Fak-fak
Mungkin kalau wanita menghendaki kebebasan sex, sepertinya itu bukanlah kebebasan, yang diinginkan mungkin adalah kebablasan sex, Lady gaga tipe, akan selalu ada , bagaimanapun dunia akan selalu membuka diri pada entertainment, Kalau wanita menginginkan kebebasan sex yang sesungguhnya , maka wanita akan menjaga dirinya untuk tetap perawan hingga Sang wanita akan mendapatkan kesempatan berekspresi dalam sex. Kedengarannya seperti nenek-nenek jadul gak ya?, mungkin ini seperti sebuah pernyataan kuno, jaman sekarang keperawanan wanita sepertinya bukan sesuatu yang istimewa lagi, wanita menikah tanpa keperawanan sepertinya sudah hal biasa, (degredasi Moral I think)Kalau wanita menginginkan kebebasan sex,wanita sedang mengingkari kewanitaannya, femininity is a jewel, precious jewel, that should never be on sale.
(dengan menuliskan ini, image saya mungkin menjadi nenek berusia 70an)masih kepala 3lah,
sepertinya sex terbebas pada wanita adalah ketika wanita memberikan dirinya untuk pria yang dicintai dan mencintainya, sepenuh hati, Sex adalah sebuah keintiman yang menyatukan pria dan wanita , yang mengantarkan pria dan wanita pada sebuah pengalaman, yang ingin diulangi lagi.Inginkah wanita mengulangi keintiman sex pertama dengan pria yang lain? Wanita harus menjawabnya. Kalau ditanya pada saya pribadi, Saya akan katakana No way! Membayangkan saja tidak bisa.Tetapi kenyataanya adakah wanita yang memberikan dirinya untuk sex dengan pria yang tidak dicintai dan yang bukan suaminya,? Jawabannya Ada. So what is that? Jawabannya mungkin broken personality, Is it misogyny, ?
Kalau boleh Saya berpendapat, wanita tidak membutuhkan sex seperti pria membutuhkan sex, .Dalam beberapa survey pada Pria, yang questionarynya, seperti ini, berapa kalikah seorang pria memikirkan sex dalam sehari?seberapa kalikah wanita memikirkan sex dalam sehari? Jawabannya sangat berbeda, Pria memikirkan sex, setidaknya sekali dalam 15 menit,is it true? Pria berhak menjawab.
Sebuah pertanyaan survey pada pria , Ketika seorang wanita cantik seksi memberikan presentasi ,sekalipun dengan dress code yang professional, ketika para peserta presentasi semuanya pria, boleh ditanyakan apakah yang pertama kali terlintas ketika sang wanita bersiap berdiri didepan para partisipannya , jawaban jujur para pria waktu itu adalah,pikiran mereka tertuju pada apa dibalik pakaian sang wanita. Setidaknya para pria harus berusaha konsentrasi lebih karena wanita seksi yang sedang memberikan presentasi.Sering sekali aturan berusaha mengontrol wanita , demi Pria , disini siapakah sebenarnya yang perlu dikontrol Pria atau wanita, salahkah wanita bertubuh seksi? Salahkah pria yang jam biologisnya selalu berdetak ketika melihat wanita seksi?
Wanita butuh kekebasan , tapi wanita juga butuh batasan (self control), yang seringnya kontrol yang diberikan pada wanita bukanlah kontrol yang sesuai dengan hati nurani wanita, Mungkin bukan kontrol tetapi boundaries, siapakah yang layak memberikan boundries pada wanita. Sepatutnya wanita membuat semacam boundries bagi dirinya sendiri. Ketika boudries tercipta tanpa keterlibatan wanita dalam mengambil keputusan ,maka misogyny sesuatu hal yang biasa, bagian dari hidup, sudah budaya, yah common sense!
Kalau wanita butuh kebebasan, kebebasan yang wanita perlukan adalah , kebebasan menemukan dirinya sendiri, (be herself)apa yang dia mau, warna apa kesukaanya, mode pakaian apa yang paling nyaman dan pantas bagi dirinya, karir seperti apa yang menjadi fullfimen bagi dirinya, pria seperti apa yang Dia ingin nikahi,dan yang utama, kebebasan menerima TLC, Tender Loving Care dari orang –orang disekitarnya,
Sayang sekali, yang terjadi adalah keharusan, wanita harus bekerja demi membutuhi keluarga, wanita harus menikah demi rasa malu keluarga, wanita harus berpakaian tertutup demi para pria yg tidak tahan melihat betis indah(yang ini mah ,tidak sulit , kalau wanita rela membantu pria )
Tetapi yang kupercaya, kebebasan wanita ada dalam beingnya, in her very core being. Dan tida ada seoarangpun yang mampu merebutnya,dan menciptakanya, kalau kembali kekisah adam Dan Hawa, Tuhan psati tahu kisah misogyny, dan Tuhan sudah menyediakan perangkat lunak dan perangkat keras dalam diri wanita untuk menghadapinya.
BTw fak-fak , yang ketinggalan dihel siapa ya? Sepertinya semua yang berkunjung sudah dihel , ada yg ketinggalan?
Salam,
uci


8Likes
LinkBack URL
About LinkBacks

)masih kepala 3lah,



Reply With Quote
Bookmarks