dengannya , (mengenai pantas tidaknya , Joyce meyer berdiri dimimbar)daripada kontradiksi terhadap ceramahnya oprah,memang harus diakui , kisah akhirat dan Kisah duniawi selalu berbanding terbalik, . Yang saya ingin garis bawahi adalah , Legalistik vs Liberalistik, tidak mudah menemukan titik temunya.

    Atau pada hukum agama untuk mengenakan jilbab dan menutupi aurat, ketika hukum menjadi legalistik maka misoginy terjadi, Sekalipun menutupi tubuh dengan alasan keagamaan yang kuat adalah hak personal, yang menjadi issue misoginy adalah ketika legalistik menjadi legal. Disinilah letak kebohongan itu dengan kakunya terbujur kaku hingga . Kemudian dipolitisasi, maka issue menjadi bias. Dan disalahgunakan oleh kelompok ekstrimist. Hingga ekstrimist mendapat dukungan tanpa suara. upaya menolak tindakan anarkis yang merugikan kepentingan umum, dan kepentingan wanita yang dilakukan para kaum ekstrimist terkesan abu-abu.
    Yang pasti mengangkat issue misogini tidak berarti mendukung gerakan Emansipasi ,karena paham gender kini berkembang menjadi paham yang mengarah pada tindakan ekstrim juga, sesungguhnya, mengangkat issue misoginy sebenarnya menyingkapkan kebohongan yang menjadi kebohongan yang membentuk peradaban primitip.

    Dengan pehaman ini sepertinya kita sudah legal hukumnya untuk melangkah pada How
    Mungkin Taiko bisa tambahkan lagi sebelum kita masuk pada HOW.Stimulasinya :
    Ketika wanita menyadari ada berbagai kebohongan yang menjadi dasar dari kehidupannya , yang sedianya sudah menjadi bagian dari darahnya, bagaimanakah Seorang wanita seharusnya menghadapinya, apakah wanita mengaprove atau merequire?mungkin dari sudut pandang Pria

    I will leave this thread for fall Break,
    Semoga setelah fall break, Saya dapat memberikan sedikit tambahan dari apa yang akan taiko titipkan disini, beberapa minggu yang lalu saya bertemu dengan seorang wanita , health consultant, Beliau berkata , mengapa kamu tidak coba menyusun pemikrianmu dalam bentuk sebuah buku? saya tertawa, saya berkata , nanti kalau saya ada kesempatan masuk ke universitas mind and brain diberlin ( which is I will not) tetapi wanita itu berkata, Jangan , jangan menunggu kesana dulu, just write your heart then your mind will speak, semakin bertambah-tambah orang yang mendukung penulisan buku ttg misoginy ini ,tetapi semakin tidak pd jadinya, nevertheles, kita lanjutkan diskusi ini sebelumnya saya titipkan
    makanan teman ngopi buat Taiko, selama saya harus mendampingi keluarga selama fall break ini
    trims

    Setidaknya agama bisa dilihat dari dua sisi. Yang pertama agama sebagai panduan iman dan yang kedua agama sebagai sebuah lembaga sosial. Apakah agama sebagai panduan iman mengandung misoginy? Masih harus diperdebatkan. Namun, agama sebagai lembaga sosial jelas tidak terlepas dari kebudayaan setempat.

    Perjalanan panjang agama2, dalam rentang waktu ribuan tahun, membuat - di beberapa bagian - bias, antara kebudayaan dan wahyu. Tapi ini topik yang ribet, karena kita harus memahami kondisi sosio kultural masyarakatnya ketika bagian2 dari kitab suci itu ditulis.

    Yg paling menarik dari argumenmu di atas adalah :

    Yang pasti mengangkat issue misogini tidak berarti mendukung gerakan Emansipasi ,karena paham gender kini berkembang menjadi paham yang mengarah pada tindakan ekstrim juga

    Ulas lebih jauh Uci, ini menarik..

    salam

  4. #164
    Beginner uci Luthi's Avatar
    Join Date
    Oct 2011
    Posts
    69
    Rep Power
    2

    Re: The World View Of Misogyny

    [QUOTE=Taiko-san;786815]trims

    Setidaknya agama bisa dilihat dari dua sisi. Yang pertama agama sebagai panduan iman dan yang kedua agama sebagai sebuah lembaga sosial. Apakah agama sebagai panduan iman mengandung misoginy? Masih harus diperdebatkan. Namun, agama sebagai lembaga sosial jelas tidak terlepas dari kebudayaan setempat.

    Perjalanan panjang agama2, dalam rentang waktu ribuan tahun, membuat - di beberapa bagian - bias, antara kebudayaan dan wahyu. Tapi ini topik yang ribet, karena kita harus memahami kondisi sosio kultural masyarakatnya ketika bagian2 dari kitab suci itu ditulis.

