Hati-hati mengumbar foto di situs jejaring sosial. Sekali foto terunggah, akan sulit menghilang dari dunia maya. Meski kita menghapusnya, foto tersebut tetap bisa muncul melalui tautan langsung. Masih mending kalau foto itu bagus. Nah, bagaimana kalau foto itu ternyata bisa menjatuhkan nama baik, harga diri, sampai masa depan dan karir kita?
Situs Ars Technica menelusuri jejak foto di Flickr, Twitter, MySpace, and Facebook sejak 2009. Hasilnya, Twitter and Flickr melenyapkan foto yang sudah terhapus dalam hitungan detik. Tautan langsung ke foto tak bisa diakses lagi. Jadi, siapapun tak dapat menyimpan foto kita lagi di hardisk.
Lain soal dengan foto di Facebook dan MySpace. Foto yang sudah terhapus masih "nyangkut" di server sehingga bisa diakses melalui tautan langsung. Tim Ars Technica mencoba menghapus foto yang sudah diunggah di Facebook dan MySpace pada Mei 2008. Ternyata, foto yang sudah dihapus di kedua situs tersebut masih bisa diakses sampai 2012 melalui server pihak ketiga.
Facebook dan MySpace mengklaim bisa menghapus foto secepatnya. Juru bicara MySpace Amy Walgenbach mengatakan privasi pengguna sangat menjadi perhatiannya. MySpace, kata Walgenbach, akan melenyapkan semua konten yang sudah dihapus. "Namun, kami sadar menghapus foto dari server pihak ketiga itu makan waktu sangat lama dan kami berusaha keras memperbaikinya," ujar juru bicara MySpace Amy Walgenbach.
Facebook juga memiliki pandangan sama. Bahkan, Facebook mengklaim tautan langsung di server pihak ketiga tak bisa diakses lagi. Seperti tercantum dalam aturan Hak dan Kewajiban berinternet, ketika pengguna menghapus muatan maka semuanya akan terhapus dan masuk keranjang sampah. "Tapi harus dipahami bahwa muatan yang sudah terhapus bisa saja sudah disalin," kata juru bicara Facebook Elizabeth Linder said. "Kami berusaha menekan jumlah backup copies tersebut."
Nah, persoalan ada di backup copies yang bisa diakses semua orang di situs. Juru bicara facebook lain, Frederic Wolens mengakui bahwa foto yang sudah diunggah akan terserap dalam jaringan internet yang sulit dikendalikan. "Beberapa tahun ke belakang, sistem kami tak selalu menghapus foto dalam periode tertentu meski pengguna sudah menghapusnya," kata Wolens. "Tapi kami berupaya melenyapkan jejak itu dalam kurun waktu kurang dari 45 hari."
Bagaimana menyikapi soal ini? Kita mesti berpikir ulang mengunggah muatan dan konten di sosial media yang bisa menjadi bumerang. Sosial media bisa menjadi jembatan menuju karir yang lebih bagus dan besar. Sebaliknya, sosial media juga bisa menjadi bencana bagi siapapun. (Baca: Bencana Media Sosial Bagi Karir). Foto menjadi salah satu penyebab terjadinya bencana tersebut. Kita tentu tak mau foto konyol dan memalukan --sengaja atau tidak-- tersebar luas melalui jejaring sosial.



1Likes
LinkBack URL
About LinkBacks





Reply With Quote




Bookmarks