Page 3 of 49 FirstFirst 12345678910111213 ... LastLast
Results 21 to 30 of 488
Like Tree15Likes

Thread: "Agama adalah Candu" n "Pecandu Agama"

  1. #21
    Senior Member danangbanget's Avatar
    Join Date
    Jun 2008
    Posts
    1,000
    Rep Power
    0

    Re: "Agama adalah Candu" n "Pecandu Agama"

    Quote Originally Posted by chece View Post
    we we we....data ini dapatnya dari mana ya?
    kenapa bawanya ke dunia christianity?
    minta datanya dong bro???
    atau itu hanya perkiraan anda semata???
    Pan superpower selama ini adalah dari kalangan Christianity ...+Jewish.... walaupun sekarang hampir ambruk!!! ^_^
    Mereka mengendalikan dunia, selebihnya hanya korban dan lebih sibuk ngurusi diri bagaimana bisa survive dan mengurangi kadar bonyok.
    Apa saja -- positif or negative -- umumnya dari sono, ya toh?
    Tapi disini tidak dalam rangka menjelek2kan, tapi mensuport hal2 yg baik dari mereka, kendatipun posisinya ada di ranah "negatif" pada item2 budaya mereka.
    Nggak gebyah uyah,
    Komunis pun, dia tidak seluruhnya jelek, ya toh? Mereka juga mempunyai bahasa yg universal berupa kerja demi kesejahteraan orang2 susah dll.
    Klo karakter anti agama, anti Tuhan, itu dari waktu ke waktu terkikis dan rontok
    Memang begitu perjalanan sesuatu yg dianggap "buruk"
    Di dalamnya, pada bagian2 tertentu, masih menyimpan sesuatu yg berharga

    Salaaama

  2. #22
    Member tom percy's Avatar
    Join Date
    Oct 2010
    Location
    Bandung, Flower City
    Posts
    699
    Rep Power
    3

    Re: "Agama adalah Candu" n "Pecandu Agama"

    ada apa antara chece dan danangbanget???
    halah...yang 1 adik dan yang 1 sahabat...apa yg harus kubuat???

    mending kugebukin si GEO wak wak wak
    Momen tergelap sesaat sebelum fajar datang; Momen terteduh sesaat sebelum badai menerjang

  3. #23
    Member tom percy's Avatar
    Join Date
    Oct 2010
    Location
    Bandung, Flower City
    Posts
    699
    Rep Power
    3

    Re: "Agama adalah Candu" n "Pecandu Agama"

    Quote Originally Posted by earsun View Post
    Konotasi kecanduan kan adalah ketagihan akan sesuatu yang berlebihan.
    Dimana-mana yang namanya kelebihan itu tidak baik, bukan?
    Termasuk didalamnya, kelebihan dalam ketagihan agama
    Hello Brader

    menjadi pengikut suatu ajaran/agama itu gak enak lho. ada cewek cakep pahanya tersingkap...ehh dosa kalau dilihat. yang muslim harus menahan lapar dan haus selama 1 bulan...buset...gak enak banget.
    bagi kristiani ada yang namanya perpuluhan. kalau bulan januari aku dapat gaji 100 000 maka 10 000 untuk gereja. yang muslim 2.5% masih mending mereka.

    jadi agama mungkin adalah penderitaan...begitu mungkin yah. kira2 ada berapa banyak orang yang candu pada penderitaan?

    mohon di jawab brader

    salam
    Momen tergelap sesaat sebelum fajar datang; Momen terteduh sesaat sebelum badai menerjang

  4. #24
    Member tom percy's Avatar
    Join Date
    Oct 2010
    Location
    Bandung, Flower City
    Posts
    699
    Rep Power
    3

    Re: "Agama adalah Candu" n "Pecandu Agama"

    Quote Originally Posted by danangbanget View Post
    Wah gwebanget ngikut2 bahasa nya TOM PERCY kah kah kah....
    sesama kram otak wajib saling mendukung wak wak wak
    Momen tergelap sesaat sebelum fajar datang; Momen terteduh sesaat sebelum badai menerjang

  5. #25
    Senior Member Taiko-san's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    1,061
    Rep Power
    3

    Re: "Agama adalah Candu" n "Pecandu Agama"

    Ngomong omong.., jangan mengabaikan konteks ruang dan waktu yg melatari argumen Karl Max, agama adalah candu.

