Penggiring Bola dari Negeri Sakura ke Alaska

Siapa penggiring bola paling jempolan yang reputasinya diakui dunia?
Pele dari Brazilia? Maradona dari Argentina? Ramang dari Indonesia?
Bukan ... bukan mereka ... mereka memang punya bakat nan istimewa
Tetapi bermimpi menjadi penggiring bola paling jempolan di dunia?
Ha ... ha ... ha ... masih terlalu jauh bak bumi dan bintang di angkasa.
Lalu puluhan serta ratusan nama para pemain sepak bola tingkat dunia
Bisa terus disebut dan dieja, mulai dari pemain timnas wakil negara,
Sampai ke pemain kaya yang mewakili klub-klub sepak bola dunia,
Seperti AS Roma, Barcelona, Sampdoria, Chelsea, atau Pelita Jaya,
Pasti belum ada di antaranya yang sehebat dan segila ini pemain bola,
Karena kehebatannya menggiring bola sebelum disarangkan ke jala,
Pasti tidak bakal dapat ditandingi oleh pemain dunia yang mana saja,
Bahkan seandainya mereka semua menggabungkan kaki dan tenaga,
Belum tentu dan tidak ada jaminan dapat samai ini penggiring bola.
Kalau tidak percaya ya simak saja kisah cerita sang pendribel mulia.

Ceritanya dimulai dari kota bernama Rikuzentakata di negeri sakura.
Seorang anak muda memperoleh bola ketika lulus dari sekolahnya.
Bola sebagai hadiah dan kata-kata pemacu semangat di tulis di sana.
Kemudian seorang penggiring bola istimewa merebut bola begitu saja,
Dan yang luar biasa walaupun banyak dihadang oleh pemain lainnya
Penggiring bola yang istimewa ini ternyata tetap saja lengket bolanya.
Terus menggirng tak kenal lelah dan jera, semua rintangan dilewatinya.
Kadang memang harus bergerak cepat-cepat ke kanan baru setelahnya
Berputar ke kiri menghindari hadangan kaki lawan yang makin lama
Memang makin banyak jumlahnya, semua mengeroyok inginkan bola.
Tetapi dasar pemain istimewa, semakin banyak yang menghadang dia,
Semakin hebatlah gerak menghindarnya, dihadang di sini ke sana larinya,
Dihadang di sana, ke sini berkelitnya, begitu terus dilakukan tak kenal jera.
Singkat kata karena keahlian menggiring bola memang tidak ada lawannya,
Akhirnya tiba juga masanya menyarangkan bola ke jala gawang tujuannya.
Dan ... dengan tendangan yang tidak terlalu keras bahkan kesan lembutnya
Jelas dirasakan di mana-mana, bola pun dengan sukses disarangkan di jala.
Seluruh penonton bersorak gembira ... satu kosong untuk kesebelasannya.
Kemudian ketika tiba masanya pertandingan harus berhenti sekarang juga
Karena waktu sudah usai, apalagi ini pertandingan istimewa terlalu lama,
Penjaga gawang harus kembalikan bola kepada si empunya, dan untungnya
Nama sang pemilik bola tertera jelas di sana, Misaki Muranami, itu namanya.
Dengan sedikit usaha Misaki dihubungi Yumi, oh, betapa terkejut si pemuda
Karena tidak pernah menduga bola yang pernah direbut akan kembali padanya.
Negeri Sakura ke pantai Alaska memang membentang ribuan kilometer jauhnya
Salah satu bukti betapa hebat si penggiring bola tapi yang lebih hebat luar biasa
Yumi si istri David Baxter, yang sukses menendang bola balik ke negeri sakura.

Dr. Tri Budhi Sastrio – tribudhis@yahoo.com – Poznan, Poland