Bisakah wanita dan pria memiliki hubungan "hanya teman", atau ketertarikan seksual selalu tidak dapat dihindarkan? Menurut Rabbi Shmuley, pria dan wanita bisa bersahabat dengan lawan jenisnya, selama mereka mengikuti aturan-aturan tertentu. Dia membicarakan tentang persahabatan platonik antara kedua gender dan berbagi aturan-aturan dasar untuk persahabatan lawan jenis diluar pernikahan.
Jika seseorang belum menikah, Rabbi Shmuley mengatakan sangat tidak apa-apa jika bersahabat dengan lawan jenis. Masyarakat sudah tidak mempertentangkan perbedaan jenis kelamin, dan saat ini, pria dan wanita bekerja bersama, pergi ke sekolah bersama, dan juga dapat bersahabat, dia mengatakan.
Semuanya bisa berbeda jika anda sudah menikah, Rabbi Shmuley mengatakan, mungkin saja untuk bersahabat dengan teman lawan jenis, tapi anda tidak bisa berkompromi pada batasan-batasan tertentu, yaitu:
- Anda tidak boleh pergi larut untuk makan malam bersama. Anda bisa makan siang bersama di tempat umum, tapi anda tidak boleh memesan minuman beralkohol. "Bara api rasa ketertarikan bisa tumbuh dari situasi seperti itu, dan tiba-tiba hubungan itu tidak lagi murni persahabatan, itu bukan lagi sebuah persahabatan," jelas Rabbi Shmuley.
- Anda tidak boleh pergi jauh dengan orang lain, bahkan meskipun itu untuk pekerjaan. "Meskipun anda harus bekerja sama dengan rekan (lawan jenis), masih tetap ada batasan-batasan tertentu yang harus anda pertahankan," katanya.
- Anda tidak boleh menempatkan diri anda disituasi dimana romansa bisa tumbuh. "Percintaan tumbuh ketika orang sendirian, percintaan tumbuh ketika orang mengatakan rahasia," Kata Rabbi Shmuley.
- Anda tidak boleh membagi rahasia dengan teman platonik anda yang tidak anda bagi dengan pasangan anda. "Karena jika anda berbagi kekslusivitasan dengan teman lawan jenis yang tidak anda bagi dengan pasangan anda, hal itu bisa menyebabkan hal yang tidak baik," katanya.
- Anda tidak boleh bersahabat dengan mantan pacar anda.


LinkBack URL
About LinkBacks

- Anda tidak boleh pergi larut untuk makan malam bersama. Anda bisa makan siang bersama di tempat umum, tapi anda tidak boleh memesan minuman beralkohol. "Bara api rasa ketertarikan bisa tumbuh dari situasi seperti itu, dan tiba-tiba hubungan itu tidak lagi murni persahabatan, itu bukan lagi sebuah persahabatan," jelas Rabbi Shmuley.



Reply With Quote
itu pun klo nyawa masih nempel di raga ini.. 



Bookmarks