    Marx gregetan melihat masyarakat yg pasrah terhadap cengkeraman kapitalis. Mereka pasif, tunduk bahkan menerima penderitaan sebagai karunia. Bagai orang gie berbaring letoy sambil manggut manggut karena fly. Suatu sikap yg menurut Marx berasal dari penerimaan absolut atas doktrin agama, suatu hal yg dicurigainya menjadi alat propaganda, dimanfaatkan dan dipolitisasi kaum kapitalis untuk melakukan penindasan kelas.

    Untuk zaman sekarang, masih nggak ya agama menjadi alat..???

  6. #26
    Newbie
    Join Date
    Aug 2011
    Posts
    3
    Rep Power
    0

    Re: "Agama adalah Candu" n "Pecandu Agama"

    Quote Originally Posted by Taiko-san View Post
    Ngomong omong.., jangan mengabaikan konteks ruang dan waktu yg melatari argumen Karl Max, agama adalah candu.

    Marx gregetan melihat masyarakat yg pasrah terhadap cengkeraman kapitalis. Mereka pasif, tunduk bahkan menerima penderitaan sebagai karunia. Bagai orang gie berbaring letoy sambil manggut manggut karena fly. Suatu sikap yg menurut Marx berasal dari penerimaan absolut atas doktrin agama, suatu hal yg dicurigainya menjadi alat propaganda, dimanfaatkan dan dipolitisasi kaum kapitalis untuk melakukan penindasan kelas.

    Untuk zaman sekarang, masih nggak ya agama menjadi alat..???
    Perang Irak - Iran tahun 80an dimana Irak saat itu disponsori oleh AS dan negara2 barat,
    Iran jalan sendiri, Iran sekarat, adalah Ayatollah Komeini memotivasi anak muda atau para remaja Iranian untuk angkat senjata, yang disebut God's soldier.

    Jauh sebelumnya, Constantine/ Konstantinus dengan perang salibnya.

    M*I bilang pakai bensin HARAM, harusnya pertamax, muncul di TV dengan menteri energi.

    Lagi lagi M*I bilang, itu ahmadiyah di cikeusik itu adalah justru provokator sehingga terjadi pembunuhan,
    Jadi logikanya begini, orang bawa golok dan lempar batu rumah orang, dan orang dalam rumah itu membalas, maka yang didalam rumah itu salah. Oleh karna dia balas, maka orang yg diluar terprovokasi,
    Dan,. Sampai di pengadilan membunuh dihukum 3-6 bulan.

    Masih banyak kawan contohnya, sehingga kesimpulan bahwa agama adalah candu masih relevan dari ribuan tahun sampai hari ini, minimal di Indonesia.

  7. #27
    Junior Member Air Mata's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Surabaya
    Posts
    363
    Rep Power
    2

    Re: "Agama adalah Candu" n "Pecandu Agama"

    Agama itu menjadi ada, karena manusia membutuhkan 'agama'. Manusia adalah makhluk yg suka bertanya. Manusia adalah makhluk yang ingin memahami keadaan dan keberadaannya. Manusia adalah makhluk yg bisa berpikir, yang mengamati, keberadaan hukum sebab-akibat. Seandainya manusia itu seperti binatang, yang tidak memiliki keinginan untuk mengerti dan memahami dunia dan kehidupannya, maka agama tidak akan pernah ada. Yg penting, cukup makan, cukup tidur, bisa hidup, kalau sudah waktunya mati ya mati.

    Tapi manusia tidak seperti binatang, ketika ada anggota keluarga yg meninggal, manusia tidak cukup hanya menangis, bersedih, kemudian selewat waktu kembali beraktivitas seperti biasa. Manusia memerlukan alasan, mengapa, manusia juga kemudian bertanya, setelah kematian lalu ada apa? Dsb.

