Agree with that...its a misoginy, how if marriage arrange based on hipersex wife need, husband can accepted that?
Hello Noname,
Pernikahan adalah sebuah institusi sah yang seharusnya diwujudkan oleh dua pribadi laki-laki dan wanita yangsehat secara Jasmani dan Rohani. Institusi atau Lembaga yang diwujudkan berdasarkan persetujuan dua Pribadi. Entah apa yang menjadi dasar dari sebuah pernikahan , saya pikri itu terserah kedua belah pihak, Namun dalam hal ini untuk sebuah pernikahan yang sehat , yang memiliki visi dan misi lembaga pernikahan yang sehat dan ideal maka diperlukan dua pribadi yang sehat untuk mewujudkannya.
Karena itu, pihak manapun yang hiperseks, maka pernikahan akan menjadi tidak sehat, so no matter who and who, no one should married anyone based on a need of seks.apalagi need of an hiperseks man or women.
By the way, terima kasih sudah setuju dengan beberapa pemikiran saya , thats very encouraging
Salam
uci
kalau alasannya cuma untuk melampiaskan seks pria tentu tidak mau, tetapi bukan cuma it alasan menikah, ada juga alasan menikah karena membutuhkan rasa aman protection, aman secara finansial (si pria kaya), desakan culture(takut dianggap perawan tua) dan lain lain, banyak sebab alasan menikah..kadang itu membuat terpaksa sang wanita "menukarkan" hal tersebut dengan sex tersebut.
aneh ya...tetapi itu juga kenyataan......
miss uci, mungkin juga harus saya sedikit tambahkan ya, sex juga milik wanita, wanita juga punya nafsu.
setuju banget sama yang ini..
setuju aja deh ini.....
Bookmarks