    Yg paling menarik dari argumenmu di atas adalah :

    Yang pasti mengangkat issue misogini tidak berarti mendukung gerakan Emansipasi ,karena paham gender kini berkembang menjadi paham yang mengarah pada tindakan ekstrim juga

    Ulas lebih jauh Uci, ini menarik..

    salam[/QUOTE


    Hello Taiko,
    Tentang agama, Mengenai agama, Ketika ajaran meniolak pertanyaan maka hasilnya adalah Agama, dan pasti berbagai penyimpangan dapat terjadi, ketika sebuah ajaran menolak questioning and reasoning adalah sebuah perdebatan yang berujung pada legalitas, approval, libelaritation maka ujungnya adalah fanatisme, Misoginy hanya dapat dipahami ketika ujungnya adalah life, Kehidupan, misoginy adalah sebuah jalan menuju kematian jiwa , maka antidotnya adalah Love yang berujung pada Gaining life.

    Maka untuk yang bergaris tebal,

    Women Liberation tidak menyembuhan misoginy, dan pemahaman issue misoginy tidak untuk mengangkut women liberation. Kemrdekaan wanita tidak dapat diperoleh dengan usaha meraih sebuah hak persamaaan uleh dua Gender yang jelas berbeda, man will never be women, women will never be a Man, sekalipun kenyataanya wanita adlah Pria pria tanpa Rahim!

    will talk again aboutu this later, just want to leave you with this song
    http://youtu.be/Up2ZgybhTh8
    Beauty can be found even in the smallest thing,


  5. #165
    Beginner uci Luthi's Avatar
    Join Date
    Oct 2011
    Posts
    69
    Rep Power
    2

    Re: The World View Of Misogyny

    Quote Originally Posted by Taiko-san View Post
    trims

    Setidaknya agama bisa dilihat dari dua sisi. Yang pertama agama sebagai panduan iman dan yang kedua agama sebagai sebuah lembaga sosial. Apakah agama sebagai panduan iman mengandung misoginy? Masih harus diperdebatkan. Namun, agama sebagai lembaga sosial jelas tidak terlepas dari kebudayaan setempat.

    Perjalanan panjang agama2, dalam rentang waktu ribuan tahun, membuat - di beberapa bagian - bias, antara kebudayaan dan wahyu. Tapi ini topik yang ribet, karena kita harus memahami kondisi sosio kultural masyarakatnya ketika bagian2 dari kitab suci itu ditulis.

    Yg paling menarik dari argumenmu di atas adalah :

    Yang pasti mengangkat issue misogini tidak berarti mendukung gerakan Emansipasi ,karena paham gender kini berkembang menjadi paham yang mengarah pada tindakan ekstrim juga

    Ulas lebih jauh Uci, ini menarik..

    salam

    Hello Taiko,
    Tentang agama, Mengenai agama, Ketika ajaran meniolak pertanyaan maka hasilnya adalah Agama, dan pasti berbagai penyimpangan dapat terjadi, ketika sebuah ajaran menolak questioning and reasoning adalah sebuah perdebatan yang berujung pada legalitas, approval, libelaritation maka ujungnya adalah fanatisme, Misoginy hanya dapat dipahami ketika ujungnya adalah life, Kehidupan, misoginy adalah sebuah jalan menuju kematian jiwa , maka antidotnya adalah Love yang berujung pada Gaining life.

    Maka untuk yang bergaris tebal,

    Women Liberation tidak menyembuhan misoginy, dan pemahaman issue misoginy tidak untuk mengangkut women liberation. Kemerdekaan wanita tidak dapat diperoleh dengan usaha meraih sebuah hak persamaaan oleh dua Gender yang jelas berbeda, man will never be women, women will never be a Man, sekalipun kenyataanya wanita adalah: Pria tanpa Rahim!

    will talk again aboutu this later, just want to leave you with this song
    http://youtu.be/Up2ZgybhTh8
    Beauty can be found even in the smallest thing,


  6. #166
    Senior Member Taiko-san's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    2,430
    Rep Power
    10

    Re: The World View Of Misogyny

    Quote Originally Posted by uci Luthi View Post
    Hello Taiko,
    Tentang agama, Mengenai agama, Ketika ajaran meniolak pertanyaan maka hasilnya adalah Agama, dan pasti berbagai penyimpangan dapat terjadi, ketika sebuah ajaran menolak questioning and reasoning adalah sebuah perdebatan yang berujung pada legalitas, approval, libelaritation maka ujungnya adalah fanatisme, Misoginy hanya dapat dipahami ketika ujungnya adalah life, Kehidupan, misoginy adalah sebuah jalan menuju kematian jiwa , maka antidotnya adalah Love yang berujung pada Gaining life.