    Lewat science, lewat ilmu pengetahuan, manusia berusaha mendapatkan jawabannya. Ketika dengan segala keterbatasannya, ilmu pengetahun tidak mampu menjawab, muncullah Agama.

    Agama, adalah jawaban, bagi pertanyaan-pertanyaan manusia yg tidak terjawab dengan tuntas.

    Dalam hal ini agama memiliki sifat yg baik, karena ada kedamaian di sana. Saat akal pikiran sudah sampai di batasnya, bagi sebagian besar manusia, di dalam agamalah mereka mendapatkan satu jawaban, setidaknya satu kepastian. Misal, setelah mati lalu apa? Ilmu pengetahuan tidak bisa memberi jawaban yg memuaskan. Tapi lewat agama, sedikitnya ada jawaban, kalau baik masuk surga, kalau jahat masuk neraka, jadi kalau mau masuk surga berbuatlah yg baik (sederhananya demikian).

    Dari situ ada jawaban, dari situ manusia kemudian berpikir, kalau begitu saya berbuat baik supaya saya masuk surga, dan kemudian tenanglah hatinya.

    Sedikit melenceng dari jalur pecandu agama -> Lalu mengapa ada banyak agama? Munculnya agama sendiri kalau mau kita pilah2 ada 2 macam. Ada agama yg muncul dari pewahyuan -> Agama Yahudi -> Kristen -> Islam. Tapi ada juga agama yg muncul dari pemikiran seorang yang mencari jawaban2 itu, yg kemudian lewat pemikirannya, perenungannya, pencerahan, dia merumuskan satu agama. Cont: Buddha.

    Mana yg benar? Atau mana yg lebih benar? Karena agama adalah bentuk jawaban terhadap pertanyaan yg tidak terjawab oleh pemikiran manusia atau tidak bisa dibuktikan secara keilmuan, maka tidak ada satu tolok ukur yg bisa digunakan untuk menentukan agama mana yg lebih benar. Itu sebabnya dipakai kata iman.

    Back to track, mengenai pecandu agama. Seperti disebutkan pada bagian sebelumnya, sifat agama yg menjawab hal-hal yg tidak bisa dicapai lewat keilmuan dan memberikan ketenangan/kedamaian dalam hati manusia lewat iman, dan hanya iman, inilah yg bisa membuat manusia kecanduan. Yaitu ketika keinginan untuk mencapai apa yg dijanjikan oleh agamanya, menutupi nalar-nya. Karena pada dasarnya, agama adalah iman, iman adalah mempercayai sesuatu yg tidak bisa dibuktikan secara ilmiah. Jadi kalau agama Y mengatakan, kalau mau masuk surga, bunuh kaum X. Maka pecandu agama Y tersebut, demi mendapatkan kedamaian dalam hatinya, membunuh para kaum X.

    Tentunya proses kejiwaan dari seseorang menggunakan nalarnya sampai kemudian menjadi pecandu agama, tidaklah sesederhana itu, proses kekeecewaan terhadap nalar, proses kekecewaan terhadap keberadaan dirinya atau situasi masyarakat di sekelilingnya, proses kekecewan terhadap agama yg sudah mapan, dst, hingga dia berusaha mencari jawaban pada tiap tempat, atau secara tidak sengaja, jatuh ke dalam promosi dari suatu agama dan kemudian mendapatkan pelepasan himpitan psikologisnya pada jawaban dari agama tersebut, hingga jadilah dia pecandu dari agama tersebut. Setelah menjadi pecandu agama tersebut, maka kehidupannya sepenuhnya berusaha mencapai apa yg diwajibkan oleh agama tersebut.

