bweh? sory baru bisa balas, secara runtang runtung dulu kesana kemari, bukan apa apa sih, sok sibuk aja, biar agak mantap dikit diliat perempuan itu friend, kweq..weq..wq..
sebenarnya, aku bertanya karena pengen tau aja, bagaimana memahami alkitab dgn cara seniman. Tapi rupanya lae "tidak rela" kalo aku cuma bertanya, sampai menuliskan argumen yg membuat palaku sontak siraku cekot cekot, maklumlah, walaupun ngaku2 Kristen, tapi secara pemahaman, iman dan perbuatan, masih ongol ongol, kweq..weq..wq..
Tapi utk menghormati lae, terpaksalah aku jawab sebisaku. Kalo ngelantur tolong koreksi ya..
Menurutku, Kristen tdk mengenal konsep reinkarnasi. Yang pernah kudengar adalah inkarnasi. Semacam menurunnya sifat, karakter dan keahlian seseorang pada suatu masa kepada seseorang di masa berikutnya. Kalau reinkarnasi adalah seperti lingkaran sebab akibat. Kalo seseorang baik di kehidupan ini, maka dikehidupan berikutnya dia akan mendapat kehidupan yg lebih baik. Begitu juga sebaliknya.
Lagian, dalam inkarnasi, seseorang itu tau dia mendapat titisan(?) dari siapa. Sementara reinkarnasi, belum pernah kudengar ada seseorang yg mengaku, "Sstt, tau nggak loe, sebenarnya gue nie dulunya babi lho, sure !!! Babii....(sambil mendoyongkan bahunya ke belakang, menundukkan kepalanya sedikit, menatap tajam lawan bicaranya sambil mengembangkan senyum)
kweq..weq..wq..
Tentang Paulus dan Petrus, sepintas aku ingat pernah baca tp lupa ayatnya, Tuhan menyediakan berbagai macam makanan haram buat Petrus. Tapi aku kurang paham deh ttg ini. Setauku, kalo dari kajian politik, pada masa itu Yudea dibawah kekuasaan Kekaisaran Romawi. Akibat dari penjajahan itu, maka bangsa Jahudi sedikitnya terbagi dua, yaitu Jahudi Ortodox dan Jahudi Helenistik.
Jahudi Ortodox adalah kelompok yg dgn sangat ketat menjalankan Tora, tradisi dan adat istiadat Jahudi. Tidak ada kompromi dgn Romawi. Mereka menentang Romawi secara terbuka. Sedangkan Jahudi Helenistik, biasanya para pedagang, tuan tanah, pokoknya orang Jahudi kaya, yg mempunyai kepentingan, mengambil jalan kompromi. Mereka dgn luwes berusaha utk tetap menjalankan adat dan tradisinya, tetapi di sisi lain mereka bisa berbaur dgn Romawi. Sebab, mereka membutuhkan intervensi kekuasaan utk menjaga kelanggengan aset2nya.
Paulus, sama sekali tidak pernah ketemu Jesus. Berbeda dgn Petrus dan yg lain, sudah mengikuti Jesus semasa hidupnya. Tapi, Paulus, orang baru itu, selain cerdas (Uci Murphi mengatakan jenius), dia juga mendapat tugas yg "menggiurkan" dari Dia. Ada semacam perlakuan dari Petrus dkk yg membuat Paulus seperti "outsider".
Untuk menghindari konflik, "secara alamiah" Petrus lebih banyak di lingkungan Jahudi Ortodox sedangkan Paulus di lingkungan Jahudi Helenistik. Mungkin awalnya Paulus tidak langsung berhubungan dgn para tuan tanah dan pedagang, mungkin dgn para pembantu dan budak budaknya. Diantara para pembantu dan budak itu tidak semuanya Jahudi, tetapi mereka membuat persekutuan bersama, tanpa memandang suku, status sosial dan.., gender.
Itulah sebabnya, Paulus disebut sangat mempengaruhi dunia, karena, dialah yg mengajarkan Kekristenan pertama kali kepada orang orang di luar Jahudi. Dan itulah cikal bakal penyebarannya ke seluruh dunia.
Tentang hari Sabat, ini debatable. Kalo yg kutau, sekitar tahun 323, melalui sidang gereja Nicea, diputuskan utk beribadah di hari Minggu, sebagai counter terhadap kegiatan para penyembah Semiramis, dewa matahari, ibu dari Nimrod dr Babel. Sehingga dgn membenturkan waktu ibadah secara bersamaan, akan ada garis pemisah yg pasti, serta orang tdk bisa mendua lagi, ikut Semiramis atau Kristen.
Kira kira gitu deh, tapi tetap saja, walaupun sdh berusaha mengikuti alur lae, aku msh bertanya, bagaimana persisnya memahami alkitab dgn cara seniman?
trims

Bookmarks