    Maka untuk yang bergaris tebal,

    Women Liberation tidak menyembuhan misoginy, dan pemahaman issue misoginy tidak untuk mengangkut women liberation. Kemerdekaan wanita tidak dapat diperoleh dengan usaha meraih sebuah hak persamaaan oleh dua Gender yang jelas berbeda, man will never be women, women will never be a Man, sekalipun kenyataanya wanita adalah: Pria tanpa Rahim!

    will talk again aboutu this later, just want to leave you with this song
    http://youtu.be/Up2ZgybhTh8
    trims

    apakah maksudmu bahwa pergerakan terorganisir sudah bercampur baur dengan kepentingan kepentingan yg terkadang tidak berbanding lurus dengan tujuan awal feminisme itu?

    kalo ya, aku mengasumsikan bahwa mengangkat isu misoginy adalah usaha untuk mengetuk pintu hati setiap orang, agar mengasah empati di dalam jiwa masing masing, dan mengembangkan prinsip prinsip fraternite, egaliter dan liberte dalam lingkup yg lebih luas, humanity..

    oh ya.., aku sudah dengar lagunya, nice song.., trims ya..

    salam..

  7. #167
    Junior Member
    Join Date
    Jul 2011
    Posts
    156
    Rep Power
    0

    Re: Misogyny

    nicee info deh,,ane nyimak aja gan..Huammmmmmmmmzzzzz..parahhhh dehhhh

  8. #168
    Senior Member Taiko-san's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    2,430
    Rep Power
    10

    Re: Misogyny

    Quote Originally Posted by xmoodgirl View Post
    nicee info deh,,ane nyimak aja gan..Huammmmmmmmmzzzzz..parahhhh dehhhh
    nie mo ngapain sih..? kweq..weq..wq..

    yg nice apanya..?
    yg parah apanya..?

    ha..ha..hahahahah.........

  9. #169
    Beginner uci Luthi's Avatar
    Join Date
    Oct 2011
    Posts
    69
    Rep Power
    2

    Re: Misogyny

    Quote Originally Posted by xmoodgirl View Post
    nicee info deh,,ane nyimak aja gan..Huammmmmmmmmzzzzz..parahhhh dehhhh
    Thanks for dropping by this for you
    to broaden one mind what needed is an open mind

    http://youtu.be/9S_VRdIFuCk







    salam,


    Uci
    Beauty can be found even in the smallest thing,


  10. #170
    Beginner uci Luthi's Avatar
    Join Date
    Oct 2011
    Posts
    69
    Rep Power
    2

    Re: The World View Of Misogyny

    Quote Originally Posted by Taiko-san View Post
    trims

    apakah maksudmu bahwa pergerakan terorganisir sudah bercampur baur dengan kepentingan kepentingan yg terkadang tidak berbanding lurus dengan tujuan awal feminisme itu?

    kalo ya, aku mengasumsikan bahwa mengangkat isu misoginy adalah usaha untuk mengetuk pintu hati setiap orang, agar mengasah empati di dalam jiwa masing masing, dan mengembangkan prinsip prinsip fraternite, egaliter dan liberte dalam lingkup yg lebih luas, humanity..

    oh ya.., aku sudah dengar lagunya, nice song.., trims ya..

    salam..
    Hai There taiko,
    You are welcome for the song, Saya akui diskusi ini semakin menarik, dulu diawal thread sudah sangat jelas, arah dari perbincangan kita, ada beberapa boundries yang sepertinya menjadi deal tak tertulis untuk untuk mengarahkan perjalanan Thread ini kepada tujuan enlightening,

    karena itu saya lebih memilih worldview, dibanding exploration dengan berbagai rhetorika negatip,Ketika bapak pencetus Wordview menemukan istilah ini, sekalipun dicetuskan dijaman jebot, worldview masih sangat relevan digunakan dalam berbagai bidang kehidupan, tidak seperti pemikiran konvensional yang dianut oleh para tyran, Worldview/ life view, sangat ideal digunakan untuk memahami issue misoginy. Ibarat sebuah kacamata dengan ukuran yang proporsional sesuai dengan pemakainya, setiap objek yang dilihat dari kacamata worldview akan sangat berbeda, dan sangat mungkin digunakan dengan penggunaan bahasa yang soft spoken, however that is the destination, our worldview!

    ketika Worldview menembus pagar gratitude dan attitude , sedikit optimist akan muncul juga issue misoandry, special hatred towards man, hal itu kemungkinan akan mengangkat lebih banyak lagi muatan pada restoration in humanity, entahlah!! Taiko, yang paling penting adalah we did grabs some stuffs , don’t we? Jadi jawaban saya pasti sudah jelas, Taiko bisa bayangkan seorang aktifist feminist akan bersikeras untuk mendapatkan persamaan hak untuk bertelanjang dada di kolam renang, keekstriman tuntutan emansipasi semakin menjadi-jadi, dalam berbagai aspek.

    Gerakan feminist seakan tidak berbatas, memahami issue misoginy seperti halnya yang selalu saya tuliskan, it simply starting by the awareness!





    Salam


    Uci
    Beauty can be found even in the smallest thing,


Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  

Content Relevant URLs by vBSEO 3.6.0