    Tetapi tidak selalu hal ini berarti negatif. Amat tergantung pada agama jenis apa dia kecanduan. Bayangkan kalau seorang kaya raya, yg mengalami kehampaan dalam hidupnya, yg penat dengan kehidupan jet-set, kemudian mencari jawaban, mencari kepuasan batiniah (kedamaian hati) lalu bertemu dengan sebuah agama yg menganjurkan manusia untuk mengabdikan diri pada sesama. ketika uraian agama tersebut mampu menjawab semua kegalauannya, ber-transformasi-lah dia menjadi pecandu agama tersebut. Seluruh hidupnya dibaktikan utk membantu sesama, seluruh kekayaannya digunakan untuk memberdayakan masyarakat di sekitarnya. Dalam kasus ini, kecanduan agama bisa jadi hal yg positif. Lebih positif daripada kecanduan harta benda dan korupsi.

  8. #28
    Member tom percy's Avatar
    Join Date
    Oct 2010
    Location
    Bandung, Flower City
    Posts
    699
    Rep Power
    3

    Re: "Agama adalah Candu" n "Pecandu Agama"

    Quote Originally Posted by Air Mata View Post
    Agama itu menjadi ada, karena manusia membutuhkan 'agama'. Manusia adalah makhluk yg suka bertanya. Manusia adalah makhluk yang ingin memahami keadaan dan keberadaannya. Manusia adalah makhluk yg bisa berpikir, yang mengamati, keberadaan hukum sebab-akibat. Seandainya manusia itu seperti binatang, yang tidak memiliki keinginan untuk mengerti dan memahami dunia dan kehidupannya, maka agama tidak akan pernah ada. Yg penting, cukup makan, cukup tidur, bisa hidup, kalau sudah waktunya mati ya mati.

    Tapi manusia tidak seperti binatang, ketika ada anggota keluarga yg meninggal, manusia tidak cukup hanya menangis, bersedih, kemudian selewat waktu kembali beraktivitas seperti biasa. Manusia memerlukan alasan, mengapa, manusia juga kemudian bertanya, setelah kematian lalu ada apa? Dsb.

    Lewat science, lewat ilmu pengetahuan, manusia berusaha mendapatkan jawabannya. Ketika dengan segala keterbatasannya, ilmu pengetahun tidak mampu menjawab, muncullah Agama.

    Agama, adalah jawaban, bagi pertanyaan-pertanyaan manusia yg tidak terjawab dengan tuntas.

    Dalam hal ini agama memiliki sifat yg baik, karena ada kedamaian di sana. Saat akal pikiran sudah sampai di batasnya, bagi sebagian besar manusia, di dalam agamalah mereka mendapatkan satu jawaban, setidaknya satu kepastian. Misal, setelah mati lalu apa? Ilmu pengetahuan tidak bisa memberi jawaban yg memuaskan. Tapi lewat agama, sedikitnya ada jawaban, kalau baik masuk surga, kalau jahat masuk neraka, jadi kalau mau masuk surga berbuatlah yg baik (sederhananya demikian).

    Dari situ ada jawaban, dari situ manusia kemudian berpikir, kalau begitu saya berbuat baik supaya saya masuk surga, dan kemudian tenanglah hatinya.

    Sedikit melenceng dari jalur pecandu agama -> Lalu mengapa ada banyak agama? Munculnya agama sendiri kalau mau kita pilah2 ada 2 macam. Ada agama yg muncul dari pewahyuan -> Agama Yahudi -> Kristen -> Islam. Tapi ada juga agama yg muncul dari pemikiran seorang yang mencari jawaban2 itu, yg kemudian lewat pemikirannya, perenungannya, pencerahan, dia merumuskan satu agama. Cont: Buddha.

    Mana yg benar? Atau mana yg lebih benar? Karena agama adalah bentuk jawaban terhadap pertanyaan yg tidak terjawab oleh pemikiran manusia atau tidak bisa dibuktikan secara keilmuan, maka tidak ada satu tolok ukur yg bisa digunakan untuk menentukan agama mana yg lebih benar. Itu sebabnya dipakai kata iman.

    Back to track, mengenai pecandu agama. Seperti disebutkan pada bagian sebelumnya, sifat agama yg menjawab hal-hal yg tidak bisa dicapai lewat keilmuan dan memberikan ketenangan/kedamaian dalam hati manusia lewat iman, dan hanya iman, inilah yg bisa membuat manusia kecanduan. Yaitu ketika keinginan untuk mencapai apa yg dijanjikan oleh agamanya, menutupi nalar-nya. Karena pada dasarnya, agama adalah iman, iman adalah mempercayai sesuatu yg tidak bisa dibuktikan secara ilmiah. Jadi kalau agama Y mengatakan, kalau mau masuk surga, bunuh kaum X. Maka pecandu agama Y tersebut, demi mendapatkan kedamaian dalam hatinya, membunuh para kaum X.

    Tentunya proses kejiwaan dari seseorang menggunakan nalarnya sampai kemudian menjadi pecandu agama, tidaklah sesederhana itu, proses kekeecewaan terhadap nalar, proses kekecewaan terhadap keberadaan dirinya atau situasi masyarakat di sekelilingnya, proses kekecewan terhadap agama yg sudah mapan, dst, hingga dia berusaha mencari jawaban pada tiap tempat, atau secara tidak sengaja, jatuh ke dalam promosi dari suatu agama dan kemudian mendapatkan pelepasan himpitan psikologisnya pada jawaban dari agama tersebut, hingga jadilah dia pecandu dari agama tersebut. Setelah menjadi pecandu agama tersebut, maka kehidupannya sepenuhnya berusaha mencapai apa yg diwajibkan oleh agama tersebut.

    Tetapi tidak selalu hal ini berarti negatif. Amat tergantung pada agama jenis apa dia kecanduan. Bayangkan kalau seorang kaya raya, yg mengalami kehampaan dalam hidupnya, yg penat dengan kehidupan jet-set, kemudian mencari jawaban, mencari kepuasan batiniah (kedamaian hati) lalu bertemu dengan sebuah agama yg menganjurkan manusia untuk mengabdikan diri pada sesama. ketika uraian agama tersebut mampu menjawab semua kegalauannya, ber-transformasi-lah dia menjadi pecandu agama tersebut. Seluruh hidupnya dibaktikan utk membantu sesama, seluruh kekayaannya digunakan untuk memberdayakan masyarakat di sekitarnya. Dalam kasus ini, kecanduan agama bisa jadi hal yg positif. Lebih positif daripada kecanduan harta benda dan korupsi.
    Hi Air Mata,

    yang ku bold dan underline: bisa di klarifikasi gak? abad berapa (pastinya BC) Scince gagal menemukan apa yang terjadi sesudah kematian sehingga lahir agama?

    salam
    Momen tergelap sesaat sebelum fajar datang; Momen terteduh sesaat sebelum badai menerjang

  9. #29
    Beginner
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    79
    Rep Power
    2

    Re: "Agama adalah Candu" n "Pecandu Agama"

    Pak Harto mengamati... Topik dharipadha thread ini sanget dharipadha serius... Pak Harto mengamati sajha ya hehehe... Kerna fikiran dharipadha Pak Harto sudhah dharipadha "penuh" dhan tidhak bhisa dharipadha bherfikir dharipadha keras hehehe... Fikiran Pak Harto sudhah penuh dhengan wajhah dharipadha cinta mati Pak Harto yang bhernama dharipadha Ibu Tien hehehe.....
    Saya dharipadha Bhapak Pembhangunan hehehe...

  10. #30
    Senior Member Taiko-san's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    1,061
    Rep Power
    3

    Re: "Agama adalah Candu" n "Pecandu Agama"

    Quote Originally Posted by 12:37 View Post
    kesimpulan bahwa agama adalah candu masih relevan dari ribuan tahun sampai hari ini, minimal di Indonesia.
    Oke deh sepakat, walaupun secara esensi kita sedikit beda, karena Karl Marx berteriak agama adalah candu dalam rangka menghancurkan kelas kelas sosial utk membentuk sebuah masyarakat tanpa kelas. Sedangkan agama adalah candu yg km gambarkan justru ingin melanggengkan kelas kelas sosial yg ada..

    trims

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  

Content Relevant URLs by vBSEO 3.6.0